Kitab 17 · Bab 1
Pahala Berdoa
✦ 33 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ ﴾[سورة غافر(60)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'" (QS. Ghafir: 60)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan janji Allah yang pasti untuk mengabulkan doa, menunjukkan kedekatan dan kasih sayang-Nya. Perintah "Berdoalah kepada-Ku" merupakan undangan langsung untuk bermunajat, mengakui ketergantungan hamba pada Rabbnya. Hikmahnya, seorang muslim harus senantiasa berdoa dengan penuh harap dan keyakinan, karena itu adalah bukti penghambaan dan sarana meraih pertolongan Ilahi dalam segala urusan.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan janji Allah yang pasti untuk mengabulkan doa, menunjukkan kedekatan dan kasih sayang-Nya. Perintah "Berdoalah kepada-Ku" merupakan undangan langsung untuk bermunajat, mengakui ketergantungan hamba pada Rabbnya. Hikmahnya, seorang muslim harus senantiasa berdoa dengan penuh harap dan keyakinan, karena itu adalah bukti penghambaan dan sarana meraih pertolongan Ilahi dalam segala urusan.
# 2
وقال تعالى: ﴿ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ﴾[سورة الأعراف(55)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al-A'raf: 55)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan dua adab utama dalam berdoa: ketundukan hati (tadharru') dan kesunyian suara (khufyah). Ini menunjukkan bahwa doa yang ikhlas dan penuh pengharapan lebih utama daripada pengucapan yang keras dan berlebihan. Larangan "melampaui batas" mencakup sikap memaksa dalam permintaan, berdoa untuk keburukan, atau mengganggu orang lain dengan suara doa yang keras. Intinya, Allah sangat mengutamakan keikhlasan dan kesopanan dalam hubungan hamba dengan-Nya.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan dua adab utama dalam berdoa: ketundukan hati (tadharru') dan kesunyian suara (khufyah). Ini menunjukkan bahwa doa yang ikhlas dan penuh pengharapan lebih utama daripada pengucapan yang keras dan berlebihan. Larangan "melampaui batas" mencakup sikap memaksa dalam permintaan, berdoa untuk keburukan, atau mengganggu orang lain dengan suara doa yang keras. Intinya, Allah sangat mengutamakan keikhlasan dan kesopanan dalam hubungan hamba dengan-Nya.
# 3
وقال تعالى: ﴿وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ ﴾[سورة البقرة(186)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah: 186)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya dan jaminan terkabulnya doa. Pelajaran utamanya adalah Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan, sehingga seorang hamba harus selalu berdoa dengan penuh harap dan keyakinan. Ayat ini juga mengajarkan bahwa Allah mudah dijangkau, tidak membutuhkan perantara, dan senantiasa siap mengabulkan permohonan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan kedekatan Allah dengan hamba-Nya dan jaminan terkabulnya doa. Pelajaran utamanya adalah Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan, sehingga seorang hamba harus selalu berdoa dengan penuh harap dan keyakinan. Ayat ini juga mengajarkan bahwa Allah mudah dijangkau, tidak membutuhkan perantara, dan senantiasa siap mengabulkan permohonan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
# 4
وقال تعالى: ﴿أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ ﴾[سورة النمل(62)]
Terjemahan
Allah berfirman: "(Tidaklah Tuhan yang kalian sembah itu lebih baik) Yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan?" (QS. An-Naml: 62)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan keesaan Allah dan keutamaan beribadah hanya kepada-Nya, dengan menyebutkan dua sifat-Nya yang agung: Mujīb (Maha Mengabulkan) dan Kāsyif adh-Dhurr (Maha Menghilangkan kesusahan). Pelajaran utamanya adalah agar manusia senantiasa berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah, terutama saat dalam keadaan sangat terjepit dan penuh harap, karena Dialah satu-satunya yang mampu mengatasi segala kesulitan. Ayat ini juga merupakan bantahan terhadap penyembahan kepada selain Allah.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan keesaan Allah dan keutamaan beribadah hanya kepada-Nya, dengan menyebutkan dua sifat-Nya yang agung: Mujīb (Maha Mengabulkan) dan Kāsyif adh-Dhurr (Maha Menghilangkan kesusahan). Pelajaran utamanya adalah agar manusia senantiasa berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah, terutama saat dalam keadaan sangat terjepit dan penuh harap, karena Dialah satu-satunya yang mampu mengatasi segala kesulitan. Ayat ini juga merupakan bantahan terhadap penyembahan kepada selain Allah.
# 5
وَعن النُّعْمانِ بْنِ بشيرٍ رضِي اللَّه عنْهُما ، عَنِ النَّبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « الدُّعاءُ هوَ العِبَادةُ » . رواه أبو داود والترمذي وقالا حديث حسن صحيح .
Terjemahan
Dari An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Doa itu adalah ibadah." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia menyatakan hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan bahwa berdoa bukan sekadar meminta, tetapi merupakan inti dan bentuk ibadah itu sendiri kepada Allah.
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan bahwa hakikat doa adalah ibadah. Dengan berdoa, seorang hamba mengakui kelemahannya dan mengakui kekuasaan serta kemahapemberian Allah semata. Oleh karena itu, doa harus dipenuhi dengan kerendahan hati, pengharapan, dan pengagungan kepada-Nya. Pernyataan Nabi bahwa "doa itu adalah ibadah" mengangkat nilai setiap permohonan, sekecil apa pun, sebagai bentuk ketaatan yang mendasar.
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan bahwa berdoa bukan sekadar meminta, tetapi merupakan inti dan bentuk ibadah itu sendiri kepada Allah.
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan bahwa hakikat doa adalah ibadah. Dengan berdoa, seorang hamba mengakui kelemahannya dan mengakui kekuasaan serta kemahapemberian Allah semata. Oleh karena itu, doa harus dipenuhi dengan kerendahan hati, pengharapan, dan pengagungan kepada-Nya. Pernyataan Nabi bahwa "doa itu adalah ibadah" mengangkat nilai setiap permohonan, sekecil apa pun, sebagai bentuk ketaatan yang mendasar.
