✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
🕌 Mode Baca — Hadits 1526
✦ Untuk keperluan belajar mandiri — bukan fatwa ✦
⚠️ Konten ini mungkin mengandung kesalahan terjemahan atau syarah. Kami bukan ulama dan tidak menerbitkan fatwa. Gunakan sebagai bahan belajar, bukan rujukan hukum. Selengkapnya →
❧ ✦ ❧
Kitab Al-Jami  ·  بَابُ اَلتَّرْغِيبِ فِي مَكَارِمِ اَلْأَخْلَاقِ  ·  Hadits No. 1526
👁 6
1526- وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ { اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اَللَّهِ مِنْ اَلْمُؤْمِنِ اَلضَّعِيفِ, وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ, اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ, وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ, وَلَا تَعْجَزْ, وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا, وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ; فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ اَلشَّيْطَانِ } أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ . .
📝 Terjemahan
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, dan pada masing-masing ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu, dan minta pertolongan kepada Allah, dan jangan engkau merasa lemah. Jika engkau ditimpa suatu musibah, maka janganlah engkau berkata: 'Seandainya aku telah berbuat demikian dan demikian, tentu akan terjadi begini dan begitu,' tetapi katakanlah: 'Allah telah menetapkan dan apa yang Allah kehendaki pasti terjadi.' Sesungguhnya kata 'seandainya' itu membuka pintu amal setan." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Status Hadits: Sahih (Muttafaq Alaih - diriwayatkan oleh Muslim dan terdapat dalam berbagai kitab Sunnah)
شَرْحٌ وَبَيَانٌ Syarah & Penjelasan
📖 Syarah berikut bersifat akademik dan mungkin mengandung kesalahan interpretasi. Selalu cross-check dengan kitab asli atau ulama tepercaya.

Pengantar

Hadits ini merupakan salah satu hadits yang paling berharga dalam mengajarkan keseimbangan antara upaya manusia dan kehendak Allah. Hal ini datang dalam konteks mendorong umat Islam untuk senantiasa berusaha dan bersungguh-sungguh dalam berbagai aspek kehidupan, sambil tetap menyerahkan semua hasil kepada Allah. Hadits ini juga menjadi pembimbing dalam cara bersikap terhadap musibah dan cobaan yang menimpa.

Kosa Kata

Al-Mukmin al-Qawi (المؤمن القوي): Mukmin yang kuat, tidak hanya dalam fisik tetapi juga dalam iman, akidah, dan ketabahan spiritual.

Ad-Dha'if (الضعيف): Lemah, baik secara jasmani, mental, maupun spiritual.

Inhiras (احرص): Bersungguh-sungguhlah, tunjukkan semangat dan keinginan yang kuat.

Yinfa'uka (ينفعك): Bermanfaat bagimu, yaitu semua hal yang menghasilkan kebaikan untuk diri dan agama.

Ista'in billah (استعن بالله): Mintalah pertolongan kepada Allah, berserah diri sepenuhnya kepada-Nya.

Wa la ta'jaz (ولا تعجز): Janganlah berputus asa, jangan menunjukkan sikap lemah dan menyerah sebelum berusaha maksimal.

Aslahaka Shay'un (أصابك شيء): Menimpa engkau sesuatu musibah atau bencana.

Law Annani (لو أني): Andaikan aku, ungkapan yang menunjukkan penyesalan terhadap masa lalu.

Qaddara Allah (قدر الله): Allah telah menentukan takdir, mengatur semua dengan sempurna.

Law Taftahu (لو تفتح): 'Andai-andai' membuka pintu, perkataan hipotetis yang membawa keburukan.

Amal Asy-Syitan (عمل الشيطان): Pekerjaan setan, yang mendorong manusia ke dalam keputusasaan dan keraguan.

Kandungan Hukum

1. Keutamaan Kekuatan dalam Iman
Hadits menunjukkan bahwa kekuatan (baik jasmani maupun rohani) dalam konteks iman adalah keutamaan yang disukai Allah. Ini mencakup kekuatan dalam menjalankan ibadah, kesabaran dalam menghadapi kesulitan, dan keteguhan dalam berpegang pada ajaran Islam.

2. Perintah Berusaha dan Bersungguh-sungguh
Perkataan "Ihras 'ala ma yanfa'uka" adalah perintah untuk selalu berusaha keras dan fokus pada hal-hal yang bermanfaat. Ini mencakup segala bentuk usaha yang sah secara syariat, baik dalam mencari ilmu, mencari rezeki, ataupun dalam upaya menjaga kehidupan keluarga.

3. Wajib Memohon Pertolongan kepada Allah
Perintah "Ista'in billah" adalah bukti bahwa setiap usaha manusia harus didampingi dengan doa dan permohonan kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan sejati bukan hanya terletak pada usaha semata, melainkan pada rahmat dan pertolongan Allah.

4. Larangan Berputus Asa dan Pasif
Perkataan "Wa la ta'jaz" merupakan larangan tegas untuk menyerah atau berputus asa. Keputusasaan dalam Islam adalah dosa besar karena menunjukkan keraguan terhadap kekuasaan Allah untuk memberikan pertolongan.

5. Adab dalam Menghadapi Musibah
Janganlah menyesali masa lalu dengan menyebut "andai-andai", melainkan yang benar adalah menerima takdir Allah dengan lapang dada dan berkata "Qaddara Allah wa ma sha'a fa'al". Ini adalah bentuk tawakal dan penerimaan terhadap qadar Allah.

6. Bahaya Perkataan 'Andai-andai'
Hadits secara eksplisit menjelaskan bahwa perkataan hypothetical (law) yang berisi penyesalan membuka pintu untuk keraguan, putus asa, dan adalah pekerjaan setan.

7. Keseimbangan antara Usaha dan Tawakal
Hadits mengajarkan keseimbangan sempurna antara upaya manusia (sambil tetap mengandalkan kekuatan Allah) dan penyerahan diri kepada takdir Allah.

Pandangan 4 Madzhab

Hanafi:
Madzhab Hanafi menekankan bahwa "kekuatan mukmin" dalam hadits ini mencakup kekuatan dalam menjalankan taklif (beban hukum syariat). Mereka berpendapat bahwa usaha manusia (kasb/ikhtiyar) adalah wajib selama tidak melupakan peran Allah. Al-Jassas dalam Ahkam Al-Qur'an menjelaskan bahwa hadits ini mendukung doktrin "ikhtiyar" (pilihan manusia dalam batas-batas yang ditentukan Allah). Para ulama Hanafi juga menggarisbawahi pentingnya doa (du'a) sebagai bagian integral dari usaha manusia, karena doa adalah penyaluran ikhtiyar manusia kepada Allah. Mereka berpandangan bahwa larangan berputus asa adalah haram, sementara mengerjakan sesuatu yang bermanfaat adalah wajib sesuai kondisi.

📚 Diadaptasi dari berbagai sumber syarah Bulughul Maram — untuk keperluan belajar mandiri
📚 Sumber: Bulughul Maram — Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H). Terjemahan & syarah bersifat akademik, bukan teks fatwa.
◈ ✦ ◈
← Kembali ke Kitab Al-Jami