Kitab 15 · Bab 1
Pahala Bersalawat kepada Rasul
✦ 12 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾[سورة الأحزاب(56)]
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (memberi rahmat dan pujian) kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah dan ucapkanlah salam (permohonan keselamatan) kepadanya dengan sebanyak-banyaknya." (Al-Ahzab: 56)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan kemuliaan agung Nabi Muhammad SAW, yang dishalawati oleh Allah dan para malaikat. Perintah untuk bershalawat dan mengucapkan salam bagi orang beriman merupakan bentuk ketaatan, kecintaan, serta pengakuan atas risalah beliau. Dengan demikian, bershalawat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, mengikuti teladan langit, dan memperoleh rahmat-Nya.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan kemuliaan agung Nabi Muhammad SAW, yang dishalawati oleh Allah dan para malaikat. Perintah untuk bershalawat dan mengucapkan salam bagi orang beriman merupakan bentuk ketaatan, kecintaan, serta pengakuan atas risalah beliau. Dengan demikian, bershalawat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah, mengikuti teladan langit, dan memperoleh rahmat-Nya.
# 2
وعنْ عبد اللَّه بن عمرو بن العاص ، رضي اللَّه عنْهُمَا أنَّهُ سمِع رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ : « من صلَّى عليَّ صلاَةً ، صلَّى اللَّه علَيّهِ بِهَا عشْراً » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan: Orang yang membaca shalawat untuk Nabi Muhammad ﷺ akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah sebanyak sepuluh kali lipat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan besar membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Allah menjamin balasan yang berlipat ganda, yaitu sepuluh kali shalawat dari-Nya untuk satu shalawat yang dibaca hamba. Ini menunjukkan kemurahan Allah dan kedudukan mulia Nabi-Nya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat sebagai bentuk cinta dan untuk meraih pahala yang berlimpah.
Penjelasan: Orang yang membaca shalawat untuk Nabi Muhammad ﷺ akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah sebanyak sepuluh kali lipat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan besar membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Allah menjamin balasan yang berlipat ganda, yaitu sepuluh kali shalawat dari-Nya untuk satu shalawat yang dibaca hamba. Ini menunjukkan kemurahan Allah dan kedudukan mulia Nabi-Nya. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat sebagai bentuk cinta dan untuk meraih pahala yang berlimpah.
# 3
وعن ابن مسْعُودٍ رضي اللَّه عنْهُ أنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « أَوْلى النَّاسِ بي يوْمَ الْقِيامةِ أَكْثَرُهُم عَليَّ صلاةً » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Manusia yang paling dekat denganku pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca shalawat kepadaku." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia mengatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Balasannya adalah kedudukan yang dekat dengan Beliau di hari Kiamat, sebuah kehormatan tertinggi. Dengan demikian, hadis ini menjadi motivasi kuat untuk memperbanyak shalawat sebagai bukti kecintaan dan pengabdian kepada Rasulullah ﷺ, sekaligus investasi untuk akhirat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Balasannya adalah kedudukan yang dekat dengan Beliau di hari Kiamat, sebuah kehormatan tertinggi. Dengan demikian, hadis ini menjadi motivasi kuat untuk memperbanyak shalawat sebagai bukti kecintaan dan pengabdian kepada Rasulullah ﷺ, sekaligus investasi untuk akhirat.
# 4
وعن أوس بن أوس ، رضي اللَّه عنْهُ قال : قالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إنَّ مِن أَفْضلِ أيَّامِكُمْ يَوْمَ الجُمُعةِ ، فَأَكْثِرُوا عليَّ مِنَ الصلاةِ فيه ، فإنَّ صَلاتَكُمْ معْرُوضَةٌ علَيَّ » فقالوا : يا رسول اللَّه ، وكَيْفَ تُعرضُ صلاتُنَا عليْكَ وقدْ أرَمْتَ ؟، يقولُ :بَلِيتَ ،قالَ:«إنَّ اللَّه حَرم على الأرْضِ أجْساد الأنْبِياءِ » .
رواهُ أبو داود بإسنادٍ صحيحِ .
