Kitab 6 · Bab 1
Keutamaan memberi salam dan perintah untuk mengamalkannya.
✦ 10 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ يا أيها الذين آمنوا لا تدخلوا بيوتاً غير بيوتكم حتى تستأنسوا وتسلموا على أهلها ﴾ .سورة النور(27)
Terjemahan
Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya." (An-Nur: 27).
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan adab masuk rumah orang lain, yang merupakan bagian dari menjaga hak privat (hurmat al-buyut). Inti pelajarannya adalah keharusan meminta izin dan mengucapkan salam sebelum masuk, sebagai bentuk penghormatan kepada penghuni rumah dan untuk menghindari melihat hal yang tidak pantas. Hikmahnya adalah menanamkan sikap sopan santun, menjaga keamanan, serta menumbuhkan rasa saling percaya dan ketenteraman dalam kehidupan bermasyarakat.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan adab masuk rumah orang lain, yang merupakan bagian dari menjaga hak privat (hurmat al-buyut). Inti pelajarannya adalah keharusan meminta izin dan mengucapkan salam sebelum masuk, sebagai bentuk penghormatan kepada penghuni rumah dan untuk menghindari melihat hal yang tidak pantas. Hikmahnya adalah menanamkan sikap sopan santun, menjaga keamanan, serta menumbuhkan rasa saling percaya dan ketenteraman dalam kehidupan bermasyarakat.
# 2
وقال تعالى: ﴿ فإذا دخلتم بيوتاً فسلموا على أنفسكم تحية من عند اللَّه مباركة طيبة ﴾ .سورة النور(61)
Terjemahan
Allah berfirman: "Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik." (An-Nur: 61).
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan bahwa memberi salam (mengucap "assalamu'alaikum") saat memasuki rumah adalah perintah Allah yang mengandung keberkahan dan kebaikan. Salam tersebut merupakan doa keselamatan yang kembali kepada diri sendiri, karena penghuni rumah akan membalas dengan doa yang sama. Perintah ini menanamkan nilai penghormatan, menciptakan keamanan, dan mempererat ikatan persaudaraan di antara kaum muslimin.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan bahwa memberi salam (mengucap "assalamu'alaikum") saat memasuki rumah adalah perintah Allah yang mengandung keberkahan dan kebaikan. Salam tersebut merupakan doa keselamatan yang kembali kepada diri sendiri, karena penghuni rumah akan membalas dengan doa yang sama. Perintah ini menanamkan nilai penghormatan, menciptakan keamanan, dan mempererat ikatan persaudaraan di antara kaum muslimin.
# 3
وقال تعالى: ﴿ وإذا حييتم بتحية فحيوا بأحسن منها أو ردوها ﴾ .سورة النساء(86)
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (An-Nisa': 86).
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan prinsip dasar dalam interaksi sosial, yaitu membalas kebaikan dengan cara yang lebih baik atau setara. Perintah ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dan menumbuhkan keharmonisan dalam masyarakat. Dengan membalas salam atau penghormatan, kita memupuk sikap saling menghargai dan menghindari kesombongan. Pada akhirnya, ini adalah bentuk praktis dari syukur atas perlakuan baik orang lain.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan prinsip dasar dalam interaksi sosial, yaitu membalas kebaikan dengan cara yang lebih baik atau setara. Perintah ini menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dan menumbuhkan keharmonisan dalam masyarakat. Dengan membalas salam atau penghormatan, kita memupuk sikap saling menghargai dan menghindari kesombongan. Pada akhirnya, ini adalah bentuk praktis dari syukur atas perlakuan baik orang lain.
# 4
وقال تعالى: ﴿ هل أتاك حديث ضيف إبراهيم المكرمين إذ دخلوا عليه فقالوا: سلاماً، قال: سلام ﴾ .سورة الذاريات(24-25)
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Apakah telah sampai kepadamu (Muhammad) berita tentang tamu-tamu Ibrahim yang dimuliakan? Ketika mereka masuk menemuinya, mereka mengucapkan: 'Salaam (semoga Allah memberikan keselamatan kepadamu)'."
