✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
🕌 Mode Baca — Hadits 1566
✦ Untuk keperluan belajar mandiri — bukan fatwa ✦
⚠️ Konten ini mungkin mengandung kesalahan terjemahan atau syarah. Kami bukan ulama dan tidak menerbitkan fatwa. Gunakan sebagai bahan belajar, bukan rujukan hukum. Selengkapnya →
❧ ✦ ❧
Kitab Al-Jami  ·  بَابُ اَلذِّكْرِ وَالدُّعَاءِ  ·  Hadits No. 1566
Hasan 👁 5
1566- وَلِلتِّرْمِذِيِّ: مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ نَحْوُهُ, وَقَالَ فِي آخِرِهِ: { وَزِدْنِي عِلْمًا, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ, وَأَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ اَلنَّارِ } وَإِسْنَادُهُ حَسَنٌ . .
📝 Terjemahan
Dan untuk At-Tirmidzi dari hadits Abu Hurairah semakna dengannya, dan dia mengatakan di akhirnya: 'Dan tambahkanlah kepadaku ilmu, dan segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan, dan aku berlindung kepada Allah dari keadaan penghuni neraka.' Isnadnya hasan. (HR. At-Tirmidzi dengan isnad hasan)
شَرْحٌ وَبَيَانٌ Syarah & Penjelasan
📖 Syarah berikut bersifat akademik dan mungkin mengandung kesalahan interpretasi. Selalu cross-check dengan kitab asli atau ulama tepercaya.

Pengantar

Hadits ini merupakan bagian dari rangkaian doa-doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada para sahabatnya. Hadits tersebut terdapat dalam Jami' At-Tirmidzi dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah raḍiyallāhu 'anhu, salah seorang sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Hadits ini mengajarkan kepada umat Islam beberapa doa penting yang mencakup permintaan ilmu, bersyukur kepada Allah, dan berlindung dari murka Allah. Konteks hadits ini adalah dalam bab dzikir dan doa, yang menunjukkan pentingnya mengingat Allah dan berdoa dengan doa-doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Kosa Kata

وَزِدْنِي عِلْمًا (wa-zidni 'ilman) - dan tambahkanlah kepadaku ilmu الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ (al-hamdu lillāhi 'alā kulli hāl) - segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan أَعُوذُ بِاَللَّهِ (a'ūdzu billāh) - aku berlindung kepada Allah حَالِ أَهْلِ اَلنَّارِ (hāli ahli an-nār) - keadaan penduduk neraka إِسْنَادُهُ حَسَنٌ (isnāduhu hasan) - isnadnya hasan (baik)

Kandungan Hukum

1. Anjuran Berdoa dengan Doa-Doa Nabawi: Hadits ini menunjukkan sunah dan kebijaksanaan untuk berdoa dengan doa-doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, karena doa tersebut telah dipilih dengan sempurna oleh beliau.

2. Permintaan Ilmu: Bagian pertama dari hadits menekankan pentingnya ilmu dalam Islam. Doa "wa-zidni 'ilman" adalah permintaan untuk ditambah ilmu, yang menunjukkan bahwa ilmu adalah harta yang sangat berharga.

3. Rasa Syukur dalam Segala Keadaan: Pernyataan "al-hamdu lillāhi 'alā kulli hāl" mengajarkan bahwa Muslim harus bersyukur kepada Allah dalam setiap keadaan, baik senang maupun susah.

4. Berlindung dari Azab Neraka: Bagian terakhir menunjukkan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dari azab neraka, yang merupakan ketakutan terbesar setiap Muslim.

Pandangan 4 Madzhab

Hanafi: Mazhab Hanafi sangat menekankan pentingnya doa dan dzikir sebagai amalan yang mulia. Mereka berpandangan bahwa doa "wa-zidni 'ilman" merupakan amalan yang sangat direkomendasikan (mustahabb) untuk dilakukan setiap hari. Dalam hal rasa syukur kepada Allah, ulama Hanafi seperti Abu Hanifah berpandangan bahwa mensyukuri nikmat Allah adalah kewajiban hati yang tidak dapat dipisahkan dari keimanan. Berlindung dari azab neraka adalah bagian dari taqwa kepada Allah (al-khauf min 'adhāb Allah). Dalilnya adalah prinsip umum dalam mazhab bahwa doa adalah ibadah hati yang paling murni.

Maliki: Mazhab Maliki memiliki perhatian khusus terhadap amalan-amalan yang berdasarkan pada sunnah Rasulullah ﷺ. Mereka sangat merekomendasikan doa-doa yang telah diajarkan oleh beliau, termasuk permintaan untuk ditambah ilmu. Imam Malik dalam Muwattanya mencatat banyak hadits tentang dzikir dan doa. Mengenai syukur kepada Allah dalam segala keadaan, ulama Maliki berpandangan bahwa ini adalah tingkat dari taqwa dan ihsan. Berlindung dari azab neraka adalah amalan yang dianjurkan (mustahabb) dan menunjukkan kesadaran akan keagungan Allah dan kelemahan manusia.

