✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
🕌 Mode Baca — Hadits 399
✦ Untuk keperluan belajar mandiri — bukan fatwa ✦
⚠️ Konten ini mungkin mengandung kesalahan terjemahan atau syarah. Kami bukan ulama dan tidak menerbitkan fatwa. Gunakan sebagai bahan belajar, bukan rujukan hukum. Selengkapnya →
❧ ✦ ❧
Kitab Shalat  ·  بَابُ صَلَاةِ اَلْجَمَاعَةِ وَالْإِمَامَةِ  ·  Hadits No. 399
👁 4
399- وَلَهُمَا عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: { بِخَمْسٍ وَعِشْرِينَ جُزْءًا } .
📝 Terjemahan
Dari Abu Hurairah ra., bahwa (salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan) lima dua puluh (lima dua puluh kali lipat) bagian (keutamaan).

Riwayat: Sahih Al-Bukhari dan Sahih Muslim
Status Hadits: Sahih (متفق عليه - Muttafaq 'Alaihi)
شَرْحٌ وَبَيَانٌ Syarah & Penjelasan
📖 Syarah berikut bersifat akademik dan mungkin mengandung kesalahan interpretasi. Selalu cross-check dengan kitab asli atau ulama tepercaya.

Pengantar

Hadits ini membahas tentang keutamaan salat berjamaah dibandingkan dengan salat sendirian. Hadits ini adalah bagian dari pembahasan Rasulullah ﷺ mengenai keunggulan salat berjamaah dalam hal ganjaran dan pahala. Riwayat ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra., salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi ﷺ.

Kosa Kata

بِخَمْسٍ وَعِشْرِينَ جُزْءًا (bi-khamsatin wa-'isyrina juz'an) = dengan lima puluh kali lipat atau lima dua puluh bagian (keutamaan). Frasa ini menunjukkan perbandingan nilai ganjaran, di mana salat berjamaah bernilai lima puluh kali lipat lebih banyak pahalanya dibandingkan salat sendirian.

جُزْءًا (juz'an) = bagian, porsi, bagian dari keseluruhan

Kandungan Hukum

1. Keutamaan Salat Berjamaah: Hadits ini secara jelas menetapkan bahwa salat berjamaah memiliki keutamaan yang signifikan dibandingkan dengan salat sendirian. 2. Motivasi Berbuat Baik: Penetapan angka ganjaran yang besar bertujuan untuk memotivasi umat Islam agar bersegera melaksanakan salat berjamaah. 3. Perbedaan Nilai Ibadah: Tidak semua amalan memiliki nilai yang sama; ibadah yang dilakukan dengan kondisi dan cara tertentu dapat memiliki nilai yang jauh lebih besar.

Pandangan 4 Madzhab

Hanafi:
Madzhab Hanafi menyatakan bahwa salat berjamaah memiliki keutamaan yang nyata namun tidak menjadikannya sebagai wajib dengan dalil yang kuat. Mereka mendasarkan pendapat bahwa salat berjamaah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat diperlukan) berdasarkan hadits-hadits yang menunjukkan motivasi melakukan salat berjamaah. Pandangan ini mengikuti dari pemahaman bahwa Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan salat berjamaah namun juga tidak secara eksplisit mewajibkannya bagi seluruh umat tanpa kecuali.

Maliki:
Madzhab Maliki berpandangan bahwa salat berjamaah sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) khususnya untuk laki-laki yang mampu mengikutinya. Mereka menggunakan hadits ini sebagai dalil atas keutamaan yang sangat besar, yang menunjukkan pentingnya amalan tersebut. Maliki juga mempertimbangkan praktik masyarakat Madinah ('amal ahl al-Madinah) yang menunjukkan bahwa salat berjamaah adalah praktik yang telah menjadi kebiasaan di kalangan umat sejak zaman Sahabat.

Syafi'i:
Madzhab Syafi'i menganggap salat berjamaah sebagai sunnah muakkadah yang sangat diperlukan (sunnah mu'akkadah). Mereka berpendapat bahwa keterangan tentang keutamaan lima puluh kali lipat menunjukkan tingkat pentingnya amalan ini. Namun, mereka tidak menjadikannya sebagai kewajiban mutlak bagi setiap laki-laki, dengan pengecualian untuk orang yang sakit, penuh dengan pekerjaan, atau kondisi-kondisi khusus lainnya yang diakui oleh syariat.

Hanbali:
Madzhab Hanbali memandang bahwa salat berjamaah adalah sunnah muakkadah yang amat diperlukan, dan bagi laki-laki yang sehat dan dekat dengan masjid, melaksanakan salat berjamaah adalah praktik yang sangat dianjurkan. Beberapa ulama Hanbali, seperti Ahmad ibn Hanbal, cenderung memberikan penekanan yang lebih kuat terhadap perlunya mengikuti salat berjamaah berdasarkan hadits-hadits yang menunjukkan ancaman bagi yang meninggalkannya. Mereka menggunakan hadits keutamaan ini sebagai motivasi bagi umat untuk selalu mengutamakan salat berjamaah.

Hikmah & Pelajaran

1. Pentingnya Persatuan dan Kebersamaan dalam Beribadah: Salat berjamaah menunjukkan simbol persatuan umat Islam. Ketika berkumpul di masjid, semua kalangan dari berbagai latar belakang berdiri dalam barisan yang sama, mencerminkan persamaan di hadapan Allah SWT. Hikmah ini mengingatkan kita bahwa Islam adalah agama yang menekankan kesatuan dan kebersamaan dalam melaksanakan ibadah.

2. Keutamaan Amal Shalih Ketika Dilakukan dengan Kondisi Tertentu: Hadits ini mengajarkan bahwa nilai ibadah dapat berbeda-beda tergantung pada cara dan kondisi pelaksanaannya. Amalan yang sama, ketika dilakukan dengan cara dan tempat yang berbeda, dapat menghasilkan nilai pahala yang sangat berlainan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk senantiasa memilih cara-cara terbaik dalam beribadah.

3. Motivasi Spiritual dan Psikologis: Penetapan angka ganjaran yang besar (lima puluh kali lipat) bukanlah sekadar angka, tetapi merupakan bentuk motivasi yang kuat dari Rasulullah ﷺ untuk mendorong umat agar bersegera melaksanakan amalan yang baik. Ini menunjukkan kebijaksanaan Nabi ﷺ dalam memotivasi umat dengan cara yang dapat dimengerti dan menyentuh hati.

4. Tanggung Jawab Sosial dan Kepedulian Bersama: Salat berjamaah juga menciptakan lingkungan di mana para Muslim dapat saling mengenal, berbagi ilmu, dan membangun hubungan yang kuat dalam komunitas. Kehadiran di masjid memungkinkan pertukaran informasi tentang keadaan komunitas Muslim dan membantu membangun semangat persatuan yang lebih kuat.

📚 Diadaptasi dari berbagai sumber syarah Bulughul Maram — untuk keperluan belajar mandiri
📚 Sumber: Bulughul Maram — Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H). Terjemahan & syarah bersifat akademik, bukan teks fatwa.
◈ ✦ ◈
← Kembali ke Kitab Shalat