# 6
وعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهَا ، قَالَتْ : كَان رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَسْتَحِبُّ الجوامِعَ مِنَ الدُّعاءِ ، ويَدَعُ ما سِوى ذلكَ . رَوَاه أَبو داود بإِسنادٍ جيِّد .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Rasulullah ﷺ menyukai doa-doa yang ringkas dan padat (jawami' al-kalim), dan meninggalkan doa selain itu." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa doa yang paling disukai Rasulullah ﷺ adalah doa yang ringkas namun padat makna (jawami' al-kalim). Hal ini menunjukkan keutamaan untuk memilih doa-doa yang singkat, jelas, dan mencakup inti permohonan, daripada yang panjang dan bertele-tele. Dengan demikian, kita diajarkan untuk mengutamakan kualitas dan keikhlasan dalam berdoa, bukan kuantitas kata-katanya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa doa yang paling disukai Rasulullah ﷺ adalah doa yang ringkas namun padat makna (jawami' al-kalim). Hal ini menunjukkan keutamaan untuk memilih doa-doa yang singkat, jelas, dan mencakup inti permohonan, daripada yang panjang dan bertele-tele. Dengan demikian, kita diajarkan untuk mengutamakan kualitas dan keikhlasan dalam berdoa, bukan kuantitas kata-katanya.
# 7
وعَنْ أَنَسٍ رَضي اللَّه عنْهُ ، قَالَ : كانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « اللَّهُمَّ آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً ، وفي الآخِرةِ حَسنَةً ، وَقِنَا عَذابَ النَّارِ » مُتَّفَقٌ عليهِ .
زاد مُسلِمٌ في رِوايتِهِ قَال :وكَانَ أَنَسٌ إِذا أَرَاد أَنْ يَدعُوَ بِدعوَةٍ دَعَا بها، وَإِذا أَرَادَ أَن يَدعُو بدُعَاءٍ دَعا بهَا فيه .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Doa Nabi ﷺ yang paling sering diucapkan adalah: 'Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari adzab neraka.'" (Muttafaqun 'alaih)
Muslim menambahkan dalam riwayatnya: "Dan adalah Anas, apabila ia hendak berdoa dengan suatu doa, ia berdoa dengan doa ini. Dan apabila ia hendak berdoa dengan doa yang lain, ia pun menyertakan doa ini di dalamnya."
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan agar kita memprioritaskan doa yang menyeluruh, meminta kebaikan di dunia (seperti kesehatan dan rezeki) dan di akhirat (seperti iman dan surga), serta perlindungan dari siksa neraka. Anas bin Malik mencontohkan dengan menjadikannya doa rutin, menunjukkan keutamaannya. Dengan demikian, doa ini adalah permohonan paripurna yang mencakup semua kebutuhan lahir dan batin, duniawi dan ukhrawi.
Muslim menambahkan dalam riwayatnya: "Dan adalah Anas, apabila ia hendak berdoa dengan suatu doa, ia berdoa dengan doa ini. Dan apabila ia hendak berdoa dengan doa yang lain, ia pun menyertakan doa ini di dalamnya."
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan agar kita memprioritaskan doa yang menyeluruh, meminta kebaikan di dunia (seperti kesehatan dan rezeki) dan di akhirat (seperti iman dan surga), serta perlindungan dari siksa neraka. Anas bin Malik mencontohkan dengan menjadikannya doa rutin, menunjukkan keutamaannya. Dengan demikian, doa ini adalah permohonan paripurna yang mencakup semua kebutuhan lahir dan batin, duniawi dan ukhrawi.
# 8
وعَن ابنِ مسْعُودٍ رَضي اللَّه عنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ يَقُولُ : « اللَّهُمَّ إِنِي أَسْأَلُكَ الهُدَى ، وَالتُّقَى ، وَالعفَافَ ، والغنَى » رواهُ مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ biasa berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian (diri), dan kecukupan." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan agar doa seorang muslim fokus pada permintaan yang mendasar dan hakiki. Memohon hidayah (petunjuk agama) dan ketakwaan sebagai pondasi ibadah, lalu meminta 'iffah (kesucian diri dari yang haram) dan ghina (kecukupan hati) sebagai penjaga dari godaan dunia. Ini menunjukkan bahwa kebaikan akhirat dan ketenangan hidup bermula dari keselamatan hati dan keyakinan.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian (diri), dan kecukupan." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan agar doa seorang muslim fokus pada permintaan yang mendasar dan hakiki. Memohon hidayah (petunjuk agama) dan ketakwaan sebagai pondasi ibadah, lalu meminta 'iffah (kesucian diri dari yang haram) dan ghina (kecukupan hati) sebagai penjaga dari godaan dunia. Ini menunjukkan bahwa kebaikan akhirat dan ketenangan hidup bermula dari keselamatan hati dan keyakinan.
# 9
وعَنْ طارِقِ بنِ أَشْيَمَ ، رضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قالَ : كَانَ الرَّجلُ إِذا أَسْلَمَ عَلَّمَهُ النَّبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الصَّلاةَ ، ثُمَّ أَمَرَهُ أَنْ يَدعُوَ بهَؤُلاءِ الكَلِمَاتِ : « اللَّهُمَّ اغفِرْ لي ، وَارْحمْني ، واهْدِني ، وعافِني ، وارْزُقني » رواهُ مسلمٌ .
وفي رِوايَةٍ لَهُ عَنْ طارقٍ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وَأَتاهُ رَجُلٌ ، فَقَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ . كيْفَ أَقُولُ حِينَ أَسْأَلُ رَبِّي ؟ قَالَ : « قُلْ : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي ، وَارْحَمْني ، وَعَافِني ، وَارْزُقني ، فَإِنَّ هَؤُلاءِ تَجْمَعُ لَكَ دُنْيَاكَ وَآخِرَتَكَ »
Terjemahan
Dari Thariq bin Asyyam radhiyallahu 'anhu, bahwa apabila seorang laki-laki masuk Islam, Nabi ﷺ mengajarkannya shalat, kemudian memerintahkannya untuk berdoa dengan kalimat-kalimat ini:
"Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, selamatkanlah aku (dari penyakit dan bencana), dan berilah aku rezeki." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Dalam riwayat lain darinya tentang Thariq, ia mendengar Nabi ﷺ ketika ada seorang laki-laki datang kepada beliau dan bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang harus aku ucapkan ketika aku memohon kepada Tuhanku?" Beliau menjawab: "Ucapkanlah: 'Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, selamatkanlah aku, dan berilah aku rezeki.' Kalimat-kalimat ini mengumpulkan untukmu (kebaikan) dunia dan akhiratmu."