Terjemahan
Dari Aus bin Aus radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya, di antara hari-hari terbaik kalian adalah hari Jum'at. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan diperlihatkan kepadamu, sedangkan jasadmu telah hancur?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah untuk memakan jasad para Nabi." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang sahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan hari Jumat dan perintah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ pada hari tersebut. Hikmahnya, shalawat umatnya akan disampaikan dan diperlihatkan kepada beliau. Jawaban Rasulullah atas keraguan sahabat menguatkan keyakinan bahwa jasad para nabi dimuliakan Allah dan tidak dimakan tanah, yang merupakan bentuk kemuliaan khusus dari Allah Ta'ala kepada mereka.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan hari Jumat dan perintah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ pada hari tersebut. Hikmahnya, shalawat umatnya akan disampaikan dan diperlihatkan kepada beliau. Jawaban Rasulullah atas keraguan sahabat menguatkan keyakinan bahwa jasad para nabi dimuliakan Allah dan tidak dimakan tanah, yang merupakan bentuk kemuliaan khusus dari Allah Ta'ala kepada mereka.
# 5
وعنْ أبي هُريْرةَ رضي اللَّه عنهُ قال : قال رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « رَغِم أنْفُ رجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ علَيَّ » رواهُ الترمذي وقالَ : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Celakalah seseorang yang namaku disebut di hadapannya, lalu dia tidak membaca shalawat untukku." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia mengatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan kewajiban dan keutamaan membaca shalawat saat nama Nabi Muhammad ﷺ disebut. Ungkapan "celakalah" menunjukkan celaan keras bagi yang mengabaikannya, karena itu bentuk pengingkaran terhadap hak Nabi sebagai pembawa rahmat. Perintah ini mengajarkan adab, kecintaan, dan pengagungan kepada beliau. Dengan demikian, membaca shalawat adalah bukti iman dan syukur atas petunjuk yang dibawanya.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan kewajiban dan keutamaan membaca shalawat saat nama Nabi Muhammad ﷺ disebut. Ungkapan "celakalah" menunjukkan celaan keras bagi yang mengabaikannya, karena itu bentuk pengingkaran terhadap hak Nabi sebagai pembawa rahmat. Perintah ini mengajarkan adab, kecintaan, dan pengagungan kepada beliau. Dengan demikian, membaca shalawat adalah bukti iman dan syukur atas petunjuk yang dibawanya.
# 6
وعنهُ رضي اللَّه عنْهُ قال : قالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَجْعلُوا قَبْرِي عِيداً ، وَصلُّوا عَلَيَّ ، فَإنَّ صَلاتَكُمْ تَبْلُغُني حيْثُ كُنْتُمْ » رواهُ أبو داود بإسناد صحيح
Terjemahan
Dari beliau (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian menjadikan kuburku sebagai tempat perayaan (berkumpul untuk beribadah), tetapi perbanyaklah membaca shalawat kepadaku, karena shalawat kalian akan sampai kepadaku di mana pun kalian berada." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang sahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan larangan menjadikan kuburan Nabi sebagai tempat ritual berkumpul dan beribadah (`ied`) yang diulang-ulang, karena hal itu berpotensi menimbulkan sikap berlebihan. Sebagai gantinya, umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak shalawat dari mana saja, sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan yang benar. Shalawat tersebut akan selalu sampai kepada Nabi, menunjukkan bahwa keberkahan hubungan dengan beliau tidak terikat pada tempat fisik tertentu.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan larangan menjadikan kuburan Nabi sebagai tempat ritual berkumpul dan beribadah (`ied`) yang diulang-ulang, karena hal itu berpotensi menimbulkan sikap berlebihan. Sebagai gantinya, umat Islam diperintahkan untuk memperbanyak shalawat dari mana saja, sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan yang benar. Shalawat tersebut akan selalu sampai kepada Nabi, menunjukkan bahwa keberkahan hubungan dengan beliau tidak terikat pada tempat fisik tertentu.
# 7
وعنهُ أنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ما مِنْ أحد يُسلِّمُ علَيَّ إلاَّ ردَّ اللَّه علَيَّ رُوحي حَتَّى أرُدَّ عَليهِ السَّلامَ » .
