โœฆ Selamat Idul Fitri 1447 H ๐ŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. โœฆ
โ† Kembali ke Daftar
โœฆ Shalat โœฆ
42

Pembatal Shalat

โ˜ฝ Teks Arab
(ูุตู„) ุชุจุทู„ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุจุฃุฑุจุน ุนุดุฑุฉ ุฎุตู„ุฉ : ุจุงู„ุญุฏุซ ูˆุจูˆู‚ูˆุน ุงู„ู†ุฌุงุณุฉ ุฅู† ู„ู… ุชู„ู‚ ุญุงู„ุง ู…ู† ุบูŠุฑ ุญู…ู„ ุŒ ูˆุงู†ูƒุดุงู ุงู„ุนูˆุฑุฉ ุฅู† ู„ู… ุชุณุชุฑ ุญุงู„ุงุŒ ูˆุงู„ู†ุทู‚ ุจุญุฑููŠู† ุฃูˆ ุญุฑู ู…ูู‡ู… ุนู…ุฏุง ุŒ ูˆุจุงู„ู…ูุทุฑ ุนู…ุฏุง ุŒ ูˆุงู„ุฃูƒู„ ุงู„ูƒุซูŠุฑ ู†ุงุณูŠุง ุŒุฃูˆุซู„ุงุซ ุญุฑูƒุงุช ู…ุชูˆุงู„ูŠุงุช ูˆู„ูˆ ุณู‡ูˆุง ูˆุงู„ูˆุซุจุฉ ุงู„ูุงุญุดุฉ ูˆุงู„ุถุฑุจุฉ ุงู„ู…ูุฑุทุฉ ุŒ ูˆุฒูŠุงุฏุฉ ุฑูƒู† ูุนู„ูŠ ุนู…ุฏุง ุŒ ูˆุงู„ุชู‚ุฏู… ุนู„ู‰ ุฅู…ุงู…ู‡ ุจุฑูƒู†ูŠู† ูุนู„ูŠูŠู† ุŒ ูˆุงู„ุชุฎู„ู ุจู‡ู…ุง ุจุบูŠุฑ ุนุฐุฑ ุŒ ูˆู†ูŠุฉ ู‚ุทุน ุงู„ุตู„ุงุฉ ุŒ ูˆุชุนู„ูŠู‚ ู‚ุทุนู‡ุง ุจุดูŠุก ูˆุงู„ุชุฑุฏุฏ ููŠ ู‚ุทุนู‡ุง .
โ—ˆ Transliterasi Latin
Fashl. Tabtulush-sholaatu bi-arba'ata 'asyarata khoshlatan: bil-hadats, wa bi-wuquu'in-najaasati in lam tulqa haalon min ghayri hamlin, wa inkisyaafil-'awroti in lam tustor haalon, wan-nuthqi bi-harfayni aw harfin mufhimin 'amdan, wal-fikli katsiiril mubthili lish-sholaati 'amdan, wal-akli wal-asyarbu 'amdan, wan-niyyati bi-qoth'ish-sholaati, wat-taraddudi fiiha, wa ta'liiqul-khurruuji 'alasy-syarth, wal-qohqohah, war-riddatu, was-tiqbaalul-qiblati intiqodon, wal-ikhtilaafun-niyyati bayna imaam wal-ma'muum.
โœฆ Terjemahan
Pasal. Shalat menjadi batal karena empat belas hal: berhadats, terkena najis yang tidak segera dibuang tanpa dipegang, tersingkapnya aurat yang tidak segera ditutupi, mengucapkan dua huruf atau satu huruf yang mengandung makna dengan sengaja, melakukan gerakan banyak yang merusak shalat dengan sengaja, makan dan minum dengan sengaja, berniat memutus shalat, ragu-ragu untuk memutus shalat, menggantungkan keluarnya pada suatu syarat, tertawa terbahak-bahak, murtad, berpaling dari kiblat secara sengaja, dan perbedaan niat antara imam dan makmum.
โ– Penjelasan

Pembatal Shalat

Shalat batal apabila terjadi salah satu dari empat belas hal berikut, dan wajib diulang kembali dari awal.

Empat Belas Pembatal Shalat

  1. Berhadats: Keluarnya sesuatu yang membatalkan wudu (seperti buang angin) atau yang mewajibkan mandi (seperti keluarnya mani) selama shalat.
  2. Terkena Najis: Terkena najis yang tidak segera dibuang โ€” jika najis itu tidak dipegang/dibawa dan langsung jatuh sendiri, shalat tidak batal asal segera dibuang.
  3. Tersingkapnya Aurat: Aurat tersingkap dan tidak segera ditutupi. Jika segera ditutupi dalam waktu singkat, shalat tidak batal.
  4. Berbicara dengan Sengaja: Mengucapkan dua huruf atau lebih, atau satu huruf yang mengandung makna, dengan sengaja โ€” meskipun lupa sedang shalat tidak batal menurut mazhab Syafi'i.
  5. Gerakan Banyak yang Merusak: Melakukan gerakan di luar shalat yang banyak dan berturut-turut secara sengaja (seperti tiga langkah atau tiga pukulan berturut-turut).
  6. Makan atau Minum dengan Sengaja: Memasukkan makanan atau minuman ke dalam mulut dengan sengaja, meskipun sedikit.
  7. Berniat Memutus Shalat: Menetapkan niat untuk membatalkan shalat โ€” shalatnya batal seketika niat itu ditetapkan.
  8. Ragu Memutus Shalat: Ragu-ragu antara melanjutkan atau memutus shalat โ€” meskipun akhirnya dilanjutkan, shalat tetap batal.
  9. Menggantungkan Keluarnya pada Syarat: Berniat "saya akan keluar dari shalat jika si fulan datang" โ€” shalat batal seketika.
  10. Tertawa Terbahak-bahak (Qahqahah): Tertawa keras hingga terdengar setidaknya oleh diri sendiri. Sekadar tersenyum tidak membatalkan shalat.
  11. Murtad: Keluar dari Islam selama shalat membatalkan shalat seketika.
  12. Berpaling dari Kiblat: Mengubah arah badan sehingga tidak lagi menghadap kiblat secara sengaja.
  13. Perbedaan Niat Imam dan Makmum: Makmum berniat menjadi imam, atau imam dan makmum memiliki niat yang saling bertentangan secara tidak dibenarkan.

Dalil

ุฅูู†ูŽู‘ ุตูŽู„ูŽุงุชูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽุตู’ู„ูุญู ูููŠู‡ูŽุง ุดูŽูŠู’ุกูŒ ู…ูู†ู’ ูƒูŽู„ูŽุงู…ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู

"Sesungguhnya shalat kita ini tidak layak di dalamnya ada sesuatu dari pembicaraan manusia." (HR. Muslim)

โœฆ โ—ˆ โœฆ
โœฆ โ—ˆ โœฆ โ—ˆ โœฆ

Kitab Safinatun Najah ยท Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami ยท Mazhab Syafi'i

โ†‘