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa doa adalah inti dan penyempurna ibadah. Nabi ﷺ mengajarkan doa singkat ini setelah mengajarkan shalat, yang mencakup permintaan untuk kebutuhan duniawi dan ukhrawi: ampunan, rahmat, hidayah, keselamatan, dan rezeki. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim harus selalu memohon kepada Allah dalam segala urusannya, menggabungkan antara permintaan untuk kebaikan agama dan kehidupannya.
"Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, selamatkanlah aku (dari penyakit dan bencana), dan berilah aku rezeki." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Dalam riwayat lain darinya tentang Thariq, ia mendengar Nabi ﷺ ketika ada seorang laki-laki datang kepada beliau dan bertanya: "Wahai Rasulullah, apa yang harus aku ucapkan ketika aku memohon kepada Tuhanku?" Beliau menjawab: "Ucapkanlah: 'Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, selamatkanlah aku, dan berilah aku rezeki.' Kalimat-kalimat ini mengumpulkan untukmu (kebaikan) dunia dan akhiratmu."
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa doa adalah inti dan penyempurna ibadah. Nabi ﷺ mengajarkan doa singkat ini setelah mengajarkan shalat, yang mencakup permintaan untuk kebutuhan duniawi dan ukhrawi: ampunan, rahmat, hidayah, keselamatan, dan rezeki. Ini menunjukkan bahwa seorang muslim harus selalu memohon kepada Allah dalam segala urusannya, menggabungkan antara permintaan untuk kebaikan agama dan kehidupannya.
# 10
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بنِ عمرو بن العاصِ رضيَ اللَّه عنْهُمَا ، قَالَ : قَال رَسُولُ اللَّـهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ القُلُوبِ صرِّفْ قُلوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ berdoa:
"Ya Allah, Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami pada ketaatan kepada-Mu." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa hati manusia mudah berubah dan tidak tetap. Hanya Allah yang berkuasa mengarahkan dan menetapkan hati seseorang. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk selalu memohon kepada-Nya agar hati kita diarahkan untuk tetap taat dan istiqamah dalam ketaatan, bukan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Doa ini juga merupakan bentuk pengakuan akan ketergantungan mutlak seorang hamba kepada Rabb-nya.
"Ya Allah, Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami pada ketaatan kepada-Mu." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa hati manusia mudah berubah dan tidak tetap. Hanya Allah yang berkuasa mengarahkan dan menetapkan hati seseorang. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk selalu memohon kepada-Nya agar hati kita diarahkan untuk tetap taat dan istiqamah dalam ketaatan, bukan mengandalkan kekuatan diri sendiri. Doa ini juga merupakan bentuk pengakuan akan ketergantungan mutlak seorang hamba kepada Rabb-nya.
# 11
وَعَنْ أَبي هُريَرةَ رَضيَ اللَّه عَنْهُ ، عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ ، وَشَماتَةِ الأَعْدَاءِ » متفقٌ عليه .
وفي رِوَايةٍ : قالَ سُفْيَانُ : أَشُكُّ أَنِّي زِدْتُ وَاحِدَةً مِنها .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Mohonlah perlindungan kepada Allah dari beratnya bala', turunnya kesengsaraan, buruknya qadha' (keputusan), dan kegembiraan musuh (atas musibah yang menimpamu)." (Muttafaqun 'alaih)
Dalam satu riwayat: Sufyan berkata: "Aku ragu, apakah aku menambah satu dari doa-doa itu."
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai bentuk kesulitan hidup. Perlindungan diminta bukan hanya dari musibah yang berat, tetapi juga dari akibat buruknya seperti keputusan takdir yang terasa pahit dan rasa senang musuh atas kesusahan kita. Ini menunjukkan sikap hati-hati dan kesadaran seorang muslim akan ujian dunia, serta pentingnya bersandar hanya kepada Allah.
Dalam satu riwayat: Sufyan berkata: "Aku ragu, apakah aku menambah satu dari doa-doa itu."
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai bentuk kesulitan hidup. Perlindungan diminta bukan hanya dari musibah yang berat, tetapi juga dari akibat buruknya seperti keputusan takdir yang terasa pahit dan rasa senang musuh atas kesusahan kita. Ini menunjukkan sikap hati-hati dan kesadaran seorang muslim akan ujian dunia, serta pentingnya bersandar hanya kepada Allah.
# 12
وَعَنْهُ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ : « اللَّهمَّ أَصْلِحْ لي دِيني الَّذي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي ، وأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ التي فِيهَا مَعَاشِي ، وَأَصْلِحْ لي آخِرَتي الَّتي فِيها معادي، وَاجْعلِ الحيَاةَ زِيادَةً لي في كُلِّ خَيْرٍ ، وَاجْعَلِ الموتَ راحَةً لي مِنْ كُلِّ شَرٍ » رَوَاهُ مسلِمٌ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ biasa berdoa:
"Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang menjadi pelindung urusanku. Perbaikilah untukku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku. Perbaikilah untukku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan untukku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala kejahatan." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Doa ini mengajarkan prioritas hidup seorang muslim: memohon perbaikan agama sebagai fondasi, kemudian dunia dan akhirat. Permintaan agar kehidupan menjadi sarana penambah kebaikan dan kematian sebagai pelepas dari keburukan menunjukkan sikap optimis dan bijak dalam menyikapi takdir. Intinya, kita diajarkan untuk selalu memohon kebaikan yang menyeluruh, seimbang antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi, serta husnul khatimah.
"Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang menjadi pelindung urusanku. Perbaikilah untukku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku. Perbaikilah untukku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan untukku dalam segala kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai istirahat bagiku dari segala kejahatan." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Doa ini mengajarkan prioritas hidup seorang muslim: memohon perbaikan agama sebagai fondasi, kemudian dunia dan akhirat. Permintaan agar kehidupan menjadi sarana penambah kebaikan dan kematian sebagai pelepas dari keburukan menunjukkan sikap optimis dan bijak dalam menyikapi takdir. Intinya, kita diajarkan untuk selalu memohon kebaikan yang menyeluruh, seimbang antara kebutuhan duniawi dan ukhrawi, serta husnul khatimah.
# 13
وَعنْ علي رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : قال لي رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « قُلْ : اللَّهُمَّ اهْدِني ، وَسدِّدْني » .
وَفي رِوَايةٍ : « اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدى ، وَالسَّدَادَ » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dari 'Ali radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: "Ucapkanlah: 'Ya Allah, berilah aku petunjuk dan teguhkanlah aku (di atas kebenaran).'" Dalam riwayat lain: "'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk dan keteguhan.'" (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa permohonan inti seorang muslim adalah meminta hidayah (petunjuk) dan kesadaran (kebenaran dan lurus dalam perkataan dan perbuatan). Ini menunjukkan bahwa hidayah untuk tetap istiqamah lebih sulit daripada sekadar mendapat hidayah awal. Dengan demikian, doa ini merupakan pengakuan akan ketergantungan total kepada Allah dalam segala urusan agama dan dunia.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa permohonan inti seorang muslim adalah meminta hidayah (petunjuk) dan kesadaran (kebenaran dan lurus dalam perkataan dan perbuatan). Ini menunjukkan bahwa hidayah untuk tetap istiqamah lebih sulit daripada sekadar mendapat hidayah awal. Dengan demikian, doa ini merupakan pengakuan akan ketergantungan total kepada Allah dalam segala urusan agama dan dunia.
# 14
وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : كَانَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : يَقُولُ : اللَّهُمَّ إِنِّـي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعجْزِ والكَسَلِ وَالجُبْنِ وَالهَرَمِ ، وَالْبُخْلِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ القبْرِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَحْيا وَالمَمَاتِ » .
وفي رِوايةٍ : « وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, dan kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah (cobaan) kehidupan dan kematian." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Dalam riwayat lain: "(Dan aku berlindung kepada-Mu) dari banyaknya hutang dan penindasan orang."
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus proaktif memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai kelemahan batin yang menghambat amal kebaikan (seperti malas dan pengecut) serta dari bencana lahir dan akhirat. Doa ini mencakup permohonan keselamatan dari bahaya yang bersifat pribadi, sosial, hingga ujian kubur dan hari kiamat. Dengan demikian, doa ini merupakan bentuk ikhtiar batin untuk membentuk kepribadian yang kuat, bertanggung jawab, dan senantiasa lulus dari setiap cobaan hidup dan setelah mati.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, pikun, dan kekikiran. Aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah (cobaan) kehidupan dan kematian." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Dalam riwayat lain: "(Dan aku berlindung kepada-Mu) dari banyaknya hutang dan penindasan orang."
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa seorang muslim harus proaktif memohon perlindungan kepada Allah dari berbagai kelemahan batin yang menghambat amal kebaikan (seperti malas dan pengecut) serta dari bencana lahir dan akhirat. Doa ini mencakup permohonan keselamatan dari bahaya yang bersifat pribadi, sosial, hingga ujian kubur dan hari kiamat. Dengan demikian, doa ini merupakan bentuk ikhtiar batin untuk membentuk kepribadian yang kuat, bertanggung jawab, dan senantiasa lulus dari setiap cobaan hidup dan setelah mati.
# 15
وَعن أَبي بكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّه عَنْه ، أَنَّه قَالَ لِرَسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : عَلِّمني دُعَاءً أَدعُو بِهِ في صَلاتي ، قَالَ : قُلْ : اللَّهمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كثِيراً ، وَلا يَغْفِر الذُّنوبَ إِلاَّ أَنْتَ ، فَاغْفِر لي مغْفِرَةً مِن عِنْدِكَ ، وَارحَمْني ، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفور الرَّحِيم » متَّفَقٌ عليهِ .
وفي رِوايةٍ : « وَفي بيْتي » وَرُوِي : « ظُلْماً كَثِيراً » وروِيَ « كَبِيراً » بِالثاءِ المثلثة وبِالباءِ الموحدة ، فَيَنْبغِي أَن يُجْمَعَ بَيْنَهُمَا ، فَيُقَالُ : كَثيراً كَبيراً .
Terjemahan
Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu, bahwa ia berkata kepada Rasulullah ﷺ: "Ajarkanlah kepadaku sebuah doa yang akan aku baca dalam shalatku." Beliau bersabda: "Ucapkanlah: 'Ya Allah, sesungguhnya aku telah menzhalimi diriku sendiri dengan kezhaliman yang banyak, dan tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan rahmatilah aku. Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa pengakuan dosa dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah adalah inti dari permohonan ampunan. Doa ini diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ, menunjukkan betapa pentingnya sikap rendah hati (tawadhu') dan ketergantungan mutlak hanya kepada Allah dalam memohon rahmat-Nya. Dengan demikian, hadis ini menjadi panduan utama bagi setiap muslim untuk senantiasa bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa pengakuan dosa dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah adalah inti dari permohonan ampunan. Doa ini diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ, menunjukkan betapa pentingnya sikap rendah hati (tawadhu') dan ketergantungan mutlak hanya kepada Allah dalam memohon rahmat-Nya. Dengan demikian, hadis ini menjadi panduan utama bagi setiap muslim untuk senantiasa bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah.
