✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
🕌 Mode Baca — Hadits 1557
✦ Untuk keperluan belajar mandiri — bukan fatwa ✦
⚠️ Konten ini mungkin mengandung kesalahan terjemahan atau syarah. Kami bukan ulama dan tidak menerbitkan fatwa. Gunakan sebagai bahan belajar, bukan rujukan hukum. Selengkapnya →
❧ ✦ ❧
Kitab Al-Jami  ·  بَابُ اَلذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ  ·  Hadits No. 1557
Shahih 👁 6
1557- وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: { لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اَللَّهِ يَدَعُ هَؤُلَاءِ اَلْكَلِمَاتِ حِينَ يُمْسِي وَحِينَ يُصْبِحُ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اَلْعَافِيَةَ فِي دِينِي, وَدُنْيَايَ, وَأَهْلِي, وَمَالِي, اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي, وَآمِنْ رَوْعَاتِي, وَاحْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ, وَمِنْ خَلْفِي, وَعَنْ يَمِينِي, وَعَنْ شِمَالِي, وَمِنْ فَوْقِي, وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي } أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ, وَابْنُ مَاجَهْ, وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ . .
📝 Terjemahan
Dari Ibn Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa-doa ini ketika sore dan pagi, yaitu: 'Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kesehatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutupilah aibku, keamankanlah ketakutanku, dan peliharalah aku dari depanku, dari belakangku, dari sebelah kananku, dari sebelah kiriku, dan dari atasku, dan aku berlindung dengan kebesaran-Mu agar aku tidak disambar dari bawahku.' Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dan Ibn Majah, dan dishahihkan oleh Al-Hakim.
شَرْحٌ وَبَيَانٌ Syarah & Penjelasan
📖 Syarah berikut bersifat akademik dan mungkin mengandung kesalahan interpretasi. Selalu cross-check dengan kitab asli atau ulama tepercaya.

Pengantar

Hadits ini merupakan doa yang sangat penting yang secara konsisten diamalkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Doa ini mencakup perlindungan yang komprehensif dalam berbagai aspek kehidupan manusia, baik aspek agama, dunia, keluarga, maupun harta. Posisi strategis dari doa ini—dilakukan ketika pagi dan sore—menunjukkan pentingnya menjaga diri di waktu-waktu transisi harian yang rentan terhadap gangguan.

Kosa Kata

Al-'Afiyah (العافية): Kesehatan, keterbebasan dari penyakit dan cacat, serta keselamatan umum.

Dini (ديني): Agama saya, yang mencakup akidah, ibadah, dan akhlak.

'Awrah (عورة): Aib, keburukan, atau hal-hal yang seharusnya tidak diketahui orang lain.

Rawa'at (روعات): Ketakutan-ketakutan, kengerian, atau hal-hal yang mengganggu ketenangan jiwa.

Ihtyal (اغتيال): Dibunuh, diserang, atau diambil secara tiba-tiba dan tidak terduga.

Min Tahtiya (من تحتي): Dari bawahku, yang secara harfiah berarti dari bumi tempat aku berpijak.

Kandungan Hukum

Aspek-Aspek Doa:

1. Doa untuk Kesehatan Agama: Mencakup kemapanan dalam tauhid, istiqamah dalam ibadah, dan keselamatan dari bid'ah.

2. Doa untuk Kesehatan Dunia: Meminta kesejahteraan materi dan kesehatan fisik.

3. Doa untuk Keluarga: Perlindungan bagi orang-orang terkasih dan keberkahan hubungan keluarga.

4. Doa untuk Harta: Perlindungan dan keberkahan dalam rezeki dan kepemilikan harta benda.

5. Perlindungan dari Aib: Meminta agar keburukan-keburukan tersembunyi dan dosa-dosa pribadi tidak terbuka kepada publik.

6. Keamanan dari Ketakutan: Memohon ketenangan hati dan keamanan dari segala macam ketakutan.

7. Perlindungan dari Segala Arah: Doa mencakup perlindungan dari depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah—melambangkan perlindungan total dan menyeluruh.

