Kitab 14 · Bab 1
Pahala Memuji dan Mengucapkan Syukur
✦ 8 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ﴾[سورة البقرة(152)]
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (QS. Al-Baqarah: 152)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan hubungan timbal balik antara hamba dan Allah. Inti pelajarannya adalah janji Allah yang pasti: jika seorang hamba mengingat-Nya dengan ibadah dan ketaatan, maka Allah akan mengingatnya dengan rahmat dan pertolongan. Perintah untuk bersyukur dan larangan kufur nikmat menegaskan bahwa pengingatan kepada Allah harus dibarengi dengan rasa syukur atas segala karunia-Nya, serta menjauhi sikap ingkar yang menghapus nilai ibadah.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan hubungan timbal balik antara hamba dan Allah. Inti pelajarannya adalah janji Allah yang pasti: jika seorang hamba mengingat-Nya dengan ibadah dan ketaatan, maka Allah akan mengingatnya dengan rahmat dan pertolongan. Perintah untuk bersyukur dan larangan kufur nikmat menegaskan bahwa pengingatan kepada Allah harus dibarengi dengan rasa syukur atas segala karunia-Nya, serta menjauhi sikap ingkar yang menghapus nilai ibadah.
# 2
وقال الله تعالى : ﴿ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ﴾[سورة ابراهيم(7)]
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu'." (QS. Ibrahim: 7)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan janji Allah yang pasti. Syukur bukan sekadar ucapan lisan, tetapi pengakuan hati bahwa semua nikmat berasal dari-Nya, diikuti dengan ketaatan menggunakan nikmat sesuai perintah-Nya. Balasannya adalah tambahan nikmat, baik berupa kelapangan rezeki, ketenangan hati, maupun pahala di akhirat. Ini menunjukkan bahwa syukur adalah kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan kebaikan yang telah kita terima.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan janji Allah yang pasti. Syukur bukan sekadar ucapan lisan, tetapi pengakuan hati bahwa semua nikmat berasal dari-Nya, diikuti dengan ketaatan menggunakan nikmat sesuai perintah-Nya. Balasannya adalah tambahan nikmat, baik berupa kelapangan rezeki, ketenangan hati, maupun pahala di akhirat. Ini menunjukkan bahwa syukur adalah kunci untuk mempertahankan dan meningkatkan kebaikan yang telah kita terima.
# 3
وقال تعالى: ﴿وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ ﴾[سورة الإسراء(111)]
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Katakanlah, 'Segala puji bagi Allah'." (QS. Al-Isra': 111)
Penjelasan singkat: Perintah ini menegaskan bahwa memuji Allah (tahmid) adalah ibadah lisan yang fundamental. Ucapan "Alhamdulillah" merupakan pengakuan bahwa segala sumber pujian dan nikmat hanya berasal dari-Nya. Perintah "Katakanlah" menunjukkan bahwa syukur harus diungkapkan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, sebagai bentuk ketundukan dan pengagungan kepada Sang Pemberi nikmat.
Penjelasan singkat: Perintah ini menegaskan bahwa memuji Allah (tahmid) adalah ibadah lisan yang fundamental. Ucapan "Alhamdulillah" merupakan pengakuan bahwa segala sumber pujian dan nikmat hanya berasal dari-Nya. Perintah "Katakanlah" menunjukkan bahwa syukur harus diungkapkan, baik dalam keadaan lapang maupun sempit, sebagai bentuk ketundukan dan pengagungan kepada Sang Pemberi nikmat.