# 16
وَعَن أَبي موسَى رضَيَ اللَّه عَنْه ، عَنِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنَّه كَانَ يَدعُو بهَذا الدُّعَاءِ : «اللَّهمَّ اغْفِر لي خَطِيئَتي وجهْلي ، وإِسْرَافي في أَمْري ، وما أَنْتَ أَعلَم بِهِ مِنِّي ، اللَّهمَّ اغفِرْ لي جِدِّي وَهَزْلي ، وَخَطَئي وَعمْدِي ، وَكلُّ ذلِكَ عِنْدِي ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ ، وَما أَسْررْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي ، أَنْت المقَدِّمُ ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلى كلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ biasa berdoa dengan doa ini:
"Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, sikap berlebihan dalam urusanku, dan segala sesuatu yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Ya Allah, ampunilah keseriusanku dan kelakaranku, kekeliruanku dan kesengajaanku; dan semua itu ada padaku. Ya Allah, ampunilah apa yang telah aku lakukan dan yang akan aku lakukan, apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan, dan apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sikap tawadhu' dan pengakuan total seorang hamba atas segala kekurangannya di hadapan Allah. Doa ini mencakup permohonan ampun untuk semua jenis kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, yang lampau maupun yang akan datang, yang tersembunyi maupun yang tampak. Intinya, kita diajarkan untuk selalu merasa tidak cukup dalam beribadah dan memohon ampun, serta meyakini bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui segala keadaan kita dan Maha Kuasa untuk mengampuninya.
"Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, sikap berlebihan dalam urusanku, dan segala sesuatu yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Ya Allah, ampunilah keseriusanku dan kelakaranku, kekeliruanku dan kesengajaanku; dan semua itu ada padaku. Ya Allah, ampunilah apa yang telah aku lakukan dan yang akan aku lakukan, apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan, dan apa yang Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sikap tawadhu' dan pengakuan total seorang hamba atas segala kekurangannya di hadapan Allah. Doa ini mencakup permohonan ampun untuk semua jenis kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak, yang lampau maupun yang akan datang, yang tersembunyi maupun yang tampak. Intinya, kita diajarkan untuk selalu merasa tidak cukup dalam beribadah dan memohon ampun, serta meyakini bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui segala keadaan kita dan Maha Kuasa untuk mengampuninya.
# 17
وعنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّه عَنهَا ، أَنَّ النَّبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ يقُولُ في دُعَائِهِ : « اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ ما عمِلْتُ ومِنْ شَرِّ ما لَمْ أَعْمَلْ » .رَوَاهُ مُسْلِم .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ biasa berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang telah aku kerjakan dan dari keburukan apa yang belum aku kerjakan." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan seorang hamba untuk selalu rendah hati dan waspada terhadap keburukan. Berlindung dari kejahatan yang telah diperbuat adalah bentuk taubat dan penyesalan. Sementara, berlindung dari kejahatan yang belum dilakukan adalah bentuk kesadaran akan kelemahan diri dan ketidakmampuan menjamin keselamatan amal di masa depan. Dengan demikian, doa ini mencerminkan sikap tawakal dan pengharapan penuh hanya kepada Allah semata.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang telah aku kerjakan dan dari keburukan apa yang belum aku kerjakan." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan seorang hamba untuk selalu rendah hati dan waspada terhadap keburukan. Berlindung dari kejahatan yang telah diperbuat adalah bentuk taubat dan penyesalan. Sementara, berlindung dari kejahatan yang belum dilakukan adalah bentuk kesadaran akan kelemahan diri dan ketidakmampuan menjamin keselamatan amal di masa depan. Dengan demikian, doa ini mencerminkan sikap tawakal dan pengharapan penuh hanya kepada Allah semata.
# 18
وعَنِ ابنِ عُمَر رَضِيَ اللَّه عَنْهُما قَالَ : كانَ مِنْ دُعاءِ رسُولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم « اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجاءَةِ نِقْمَتِكَ ، وَجميعِ سخَطِكَ » روَاهُ مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa di antara doa Rasulullah ﷺ adalah:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan (kesehatan) dari-Mu, hukuman-Mu yang datang tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari hilangnya kenikmatan, perubahan kondisi sehat menjadi sakit, hukuman Allah yang mendadak, serta dari segala bentuk kemurkaan-Nya.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya keselamatan (kesehatan) dari-Mu, hukuman-Mu yang datang tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari hilangnya kenikmatan, perubahan kondisi sehat menjadi sakit, hukuman Allah yang mendadak, serta dari segala bentuk kemurkaan-Nya.
# 19
وَعَنْ زَيْدِ بنِ أَرْقَم رضَي اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقَولُ : «اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ ، والبُخْلِ وَالهَرم ، وعَذَاب الْقَبْر ، اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا ، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيرُ مَنْ زَكَّاهَا ، أَنْتَ ولِيُّهَا وَموْلاَهَا ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلمٍ لا يَنْفَعُ ، ومِنْ قَلْبٍ لاَ يخْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لا تَشبَعُ ، ومِنْ دَعْوةٍ لا يُسْتجابُ لهَا » رواهُ مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ pernah berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, kepikunan, dan azab kubur. Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya, Engkaulah pelindung dan pemiliknya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari berbagai kelemahan batin dan fisik, serta meminta ketakwaan, kesucian jiwa, dan dijauhkan dari hal-hal yang sia-sia seperti ilmu yang tak bermanfaat dan hati yang keras.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, kekikiran, kepikunan, dan azab kubur. Ya Allah, berikanlah kepada jiwaku ketakwaannya, sucikanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang menyucikannya, Engkaulah pelindung dan pemiliknya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari berbagai kelemahan batin dan fisik, serta meminta ketakwaan, kesucian jiwa, dan dijauhkan dari hal-hal yang sia-sia seperti ilmu yang tak bermanfaat dan hati yang keras.
# 20
وَعنِ ابنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمَا ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ يَقُولُ : « اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ ، وَبِكَ آمَنْتُ ، وعلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ ، وإِلَيْكَ حَاكَمْتُ . فاغْفِرْ لي ما قَدَّمْتُ ، وما أَخَّرْتُ ، وَمَا أَسْررْتُ ومَا أَعلَنْتُ ، أَنْتَ المُقَدِّمُ ، وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ ، لا إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ » .
زادَ بعْضُ الرُّوَاةِ : « ولا حَولَ ولا قوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ » متفَقُ عليهِ .
Terjemahan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ pernah berdoa:
"Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku mengadukan perkara. Maka ampunilah aku atas dosa yang telah aku lakukan dan yang akan aku lakukan, apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku nyatakan. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau."