Waktu Pelaksanaan:

Doa ini dilakukan pada dua waktu utama: - Al-Amasa (ketika sore): Menjelang malam, waktu ketika kejahatan sering terjadi. - Al-Asbah (ketika pagi): Menjelang hari, transisi menuju aktivitas sehari-hari.

Pandangan 4 Madzhab

Hanafi: Ulama Hanafiyah menganggap doa ini sebagai sunnah yang sangat direkomendasikan (Sunnah Muakkadah). Mereka menekankan pentingnya doa sebagai bentuk ketergantungan kepada Allah dan pengakuan terhadap kebutuhan manusia. Dalam pandangan mereka, doa semacam ini merupakan bagian dari penjagaan diri (Hifdz An-Nafs) yang menjadi tujuan utama Syariat.

Maliki: Mazhab Maliki menerima hadits ini dan menganggapnya sebagai doa yang dianjurkan (Mustahabb). Mereka menekankan bahwa praktik Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ini menunjukkan pentingnya memohon perlindungan dari Allah dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga memberikan perhatian pada konteks sosial dan pribadi dari doa ini.

Syafi'i: Ulama Syafi'iyah menerima hadits ini dan menganggapnya sebagai sunnah yang dikemukakan dengan redaksi yang jelas dan konsisten. Mereka menekankan bahwa konsistensi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam membaca doa ini menunjukkan status tingginya dalam pengajaran Islam. Mereka juga menyoroti aspek pedagogis dari doa ini sebagai bentuk pendidikan spiritualitas.

Hanbali: Mazhab Hanbali sangat menyambut doa ini dan menganggapnya sebagai bagian penting dari sunnah. Mereka menekankan bahwa doa ini mencakup semua aspek kehidupan manusia dan oleh karena itu merupakan doa yang komprehensif. Ahmad bin Hanbal sendiri sangat menghargai praktik doa konsisten sebagai bentuk ketakwaan dan kesadaran akan ketergantungan kepada Allah.

Hikmah & Pelajaran

1. Pentingnya Doa Konsisten: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan doa-doa penting ini, menunjukkan bahwa doa adalah praktik berkelanjutan dalam kehidupan spiritual, bukan sesuatu yang dilakukan sesekali.

2. Perlindungan Menyeluruh: Doa ini mengajari kita untuk memohon perlindungan dari semua arah dan dalam semua aspek kehidupan. Hal ini mencerminkan pemahaman Islam tentang kehidupan sebagai keseluruhan yang saling terhubung.

3. Prioritas Agama: Dengan menempatkan agama ('din) di tempat pertama, doa ini mengajarkan bahwa kesehatan agama adalah fondasi kesehatan dalam semua aspek lainnya.

4. Kombinasi Materi dan Spiritual: Doa ini menggabungkan permintaan untuk kesejahteraan spiritual (agama, perlindungan dari aib) dengan kesejahteraan materi (dunia, keluarga, harta), menunjukkan pandangan Islam yang seimbang terhadap kehidupan.

5. Kesadaran akan Kerentanan: Memohon perlindungan dari bawah ("min tahtiya") merupakan ekspresi dari kesadaran manusia tentang kerentanannya dan ketergantungannya pada Allah dalam setiap aspek kehidupan.

6. Waktu yang Strategis: Doa pada pagi dan sore hari menunjukkan pentingnya memulai dan mengakhiri hari dengan koneksi spiritual kepada Allah, yang dapat menjadi fondasi untuk tindakan-tindakan hari itu.

📚 Diadaptasi dari berbagai sumber syarah Bulughul Maram — untuk keperluan belajar mandiri
📚 Sumber: Bulughul Maram — Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H). Terjemahan & syarah bersifat akademik, bukan teks fatwa.
◈ ✦ ◈
← Kembali ke Kitab Al-Jami