Judul artikel ini setengah bercanda, setengah serius.
Fakta yang tidak bisa saya sembunyikan: saya bukan pembaca buku yang baik. Saya tidak punya koleksi buku programming tebal berjejer di rak. Tidak pernah tamatkan Clean Code atau Design Patterns dari cover to cover. Bukan karena tidak mau β lebih karena memang cara belajar saya tidak cocok dengan format buku.
Tapi ilmu-ilmu yang ada di buku-buku itu? Entah kenapa banyak juga yang akhirnya saya pelajari β lewat jalan yang berbeda.
Internet Sebagai Perpustakaan Tak Terbatas
Blog, Stack Overflow, dokumentasi resmi, video YouTube, thread Reddit β itu perpustakaan saya. Gratis, bisa diakses kapan saja, dan selalu update. Kalau saya stuck di masalah tertentu, saya cari di internet. Seringkali yang saya temukan bukan cuma solusinya, tapi juga penjelasan konsep yang lebih luas di baliknya.
Dari situ saya belajar soal database normalization bukan dari buku teks, tapi dari thread Stack Overflow yang menjelaskan kenapa skema database seseorang bermasalah. Belajar soal SQL injection bukan dari kursus keamanan, tapi dari artikel yang menceritakan bagaimana sebuah website kena hack. Belajar soal pentingnya code readability bukan dari Clean Code, tapi dari pengalaman sendiri mencoba debug kode yang saya tulis enam bulan sebelumnya dan tidak mengerti sendiri.
Belajar dari Kesalahan Orang Lain (dan Kesalahan Sendiri)
Cara belajar yang paling efektif buat saya: lihat masalah nyata, pahami kenapa itu jadi masalah, dan internalisasi solusinya. Bukan membaca konsep abstrak lalu berharap nanti bisa diterapkan suatu hari.
Makanya saya suka baca postmortem β laporan yang ditulis setelah sebuah sistem down, menjelaskan apa yang terjadi dan apa yang dipelajari. Dari sana saya belajar lebih banyak tentang rekayasa sistem yang andal daripada yang mungkin saya dapat dari bab-bab teori di buku.
Dan tentu saja, kesalahan sendiri adalah guru yang paling tidak terlupakan. Kehilangan data karena tidak backup, membuat celah keamanan karena terlalu santai validasi input, website down karena query yang tidak efisien β semuanya sudah saya alami, dan semuanya meninggalkan pelajaran yang susah dilupakan.
Tidak Anti Buku
Saya tidak bilang buku itu tidak berguna. Buku bagus untuk membangun pemahaman yang terstruktur dan komprehensif β sesuatu yang artikel-artikel internet kadang tidak bisa berikan karena sifatnya yang tersebar dan tidak sistematis.
Tapi untuk saya, dengan cara belajar yang lebih suka dimulai dari masalah konkret, internet lebih cocok. Dan selama hasilnya bisa saya terapkan β selama kodenya jalan, selama sistem yang saya bangun bekerja dengan baik β saya rasa tidak ada yang salah dengan jalan yang saya tempuh.
Kamu lebih suka belajar dari buku atau dari internet? Atau campuran keduanya? Cerita di komentar β saya genuinely penasaran dengan preferensi orang lain soal ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menulis.
Tulis Komentar