(As-Saaffat: 24-25)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan adab mulia dalam bertamu dan menerima tamu. Tamu Nabi Ibrahim mengucapkan salam terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan dan doa keselamatan. Nabi Ibrahim membalas dengan salam yang serupa, menunjukkan sikap menghargai dan membalas kebaikan dengan yang setara atau lebih baik. Intinya, interaksi sosial harus dibangun di atas dasar saling mendoakan kesejahteraan dan keselamatan.
(As-Saaffat: 24-25)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan adab mulia dalam bertamu dan menerima tamu. Tamu Nabi Ibrahim mengucapkan salam terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan dan doa keselamatan. Nabi Ibrahim membalas dengan salam yang serupa, menunjukkan sikap menghargai dan membalas kebaikan dengan yang setara atau lebih baik. Intinya, interaksi sosial harus dibangun di atas dasar saling mendoakan kesejahteraan dan keselamatan.
# 5
وعن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما أن رجلا سأل رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أيُّ الإْسلام خَيْرٌ ؟ قال « تُطْعم الطَّعَامَ ، وَتَقْرأُ السَّلام عَلَىَ مَنْ عَرِفَتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ » . متفق عليه .
Terjemahan
Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Apakah amalan Islam yang paling baik?" Beliau menjawab: "Engkau memberi makan orang miskin, dan mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa keutamaan Islam terwujud dalam akhlak praktis yang menyentuh langsung kehidupan sosial. Dua amalan utama yang disebutkan—memberi makan dan menyebarkan salam—mewakili perpaduan antara kepedulian material (kebutuhan jasmani) dan spiritual (keharmonisan hubungan). Menyebarkan salam kepada orang dikenal maupun tidak dikenal adalah pelatihan untuk mengikis ego, menghilangkan prasangka, dan membangun persaudaraan universal di tengah masyarakat.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa keutamaan Islam terwujud dalam akhlak praktis yang menyentuh langsung kehidupan sosial. Dua amalan utama yang disebutkan—memberi makan dan menyebarkan salam—mewakili perpaduan antara kepedulian material (kebutuhan jasmani) dan spiritual (keharmonisan hubungan). Menyebarkan salam kepada orang dikenal maupun tidak dikenal adalah pelatihan untuk mengikis ego, menghilangkan prasangka, dan membangun persaudaraan universal di tengah masyarakat.
# 6
وعن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال « لما خَلَقَ الله آدم صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولئِكَ نَفَرٍ مِنَ الَمَلاَئكة جُلُوسٌ فاسْتمعْ ايُحَيُّونَكَ فَإنَّها تَحيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِك. فقال : السَّلام عَلَيْكُمْ، فقالوا : السَّلام عَلَيْكَ وَرَحْمةُ الله ، فَزادُوهُ : وَرَحْمةُ الله » متفق عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Setelah Allah menciptakan Adam, Dia berfirman kepadanya: 'Pergilah dan ucapkan salam (penghormatan) kepada sekumpulan malaikat yang sedang duduk itu, dan dengarkanlah salam balasan mereka untukmu. Itulah salam penghormatan untukmu dan untuk keturunanmu.'" Nabi bersabda: "Maka Adam mengucapkan: 'Assalaamu 'alaikum (semoga keselamatan atas kalian).' Mereka (para malaikat) menjawab: 'Assalaamu 'alaika wa rahmatullah (semoga keselamatan dan rahmat Allah atasmu).' Mereka menambahkan: 'Wa rahmatullah'."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan asal usul salam (tahiyyat) dalam Islam. Allah SWT mengajarkan langsung kepada Nabi Adam AS bentuk ucapan dan balasan salam yang kemudian menjadi syariat bagi seluruh keturunannya. Inti pelajarannya adalah bahwa salam ("Assalamu'alaikum") beserta jawabannya ("Wa'alaikumussalam warahmatullah") adalah sunnah ilahiyah yang agung, mengandung doa keselamatan dan rahmat, serta menjadi pembuka komunikasi penuh keberkahan antar manusia.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan asal usul salam (tahiyyat) dalam Islam. Allah SWT mengajarkan langsung kepada Nabi Adam AS bentuk ucapan dan balasan salam yang kemudian menjadi syariat bagi seluruh keturunannya. Inti pelajarannya adalah bahwa salam ("Assalamu'alaikum") beserta jawabannya ("Wa'alaikumussalam warahmatullah") adalah sunnah ilahiyah yang agung, mengandung doa keselamatan dan rahmat, serta menjadi pembuka komunikasi penuh keberkahan antar manusia.
