Kitab 3 · Bab 6
Larangan memakan dua buah kurma atau lainnya sekaligus ketika makan bersama, kecuali mendapat izin dari teman makannya.
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عن جبَلَةَ بن سُحَيْم قال: أَصابَنا عامُ سَنَةٍ معَ ابْنِ الزُّبَيْرِ، فرُزقْنَا تَمْراً، وَكانَ عَبْدُ اللَّه بنُ عمر رضي اللَّه عنهما يمُر بنا ونحْنُ نأْكُلُ، فيقولُ: لا تُقَارِنُوا، فإِن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم نَهى عنِ الإقرانِ، ثم يقولُ: «إِلاَّ أَنْ يَسْتَأْذِنَ الرَّجُلُ أَخَاهُ» متفقٌ عليه
Terjemahan
Jabir رضي الله عنه meriwayatkan: Pada suatu tahun, kami dan Ibnu 'Uthair Al-Ba'iri mengalami musim paceklik. Lalu kami diberi rezeki buah labu. Saat itu, Abdullah bin Umar رضي الله عنهما lewat di dekat kami saat kami sedang makan labu. Ia berkata: "Janganlah kalian makan dua buah sekaligus, karena Rasulullah ﷺ melarang makan dua buah sekaligus." Kemudian ia melanjutkan: "Kecuali jika ia meminta izin kepada saudaranya (yang makan bersamanya)."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dan kepekaan sosial dalam hal konsumsi, khususnya saat makan bersama di tengah kelangkaan makanan. Larangan "al-iqran" (menggandakan/mengambil dua sekaligus) bertujuan mencegah sikap serakah dan memastikan pembagian yang adil. Pengecualian dengan meminta izin kepada teman makan menekankan pentingnya menghormati hak orang lain dan menjaga ukhuwah, sehingga keputusan untuk mengambil lebih didasarkan pada kerelaan bersama, bukan keinginan pribadi semata.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dan kepekaan sosial dalam hal konsumsi, khususnya saat makan bersama di tengah kelangkaan makanan. Larangan "al-iqran" (menggandakan/mengambil dua sekaligus) bertujuan mencegah sikap serakah dan memastikan pembagian yang adil. Pengecualian dengan meminta izin kepada teman makan menekankan pentingnya menghormati hak orang lain dan menjaga ukhuwah, sehingga keputusan untuk mengambil lebih didasarkan pada kerelaan bersama, bukan keinginan pribadi semata.