✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
🕌 Mode Baca — Hadits 87
✦ Untuk keperluan belajar mandiri — bukan fatwa ✦
⚠️ Konten ini mungkin mengandung kesalahan terjemahan atau syarah. Kami bukan ulama dan tidak menerbitkan fatwa. Gunakan sebagai bahan belajar, bukan rujukan hukum. Selengkapnya →
❧ ✦ ❧
Kitab Thaharah  ·  بَابُ قَضَاءِ اَلْحَاجَةِ  ·  Hadits No. 87
👁 4
87- وَعَنْهُ قَالَ: { كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ إِذَا دَخَلَ اَلْخَلَاءَ قَالَ: "اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ اَلْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ" } أَخْرَجَهُ اَلسَّبْعَة ُ .
📝 Terjemahan
Dari Anas bin Malik radiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam apabila memasuki tempat buang air besar (kamar kecil), beliau mengucapkan: 'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari jin-jin jahat dan setan-setan jahat (baik jantan maupun betina).' Hadits ini diriwayatkan oleh As-Sab'ah (tujuh perawi) dan dinyatakan sahih.

Nama Perawi: Anas bin Malik bin An-Nadhr bin Damam As-Sa'idi
Status Hadits: Sahih Hadits (diriwayatkan oleh ketujuh imam: Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ibn Majah, Abu Daud, dan Ahmad bin Hambal)
Tingkat Hukum: Sunan Mustahabbah (Sunnah Muakadah/Sunnah yang Dianjurkan Dengan Kuat)
شَرْحٌ وَبَيَانٌ Syarah & Penjelasan
📖 Syarah berikut bersifat akademik dan mungkin mengandung kesalahan interpretasi. Selalu cross-check dengan kitab asli atau ulama tepercaya.

Pengantar

Hadits ini mengajarkan tentang etika dan adab ketika seseorang ingin memasuki tempat buang air (al-khala'). Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan praktik mulia dengan membaca do'a perlindungan sebelum memasuki kamar kecil, mengingat bahwa tempat tersebut adalah tempat yang dijauhi oleh para malaikat dan sering menjadi tempat para setan bersembunyi. Do'a ini mengandung makna memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan dan keburukan yang mungkin meninggalkan bekas dalam hati dan raga manusia. Hadits ini juga menunjukkan bahwa dalam setiap kondisi, seorang mukmin harus selalu terhubung dengan Allah melalui dzikir dan doa.

Kosa Kata

Al-Khala' (الخلاء) - Tempat buang air, toilet, kamar kecil, rumah ganggang

Al-Khubth (الخبث) - Segala yang buruk, kotor, jahat, sifat jahat yang bersumber dari jin laki-laki

Al-Khabā'ith (الخبائث) - Bentuk jamak dari khabīthah, yang berarti setan betina atau keburukan dari jin perempuan

A'ūdhu bika (أعوذ بك) - Aku berlindung kepada-Mu, aku meminta perlindungan

As-Sab'ah (السبعة) - Tujuh perawi utama dalam Hadits yaitu Al-Bukhari, Muslim, Tirmidzi, An-Nasai, Abu Daud, Ibn Majah, dan Ahmad bin Hambal

Kandungan Hukum

1. Hukum Membaca Do'a Masuk Kamar Kecil: Membaca do'a ini adalah Sunnah Muakadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Imam Nawawi menyatakan bahwa mengucapkan do'a ini adalah praktik yang sangat dianjurkan (mustahabb) dan merupakan bagian dari adab-adab Islam.

2. Hukum Melindungi Diri dari Setan: Hadits ini menunjukkan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan. Ini adalah bentuk dari praktik tawhid dan ketundukan kepada Allah dalam segala kondisi.

3. Wajib Memahami Konteks: Memahami bahwa tempat buang air adalah tempat yang jauh dari kesucian dan jauh dari mereka yang mulia (malaikat), sehingga diperlukan perlindungan khusus.

4. Sunnah Menutup Aurat dan Menjaga Kesopanan: Hadits ini juga mengindikasikan bahwa seseorang harus menjaga kesopanan dan privasi ketika memasuki tempat tersebut.

Pandangan 4 Madzhab

Madhhab Hanafi:
Madhhab Hanafi mengikuti pendapat bahwa membaca do'a ini adalah Sunnah yang dianjurkan (mustahabb) namun bukan wajib. Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya, terutama Abu Yusuf dan Muhammad, menekankan bahwa kebiasaan Nabi dalam hal ini adalah perbuatan yang menunjukkan kesempurnaan akhlak, bukan suatu kewajiban. Mereka juga menganjurkan untuk membaca do'a ini dengan niat melindungi diri dari sifat-sifat jelek dan gangguan spiritual. Dalam kitab Al-Hidayah dijelaskan bahwa do'a ini memiliki makna mendalam tentang perlindungan diri dari hal-hal yang mengotorkan jiwa dan raga. Imam Al-Kasyani dalam Bada'i As-Sana'i mengatakan bahwa ini adalah adab yang sangat baik dan mencerminkan kesadaran akan kebesaran Allah.

Madhhab Maliki:
Madhhab Maliki sangat menekankan pentingnya do'a ini sebagai bagian dari adab-adab yang mulia. Imam Malik dalam Al-Muwatta' mencatat praktik ini sebagai sunnah yang telah menjadi tradisi di kalangan ulama terdahulu. Madhhab Maliki melihat bahwa pembacaan do'a ini bukan hanya sekedar ritual, tetapi merupakan bentuk kesadaran tentang kehadiran setan dan pentingnya perlindungan rohani. Imam Qadi Iyad menjelaskan bahwa do'a ini mengandung makna penetralan energi negatif yang mungkin terdapat di tempat-tempat tertentu. Bahkan, ulama Maliki menganjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas (Qul Hu Allahu Ahad) sebelum do'a ini untuk penguatan niat.

📚 Diadaptasi dari berbagai sumber syarah Bulughul Maram — untuk keperluan belajar mandiri
📚 Sumber: Bulughul Maram — Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H). Terjemahan & syarah bersifat akademik, bukan teks fatwa.
◈ ✦ ◈
← Kembali ke Kitab Thaharah