✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Adab-Adab Makan
Kitab 3 · Bab 3

Membaca doa ketika makanan dihidangkan di depan seseorang yang sedang berpuasa, tetapi ia tidak ingin membatalkan puasanya.

✦ 1 Hadith ✦
# 1
عن أبي هُريرة رضيَ اللَّه عنه قال: قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: «إِذا دُعِيَ أَحَدُكُمْ، فَلْيُجِبْ، فَإِنْ كان صائماً فَلْيُصلِّ، وَإنْ كانَ مُفْطَراً فَلْيَطْعَمْ» رواه مسلم. قال العُلَمَاءُ: مَعْنى. «فَلْيُصَلِّ» فلْيدْعُ ومعنى «فَلْيطْعَمْ» فلْيَأْكُلْ.
Terjemahan
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian diundang, hendaklah ia memenuhinya. Jika ia sedang berpuasa, hendaklah ia mendoakan (kebaikan untuk tuan rumah). Dan jika ia tidak berpuasa, hendaklah ia makan." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Para ulama berkata: Makna "fal yushalli" adalah hendaklah ia berdoa. Dan makna "fal yath'am" adalah hendaklah ia makan.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab memenuhi undangan, yang merupakan bentuk memuliakan hubungan sosial. Intinya, kehadiran dalam undangan adalah suatu kehormatan. Bagi yang puasa, ia tetap hadir dan mendoakan kebaikan untuk tuan rumah. Bagi yang tidak puasa, ia menghormati dengan ikut menyantap hidangan. Dengan demikian, hakikat memenuhi undangan adalah menghargai sang pengundang dalam kondisi apa pun.