رواهُ أبو داود بإسناد صحيحٍ .
Terjemahan
Dari beliau (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap kali seseorang mengucapkan salam penghormatan kepadaku, Allah mengembalikan ruhku kepadaku agar aku dapat membalas salamnya." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang sahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ. Meski beliau telah wafat, Allah mengembalikan ruhnya untuk menjawab setiap salam yang diucapkan umatnya. Ini menunjukkan kemuliaan dan kedudukan beliau di sisi Allah, serta menjadi motivasi bagi kita untuk senantiasa mengirimkan salam dan shalawat sebagai bentuk cinta dan penghormatan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan membaca shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad ﷺ. Meski beliau telah wafat, Allah mengembalikan ruhnya untuk menjawab setiap salam yang diucapkan umatnya. Ini menunjukkan kemuliaan dan kedudukan beliau di sisi Allah, serta menjadi motivasi bagi kita untuk senantiasa mengirimkan salam dan shalawat sebagai bentuk cinta dan penghormatan.
# 8
وعن علِيٍّ رضي اللَّه عنْهُ قال : قال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الْبخِيلُ من ذُكِرْتُ عِنْدَهُ ، فَلَم يُصَلِّ علَيَّ » .
رواهُ الترمذي وقالَ : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .
Terjemahan
Dari Ali radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang yang pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di hadapannya, dia tidak membaca shalawat untukku." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia mengatakan hadits ini hasan sahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa membaca shalawat saat nama Nabi Muhammad ﷺ disebut adalah kewajiban dan bentuk kecintaan. Menahan shalawat dinilai sebagai sikap pelit rohani, karena shalawat adalah amal mudah yang berpahala besar. Dengan demikian, hadis ini mendorong umat untuk senantiasa memuliakan Nabi ﷺ sebagai bukti keimanan dan rasa syukur.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa membaca shalawat saat nama Nabi Muhammad ﷺ disebut adalah kewajiban dan bentuk kecintaan. Menahan shalawat dinilai sebagai sikap pelit rohani, karena shalawat adalah amal mudah yang berpahala besar. Dengan demikian, hadis ini mendorong umat untuk senantiasa memuliakan Nabi ﷺ sebagai bukti keimanan dan rasa syukur.
# 9
وعنْ فَضَالَةَ بنِ عُبَيْدٍ ، رضي اللَّه عَنْهُ ، قال : سمِع رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم رَجُلاً يدْعُو في صلاتِهِ لَمْ يُمَجِّدِ اللَّه تَعالى ، وَلَمْ يُصلِّ عَلى النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « عَجِلَ هذا » ، ثمَّ دعَاهُ فقال لهُ ¬ أوْ لِغَيْرِهِ ¬ : إذا صلَّى أحَدُكُمْ فليبْدأْ بِتَحْمِيدِ ربِّهِ سُبْحانَهُ والثَّنَاءِ عليهِ ، ثُمَّ يُصلي عَلى النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ثُمَّ يدْعُو بَعدُ بِما شاءَ » .
رواهُ أبو داود والترمذي وقالا : حديثٌ حسن صحيحٌ .
Terjemahan
Fadhalah bin 'Ubaid radhiyallahu 'anhu meriwayatkan: Rasulullah ﷺ mendengar seorang laki-laki berdoa setelah shalatnya tanpa memuji Allah dan tanpa membaca shalawat kepada Nabi. Kemudian Rasulullah bersabda: "Orang ini terburu-buru." Lalu beliau memanggil orang tersebut dan bersabda kepadanya (atau kepada yang lain): "Apabila salah seorang dari kalian berdoa, hendaknya dia memulainya dengan memuji Tuhannya dan mengagungkan-Nya, kemudian membaca shalawat kepada Nabi, setelah itu barulah berdoa meminta apa yang diinginkannya." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dia mengatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tata cara berdoa yang utama. Intinya, doa hendaknya dimulai dengan memuji dan mengagungkan Allah (tahmid), kemudian diikuti dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, baru setelah itu memanjatkan permintaan. Urutan ini menunjukkan adab dan penghormatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menjauhi sikap terburu-buru dalam berdoa.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tata cara berdoa yang utama. Intinya, doa hendaknya dimulai dengan memuji dan mengagungkan Allah (tahmid), kemudian diikuti dengan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, baru setelah itu memanjatkan permintaan. Urutan ini menunjukkan adab dan penghormatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta menjauhi sikap terburu-buru dalam berdoa.
