✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
🕌 Mode Baca — Hadits 496
✦ Untuk keperluan belajar mandiri — bukan fatwa ✦
⚠️ Konten ini mungkin mengandung kesalahan terjemahan atau syarah. Kami bukan ulama dan tidak menerbitkan fatwa. Gunakan sebagai bahan belajar, bukan rujukan hukum. Selengkapnya →
❧ ✦ ❧
Kitab Shalat  ·  بَابُ صَلَاةِ اَلْعِيدَيْنِ  ·  Hadits No. 496
Shahih 👁 7
496- وَعَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ قَالَ: { كَانَ اَلنَّبِيُّ يَقْرَأُ فِي اَلْأَضْحَى وَالْفِطْرِ بِـ (ق), وَ (اقْتَرَبَتْ). } أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ .
📝 Terjemahan
Dari Abu Waqid Al-Laitsi berkata: "Nabi ﷺ membaca Surah Qaf dan Surah Iqtarabat (Al-'Araf 103) pada shalat Idul Adha dan Idul Fitri." Diriwayatkan oleh Muslim. Status hadits: SHAHIH.
شَرْحٌ وَبَيَانٌ Syarah & Penjelasan
📖 Syarah berikut bersifat akademik dan mungkin mengandung kesalahan interpretasi. Selalu cross-check dengan kitab asli atau ulama tepercaya.

Pengantar

Hadits ini berkaitan dengan praktek Nabi ﷺ dalam membaca surat-surat tertentu pada shalat dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha). Abu Waqid Al-Laitsi merupakan sahabat yang meriwayatkan pengamatan langsung tentang cara Nabi ﷺ melaksanakan shalat Eid. Hadits ini mendapat perhatian khusus karena menyebutkan surah-surah spesifik yang dibaca, yang menunjukkan ada hikmah dan tujuan tertentu dalam pemilihan surah tersebut.

Kosa Kata

Abu Waqid Al-Laitsi (أبو واقد الليثي): Nama lengkapnya Al-Harits ibn 'Auf Al-Laitsi, sahabat Nabi yang terkenal dengan hafalan dan riwayatnya tentang shalat Eid.

Al-Adha (الأضحى): Idul Adha, hari raya yang jatuh pada tanggal 10 Dzul Hijjah, disebut juga Hari Raya Kurban.

Al-Fitr (الفطر): Idul Fitri, hari raya yang jatuh pada tanggal 1 Syawwal, merayakan berakhirnya puasa Ramadan.

Yaqra'u (يقرأ): Membaca, dalam konteks ini membaca Al-Qur'an di hadapan jemaah dalam shalat.

Qaf (ق): Surah Qaf (surah ke-50), dimulai dengan huruf 'Qaf' dan mengandung pesan tentang kebesaran Allah dan hari kiamat.

Iqtarabat (اقْتَرَبَتْ): Teks hadits ini diduga merujuk pada Surah Al-'Araf ayat 103 atau mungkin Surah Qaf ayat 1 yang mengandung kata serupa. Ada beberapa riwayat yang menyebutkan surah-surah berbeda, namun yang paling jelas adalah pembacaan Surah Qaf.

Kandungan Hukum

1. Hukum Membaca Surat Tertentu dalam Shalat Eid: Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membaca surah-surah spesifik pada shalat Eid. Mayoritas ulama berpendapat bahwa membaca surah-surah tertentu dalam shalat Eid adalah sunnah, bukan kewajiban.

2. Surah Qaf dalam Shalat Eid: Surah Qaf menjadi pilihan Nabi ﷺ karena mengandung ayat-ayat tentang kebesaran Allah (Tauhid), peringatan hari kiamat (A'maal), dan hikmah-hikmah lainnya yang sesuai dengan konteks perayaan hari raya.

3. Konsistensi dalam Ibadah: Praktek Nabi ﷺ yang konsisten membaca surah ini pada Idul Adha dan Idul Fitri menunjukkan bahwa ada hikmah umum yang berlaku untuk kedua hari raya tersebut.

4. Kebolehan Memilih Surah Lain: Meskipun hadits ini menunjukkan praktek Nabi ﷺ, tidak ada dalil yang melarang membaca surah lain selama memenuhi syarat shalat Eid.

5. Sunnah yang Terkonfirmasi: Pembacaan ini merupakan sunnah yang terkonfirmasi karena dilakukan oleh Nabi ﷺ berulang kali dan diriwayatkan oleh lebih dari satu sahabat dalam riwayat yang berbeda.

Pandangan 4 Madzhab

HANAFI:
Mazhab Hanafi menekankan bahwa pembacaan surat-surat tertentu dalam shalat Eid adalah sunnah yang disunnahkan (mustahabb). Mereka tidak mewajibkan pembacaan surah Qaf atau surah tertentu secara mutlak. Menurut mereka, syarat utama adalah membaca Al-Qur'an yang jelas, baik itu Surah Qaf, Al-'Alaq, atau surah lainnya yang memenuhi syarat. Namun, mengikuti praktek Nabi ﷺ dengan membaca Surah Qaf adalah lebih utama (afdhal). Imam Abu Hanifah dan murid-muridnya menerima hadits ini dan menganggapnya sebagai sunnah yang terkonfirmasi. Dalil mereka mengutamakan kepraktisan dalam ibadah dengan tetap menjaga kesinambungan dengan sunnah.

