Kitab 3 · Bab 4
Apa yang harus diucapkan ketika seseorang diundang untuk makan dan ada orang lain yang ikut bersamanya.
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عن أبي مسعودِ البَدْرِيِّ رضيَ اللَّه عنه قال: دَعا رجُلٌ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لِطعَامٍ صَـنعَهُ لَهُ خَامِس خَمْسَةٍ، فَتَبِعهُمْ رَجُلٌ، فَلمَّا بَلَغَ الباب، قال النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: «إِنَّ هذا تَبِعَنا، فإِنْ شئت أَنْ تَأْذنَ لَهُ، وإِنْ شِئتَ رَجَعَ» قال: بل آذَنُ لهُ يا رسولَ اللَّهِ. متفقٌ عليه.
Terjemahan
Dari Abu Mas'ud Al-Badri رضي الله عنه, ia berkata: Seorang laki-laki mengundang Rasulullah ﷺ untuk makan makanan yang ia siapkan untuk lima orang, dan Rasulullah adalah orang kelima. Namun ada seorang laki-laki lain yang mengikuti mereka. Ketika sampai di depan pintu, Nabi ﷺ bersabda: "Orang ini mengikuti kami. Jika engkau mengizinkannya, ia akan masuk dan makan. Jika tidak, ia akan pulang." Laki-laki (tuan rumah) itu menjawab: "Tidak, aku mengizinkannya, wahai Rasulullah."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dalam memenuhi undangan dan menghormati hak tuan rumah. Nabi ﷺ mencontohkan kehati-hatian dengan meminta izin terlebih dahulu sebelum membawa tamu tambahan yang tidak diundang, meskipun beliau seorang pemimpin. Ini menunjukkan pentingnya menjaga perasaan dan kesiapan tuan rumah, serta larangan untuk memberatkannya. Jawaban tuan rumah yang lapang hati juga mencerminkan sikap pemurah yang patut diteladani.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dalam memenuhi undangan dan menghormati hak tuan rumah. Nabi ﷺ mencontohkan kehati-hatian dengan meminta izin terlebih dahulu sebelum membawa tamu tambahan yang tidak diundang, meskipun beliau seorang pemimpin. Ini menunjukkan pentingnya menjaga perasaan dan kesiapan tuan rumah, serta larangan untuk memberatkannya. Jawaban tuan rumah yang lapang hati juga mencerminkan sikap pemurah yang patut diteladani.