# 10
وعن أبي محمد كَعب بن عُجرَةَ ، رضي اللَّه عنْهُ ، قال : خَرج علَيْنَا النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقُلْنا : يا رسول اللَّه ، قَدْ علِمْنَا كَيْف نُسلِّمُ عليْكَ فَكَيْفَ نُصَلِّي علَيْكَ ؟ قال : «قُولُوا : اللَّهمَّ صَلِّ على مُحمَّدٍ ، وَعَلى آلِ مُحمَّد ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلى آلِ إبْرَاهِيمَ ، إنَّكَ حمِيدٌ مجيدٌ . اللهُمَّ بارِكْ عَلى مُحَمَّد ، وَعَلى آلِ مُحَمَّد ، كَما بَاركْتَ على آلِ إبْراهِيم ، إنَّكَ حميدٌ مجيدٌ » .متفقٌ عليهِ .
Terjemahan
Dari Abu Muhammad Ka'ab bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ keluar menemui kami, lalu kami bertanya: "Wahai Rasulullah, kami telah tahu cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?" Beliau menjawab: "Ucapkanlah:
'Allahumma shalli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid. Allahumma barik 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid.'
(Ya Allah, limpahkanlah shalawat (rahmat dan pujian) kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tata cara bershalawat yang lengkap dan utama (shalawat Ibrahimiyah) yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ. Pelajaran utamanya adalah kewajiban dan keutamaan bershalawat atas Nabi dengan menyertakan keluarga (āl) beliau, sebagaimana Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Shalawat ini juga mengandung pujian kepada Allah (Ḥamīd, Majīd), mengajarkan sikap rendah hati dan mengikuti teladan para nabi.
'Allahumma shalli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid. Allahumma barik 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid.'
(Ya Allah, limpahkanlah shalawat (rahmat dan pujian) kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tata cara bershalawat yang lengkap dan utama (shalawat Ibrahimiyah) yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ. Pelajaran utamanya adalah kewajiban dan keutamaan bershalawat atas Nabi dengan menyertakan keluarga (āl) beliau, sebagaimana Allah melimpahkan rahmat dan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Shalawat ini juga mengandung pujian kepada Allah (Ḥamīd, Majīd), mengajarkan sikap rendah hati dan mengikuti teladan para nabi.
# 11
وعنْ أبي مسْعُود الْبدْريِّ ، رضي اللَّه عنْهُ ، قالَ : أَتاناَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَنَحْنُ في مَجْلِس سعد بنِ عُبَادَةَ رضي اللَّه عنهُ ، فقالَ لهُ بَشِيرُ بْنُ سعدٍ : أمرَنَا اللَّه أنْ نُصلِّي علَيْكَ يا رسولَ اللَّهِ ، فَكَيْفَ نُصَّلي علَيْكَ ؟ فَسكَتَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، حتى تَمنَّيْنَا أنَّه لمْ يَسْأَلْهُ ، ثمَّ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قولُوا : اللَّهمَّ صلِّ عَلى مُحَمَّدٍ ، وَعَلى آلِ مُحمَّدٍ ، كما صليْتَ على آل إبْراهِيم ، وَبارِكْ عَلى مُحَمَّد ، وعَلى آلِ مُحمَّد ، كما بَاركْتَ عَلى آل إبْراهِيم ، إنكَ حمِيدٌ مجِيدٌ ، والسلام كما قد عَلِمتم » رواهُ مسلمٌ .