# 4
وقال تعالى : ﴿ وَآخِرُ دَعْوَاهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ﴾[سورة يونس(10)]
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Doa terakhir mereka (penghuni surga) ialah, 'Alhamdulillahi Rabbil 'aalamin' (Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam)." (QS. Yunus: 10)
Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan kesudahan yang mulia bagi penghuni surga, di mana ungkapan syukur "Alhamdulillah" menjadi puncak dan kesimpulan dari segala ucapan mereka. Ini mengajarkan bahwa hakikat kebahagiaan sejati adalah pengakuan dan pujian kepada Allah sebagai Tuhan semesta alam. Ayat ini juga menjadi motivasi bagi seorang muslim untuk membiasakan dzikir ini dalam kehidupan dunia, agar ia menjadi kebiasaan dan kalimat terakhir di akhirat.
Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan kesudahan yang mulia bagi penghuni surga, di mana ungkapan syukur "Alhamdulillah" menjadi puncak dan kesimpulan dari segala ucapan mereka. Ini mengajarkan bahwa hakikat kebahagiaan sejati adalah pengakuan dan pujian kepada Allah sebagai Tuhan semesta alam. Ayat ini juga menjadi motivasi bagi seorang muslim untuk membiasakan dzikir ini dalam kehidupan dunia, agar ia menjadi kebiasaan dan kalimat terakhir di akhirat.
# 5
وعن أبي هُرَيْرة ، رضي اللَّه عنْهُ ، أَنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أُتِي لَيْلةَ أُسْرِيَ بِهِ بِقَدَحَيْن مِن خَمْر ولَبن ، فنظَرَ إلَيْهِما فأَخذَ اللَّبنَ ، فَقَالَ جبريلُ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الحمْدُ للَّهِ الَّذي هَداكَ للفِطْرةِ لوْ أخَذْتَ الخَمْرَ غَوتْ أُمَّتُكَ » رواه مسلم
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Pada malam Isra', aku dihidangkan dua gelas, satu berisi khamr dan satu lagi berisi susu. Lalu aku melihat kedua gelas itu, dan aku mengambil susu. Jibril berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah memberimu petunjuk kepada fitrah. Seandainya engkau mengambil khamr, niscaya umatmu akan tersesat'." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa Islam adalah agama fitrah yang selaras dengan naluri manusia yang suci. Pilihan Nabi terhadap susu (yang murni dan menyehatkan) dan penolakan terhadap khamar (yang memabukkan dan merusak) menjadi simbol bimbingan Ilahi bagi seluruh umat. Hikmahnya, umat Islam harus memilih hal-hal yang baik, murni, dan membawa manfaat, serta menjauhi segala yang merusak akal dan moral, agar terhindar dari kesesatan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa Islam adalah agama fitrah yang selaras dengan naluri manusia yang suci. Pilihan Nabi terhadap susu (yang murni dan menyehatkan) dan penolakan terhadap khamar (yang memabukkan dan merusak) menjadi simbol bimbingan Ilahi bagi seluruh umat. Hikmahnya, umat Islam harus memilih hal-hal yang baik, murni, dan membawa manfaat, serta menjauhi segala yang merusak akal dan moral, agar terhindar dari kesesatan.
# 6
وعنْهُ عنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « كُلُّ أمْرٍ ذِي بال لا يُبْدأُ فيه بـــ : الحمد للَّه فَهُوَ أقْطُع » حديثٌ حسَنٌ ، رواهُ أبو داود وغيرُهُ .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan 'Alhamdulillah' (segala puji bagi Allah), maka perkara itu terputus (kurang berkahnya)." (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya mengawali segala urusan penting dengan memuji Allah (mengucap Alhamdulillah). Basmalah dan hamdalah adalah bentuk ketauhidan dan pengakuan bahwa semua kemudahan berasal dari-Nya. Memulai dengan pujian kepada Allah akan mendatangkan keberkahan dan kesempurnaan dalam urusan tersebut, sebaliknya meninggalkannya dapat menyebabkan urusan itu terputus dari rahmat dan berkah-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya mengawali segala urusan penting dengan memuji Allah (mengucap Alhamdulillah). Basmalah dan hamdalah adalah bentuk ketauhidan dan pengakuan bahwa semua kemudahan berasal dari-Nya. Memulai dengan pujian kepada Allah akan mendatangkan keberkahan dan kesempurnaan dalam urusan tersebut, sebaliknya meninggalkannya dapat menyebabkan urusan itu terputus dari rahmat dan berkah-Nya.
