✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
🕌 Mode Baca — Hadits 373
✦ Untuk keperluan belajar mandiri — bukan fatwa ✦
⚠️ Konten ini mungkin mengandung kesalahan terjemahan atau syarah. Kami bukan ulama dan tidak menerbitkan fatwa. Gunakan sebagai bahan belajar, bukan rujukan hukum. Selengkapnya →
❧ ✦ ❧
Kitab Shalat  ·  بَابُ صَلَاةِ اَلتَّطَوُّعِ  ·  Hadits No. 373
Shahih 👁 6
373- وَعَنْ خَارِجَةَ بْنِ حُذَافَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ { إِنَّ اَللَّهَ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ هِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمُرِ اَلنَّعَمِ " قُلْنَا : وَمَا هِيَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ ? قَالَ : " اَلْوِتْرُ , مَا بَيْنَ صَلَاةِ اَلْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ اَلْفَجْرِ } رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ .
📝 Terjemahan
Dari Kharijah bin Hudzafah -semoga Allah meridhai mereka- berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sesungguhnya Allah telah memberikan karunia kepada kalian dengan suatu salat yang lebih baik bagi kalian daripada unta merah. Kami bertanya: Apakah itu wahai Rasulullah? Beliau bersabda: Itulah salat Witir, antara salat Isya hingga terbit fajar.' Diriwayatkan oleh lima perawi kecuali An-Nasa'i dan Hadits ini dinilai sahih oleh Al-Hakim. (Status hadits: HASAN - dinilai shahih oleh Al-Hakim, diriwayatkan oleh empat dari lima kutub as-sittah).
شَرْحٌ وَبَيَانٌ Syarah & Penjelasan
📖 Syarah berikut bersifat akademik dan mungkin mengandung kesalahan interpretasi. Selalu cross-check dengan kitab asli atau ulama tepercaya.

Pengantar

Hadits ini membahas tentang keutamaan salat Witir yang sangat istimewa dalam ajaran Islam. Hadits diriwayatkan oleh Kharijah bin Hudzafah, seorang sahabat yang tidak terlalu masyhur namun terpercaya dalam periwayatan. Perkataan Rasulullah ﷺ ini menggunakan perumpamaan yang sangat jelas untuk menunjukkan betapa tingginya nilai salat Witir dibandingkan dengan harta duniawi yang paling berharga sekalipun, yaitu unta merah (humur an-na'am). Konteks historis hadits ini menunjukkan perhatian khusus Nabi ﷺ terhadap pendidikan umatnya tentang nilai ibadah malam yang sering diabaikan.

Kosa Kata

أَمَدَّ (Amada) - memberikan, melimpahkan, menambahkan. Dalam konteks ini mengandung makna pemberian nikmat atau karunia dari Allah kepada umat.

صَلَاة (Salah) - salat, ibadah utama dalam Islam yang terdiri dari gerakan dan ucapan khusus.

الوِتْر (Al-Witr) - salat Witir, yaitu salat sunah yang dilakukan dengan jumlah rakaat ganjil setelah salat Isya, maksimal 11 rakaat atau minimal 1 rakaat. "Witir" secara bahasa berarti ganjil.

حُمُر النَّعَمِ (Humur An-Na'am) - unta merah atau unta berwarna merah. Dalam tradisi Arab, unta merah dianggap sebagai yang paling berharga karena kelangkaannya dan nilainya yang sangat tinggi. Unta merah digunakan sebagai metafora untuk sesuatu yang paling berharga.

صَلَاة العِشَاء (Salat Al-Isya) - salat Isya, yaitu salat wajib kelima yang dilakukan setelah terbenamnya matahari.

طُلُوع الفَجْر (Thulu' Al-Fajr) - terbit fajar, yaitu permulaan waktu subuh ketika cahaya putih mulai muncul di ufuk timur.