Sebagian perawi menambahkan:
"Dan tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Doa ini adalah bentuk penyerahan diri total kepada Allah, pengakuan iman, dan permohonan ampunan untuk semua dosa, baik yang lampau, yang akan datang, yang tersembunyi, maupun yang terang-terangan.
"Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat, dan kepada-Mu aku mengadukan perkara. Maka ampunilah aku atas dosa yang telah aku lakukan dan yang akan aku lakukan, apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku nyatakan. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau."
Sebagian perawi menambahkan:
"Dan tiada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Doa ini adalah bentuk penyerahan diri total kepada Allah, pengakuan iman, dan permohonan ampunan untuk semua dosa, baik yang lampau, yang akan datang, yang tersembunyi, maupun yang terang-terangan.
# 21
وَعَن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهَا ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ يَدعو بهؤُلاءِ الكَلِمَاتِ : «اللَّهُمَّ إِني أَعوذُ بِكَ مِن فِتنةِ النَّارِ ، وعَذَابِ النَّارِ ، وَمِن شَرِّ الغِنَى وَالفَقْر » .
رَوَاهُ أَبو داوَد ، والترمذيُّ وقال : حديث حسن صحيح ، وهذا لفظُ أَبي داود .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ pernah berdoa dengan kalimat-kalimat ini:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka, azab neraka, dan dari keburukan kekayaan dan kefakiran."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits hasan shahih")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari cobaan dan azab neraka, serta dari dampak buruk baik ketika kaya (menjadi sombong/lalai) maupun ketika miskin (menjadi putus asa/curang).
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka, azab neraka, dan dari keburukan kekayaan dan kefakiran."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits hasan shahih")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari cobaan dan azab neraka, serta dari dampak buruk baik ketika kaya (menjadi sombong/lalai) maupun ketika miskin (menjadi putus asa/curang).
# 22
وعَن زيادِ بْن عِلاقَةَ عن عمِّه ، وهو قُطبَةُ بنُ مالِكٍ ، رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قَال : كَانَ النَّبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ : « اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِن منْكَرَاتِ الأَخلاقِ ، والأعْمَالِ والأَهْواءِ » رواهُ الترمذي وقال : حديثُ حَسَنٌ
Terjemahan
Dari Ziyad bin 'Ilaqah radhiyallahu 'anhu, bahwa pamannya, Quthbah bin Malik, meriwayatkan: Nabi ﷺ berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari akhlak yang buruk, perbuatan yang buruk, dan hawa nafsu yang buruk."
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia menyatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari tiga hal yang merusak: akhlak tercela, perbuatan buruk, dan keinginan nafsu yang jelek.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari akhlak yang buruk, perbuatan yang buruk, dan hawa nafsu yang buruk."
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia menyatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari tiga hal yang merusak: akhlak tercela, perbuatan buruk, dan keinginan nafsu yang jelek.
# 23
وعَن شكَلِ بنِ حُمَيْدٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ قَال : قُلْتُ يا رَسولَ اللَّهِ : عَلِّمْني دُعاءً. قَالَ : « قُلْ : اللَّهُمَّ إِني أعوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِي ، وَمِن شَرِّ بصَرِي ، وَمِن شَرِّ لسَاني ، وَمِن شَرِّ قَلبي ، وَمِن شَرِّ منِيِّي » رواهُ أبو داودَ ، والترمذيُّ وقالَ : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Syakal bin Humaid radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah aku sebuah doa untuk aku panjatkan." Beliau bersabda: "Ucapkanlah:
'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaranku, keburukan penglihatanku, keburukan lidahku, keburukan hatiku, dan keburukan air maniku (syahwat).'"
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits hasan shahih")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan agar indra dan anggota tubuh kita (telinga, mata, lidah, hati, dan syahwat) tidak digunakan untuk hal-hal yang buruk dan mendatangkan dosa.
'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pendengaranku, keburukan penglihatanku, keburukan lidahku, keburukan hatiku, dan keburukan air maniku (syahwat).'"
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits hasan shahih")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan agar indra dan anggota tubuh kita (telinga, mata, lidah, hati, dan syahwat) tidak digunakan untuk hal-hal yang buruk dan mendatangkan dosa.
# 24
وَعَن أَنسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ يَقُولُ : « اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوُذُ بِكَ مِنَ الْبرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وسّيءِ الأَسْقامِ » رَوَاهُ أَبو داود بإِسنادٍ صحيحٍ .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ berdoa:
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan penyakit-penyakit yang buruk."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih)
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari berbagai jenis penyakit berat dan menular, baik yang terlihat seperti lepra maupun yang mempengaruhi akal seperti gila.
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan penyakit-penyakit yang buruk."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih)
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari berbagai jenis penyakit berat dan menular, baik yang terlihat seperti lepra maupun yang mempengaruhi akal seperti gila.
# 25
وعَنْ أَبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : كانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقولُ : اللَّهمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُوعِ ، فإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجيعُ ، وَأَعُوذُ بِكَ من الخِيانَةِ ، فَإِنَّهَا بئْسَتِ البِطانَةُ » .رواهُ أبو داودَ بإِسنادٍ صحيحٍ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena ia adalah sejelek-jelek teman berbaring. Dan aku berlindung kepada-Mu dari pengkhianatan, karena ia adalah sejelek-jelek sifat batin." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih)
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari dua hal yang sangat menyiksa: kelaparan yang membuat fisik lemah, dan pengkhianatan dari orang dekat yang merusak kepercayaan.
Penjelasan singkat: Doa ini memohon perlindungan dari dua hal yang sangat menyiksa: kelaparan yang membuat fisik lemah, dan pengkhianatan dari orang dekat yang merusak kepercayaan.
