✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Memberi Salam (Tanda Hormat)
Kitab 6 · Bab 2

Cara memberi salam.

✦ 7 Hadith ✦
# 1
ستحب أن يقول المبتدئ بالسلام: السلام عليكم ورحمة اللَّه وبركاته. فيأتي بضمير الجمع وإن كان المسلم عليه واحداً، ويقول المجيب: وعليكم السلام ورحمة اللَّه وبركاته. فيأتي بواو العطف في قوله: وعليكم.
Terjemahan
Sunnah bagi orang yang memulai salam dengan mengucapkan: "Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh" (Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah untuk kalian).
Yaitu, mengucapkan salam dalam bentuk jamak (kalian), meskipun orang yang diberi salam hanya seorang. Adapun orang yang menerima salam hendaknya membalas dengan: "Wa 'alaikumus salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh" (Dan semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya juga tercurah untuk kalian). Yaitu, dengan menambahkan huruf "Wa" (dan) di depannya.

Penjelasan singkat: Sunnah mengucapkan salam dengan lafal jamak "‘alaikum" meski kepada satu orang, sebagai doa yang menyeluruh dan penuh keberkahan. Dalam membalas, disunnahkan memulai dengan huruf "waw" (‘wa ‘alaikum’) yang bermakna penyertaan dan pengembalian doa yang sama atau lebih baik. Hal ini mengajarkan keutamaan memberi dan menjawab salam dengan lafal yang lengkap serta penuh penghormatan.

# 2
عن عِمران بن حصين رضي الله عنهما قال : جاءَ رجُل إلى النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : السَّلامُ عَلَيكُم ، فَرَدَّ عَلَيْهِ ثم جَلَسَ ، فقال النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «عَشْرٌ» ثم جَاءَ آخَرُ فَقَالَ : السَّلامُ عَلَيكُم وَرَحْمَةُ الله ، فَرَدَّ عليهِ فَجَلَسَ ، فقال : «عِشْرون » ، ثم جَاءَ آخَرُ فَقَالَ : السَّلامُ عَلَيكُم وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهّ ، فَرَدَّ عليهِ فَجَلَسَ ، فقال : « ثَلاَثُونَ » . رواه أبو داود والترمذي وقال : حديث حسن .
Terjemahan
Dari Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan mengucapkan salam: "Assalaamu 'alaikum" (Semoga keselamatan atas kalian). Beliau membalas salamnya, lalu orang itu duduk. Nabi ﷺ bersabda: "Sepuluh (pahala)." Kemudian datang laki-laki lain dan mengucapkan salam: "Assalaamu 'alaikum wa rahmatullah" (Semoga keselamatan dan rahmat Allah atas kalian). Beliau membalasnya, lalu orang itu duduk. Nabi ﷺ bersabda: "Dua puluh (pahala)." Kemudian datang laki-laki ketiga dan mengucapkan salam: "Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh" (Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya atas kalian). Beliau membalasnya, lalu orang itu duduk. Nabi ﷺ bersabda: "Tiga puluh (pahala)."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa ucapan salam (salam) adalah ibadah yang diberi pahala oleh Allah. Setiap tambahan kebaikan dalam salam, seperti "wa rahmatullah" dan "wa barakatuh", akan melipatgandakan pahalanya. Dengan demikian, Islam menganjurkan untuk menyempurnakan salam sebagai bentuk penghormatan dan doa, sekaligus meraih keutamaan yang lebih besar.

# 3
وعن عائشة رضي الله عنها قالتْ : قال لي رسولُ الله صلى الله عليه وسلم :(( هذا جِبرِيلُ يَقرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ)) قالَتْ : قُلتُ : (وَعَلَيْه السَّلامُ ورحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ)) متفقُ عليه. وهكذا وقع في بعض رواياتِ الصحيحين :((وَبَرَكَاتُهُ)) وفي بعضها بحذفها ، وزيادة الثقة مقبولة .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: "Ini Jibril, ia menyampaikan salam untukmu." Aku ('Aisyah) berkata: "Aku menjawab: 'Wa 'alaihis salaam wa rahmatullaahi wa barakaatuh' (Dan semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya juga tercurah untuknya).'"
(Muttafaqun 'alaih)
Demikianlah yang terdapat dalam sebagian riwayat Ash-Shahihain (Al-Bukhari dan Muslim) dengan lafaz "wa barakaatuh", dan dalam sebagian riwayat lain tanpa lafaz tersebut. Tambahan dari perawi yang terpercaya dapat diterima.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab menjawab salam, yaitu dengan jawaban yang lebih baik atau minimal setara. Salam dari Jibril dijawab oleh Aisyah dengan tambahan "wa barakaatuh", menunjukkan keutamaan menyempurnakan doa dalam balasan salam. Perbedaan riwayat tentang tambahan lafaz tersebut diterima karena berasal dari perawi terpercaya, mengajarkan kelapangan dalam periwayatan selama sanadnya sahih.

