✦ Selamat Idul Fitri 1447 H πŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
Pribadi

Tentang Tidak Punya Latar Belakang Formal dan Tetap Jalan

Β· Diperbarui 13 Mar 2026 Β· 0 komentar Β· Β± 3 menit baca Β· πŸ‘ 37 dilihat

Saya lulus SMP, lalu tidak melanjutkan pendidikan formal lebih jauh. Bukan karena tidak mau, tapi karena berbagai alasan yang waktu itu terasa sangat nyata dan tidak bisa diabaikan. Dan sejak itu saya jalani hidup dengan pilihan yang ada.

Di dunia IT β€” dunia yang identik dengan gelar S.Kom, sertifikasi internasional, dan portofolio GitHub dengan ribuan contribution β€” posisi saya itu aneh. Saya tidak punya semua itu. Tapi saya tetap ada di sini, masih coding, masih belajar, masih bikin sesuatu yang jalan.

Pertanyaan yang Sering Muncul di Kepala

Jujur, dulu sering ada momen insecure. Baca artikel atau tutorial yang ditulis orang dengan background computer science, lalu mereka menjelaskan konsep-konsep dengan sangat terstruktur β€” dari teori dulu, lalu ke implementasi β€” dan saya merasa ada banyak "fondasi" yang saya lewatkan.

Algoritma dan struktur data yang diajarkan formal di kampus, misalnya. Saya tidak belajar itu secara sistematis. Saya tahu beberapa konsepnya dari kebutuhan praktis β€” tapi kalau disuruh menjelaskan Big O notation dengan benar, mungkin saya akan kesulitan.

Apakah itu masalah? Tergantung tujuannya. Untuk wawancara di perusahaan teknologi besar yang prosesnya penuh whiteboard coding β€” itu jelas kekurangan. Tapi untuk membangun aplikasi yang fungsional dan bermanfaat, seperti yang sudah saya lakukan selama ini? Ternyata tidak selalu jadi hambatan besar.

Apa yang Menggantikan Pendidikan Formal

Bukan berarti saya tidak belajar. Justru saya belajar terus β€” hanya jalurnya berbeda. Tanpa silabus yang sudah dirancang, saya belajar dari kebutuhan: ketemu masalah, cari solusi, pahami cara kerjanya, internalisasi.

Cara belajar seperti ini punya kelebihan: saya hampir tidak pernah belajar sesuatu yang abstrak tanpa konteks nyata. Setiap konsep yang saya pelajari ada kaitannya langsung dengan sesuatu yang sedang saya kerjakan. Itu membuat pemahaman lebih menempel β€” bukan hafalan, tapi pengalaman.

Kekurangannya: ada blind spot. Ada area yang tidak pernah saya sentuh karena belum pernah ada kebutuhannya, padahal mungkin penting. Dan saya tidak selalu tahu blind spot itu ada sampai suatu hari ketemu situasi yang mengungkapnya.

Tidak Perlu Divalidasi

Ada fase di mana saya sempat merasa perlu membuktikan diri β€” bahwa meskipun tidak punya latar belakang formal, saya "cukup baik." Sekarang perasaan itu sudah jauh berkurang.

Bukan karena saya jadi tidak peduli kualitas. Justru sebaliknya β€” saya fokus ke kualitas kerja, bukan ke validasi orang lain. Blog ini jalan, aplikasi yang saya buat ada yang pakai, kode yang saya tulis bisa dimengerti dan dimaintain. Itu ukuran yang lebih konkret dari sertifikat apapun.

Dan yang paling penting: saya menikmati prosesnya. Belajar, membangun, memperbaiki β€” itu bukan pekerjaan yang saya lakukan karena terpaksa. Itu yang ingin saya lakukan setiap hari. Dan saya bersyukur bisa berada di posisi itu.

Kalau kamu juga belajar tanpa jalur formal, bagaimana pengalamanmu? Apakah pernah merasa ada yang kurang, atau justru merasa jalur otodidak punya kelebihan tersendiri? Cerita di komentar β€” diskusi ini selalu menarik buat saya.


Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Komentar

↑