# 26
وَعن عليٍّ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ مُكَاتَباً جاءهُ ، فَقَالَ إِني عجزتُ عَن كتابتي . فَأَعِنِّي . قالَ : أَلا أُعَلِّمُكَ كَلِماتٍ عَلَّمَنيهنَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لَو كانَ عَلَيْكَ مِثْلُ جبلٍ دَيْناً أَدَّاهُ اللَّهُ عنْكَ ؟ قُلْ : « اللَّهمَّ اكْفِني بحلالِكَ عَن حَرَامِكَ ، وَاغْنِني بِفَضلِكَ عَمَّن سِوَاكَ».رواهُ الترمذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Ali radhiyallahu 'anhu, bahwa seorang budak yang telah membuat perjanjian untuk membayar tebusan dirinya (mukatab) kepada tuannya, datang kepadanya dan berkata: "Aku tidak mampu memenuhi perjanjianku, maka tolonglah aku." Ali menjawab: "Maukah kuajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Rasulullah ﷺ ajarkan kepadaku? Sekiranya kamu mempunyai utang sebesar gunung, niscaya Allah akan melunasinya untukmu." Beliau bersabda: "Ucapkanlah:
'Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu sehingga aku tidak memerlukan yang haram dari-Mu, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak memerlukan selain-Mu.'"
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon kecukupan rezeki yang halal dan kekayaan hati dengan karunia Allah, sehingga kita tidak tergoda pada yang haram dan tidak bergantung pada selain-Nya.
'Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu sehingga aku tidak memerlukan yang haram dari-Mu, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak memerlukan selain-Mu.'"
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon kecukupan rezeki yang halal dan kekayaan hati dengan karunia Allah, sehingga kita tidak tergoda pada yang haram dan tidak bergantung pada selain-Nya.
# 27
وعَنْ عِمْرانَ بنِ الحُصينِ رَضي اللَّه عنْهُمَا ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم علَّم أَباهُ حُصيْناً كَلِمتَيْنِ يدعُو بهما : « اللَّهُمَّ أَلهِمْني رُشْدِي ، وأَعِذني مِن شَرِّ نفسي » . رواهُ الترمذيُّ وقَالَ : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhuma, bahwa Nabi ﷺ mengajarkan ayahnya dua kalimat untuk didoakannya:
"Ya Allah, berilah aku ilham petunjuk, dan lindungilah aku dari keburukan diriku."
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa yang singkat namun padat ini meminta dua hal: petunjuk untuk membedakan yang benar dan salah, serta perlindungan dari kejahatan yang bisa timbul dari diri sendiri.
"Ya Allah, berilah aku ilham petunjuk, dan lindungilah aku dari keburukan diriku."
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa yang singkat namun padat ini meminta dua hal: petunjuk untuk membedakan yang benar dan salah, serta perlindungan dari kejahatan yang bisa timbul dari diri sendiri.
# 28
وَعَن أَبي الفَضلِ العبَّاسِ بنِ عَبْدِ المُطَّلِبِ رضِي اللَّه عنْهُ ، قال : قُلْتُ يارسول اللَّهِ : عَلِّمْني شَيْئاً أَسْأَلُهُ اللَّه تَعَالى ، قَالَ : « سَلُوا اللَّه العافِيةَ » . فَمكَثْتُ أَيَّاماً، ثُمَّ جِئتُ فَقُلْتُ : يا رسولَ اللَّه : علِّمْني شَيْئاً أَسْأَلُهُ اللَّه تعالى ، قَالَ لي : « يَا عبَّاسُ يا عمَّ رَسولِ اللَّهِ ، سَلُوا اللَّه العافيةَ في الدُّنْيا والآخِرةِ » .رَواهُ الترمذيُّ وقَالَ : حديثٌ حسنٌ صَحيحٌ
Terjemahan
Dari Abu Al-Fadhl Al-'Abbas bin 'Abdul Muththalib radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah aku sesuatu untuk aku minta kepada Allah." Beliau bersabda: "Mintalah keselamatan kepada Allah." Beberapa hari kemudian aku datang lagi kepada beliau dan berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah aku sesuatu untuk aku minta kepada Allah." Beliau bersabda kepadaku: "Wahai Abbas, wahai paman Rasulullah! Mintalah keselamatan kepada Allah di dunia dan akhirat."
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits hasan shahih")
Penjelasan singkat: Nabi ﷺ menekankan pentingnya meminta 'keselamatan' (al-'afiyah) yang mencakup keselamatan agama, jiwa, akal, harta, dan keluarga, baik di dunia maupun di akhirat.
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits hasan shahih")
Penjelasan singkat: Nabi ﷺ menekankan pentingnya meminta 'keselamatan' (al-'afiyah) yang mencakup keselamatan agama, jiwa, akal, harta, dan keluarga, baik di dunia maupun di akhirat.
# 29
وعنْ شَهْرِ بْنِ حوشَبٍ قَالَ : قُلْتُ لأُمِّ سَلَمَةَ ، رَضِي اللَّه عَنْهَا ، يا أُمَّ المؤمِنِين مَا كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إِذا كانَ عِنْدكِ ؟ قَالَتْ : كانَ أَكْثَرُ دُعائِهِ : « يا مُقلبَ القُلوبِ ثَبِّتْ قلْبي علَى دِينِكَ » رَواهُ الترمذيُّ ، وقال حَديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Syahr bin Hausyab, dia berkata: Aku bertanya kepada Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, "Wahai Ummul Mukminin, doa apakah yang paling sering dibaca Rasulullah ﷺ saat bersama Anda?" Dia menjawab: "Doa yang paling sering beliau baca adalah:
'Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.'"
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon keteguhan hati dalam beragama, karena hati manusia mudah berubah. Hanya Allah yang dapat menetapkan hati seseorang pada kebenaran.
'Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.'"
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon keteguhan hati dalam beragama, karena hati manusia mudah berubah. Hanya Allah yang dapat menetapkan hati seseorang pada kebenaran.
# 30
وعن أبي الدَّرداءِ رَضيَ اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « كانَ مِن دُعاءِ دَاوُدَ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « اللَّهمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ ، وَحُبَّ من يُحِبُّكَ ، وَالعمَل الذي يُبَلِّغُني حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعل حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِن نَفسي ، وأَهْلي ، ومِن الماءِ البارد » روَاهُ الترمذيُّ وَقَالَ : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Abu Ad-Darda' radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Di antara doa Nabi Dawud adalah:
'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan amal yang dapat mengantarkanku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang dingin.'"
