Kitab 4 · Bab 9
Doa yang dibaca ketika mengenakan pakaian baru, sandal, atau sesuatu yang serupa.
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عن أبي سعيد الخُدْري رضيَ اللَّه عنه قال : كانَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إذا اسْتَجَدَّ ثَوْباً سمَّاهُ باسْمِهِ عِمامَةً ، أَوْ قَمِيصاً ، أَوْ رِدَاءً يقُولُ : « اللَّهُمَّ لكَ الحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ ما صُنِع لَهُ ، وأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وشَرِّ ما صُنِعَ لَهُ » .
رواهُ أبو داود ، والترمذي وقال : حديث حسن .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, apabila mengenakan pakaian baru, beliau menyebut namanya, seperti imamah (sorban), baju, atau sarawil (celana), kemudian beliau membaca doa:
"Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkaulah yang memberiku pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuan ia dibuat. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuan ia dibuat."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dia berkata: Hadis ini hasan).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dan kesadaran tauhid dalam menggunakan nikmat. Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika memakai pakaian baru, yang intinya adalah bersyukur kepada Allah sebagai pemberi rezeki, memohon kebaikan dari nikmat tersebut, serta berlindung dari segala keburukan yang mungkin terkait dengannya. Ini melatih hati untuk selalu mengembalikan segala urusan kepada Allah.
"Ya Allah, segala puji bagi-Mu, Engkaulah yang memberiku pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuan ia dibuat. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuan ia dibuat."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dia berkata: Hadis ini hasan).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dan kesadaran tauhid dalam menggunakan nikmat. Rasulullah SAW mengajarkan doa ketika memakai pakaian baru, yang intinya adalah bersyukur kepada Allah sebagai pemberi rezeki, memohon kebaikan dari nikmat tersebut, serta berlindung dari segala keburukan yang mungkin terkait dengannya. Ini melatih hati untuk selalu mengembalikan segala urusan kepada Allah.