✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
Pribadi

Kesalahan Terbesar Saya Saat Baru Mulai Belajar Coding Sendiri

· Diperbarui 07 Mar 2026 · 0 komentar · ± 1 menit baca · 👁 288 dilihat

Kalau saya bisa kirim surat ke diri sendiri di masa lalu — ke versi saya yang baru mulai belajar coding dengan modal nekat dan koneksi internet yang pas-pasan — surat itu tidak akan berisi motivasi. Tidak akan berisi kata-kata penyemangat.

Surat itu akan berisi daftar kesalahan. Karena waktu itu, yang paling saya butuhkan bukan semangat — saya sudah punya itu. Yang saya butuhkan adalah tahu apa yang jangan dilakukan.

Kesalahan 1: Tutorial HoppingKesalahan 1: Tutorial Hopping

Ini kesalahan pertama dan yang paling lama saya sadari. Saya melompat dari satu tutorial ke tutorial lain tanpa pernah menyelesaikan satu pun sampai benar-benar paham. Habis setengah tutorial PHP, pindah ke tutorial HTML. Baru mulai tutorial CSS, lihat ada tutorial JavaScript yang kelihatan menarik. Dan seterusnya.

Hasilnya setelah berbulan-bulan: saya tahu sedikit tentang banyak hal, tapi tidak benar-benar bisa melakukan satupun. Saya bisa mengenali kode PHP tapi tidak bisa menulisnya sendiri. Saya paham konsep CSS tapi tidak bisa debug layout yang rusak.

Pelajarannya: pilih satu hal, selesaikan sampai kamu bisa membuat sesuatu yang nyata dengannya. Baru pindah ke hal lain.

Kesalahan 2: Menghafal Sintaks, Bukan Memahami Logika

Saya dulu menghabiskan banyak waktu mencoba menghafal sintaks. Bagaimana cara deklarasi variabel, bagaimana format for loop, urutan parameter di fungsi tertentu. Semua dihafal seperti hafalan pelajaran sekolah.

Ini cara yang salah. Sintaks bisa selalu dicari di dokumentasi. Yang tidak bisa dicari adalah kemampuan berpikir logis — memecah masalah besar menjadi langkah-langkah kecil yang bisa dieksekusi oleh komputer.

Programmer yang baik bukan yang hafal semua sintaks. Programmer yang baik adalah yang tahu cara berpikir untuk memecahkan masalah. Sintaks hanya alat ekspresinya.

Kesalahan 3: Takut Kode Jelek

Ada fase di mana saya terlalu perfeksionis. Sebelum mulai nulis kode, saya ingin tahu dulu cara terbaik melakukannya. Saya baca artikel tentang best practice, tentang clean code, tentang desain pattern — semuanya sebelum benar-benar menulis satu baris kode yang berguna.

Akibatnya saya jarang selesai mengerjakan apapun. Karena selalu ada best practice baru yang belum saya pelajari, selalu ada cara yang lebih baik yang belum saya kuasai.

Kebenaran yang pahit: kode jelek yang selesai jauh lebih berharga dari kode sempurna yang tidak pernah ditulis. Kamu tidak bisa belajar dari kode yang tidak pernah kamu tulis.

Kesalahan 4: Tidak Mencatat

Ini yang paling saya sesali. Berkali-kali saya memecahkan masalah yang sama berulang-ulang karena tidak mencatat solusinya waktu pertama kali ketemu.

Sekarang saya punya catatan pribadi — bukan yang rapi dan terstruktur, hanya dokumen teks biasa — berisi solusi untuk masalah yang pernah saya hadapi. Waktu masalah yang sama muncul lagi, saya cari di catatan itu dulu sebelum mulai googling dari awal.

Tidak harus fancy. Bisa di Notion, di file teks biasa, di notes HP. Yang penting ditulis.

Semua kesalahan di atas adalah kesalahan yang wajar untuk pemula. Saya tidak menyesali pernah membuatnya — dari sanalah saya belajar. Tapi kalau kamu bisa menghindarinya lebih awal, perjalanan kamu akan jauh lebih efisien.

Ada kesalahan yang kamu buat di awal belajar coding yang tidak ada di daftar ini? Saya yakin daftar ini masih jauh dari lengkap — cerita di komentar.


Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Komentar