Kitab 10 · Bab 1
Pahala melaksanakan I'tikaf
✦ 3 Hadith ✦
# 1
عنِ ابنِ عُمَرَ رَضِي اللَّه عَنْهُما ، قالَ : كانَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَعتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Rasulullah ﷺ biasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan." (Muttafaqun 'alaih)
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan kebiasaan Nabi ﷺ untuk beri'tikaf (berdiam diri di masjid untuk beribadah) pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar.
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan kebiasaan Nabi ﷺ untuk beri'tikaf (berdiam diri di masjid untuk beribadah) pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar.
# 2
وعنْ عائشةَ رَضِيَ اللَّه عنْها ، أَنَّ النَّبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضانَ ، حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّه تعالى ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزواجُهُ مِنْ بعْدِهِ . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ biasa beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah Ta'ala mewafatkan beliau. Kemudian istri-istri beliau beri'tikaf setelahnya. (Muttafaqun 'alaih)
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan konsistensi Nabi ﷺ dalam i'tikaf di sepuluh akhir Ramadhan sepanjang hidupnya, dan tradisi ini dilanjutkan oleh para istri beliau setelah wafatnya.
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan konsistensi Nabi ﷺ dalam i'tikaf di sepuluh akhir Ramadhan sepanjang hidupnya, dan tradisi ini dilanjutkan oleh para istri beliau setelah wafatnya.
# 3
وعَنْ أبي هُريرةَ ، رضي اللَّه عنهُ ، قالَ : كانَ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَعْتَكِفُ في كُلِّ رَمَضَانَ عَشَرةَ أيَّامٍ ، فَلَمًا كَانَ العَامُ الَّذِي قُبًضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشرِينَ يَوْماً . رواه البخاريُّ.
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ biasa beri'tikaf setiap Ramadhan selama sepuluh hari. Pada tahun beliau diwafatkan, beliau beri'tikaf selama dua puluh hari." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan bahwa pada tahun terakhir kehidupan Nabi ﷺ, beliau menambah durasi i'tikafnya menjadi dua puluh hari, mungkin sebagai isyarat perpisahan atau penekanan khusus.
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan bahwa pada tahun terakhir kehidupan Nabi ﷺ, beliau menambah durasi i'tikafnya menjadi dua puluh hari, mungkin sebagai isyarat perpisahan atau penekanan khusus.