✦ Selamat Idul Fitri 1447 H πŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
Oprek Blog

Satu Kebiasaan Kecil yang Bikin Kode PHP Saya Jauh Lebih Rapi

Β· Diperbarui 02 Okt 2025 Β· 0 komentar Β· Β± 3 menit baca Β· πŸ‘ 123 dilihat

Kalau kamu buka file PHP yang saya tulis lima tahun lalu, kamu mungkin akan menggelengkan kepala. Variabel dengan nama $x, $data2, $temp99. Fungsi sepanjang 200 baris tanpa satu pun komentar. Logika yang mestinya dipisah, malah ditulis semua dalam satu file yang sama.

Waktu itu saya pikir yang penting kodenya jalan. Hasilnya muncul di browser, berarti selesai. Urusan kerapian itu masalah nanti.

Masalah "nanti" itu datang dua bulan kemudian, waktu saya harus mengubah satu fitur kecil di project yang sama. Saya buka filenya dan butuh hampir satu jam hanya untuk memahami kode yang saya tulis sendiri.

Satu Kebiasaan yang Mengubah Segalanya

Setelah kejadian itu, saya mulai bereksperimen dengan berbagai cara supaya kode lebih mudah dibaca. Saya coba ikutin PSR (PHP Standard Recommendations), saya coba refactoring, saya coba banyak hal.

Tapi satu kebiasaan yang paling terasa dampaknya β€” dan ini mungkin terdengar terlalu sederhana β€” adalah: memberi nama variabel dan fungsi seperti memberi nama kepada manusia.

Maksudnya begini. Daripada:

$d = getUserData($id);
$r = processData($d);
sendToUser($r);

Saya mulai menulis:

$userData = getUserById($userId);
$processedProfile = formatUserProfile($userData);
sendWelcomeEmail($processedProfile);

Kelihatan sepele. Tapi efeknya luar biasa. Kode yang kedua bisa dibaca hampir seperti kalimat biasa. Kamu tahu apa yang sedang terjadi tanpa harus membaca isi fungsinya satu per satu.

Penamaan yang Baik Itu Investasi

Waktu nulis kode, ada godaan untuk cepat-cepat. Pilih nama pendek biar tidak capek ngetik. Pakai singkatan biar hemat karakter. Saya dulu sering begitu.

Padahal waktu yang kamu hemat dari mengetik nama pendek itu tidak ada apa-apanya dibanding waktu yang akan terbuang nanti saat kamu β€” atau orang lain β€” harus membaca dan memahami kode itu.

Ada aturan tidak tertulis yang saya pegang sekarang: kalau saya perlu lebih dari tiga detik untuk memahami apa yang dilakukan sebuah variabel dari namanya saja, nama itu perlu diganti.

Bonus: Komentar yang Berguna vs Komentar yang Sia-sia

Ini bonus yang berkaitan. Banyak programmer nulis komentar yang menjelaskan apa yang dilakukan kode, padahal kode yang baik sudah menjelaskan itu sendiri. Yang lebih berharga adalah komentar yang menjelaskan kenapa.

Contoh komentar yang sia-sia:

// Menghitung total harga
$totalHarga = $hargaSatuan * $jumlah;

Kode itu sudah jelas tanpa komentar. Tapi ini lebih berguna:

// Harga belum termasuk pajak β€” pajak dihitung terpisah di checkout
$totalHarga = $hargaSatuan * $jumlah;

Komentar kedua memberikan konteks yang tidak bisa kamu baca dari kode itu sendiri.

Kode yang Rapi Bukan Soal Estetika

Saya mau luruskan satu hal. Kerapian kode bukan soal gengsi atau soal terlihat profesional. Ini soal pragmatisme.

Kode yang rapi lebih mudah di-debug. Lebih mudah dikembangkan. Lebih mudah diajak kerja sama β€” baik dengan orang lain maupun dengan diri sendiri di masa depan. Dan dalam jangka panjang, kode yang rapi menghemat lebih banyak waktu daripada yang bisa dibayangkan.

Saya bukan orang yang langsung rapi dari awal. Saya berantakan dulu, kena masalah, baru belajar. Mungkin kamu juga sedang di fase yang sama β€” itu wajar. Yang penting kamu mulai sadar dan mulai berubah.

Kalau kamu punya kebiasaan lain yang bikin kode PHP kamu lebih enak dibaca, saya penasaran ingin dengar. Cerita di komentar ya β€” siapa tahu saya bisa belajar sesuatu yang baru juga dari kamu.


Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Komentar

↑