✦ Selamat Idul Fitri 1447 H πŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
Oprek Blog

Kenapa Saya Pindah dari XAMPP ke Laragon dan Tidak Menyesal

Β· Diperbarui 18 Jan 2026 Β· 0 komentar Β· Β± 3 menit baca Β· πŸ‘ 154 dilihat

XAMPP adalah teman lama saya. Mungkin teman lama hampir semua developer PHP otodidak di Indonesia. Waktu pertama belajar PHP, tutorial pertama yang saya temukan bilang: "Download XAMPP, install, jalankan Apache dan MySQL, selesai." Saya ikuti, dan itu berhasil.

Selama beberapa tahun, XAMPP jadi satu-satunya yang saya tahu untuk local development. Tapi lama-lama ada beberapa hal yang mulai terasa mengganggu.

Masalah yang Saya Rasakan dengan XAMPP

Bukan masalah besar. XAMPP berfungsi dengan baik. Tapi ada beberapa hal kecil yang kalau dijumlahkan, cukup bikin tidak nyaman setelah bertahun-tahun.

Pertama, tidak ada virtual host yang mudah. Setiap kali mau punya project di URL yang bersih seperti namaproject.test, prosesnya ribet β€” edit file hosts di Windows, edit konfigurasi Apache di httpd-vhosts.conf, restart Apache. Kalau salah satu langkah keliru, project tidak bisa diakses dan butuh waktu untuk debug konfigurasi Apache yang cukup verbose.

Kedua, ukurannya besar. XAMPP install banyak hal yang mungkin tidak kamu butuhkan β€” FileZilla, Mercury mail server, dan lain-lain. Kalau kamu cuma butuh Apache, PHP, dan MySQL, ini pemborosan disk.

Ketiga, ganti versi PHP-nya ribet. Kalau punya project yang butuh PHP 7.4 dan project lain yang butuh PHP 8.1, di XAMPP ini cukup merepotkan.

Laragon: Solusi yang Tidak Saya Sangka Sebagus Ini

Saya dengar tentang Laragon dari sebuah forum diskusi. Awalnya skeptis β€” sudah nyaman dengan XAMPP, kenapa pindah? Tapi saya coba, dan dalam 30 menit pertama sudah tidak mau balik.

Yang langsung terasa beda:

Virtual host otomatis. Buat folder baru di direktori www Laragon, misalnya projectbaru, dan Laragon otomatis membuat domain projectbaru.test yang langsung bisa diakses di browser. Tidak perlu edit file apapun. Ini saja sudah menghemat banyak waktu.

Ganti versi PHP mudah. Klik kanan icon Laragon di system tray, pilih PHP, pilih versi. Selesai. Kalau versi yang kamu butuhkan belum ada, tinggal download dan taruh di folder yang sesuai. Laragon akan langsung mengenalinya.

Ringan dan cepat. Laragon jauh lebih ringan dari XAMPP. Start dan stop service-nya cepat, tidak terasa berat di background.

Tampilan yang bersih. Ini subjektif, tapi Laragon punya interface yang lebih modern dan tidak terasa seperti software tahun 2005.

Apakah XAMPP Sudah Tidak Relevan?

Tidak. XAMPP masih pilihan yang valid, terutama untuk yang baru mulai. Dokumentasinya melimpah, komunitasnya besar, dan hampir semua tutorial PHP yang ada di internet mengasumsikan kamu pakai XAMPP.

Tapi kalau kamu sudah nyaman dengan dasar-dasarnya dan mulai mengerjakan lebih dari satu project sekaligus, Laragon layak dicoba. Migrasinya mudah β€” tidak ada data yang hilang, tidak ada yang perlu dikonfigurasi ulang dari nol. Cukup install Laragon, pindahkan folder project kamu ke direktori www-nya, dan lanjutkan kerja.

Saya tidak menyarankan semua orang untuk langsung pindah. Tapi kalau kamu sedang merasakan frustrasi yang sama yang saya rasakan dulu dengan XAMPP, mungkin ini saat yang tepat untuk coba alternatifnya.

Sudah pernah coba Laragon? Atau masih setia dengan XAMPP? Atau mungkin pakai tools lain yang belum saya sebutkan? Saya selalu senang dapat rekomendasi β€” tulis di komentar.


Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menulis.

Tulis Komentar

↑