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa ini meminta cinta Allah yang menjadi sumber segala kebaikan, cinta kepada orang-orang shalih, serta amal yang mendatangkan cinta-Nya, dengan mengutamakan cinta Allah di atas segalanya.
'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang yang mencintai-Mu, dan amal yang dapat mengantarkanku kepada cinta-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku, dan air yang dingin.'"
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa ini meminta cinta Allah yang menjadi sumber segala kebaikan, cinta kepada orang-orang shalih, serta amal yang mendatangkan cinta-Nya, dengan mengutamakan cinta Allah di atas segalanya.
# 31
وعن أَنَسٍ رضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : قال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَلِظُّوا بِياذا الجَلالِ وَالإِكرامِ » .رواه الترمذي وروَاهُ النَّسَائيُّ مِن رِوايةِ ربيعةَ بنِ عامِرٍ الصَّحابيِّ . قَالَ الحاكم : حديثٌ صحيحُ الإِسْنَادِ .
« أَلِظُّوا » بكسر الَّلام وتشديد الظاءِ المعجمةِ معْنَاه : الْزَمُوا هذِهِ الدَّعْوَةِ وأَكْثِرُوا مِنها .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Berlazimlah (perbanyaklah) dengan 'Ya Dzal Jalali wal Ikram' (Wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan)." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i meriwayatkannya dari riwayat Rabi'ah bin 'Amir Ash-Shahabi. Al-Hakim berkata: "Hadits ini sanadnya shahih.")
"Al-izhu" (berlazimlah) artinya: tekunilah doa ini dan perbanyaklah mengucapkannya.
Penjelasan singkat: Nabi ﷺ menganjurkan untuk banyak berdoa dengan menyebut nama Allah "Dzal Jalali wal Ikram", yang menegaskan keagungan dan kemuliaan-Nya, sebagai bentuk pengharapan dan pengagungan.
"Al-izhu" (berlazimlah) artinya: tekunilah doa ini dan perbanyaklah mengucapkannya.
Penjelasan singkat: Nabi ﷺ menganjurkan untuk banyak berdoa dengan menyebut nama Allah "Dzal Jalali wal Ikram", yang menegaskan keagungan dan kemuliaan-Nya, sebagai bentuk pengharapan dan pengagungan.
# 32
وعن أَبي أُمامةَ رضيَ اللَّه عنْهُ قَالَ : دَعا رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِدُعَاءٍ كَثيرٍ ، لم نَحْفَظْ مِنْهُ شَيْئاً ، قُلْنا يا رَسُولَ اللَّهِ دعوت بِدُعاءٍ كَثِيرٍ لم نَحْفَظ منْهُ شَيْئاً ، فقَالَ : « أَلا أَدُلُّكُم على ما يَجْمَعُ ذَلكَ كُلَّهُ ؟ تَقُولُ : « اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُك مِن خَيرِ ما سأَلَكَ مِنْهُ نبيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وأَعُوذُ بِكَ من شَرِّ ما اسْتَعاذَ مِنْهُ نَبيُّكَ مُحمَّدٌ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَأَنْتَ المُسْتَعَانُ ، وعليْكَ البلاغُ ، ولا حَوْلَ ولا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ » رواهُ الترمذيُّ وقَالَ : حديثٌ حَسَنٌ .
Terjemahan
Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ membaca doa yang panjang, dan kami tidak menghafal sedikit pun darinya. Kami pun berkata, "Wahai Rasulullah, engkau telah membaca doa yang panjang, namun kami tidak menghafalnya." Beliau bersabda: "Maukah kalian aku tunjukkan sebuah doa yang mencakup doa-doa tersebut? Ucapkanlah:
'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohon oleh Nabi-Mu Muhammad, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Nabi-Mu Muhammad berlindung darinya. Engkaulah penolong, dan kepada-Mu segala pujian. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.'"
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa ini adalah doa ringkas yang komprehensif, meminta semua kebaikan yang pernah diminta Nabi Muhammad ﷺ dan berlindung dari semua keburukan yang pernah beliau mintakan perlindungan darinya.
'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dimohon oleh Nabi-Mu Muhammad, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Nabi-Mu Muhammad berlindung darinya. Engkaulah penolong, dan kepada-Mu segala pujian. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.'"
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dia berkata: "Hadits ini hasan")
Penjelasan singkat: Doa ini adalah doa ringkas yang komprehensif, meminta semua kebaikan yang pernah diminta Nabi Muhammad ﷺ dan berlindung dari semua keburukan yang pernah beliau mintakan perlindungan darinya.
# 33
وَعَن ابْنِ مسْعُودٍ ، رضِيَ اللَّه عنْهُ ، قَالَ : كَانَ مِن دُعَاء رَسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِباتِ رحْمتِكَ ، وَعزَائمَ مغفِرتِكَ ، والسَّلامَةَ مِن كُلِّ إِثمٍ ، والغَنِيمَةَ مِن كُلِّ بِرٍ ، وَالفَوْزَ بالجَنَّةِ ، وَالنَّجاةَ مِنَ النَّارِ » .
رواهُ الحاكِم أبو عبد اللَّهِ ، وقال : حديثٌ صحيحٌ على شرط مسلِمٍ
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwa di antara doa Rasulullah ﷺ adalah:
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebab-sebab yang mendatangkan rahmat-Mu, kepastian ampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, keuntungan dari segala kebaikan, keberuntungan masuk surga, dan keselamatan dari neraka."
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim, Abu Abdillah, dan dia berkata: "Hadits ini hasan sesuai syarat Muslim")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon hal-hal pokok kebahagiaan dunia akhirat: rahmat, ampunan, keselamatan dari dosa, kemampuan berbuat baik, serta surga dan perlindungan dari neraka.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu sebab-sebab yang mendatangkan rahmat-Mu, kepastian ampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, keuntungan dari segala kebaikan, keberuntungan masuk surga, dan keselamatan dari neraka."
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim, Abu Abdillah, dan dia berkata: "Hadits ini hasan sesuai syarat Muslim")
Penjelasan singkat: Doa ini memohon hal-hal pokok kebahagiaan dunia akhirat: rahmat, ampunan, keselamatan dari dosa, kemampuan berbuat baik, serta surga dan perlindungan dari neraka.