MALIKI:
Mazhab Maliki mengikuti hadits ini dan menganggap pembacaan Surah Qaf pada shalat Eid sebagai sunnah yang dipilih (sunnah muakidah). Imam Malik memperhatikan praktek-praktek ahli Madinah yang berdasarkan hadits-hadits shahih seperti ini. Beliau menekankan bahwa membaca surah-surah yang mengandung pesan-pesan penting seperti dalam Surah Qaf adalah bagian dari kesempurnaan shalat Eid. Mazhab Maliki juga menerima berbagai riwayat tentang surah-surah yang dibaca dalam shalat Eid, namun tetap memberikan preferensi kepada apa yang dilakukan Nabi ﷺ secara konsisten.

SYAFI'I:
Mazhab Syafi'i menganggap pembacaan surah-surah tertentu dalam shalat Eid sebagai sunnah yang muakidah (strongly recommended sunnah). Imam Syafi'i sangat memperhatikan hadits shahih dari Muslim ini dan menempatkan sunnah pembacaan Nabi ﷺ sebagai standar yang harus diikuti. Dalam kitab-kitabnya, beliau mencatat bahwa Surah Qaf adalah dari surat-surat yang disunnahkan dalam shalat Eid. Syafi'i memandang bahwa mengikuti praktek Nabi ﷺ dalam hal-hal yang berulang seperti ini adalah bentuk tawqif (tidak ada ijtihad di dalamnya) dan harus diikuti. Beliau juga menerima riwayat-riwayat lain yang menunjukkan variasi dalam bacaan, namun tetap menekankan pentingnya mengikuti sunnah.

HANBALI:
Mazhab Hanbali sangat mengutamakan hadits-hadits shahih seperti ini, dan mereka menganggap pembacaan Surah Qaf dalam shalat Eid sebagai sunnah yang terkonfirmasi dan disunnahkan. Imam Ahmad ibn Hanbal dalam Musnadnya mencatat hadits-hadits serupa dan memberikan bobot yang tinggi terhadap praktek Nabi ﷺ yang konsisten. Hanbali percaya bahwa sunnah Nabi ﷺ harus diikuti kecuali ada penghalang yang jelas. Mereka juga mencatat bahwa ada riwayat lain yang menunjukkan pembacaan surah-surah lain dalam shalat Eid, namun tetap menekankan keutamaan mengikuti apa yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ secara langsung. Bagi Hanbali, hadits Abu Waqid ini adalah bukti nyata dari sunnah yang tidak boleh ditinggalkan dalam upaya kesempurnaan ibadah.

Hikmah & Pelajaran

1. Hikmah Memilih Surah Qaf: Surah Qaf memiliki tema-tema utama yang sangat relevan dengan konsep shalat Eid. Surah ini mengandung ayat-ayat tentang kebesaran Allah (Ayat 1-25), keniscayaan hari kiamat (Ayat 26-45), dan peringatan kepada manusia (Ayat 45 diteruskan). Dalam konteks hari raya, yang merupakan momen untuk merayakan kebaikan dan memohon pengampunan kepada Allah, membaca surah ini mengingatkan jamaah tentang pertanggungjawaban di akhirat dan kebesaran Allah yang tidak tergoyahkan. Hikmah ini berlaku untuk Idul Fitri (setelah berpuasa dan beribadah) dan Idul Adha (setelah menunaikan ibadah haji atau kurban).

2. Kepentingan Mengikuti Sunnah Nabi dalam Detail Ibadah: Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memperhatikan detail-detail dalam pelaksanaan ibadah, bahkan sampai memilih surah-surah tertentu untuk dibaca. Ini mengajarkan bahwa kesempurnaan ibadah tidak hanya pada pemenuhan rukun, tetapi juga pada mengikuti praktik Nabi ﷺ dalam sunnah-sunnahnya. Umat Islam didorong untuk mendalami sunnah dan mengamalkannya dengan konsisten, karena setiap tindakan Nabi ﷺ memiliki hikmah.

3. Pentingnya Konsistensi dalam Ibadah: Fakta bahwa Nabi ﷺ membaca surah yang sama dalam dua hari raya berbeda menunjukkan konsistensi dan pertimbangan yang mendalam. Ini mengajarkan bahwa ibadah yang baik adalah yang dilakukan secara konsisten dengan penuh kesadaran akan makna dan tujuannya. Ketika kita mengerti hikmah di balik setiap tindakan dalam ibadah, kita akan lebih termotivasi untuk melaksanakannya dengan sempurna.

4. Urgensi Memahami Makna Ayat-Ayat yang Dibaca: Dengan mengetahui bahwa Nabi ﷺ secara khusus memilih Surah Qaf, kita didorong untuk memahami makna dan pesan surah tersebut. Ini bukan sekadar membaca tanpa tahu artinya, tetapi membaca dengan pemahaman dan perenungan. Umat Muslim dimotivasi untuk senantiasa meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an mereka dengan mengerti makna ayat-ayat yang dibaca, sehingga shalat menjadi lebih bermakna dan menyentuh hati.

📚 Diadaptasi dari berbagai sumber syarah Bulughul Maram — untuk keperluan belajar mandiri
📚 Sumber: Bulughul Maram — Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H). Terjemahan & syarah bersifat akademik, bukan teks fatwa.
◈ ✦ ◈
← Kembali ke Kitab Shalat