Terjemahan
Dari Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ datang kepada kami saat kami sedang duduk bersama Sa'ad bin 'Ubadah. Kemudian Basyir bin Sa'ad bertanya kepada beliau: "Wahai Rasulullah, Allah telah memerintahkan kami untuk bershalawat kepadamu, lalu bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?" Rasulullah diam, sehingga kami berharap seandainya dia (Basyir) tidak bertanya. Kemudian beliau menjawab: "Ucapkanlah:
'Allahumma shalli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala ali Ibrahim, wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid. Wassalamu kama qad 'alimtum.'
(Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Adapun salam, (ucapkanlah) sebagaimana yang telah kalian ketahui)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tata cara bershalawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ ketika ditanya oleh sahabat. Diamnya beliau sebelum menjawab menunjukkan kesungguhan dan perhatian terhadap perkara ini. Redaksi shalawat yang beliau contohkan merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah dan menjadi bimbingan praktis bagi umat. Dengan demikian, shalawat ini menjadi standar utama dan paling utama untuk diamalkan.
'Allahumma shalli 'ala Muhammad, wa 'ala ali Muhammad, kama shallaita 'ala ali Ibrahim, wa barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid. Wassalamu kama qad 'alimtum.'
(Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Adapun salam, (ucapkanlah) sebagaimana yang telah kalian ketahui)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tata cara bershalawat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ ketika ditanya oleh sahabat. Diamnya beliau sebelum menjawab menunjukkan kesungguhan dan perhatian terhadap perkara ini. Redaksi shalawat yang beliau contohkan merupakan bentuk ketaatan kepada perintah Allah dan menjadi bimbingan praktis bagi umat. Dengan demikian, shalawat ini menjadi standar utama dan paling utama untuk diamalkan.
# 12
وعَنْ أبي حُمَيْدٍ السَّاعِديِّ ، رضي اللَّه عنهُ ، قالَ : قَالُوا يا رسول اللَّه كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ ؟ قالَ : « قولُوا : اللَّهُمَّ صلِّ على مُحمِّدٍ ، وعَلى أزْواجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ ، كما صَلَّيْتَ على إبْراهِيمَ ، وباركْ عَلى مُحَمَّدٍ ، وعَلى أَزْوَاجِهِ وذُرِّيَّتِهِ ، كما بارَكتَ على إبْراهِيم ، إنَّكَ حمِيدٌ مجِيدٌ » متفقٌ عليهِ .
Terjemahan
Dari Abu Humaid As-Sa'idi Al-Badri radhiyallahu 'anhu, mereka bertanya: "Wahai Rasulullah ﷺ, bagaimana cara kami bershalawat kepadamu?" Beliau menjawab: "Ucapkanlah:
'Allahumma shalli 'ala Muhammad, wa 'ala azwajihi wa dzurriyyatihi, kama shallaita 'ala ali Ibrahim, wa barik 'ala Muhammad, wa 'ala azwajihi wa dzurriyyatihi, kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid.'
(Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tata cara bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ yang diajarkan langsung oleh beliau. Lafaz shalawat ini mencakup permohonan rahmat dan keberkahan Allah untuk Nabi, istri-istri (umatnya), serta keturunannya, dengan menyamakan kedudukan beliau dengan Nabi Ibrahim. Hikmahnya, shalawat ini mengajarkan kita untuk mencintai dan memuliakan Nabi secara utuh, beserta keluarganya dan seluruh umatnya, seraya meneladani kesalehan para nabi terdahulu.
'Allahumma shalli 'ala Muhammad, wa 'ala azwajihi wa dzurriyyatihi, kama shallaita 'ala ali Ibrahim, wa barik 'ala Muhammad, wa 'ala azwajihi wa dzurriyyatihi, kama barakta 'ala ali Ibrahim, innaka Hamidun Majid.'
(Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tata cara bershalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ yang diajarkan langsung oleh beliau. Lafaz shalawat ini mencakup permohonan rahmat dan keberkahan Allah untuk Nabi, istri-istri (umatnya), serta keturunannya, dengan menyamakan kedudukan beliau dengan Nabi Ibrahim. Hikmahnya, shalawat ini mengajarkan kita untuk mencintai dan memuliakan Nabi secara utuh, beserta keluarganya dan seluruh umatnya, seraya meneladani kesalehan para nabi terdahulu.