# 4
وعن أنسٍ رضي الله عنه أن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كان إذا تكلم بِكَلمة أعَادهَا ثَلاثاً حتَّى تُفَهَم عنه، وإذا أتى على قوْم فَسَلَّمَ عَلَيهم سَلَّم عَلَيهم ثَلاثاَ ، رواه البخاري . وهذا محمُولٌ عَلَى ما إذا كان الجَمْعُ كثيراَ .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ apabila berbicara dengan suatu kalimat, beliau mengulanginya tiga kali agar dapat dipahami. Dan apabila beliau mendatangi suatu kaum, beliau mengucapkan salam kepada mereka tiga kali.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Ini berlaku ketika jumlah jamaah yang ditemui banyak.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dua prinsip utama dalam komunikasi dan interaksi sosial. Pertama, pentingnya kejelasan dan kepedulian dalam menyampaikan ilmu atau pesan, dengan mengulanginya agar benar-benar dipahami. Kedua, menunjukkan penghormatan dan perhatian yang tulus kepada orang lain melalui salam yang diulang, terutama dalam forum besar, untuk memastikan salam itu sampai kepada seluruh hadirin. Intinya, Nabi ﷺ mencontohkan kombinasi antara kebijaksanaan dalam berbicara dan kemuliaan dalam bergaul.

# 5
وعن الْمقْدَاد رضي الله عنه في حَدِيثه الطويل قال : كُنَّا نَرْفَعُ للنبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم نَصِيبهُ مِنَ الَّلبَن فَيَجِيئُ مِنَ اللَّيلِ فَيُسَلِّمُ تسليما لايوقظُ نَائِماً وَيُسمِعُ اليَقَظان فَجَاء النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَسَلمَّ كما كان يُسَلمُ ، رواه مسلم.
Terjemahan
Dari Al-Miqdad radhiyallahu 'anhu dalam haditsnya yang panjang, ia berkata: Kami biasa mengangkat bagian Nabi ﷺ dari susu (untuk beliau). Beliau datang pada malam hari dan mengucapkan salam dengan cara yang tidak membangunkan orang yang tidur, tetapi terdengar oleh orang yang terjaga. Kemudian Nabi ﷺ datang dan mengucapkan salam sebagaimana biasanya beliau mengucapkan salam.
(Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab yang sangat halus dalam kehidupan sosial, khususnya ketika memasuki rumah atau tempat pada malam hari. Nabi ﷺ memberi salam dengan suara yang disesuaikan, tidak mengganggu orang yang sedang tidur namun tetap terdengar oleh yang masih terjaga. Ini menunjukkan kepekaan beliau terhadap kondisi orang lain, memprioritaskan kenyamanan mereka, serta pentingnya menjaga hak tidur seseorang sambil tetap melaksanakan sunnah mengucapkan salam.

# 6
عن أسماء بنتِ يزيد رضي الله عنها أن رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَرَّ في المَسْجِد يوْماً وَعصْبةٌ مِنَ النِّساء قُعوُدٌ فألوْي بِيده بالتسليم . رواه الترمذي وقال : حديث حسن . وهذا محمول على أنه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم جَمَعَ بَين اللَّفظ والإشارة ، ويُؤيِّدُهُ أن في رِواية أبي داود : « فَسَلَّم عَليْنا » .
Terjemahan
Dari Asma' binti Yazid radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah ﷺ suatu hari melewati masjid, sementara sekelompok wanita sedang duduk. Beliau lalu melambaikan tangannya (memberi isyarat) dengan salam.
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits hasan)
Ini dipahami bahwa beliau ﷺ menggabungkan antara ucapan dan isyarat. Hal ini diperkuat oleh riwayat Abu Dawud: "... lalu beliau mengucapkan salam kepada kami."

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan dan kemuliaan Rasulullah ﷺ dalam bergaul dengan semua kalangan, termasuk para wanita, dengan akhlak yang santun. Beliau memberikan salam baik dengan ucapan maupun isyarat tangan, sebagai bentuk penghormatan dan pengajaran tentang pentingnya menyebarkan salam. Perbuatan ini menjadi teladan bagi umatnya untuk selalu berinteraksi dengan penuh adab dan kasih sayang.

# 7
وعن أبي جُرَيِّ الهجُيْمِيِّ رضي الله عنه قال : أتيت رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقلُت : عَلْيك السَّلامُ يا رَسول الله . فقال : لاتَقُلْ عَلَيْكَ السَّلامُ، فإن عَلَيْكَ السّلامُ تَحيَّةُ الموتى » رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديث حسن صحيح . وقد سبق بِطولِه .
Terjemahan
Dari Abu Juhaifah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendatangi Rasulullah ﷺ dan aku mengucapkan: "Alaikas salaam" (Semoga keselamatan atasmu). Beliau bersabda: "Janganlah engkau mengatakan: 'Alaikas salaam', karena 'Alaikas salaam' adalah salam untuk orang yang telah meninggal."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia menegaskan bahwa hadits ini hasan shahih)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dalam memberi salam. Ucapan "‘alaikas salaam" (keselamatan atasmu) ternyata digunakan untuk jenazah. Rasulullah ﷺ mengoreksi agar menggunakan salam yang hidup, yaitu "assalaamu ‘alaikum" (keselamatan untukmu). Intinya, Islam sangat memperhatikan etika berkomunikasi, bahkan dalam hal sekecil memilih diksi salam, agar sesuai dengan konteks dan menghidupkan sunnah.