Syafi'i: Mazhab Syafi'i melihat hadits ini sebagai dalil yang kuat untuk anjuran berdoa dengan doa-doa Rasulullah ﷺ. Imam Syafi'i dalam Al-Ummnya menekankan bahwa doa adalah weapon (senjata) yang paling kuat bagi seorang Muslim. Permintaan ilmu ('ilm) dalam pandangan Syafi'i mencakup ilmu agama yang mendalam dan pemahaman tentang hukum-hukum Islam. Tentang syukur dalam segala keadaan, Syafi'i berpandangan bahwa Muslim yang cerdas harus menyadari bahwa setiap keadaan mengandung hikmah dari Allah. Berlindung dari azab neraka adalah doa yang menunjukkan takwa dan khauf (takut) kepada Allah.

Hanbali: Mazhab Hanbali, yang dipimpin oleh Ahmad ibn Hanbal, memiliki pandangan yang kuat tentang pentingnya mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ secara harfiah. Mereka melihat hadits ini sebagai dalil yang jelas untuk mengajarkan doa-doa nabawi kepada umat. Dalam hal permintaan ilmu, ulama Hanbali seperti Ibn Qayyim Al-Jawziyah menulis banyak tentang pentingnya ilmu dalam kehidupan Muslim. Mereka berpandangan bahwa syukur kepada Allah dalam segala keadaan adalah ciri dari hati yang sehat (qalbun salim). Tentang berlindung dari azab neraka, mereka melihatnya sebagai bagian integral dari iman dan taqwa, dan mereka menulis banyak tentang pentingnya takut kepada Allah.

Hikmah & Pelajaran

1. Pentingnya Meminta Ilmu kepada Allah: Doa "wa-zidni 'ilman" mengajarkan kepada setiap Muslim bahwa ilmu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diminta kepada Allah. Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan seseorang, dan tanpa ilmu, manusia akan tersesat. Hadits ini menunjukkan bahwa bahkan Rasulullah ﷺ mengajarkan para sahabatnya untuk terus meminta ilmu dari Allah. Ini mengindikasikan bahwa perjalanan mencari ilmu adalah perjalanan yang tidak pernah berakhir selama manusia hidup.

2. Bersyukur dalam Segala Keadaan: Pernyataan "al-hamdu lillāhi 'alā kulli hāl" memberikan pembelajaran penting bahwa seorang Muslim harus bersyukur kepada Allah dalam setiap keadaan, baik ketika diuji dengan cobaan maupun ketika mendapatkan nikmat. Ini adalah ciri dari hati yang beriman dan tawakkal kepada Allah. Bersyukur bukan hanya dengan lisan, tetapi juga dengan hati dan perbuatan. Hadits ini mengajarkan bahwa kesabaran dalam menghadapi cobaan dan syukur atas nikmat adalah dua sisi dari satu koin yang sama dalam mengembangkan spiritualitas Muslim.

3. Kesadaran akan Azab Neraka: Bagian akhir dari hadits, "a'ūdzu billāhi min hāli ahli an-nār", mengingatkan setiap Muslim akan pentingnya takut kepada Allah dan menyadari keagungan-Nya. Neraka adalah tempat penghuni yang paling mengerikan, dan setiap Muslim harus berusaha untuk menjauh dari jalan yang mengarah ke sana. Kesadaran ini mendorong seorang Muslim untuk terus meningkatkan amal dan ketakwaan kepada Allah. Doa untuk berlindung dari azab neraka adalah bentuk kesadaran akan kelemahan manusia dan keagungan Tuhan.

4. Metode Doa yang Sempurna: Hadits ini menunjukkan bahwa doa-doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ adalah doa-doa yang sempurna dan telah dipilih dengan hati-hati. Menggunakan doa-doa ini adalah bentuk ikhtiar (usaha) dalam beribadah kepada Allah dengan cara yang benar. Ini juga menunjukkan bahwa sunnah Rasulullah ﷺ adalah panduan yang lengkap untuk kehidupan Muslim, termasuk dalam hal doa dan ibadah pribadi.

📚 Diadaptasi dari berbagai sumber syarah Bulughul Maram — untuk keperluan belajar mandiri
📚 Sumber: Bulughul Maram — Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H). Terjemahan & syarah bersifat akademik, bukan teks fatwa.
◈ ✦ ◈
← Kembali ke Kitab Al-Jami