Kandungan Hukum

1. Keutamaan Salat Witir
Hadits ini menetapkan bahwa salat Witir adalah ibadah yang memiliki keutamaan sangat tinggi. Perumpamaan dengan unta merah menunjukkan bahwa nilai ibadah ini lebih berharga daripada harta dunia yang paling berharga sekalipun. Ini mengandung hukum bahwa salat Witir sangat disunnahkan dan memiliki nilai spiritual yang luar biasa.

2. Waktu Pelaksanaan Salat Witir
Nabi ﷺ secara jelas menetapkan bahwa waktu pelaksanaan salat Witir adalah setelah salat Isya hingga terbit fajar. Ini mencakup seluruh malam, baik pada awal malam, tengah malam, maupun akhir malam. Hukum ini menunjukkan fleksibilitas dalam memilih waktu pelaksanaan.

3. Sunnah Muakidah (Sunah yang Sangat Ditekankan)
Ulama sepakat bahwa hadits ini mengindikasikan bahwa salat Witir adalah sunah muakidah (sunah yang sangat ditekankan) karena Nabi ﷺ melakukannya secara konsisten dan merekomendasikannya kepada umatnya.

4. Pengkhususan Salat Witir untuk Umat Muhammad
Perkataan "memberikan karunia kepada kalian" menunjukkan bahwa salat Witir adalah keistimewaan khusus yang diberikan kepada umat Muhammad ﷺ.

5. Kewajiban Memahami Keutamaan Ibadah
Hadits ini mengajarkan bahwa umat Islam seharusnya memahami keutamaan setiap ibadah untuk meningkatkan semangat melaksanakannya.

Pandangan 4 Madzhab

Hanafi:
Mazhab Hanafi menganggap salat Witir sebagai sunah muakidah (sunah yang sangat ditekankan), bukan wajib. Berdasarkan hadits ini dan hadits lainnya, Imam Abu Hanifah dan pengikutnya menetapkan bahwa minimal Witir adalah satu rakaat, tetapi yang lebih utama adalah tiga rakaat atau lebih. Waktu Witir menurut Hanafi dimulai setelah waktu Isya sampai terbit fajar, sejalan dengan hadits Kharijah ini. Mereka juga membolehkan melakukan Witir lebih dari satu kali dalam semalam, meski yang lebih utama sekali saja. Dalam Al-Mabsut dan Fath Al-Qadir, dijelaskan bahwa Witir adalah ibadah mulia dengan dalil-dalil yang kuat termasuk hadits riwayat Abu Dawud.

Maliki:
Mazhab Maliki juga menetapkan salat Witir sebagai sunah muakidah. Mereka berpegang pada hadits-hadits tentang keutamaan Witir dan praktik Nabi ﷺ. Menurut Maliki, minimal Witir adalah satu rakaat, dan yang lebih utama tiga rakaat, lima rakaat, tujuh rakaat, atau sebelas rakaat. Mereka menekankan pentingnya melakukan Witir karena Nabi ﷺ sangat konsisten melakukannya. Dalam Al-Mudawwanah Al-Kubra, dinyatakan bahwa Witir sangat disunnahkan berdasarkan praktik Nabi dan hadits-hadits sahih. Maliki juga memperbolehkan Witir di awal malam atau akhir malam.

Syafi'i:
Mazhab Syafi'i menganggap salat Witir sebagai sunah mu'akkadah (sunah yang ditekankan). Berdasarkan hadits-hadits termasuk hadits Kharijah bin Hudzafah ini, Imam Syafi'i menetapkan bahwa minimal Witir adalah satu rakaat. Akan tetapi, yang lebih utama adalah melakukan tiga rakaat atau lebih. Dalam Al-Umm dan Al-Muhazzab, disebutkan bahwa Witir adalah ibadah mulia yang memiliki keutamaan tinggi. Syafi'i berpendapat bahwa waktu terbaik untuk Witir adalah di akhir malam (tahajud) karena lebih banyak energi dan khusyuk, meskipun memperbolehkan di awal malam. Jumlah rakaat optimal menurut Syafi'i adalah sebelas rakaat dengan salam di antara setiap dua rakaat, atau dapat juga dilakukan tiga rakaat dengan satu salam di akhir.