# 7
وعن أبي عُمارة البراء بن عازبٍ رضي الله عنهما قال : أمرنا رسولُ الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِسَبعٍ : «بِعَيادَةِ الَمرِيضِ . وَاتِّباع الجَنائز ، وَتشْميت العَاطس ، ونصرِ الضَّعِيف ، وَعَوْن المظلوم، وإفْشاءِ السَّلام ، وإبرارِ المقسم » متفق عليه ، هذا لفظ إحدى روايات البخاري .
Terjemahan
Dari Abu 'Ammarah Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ memerintahkan kami dengan tujuh perkara: "Menjenguk orang sakit, mengantar jenazah, mendoakan orang yang bersin, menolong orang yang lemah, membantu orang yang dizalimi, menyebarkan salam, dan memenuhi sumpah (dengan membantu orang yang bersumpah untuk kebaikan)."
(Muttafaqun 'alaih, ini adalah lafaz salah satu riwayat Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kesempurnaan iman seorang muslim tercermin dalam kepedulian sosialnya. Perintah Rasulullah ﷺ mencakup hak sesama manusia, dari fisik seperti menjenguk sakit, hingga moral seperti menolong yang lemah dan menegakkan keadilan. Intinya, Islam mendorong umatnya membangun komunitas yang kuat, penuh empati, dan saling menopang dalam kebaikan.
(Muttafaqun 'alaih, ini adalah lafaz salah satu riwayat Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kesempurnaan iman seorang muslim tercermin dalam kepedulian sosialnya. Perintah Rasulullah ﷺ mencakup hak sesama manusia, dari fisik seperti menjenguk sakit, hingga moral seperti menolong yang lemah dan menegakkan keadilan. Intinya, Islam mendorong umatnya membangun komunitas yang kuat, penuh empati, dan saling menopang dalam kebaikan.
# 8
وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم « لا تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلا تُؤمِنوا حَتى تحَابُّوا ، أَوَلا أدُلُّكُمْ عَلَى شَئٍ إذا فَعَلْتُمُوهُ تَحاَبَبْتُم ؟ أفْشُوا السَّلام بَيْنَكُم » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman dengan sempurna hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa kesempurnaan iman terkait erat dengan terciptanya kasih sayang antar sesama muslim. Rasulullah ﷺ memberikan solusi praktis untuk mewujudkannya, yaitu dengan menyebarkan salam. Salam bukan sekadar ucapan, tetapi merupakan doa dan pembuka jalan untuk menghilangkan jarak, menumbuhkan rasa aman, dan memupuk cinta yang merupakan syarat untuk meraih surga.
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa kesempurnaan iman terkait erat dengan terciptanya kasih sayang antar sesama muslim. Rasulullah ﷺ memberikan solusi praktis untuk mewujudkannya, yaitu dengan menyebarkan salam. Salam bukan sekadar ucapan, tetapi merupakan doa dan pembuka jalan untuk menghilangkan jarak, menumbuhkan rasa aman, dan memupuk cinta yang merupakan syarat untuk meraih surga.
# 9
وعن أبي يوسف عبد الله بن سلام رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول « يَا أيُّهَا النّاسُ أفْشُوا السَّلام ، وَأْطعِمُوا الطْعَامَ، وَصِلُوا الأْرحامَ ، وَصَلُّوا والنَّاس نيامٌ ، تَدْخُلوا الجُنَّة بسلام » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
Terjemahan
Dari Abu Yusuf Abdullah bin Salam radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan (orang miskin), sambunglah tali silaturahmi, dan shalatlah di waktu malam ketika manusia tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat."
