✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Adab-Adab Makan
Kitab 3 · Bab 5

Makan dari yang terdekat dan mendidik orang yang makan dengan cara yang buruk.

✦ 2 Hadith ✦
# 1
عن عمر بن أبي سَلَمَةَ رضي اللَّه عنهما قال: كُنتُ غلاماً في حِجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، وكَانتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: «يَا غُلامُ سَمِّ اللَّه تعالى وَكُلْ بيمينِكَ وكلْ مِمَّا يَلِيكَ» متفقٌ عليه. قوله: «تَطِيشُ» بكسر الطاءِ وبعدها ياء مثناة من تحت، معناه: تتحرّك وتمتدّ إِلى نواحي الصَّحْفَةِ.
Terjemahan
Dari 'Umar bin Abi Salamah رضي الله عنهما, ia berkata: Aku adalah seorang anak kecil yang berada dalam asuhan Rasulullah ﷺ. Tanganku biasa menjelajah ke seluruh bagian nampan (saat makan). Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: "Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu." (Muttafaqun 'alaih)
Ucapan beliau "tathiisyu" (dengan kasrah pada tha' dan ya' setelahnya) artinya: bergerak dan meraih ke berbagai sisi nampan.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tiga adab dasar dalam makan: membaca basmalah, menggunakan tangan kanan, dan mengambil makanan yang terdekat. Pengajaran Rasulullah ﷺ kepada anak kecil menunjukkan pentingnya menanamkan adab sejak dini dengan cara yang lembut. Larangan mengambil makanan dari tempat orang lain juga melatih sikap tenggang rasa dan menjaga hak sesama dalam kebersamaan.

# 2
وعن سَلَمَةَ بنِ الأكوعِ رضيَ اللَّه عنه أَن رَجُلاً أَكلَ عِنْدَ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بشِماله فقال: «كُلْ بِيَمِينكَ» قال: لا أَسْتطِيعُ قالَ: «لا اسْتَطَعْتَ،» ما مَنَعَهُ إِلاَّ الكِبْرُ، فَمَا رَفَعَهَا إِلى فِيهِ. رواه مسلم.
Terjemahan
Dari Salamah bin Al-Akwa' رضي الله عنه, ia berkata: Sungguh ada seorang laki-laki makan di hadapan Rasulullah ﷺ dengan tangan kirinya. Beliau bersabda: "Makanlah dengan tangan kananmu!" Laki-laki itu menjawab: "Aku tidak mampu." Beliau bersabda: "Tidak, engkau benar-benar tidak mampu." Tidak ada yang menghalanginya kecuali sifat sombong! Sejak saat itu, ia tidak mampu mengangkat tangannya ke mulutnya.
(Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan perintah untuk makan dengan tangan kanan sebagai adab yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Menolak perintah ini karena alasan yang tidak benar, seperti kesombongan, merupakan dosa dan dapat mendatangkan akibat buruk. Kisah ini juga menunjukkan betapa Rasulullah � sangat serius dalam membina akhlak dan melarang sifat takabur, sekalipun dalam hal yang dianggap remeh.