# 7
وعَن أبي مُوسى الأشعريَّ رضي اللَّه عنْهُ ، أنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إذا ماتَ ولَدُ العبْدِ قال اللَّه تعالى لملائِكَتِهِ : قَبضْتُمْ ولَدَ عبْدِي ؟ فيقولُون : نَعمْ ، فَيقولُ : قبضتُم ثَمرةَ فُؤَادِهِ ؟ فيقولون : نَعَمْ ، فيقولُ : فَمَاذَا قال عَبْدي ؟ فيقولون : حمِدكَ واسْتَرْجَع ، فَيقُولُ اللَّه تَعالى : ابْنُوا لِعَبْدِي بيْتاً في الجنَّةِ ، وسَمُّوهُ بَيْتَ الحمْدِ » رواهُ الترمذي وقالَ : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila anak seorang hamba meninggal, Allah berfirman kepada para malaikat, 'Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?' Mereka menjawab, 'Ya.' Allah berfirman, 'Kalian telah mencabut buah hatinya?' Mereka menjawab, 'Ya.' Allah bertanya, 'Apa yang diucapkan hamba-Ku?' Mereka menjawab, 'Dia memuji-Mu dan membaca istirja' (Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un).' Lalu Allah berfirman, 'Bangunkanlah untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga dan beri nama 'Rumah Pujian'." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia mengatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa musibah kematian anak adalah ujian berat bagi orang tua. Sikap terpuji adalah bersabar dengan mengucapkan istirja' (inna lillahi wa inna ilaihi raji'un) dan tetap memuji Allah. Balasan bagi hamba yang lulus dari ujian ini sangat agung, yaitu sebuah rumah di surga yang dinamakan "Bait al-Hamd" (Rumah Pujian), sebagai ganjaran atas pujian dan kesabarannya di dunia.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa musibah kematian anak adalah ujian berat bagi orang tua. Sikap terpuji adalah bersabar dengan mengucapkan istirja' (inna lillahi wa inna ilaihi raji'un) dan tetap memuji Allah. Balasan bagi hamba yang lulus dari ujian ini sangat agung, yaitu sebuah rumah di surga yang dinamakan "Bait al-Hamd" (Rumah Pujian), sebagai ganjaran atas pujian dan kesabarannya di dunia.
# 8
وعنّْ أنَسَ رضي اللَّه عنهُ قال : قال رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إنَّ اللَّه لَيرضي عنِ العبْدِ يَأْكُلُ الأكْلَةَ فَيَحْمَدُهُ عَليْهَا ، وَيَشْرب الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدُهُ عَلَيْهَا » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah benar-benar ridha kepada seorang hamba yang ketika makan sesuap makanan, dia memuji-Nya, dan ketika minum seteguk minuman, dia memuji-Nya." (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa keridhaan Allah dapat diraih melalui syukur dalam hal-hal kecil sehari-hari. Setiap nikmat, sekecil apa pun seperti sesuap makanan atau seteguk minuman, wajib disyukuri dengan memuji Allah. Dengan demikian, kebiasaan sederhana seperti mengucapkan "Alhamdulillah" setelah makan dan minum dapat menjadi ibadah yang mendatangkan cinta dan ridha-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa keridhaan Allah dapat diraih melalui syukur dalam hal-hal kecil sehari-hari. Setiap nikmat, sekecil apa pun seperti sesuap makanan atau seteguk minuman, wajib disyukuri dengan memuji Allah. Dengan demikian, kebiasaan sederhana seperti mengucapkan "Alhamdulillah" setelah makan dan minum dapat menjadi ibadah yang mendatangkan cinta dan ridha-Nya.