Kalau kamu intip browser saya sekarang, ada beberapa tab yang hampir tidak pernah ditutup. Bukan media sosial, bukan berita. Tab-tab itu berisi tools yang sudah jadi bagian dari rutinitas kerja saya setiap hari β dan semuanya gratis.
Saya mau berbagi daftarnya. Bukan daftar terlengkap, bukan daftar terpopuler β tapi daftar yang benar-benar saya pakai, bukan yang hanya saya rekomendasikan karena pernah dengar namanya.
1. Can I Use (caniuse.com)
Setiap kali mau pakai properti CSS atau API JavaScript yang agak baru, saya cek di sini dulu. Can I Use menunjukkan seberapa luas dukungan browser untuk fitur tertentu β lengkap dengan persentase pengguna yang browser-nya mendukung fitur itu.
Ini penting sekali kalau kamu menargetkan pengguna Indonesia yang masih banyak pakai browser versi lama atau perangkat dengan RAM terbatas. Tidak ada gunanya pakai fitur CSS terbaru kalau separuh pengunjung kamu tidak bisa melihatnya dengan benar.
2. Squoosh (squoosh.app)
Tool kompresi gambar yang dibuat oleh tim Google. Kamu bisa drag and drop gambar, pilih format output (WebP, AVIF, JPEG, PNG), atur tingkat kualitasnya, dan langsung lihat perbandingan ukuran file dan kualitas visual secara real-time.
Saya pakai ini sebelum upload gambar apapun ke website. Foto yang keluar dari kamera HP biasanya 3-5MB β setelah diproses di Squoosh bisa jadi 200-400KB tanpa perbedaan visual yang terlihat.
3. CSS Gradient Generator
Ada beberapa tool seperti ini, tapi yang sering saya pakai adalah cssgradient.io. Bikin gradient dengan antarmuka visual, langsung dapat kode CSS-nya. Sederhana tapi menghemat waktu yang biasanya terbuang untuk trial and error nilai-nilai warna secara manual.
4. Regex101 (regex101.com)
Regex itu kuat tapi juga mudah bikin pusing. Regex101 adalah tempat saya menulis dan test pattern regex secara visual β kamu bisa lihat langsung bagian mana dari teks yang di-match, ada penjelasan per bagian pattern-nya, dan ada library pattern yang sudah jadi untuk berbagai kebutuhan umum.
Tidak ada programmer yang hafal semua sintaks regex di luar kepala. Yang penting tahu cara menggunakannya dan punya tempat yang baik untuk bereksperimen.
5. DevDocs (devdocs.io)
Satu tempat untuk dokumentasi semua bahasa dan framework yang sering saya pakai β PHP, Python, CSS, JavaScript, Laravel, dan masih banyak lagi. Bisa diunduh untuk dipakai offline juga. Kalau koneksi sedang lemot tapi tetap butuh referensi dokumentasi, ini penyelamat.
6. GTmetrix (gtmetrix.com)
Untuk cek performa website. Masukkan URL, tunggu beberapa detik, dan dapat laporan detail tentang apa yang memperlambat website kamu β lengkap dengan saran perbaikannya. Gratis untuk penggunaan dasar, dan itu sudah lebih dari cukup untuk keperluan sehari-hari.
Semua tools di daftar ini gratis, tidak perlu daftar untuk fitur dasarnya, dan berjalan di browser β tidak perlu install apapun. Itu kriteria yang saya pegang waktu memilih tools kerja: kalau bisa di browser dan gratis, tidak perlu yang berbayar dan harus install.
Kamu punya tools gratis favorit yang tidak ada di daftar ini? Saya selalu senang dapat rekomendasi β tulis di komentar.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama menulis.
Tulis Komentar