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan empat amalan praktis yang menjadi jalan masuk surga dengan selamat. Intinya adalah membangun hubungan baik secara horizontal (dengan manusia melalui salam, memberi makan, dan silaturahmi) dan vertikal (dengan Allah melalui shalat malam). Kombinasi ibadah sosial dan spiritual ini menunjukkan kesempurnaan Islam, di mana keimanan harus terwujud dalam kepedulian sosial dan ketundukan kepada Allah.
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan empat amalan praktis yang menjadi jalan masuk surga dengan selamat. Intinya adalah membangun hubungan baik secara horizontal (dengan manusia melalui salam, memberi makan, dan silaturahmi) dan vertikal (dengan Allah melalui shalat malam). Kombinasi ibadah sosial dan spiritual ini menunjukkan kesempurnaan Islam, di mana keimanan harus terwujud dalam kepedulian sosial dan ketundukan kepada Allah.
# 10
وعن الطفيل بن أبي بن كعب أنه كان يأتي عبد الله بن عمر فيغدو مَعَهُ إلى صاحب بيعَة وَلا مْسكين وَلا أحد إلا سَلّم عَليه ، قال الطُّفيلُ : فَجِئْتُ عبد الله بنَ عُمرَ يَوْماً فاستَْتَبعني إلى السُّوقِ فقُلْت لَهُ : ماتَصْنعُ بالسوقٍ وأنْتَ لا تَقِفُ عَلى البَيْع وَلا تَسْألُ عَن السلع وَلا تَسُومُ بها وَلا تَجلسُ في مجالس السّوق ؟ وأقولُ اجْلسْ بنا ههُنا نَتَحدَّث ، فقال يا أبا بُطْن. وَكانَ الُطُّفَيلُ ذَا بَطْن إنَّما نَغُدو منْ أجْل السَّلام نُسَلِّمُ عَلَى مَنْ لَقِيناهُ ، رواه مالك في الموُطَّإ بإسناد صحيح .
Terjemahan
Dari Ath-Thufail bin Ubay bin Ka'ab, ia berkata: Ia pernah menemui Abdullah bin Umar, lalu pergi bersamanya ke pasar. Setibanya di pasar, Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepada setiap orang yang dijumpainya, baik penjual barang-barang kecil, penjual umum, orang miskin, maupun semua orang yang ditemuinya. Ath-Thufail berkata: Pada suatu hari aku menemuinya lagi, ia memintaku pergi ke pasar bersamanya. Aku bertanya, "Apa yang akan engkau lakukan di pasar jika engkau tidak berhenti di tempat penjualan mana pun, tidak menanyakan barang dagangan, tidak menawar harga, dan tidak duduk di tempat pertemuan apa pun di pasar?" Aku berkata, "Duduklah di sini, kita berbincang-bincang sebentar." Ia menjawab, "Wahai Abu Bathn (panggilan untuk Ath-Thufail), sesungguhnya kita pergi ke pasar untuk mengucapkan salam, itulah sebabnya kita mengucapkan salam kepada semua orang yang kita jumpai."
(Diriwayatkan oleh Malik)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya menyebarkan salam (assalamu'alaikum) sebagai bentuk mempererat ukhuwah islamiyah. Abdullah bin Umar sengaja pergi ke pasar bukan untuk berdagang, tetapi khusus untuk mengucapkan salam kepada siapa saja yang dijumpainya. Tindakan ini menunjukkan bahwa menyebarkan salam adalah ibadah sosial yang sangat dianjurkan, dapat dilakukan di mana saja, serta membangun lingkungan penuh keakraban dan kedamaian.
(Diriwayatkan oleh Malik)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya menyebarkan salam (assalamu'alaikum) sebagai bentuk mempererat ukhuwah islamiyah. Abdullah bin Umar sengaja pergi ke pasar bukan untuk berdagang, tetapi khusus untuk mengucapkan salam kepada siapa saja yang dijumpainya. Tindakan ini menunjukkan bahwa menyebarkan salam adalah ibadah sosial yang sangat dianjurkan, dapat dilakukan di mana saja, serta membangun lingkungan penuh keakraban dan kedamaian.