Hanbali:
Mazhab Hanbali menganggap salat Witir sebagai sunah mu'akkadah yang sangat ditekankan. Bahkan ada riwayat dari Ahmad bin Hanbal yang menganggapnya sedikit lebih dari sunah biasa, meskipun tidak sampai wajib. Berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lainnya, Hanbali menetapkan minimal Witir satu rakaat dan yang lebih utama adalah tiga rakaat atau lebih. Mereka sangat menekankan pentingnya melakukan Witir berdasarkan konsistensi Nabi ﷺ. Dalam Al-Mughni dan Syarah Al-Kabaisi, dijelaskan bahwa Witir adalah dari praktik Nabi yang paling konsisten dalam ibadah sunah. Hanbali memperbolehkan Witir di seluruh waktu malam setelah Isya hingga fajar, dengan waktu terbaik di akhir malam. Jumlah rakaat bisa satu, tiga, lima, tujuh, atau sebelas dengan berbagai cara pelaksanaannya.

Hikmah & Pelajaran

1. Pentingnya Menghargai Nikmat Ibadah Spiritual: Hadits ini mengajarkan bahwa ibadah kepada Allah memiliki nilai yang jauh lebih tinggi daripada harta dunia sekalipun yang paling berharga. Umat Islam seharusnya menyadari bahwa kesempatan untuk beribadah adalah nikmat terbesar yang tidak dapat dibeli dengan apapun.

2. Keutamaan Ibadah Malam dan Tahajud: Dengan menempatkan Witir sebagai ibadah yang sangat bernilai, hadits ini menunjukkan pentingnya ibadah malam. Ketika seseorang bangun di malam hari untuk beribadah, mereka telah melakukan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada mengumpulkan unta merah.

3. Fleksibilitas dalam Pelaksanaan Ibadah: Nabi ﷺ menetapkan waktu Witir dari Isya hingga fajar, memberikan ruang bagi umat untuk memilih waktu yang sesuai dengan kondisi mereka. Ada yang bisa melakukan di awal malam, ada yang di tengah malam, dan ada yang di akhir malam sebelum fajar. Ini menunjukkan kemudahan dan fleksibilitas dalam Islam.

4. Peran Tarbiyah (Pendidikan) dalam Motivasi Ibadah: Ketika sahabat bertanya tentang ibadah apa yang dimaksud, Nabi ﷺ menjawab dengan jelas. Ini menunjukkan pentingnya edukasi dan pemahaman dalam meningkatkan motivasi ibadah. Ketika seseorang memahami keutamaan suatu ibadah, mereka akan lebih bersemangat melakukannya.

5. Witir Sebagai Pembeda Umat Muhammad: Perkataan "memberikan karunia kepada kalian" menunjukkan bahwa Witir adalah keistimewaan khusus umat Muhammad ﷺ. Ini seharusnya mengingatkan umat untuk mensyukuri nikmat istimewa ini dengan melaksanakan Witir secara konsisten.

6. Nilai Ibadah Melebihi Materi: Dalam masyarakat yang sering kali mengutamakan harta dan kepemilikan material, hadits ini mengalihkan pandangan ke nilai-nilai spiritual. Ibadah Witir yang hanya membutuhkan waktu dan usaha spiritual memiliki nilai jauh lebih tinggi daripada harta yang berlimpah.

7. Konsistensi dan Kontinuitas Penting: Bahwa Nabi ﷺ menekankan Witir dengan begitu kuat menunjukkan bahwa ibadah-ibadah sunah yang konsisten memiliki nilai akumulatif yang sangat besar dalam pandangan Allah. Sedikit usaha yang konsisten lebih baik daripada usaha besar yang sporadis.

📚 Diadaptasi dari berbagai sumber syarah Bulughul Maram — untuk keperluan belajar mandiri
📚 Sumber: Bulughul Maram — Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H). Terjemahan & syarah bersifat akademik, bukan teks fatwa.
◈ ✦ ◈
← Kembali ke Kitab Shalat