✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Memberi Salam (Tanda Hormat)
Kitab 6 · Bab 7

Bolehnya seorang laki-laki memberi salam kepada istrinya, saudara perempuannya, dan perempuan lain jika tidak khawatir akan timbul fitnah dan aman dari syarat ini.

✦ 3 Hadith ✦
# 1
عن سهل بن سعد رضي الله عنه قال : كانَتْ فينا امْرَأَةٌ وفي رواية : - كانَتْ لَنا عَجُوزٌ تأْخُذُ منْ أَُصُولِ السِّلْقَ فتطْرَحُهُ في القِدْرِ وَتُكَرْكِرُ حَبَّاتٍ منْ شَعِيرٍ ، فإذا صَلَّيْنا الجُمُعَةَ وانْصَرَفْنَا نُسَلِّمُ عَلَيْها فَتُقدِّمُهُ إليْنَا رواه البخاري . قوله « تُكَرْكِرُ » أي تَطحَنُ .
Terjemahan
Tentang Sahl bin Sa'ad, dia meriwayatkan: Di antara kami ada seorang wanita (beberapa riwayat menyebutkan dia sudah tua). Dia biasa mengambil akar sayur-sayuran, memasukkannya ke dalam panci untuk direbus, dan menggiling tepung gandum. Setelah kami selesai melaksanakan shalat Ashar berjamaah, kami keluar dan memberi salam kepadanya. Lalu dia memberikan kepada kami apa yang telah dia buat. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan keindahan hubungan sosial dalam Islam. Seorang wanita tua yang sederhana berbuat baik dengan menyiapkan makanan untuk para sahabat, dan mereka membalasnya dengan kunjungan serta salam setelah shalat Jumat. Pelajaran utamanya adalah pentingnya saling memperhatikan, menghargai jerih payah orang lain, dan memelihara silaturahmi meski dengan hal yang sederhana, sebagai wujud dari keimanan.

# 2
وعن أُم هانئ فاخِتَةَ بِنتِ أبي طَالب رضي الله عَنْهَا قَالت : أتيت النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْمَ الفَتْح وَهُو يَغْتسِلُ وَفاطِمةُ تَسْتُرهُ بِثَوْبٍ فَسَلَّمْتُ . وذَكَرَت الحديث . رواه مسلم .
Terjemahan
Tentang Ummu Hani' binti Abu Thalib radhiyallahu 'anha, dia berkata: Pada hari penaklukan kota Makkah, aku pergi menemui Nabi ﷺ. Saat itu, beliau sedang mandi dan Fatimah menutupi beliau dengan sehelai kain. Aku memberi salam... Lalu beliau menyebutkan hadits ini secara lengkap. (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tentang pentingnya menjaga aurat dan etika (adab) dalam pergaulan, bahkan dalam situasi darurat seperti saat mandi sekalipun. Nabi ﷺ memberikan teladan dengan menggunakan tabir (dibantu oleh putrinya, Fatimah) ketika ada sahabat yang datang. Selain itu, hadis ini juga menunjukkan keutamaan Ummu Hani' yang tetap mengucapkan salam sebagai bentuk memuliakan Nabi ﷺ, meski beliau dalam keadaan tidak bisa langsung menjawabnya.

# 3
وعن أسماءَ بنتِ يزيد رضي الله عنها قالت : مر علينا النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في نِسْوَةٍ فَسَلَّمَ عَلَيْنَا . رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديث حسن ، وهذا لفظ أبي داود، و لفظ الترمذي : أن رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَرَّ في المْسْجِدِ يوْماً وعُصْبَةٌ من النِّسَاءِ قُعُود فألوى بِيَدِهِ بالتَّسليمِ .
Terjemahan
Tentang Asma' binti Yazid radhiyallahu 'anha, dia berkata: Nabi ﷺ pernah berjalan dan menemui kami, sekelompok wanita. Lalu beliau memberi salam kepada kami. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dia menyatakan bahwa hadits ini hasan. Ini adalah lafaz dalam riwayat Abu Dawud. Sementara At-Tirmidzi meriwayatkan: Suatu hari Rasulullah ﷺ berjalan melewati masjid, dan ada sekelompok wanita sedang duduk. Beliau mengibaskan tangan memberi salam.)

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan dan kesempurnaan akhlak Rasulullah ﷺ, yang memberikan salam kepada sekelompok wanita. Hal ini mengajarkan bahwa memberi salam hukumnya sunnah kepada siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan, selama terhindar dari fitnah. Selain itu, hadis ini juga menjadi dalil tentang bolehnya wanita berada di masjid untuk tujuan yang dibenarkan syariat.