โœฆ Selamat Idul Fitri 1447 H ๐ŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. โœฆ
โ† Kembali ke Daftar
โœฆ Jenazah โœฆ
53

Cara Memandikan Jenazah

โ˜ฝ Teks Arab
(ูุตู„)ุฃู‚ู„ ุงู„ุบุณู„ : ุชุนู…ูŠู… ุจุฏู†ู‡ ุจุงู„ู…ุงุก. ูˆุฃูƒู…ู„ู‡ ุฃู† ูŠุบุณู„ ุณูˆุฃุชูŠู‡ ูˆุฃู† ูŠุฒูŠู„ ุงู„ู‚ุฐุฑ ู…ู† ุฃู†ูู‡ ูˆุฃู†
.ูŠูˆุถุฆู‡ ูˆุฃู† ูŠุฏู„ูƒ ุจุฏู†ู‡ ุจุงู„ุณุฏุฑ ูˆุฃู† ูŠุตุจ ุงู„ู…ุงุก ุนู„ูŠู‡ ุซุงู„ุซุง
โ—ˆ Transliterasi Latin
Fashl. Aqallul-ghusli ta'mimu badanihi bil-maa'. Wa akmaluhu an yaghsila saw'atayhi, wa an yuziilal-qadzara min anfihi, wa an yudhi'ahu, wa an yadluka badanahu bis-sidr, wa an yashubbal-maa'a 'alayhi tsalaatsan.
โœฆ Terjemahan
Pasal. Cara memandikan jenazah yang paling minimal adalah meratakan air ke seluruh tubuhnya. Cara yang lebih sempurna adalah: membersihkan kemaluannya, membersihkan kotoran dari hidungnya, mewudukan jenazah, menggosok tubuhnya dengan daun bidara, dan menyiramkan air sebanyak tiga kali.
โ– Penjelasan

Cara Memandikan Jenazah

Memandikan jenazah adalah kewajiban kifayah. Harus dilakukan oleh orang sesama jenis kelamin, kecuali suami boleh memandikan istrinya dan sebaliknya, atau mahram.

Cara Memandikan Minimal

Paling minimal: meratakan air ke seluruh permukaan tubuh jenazah sehingga tidak ada bagian yang tidak terkena air.

Cara Memandikan yang Sempurna

  1. Letakkan jenazah di tempat yang tinggi, tutup auratnya.
  2. Bersihkan kemaluannya (qubul dan dubur).
  3. Bersihkan kotoran dari hidung dan mulutnya.
  4. Wudukan jenazah seperti wudu shalat.
  5. Gosok seluruh tubuh dengan air daun bidara (sidr) atau sabun.
  6. Siramkan air bersih sebanyak tiga kali ke seluruh tubuh.
  7. Pada siraman terakhir, boleh dicampur dengan kapur barus (kamfer) untuk mengharumkan.

Catatan Penting

  • Jenazah wanita rambutnya diurai dan dicuci, lalu dijalin kembali dan diletakkan di belakang.
  • Jika jenazah tidak bisa dimandikan dengan air (misalnya karena luka bakar parah), boleh diganti dengan tayamum.
  • Jenazah yang mati syahid di medan perang tidak dimandikan dan tidak dishalatkan โ€” dikuburkan dengan pakaian dan darah syahidnya.

Dalil

ุงุบู’ุณูู„ููˆู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุฎูŽู…ู’ุณู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูู…ูŽุงุกู ูˆูŽุณูุฏู’ุฑู

"Mandikan dia tiga kali, atau lima kali, atau lebih jika perlu, dengan air dan daun bidara." (HR. Bukhari dan Muslim)

โœฆ โ—ˆ โœฆ
โœฆ โ—ˆ โœฆ โ—ˆ โœฆ

Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i

โ†‘