✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Memberi Salam (Tanda Hormat)
Kitab 6 · Bab 8

Larangan memulai salam kepada orang kafir, dan cara menjawab mereka. Serta sunnah memberi salam kepada jamaah yang terdiri dari orang beriman dan orang kafir.

✦ 3 Hadith ✦
# 1
وعن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لاتَبَدَأوا اليَهُودَ ولا النَّصَارى بالسَّلام ، فإذا لَقِيتُم أحَدَهُم في طَرِيق فَاضطّرُّوهُ إلى أضْيَقِهِ » رواه مسلم .
Terjemahan
Tentang Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian memulai memberi salam kepada orang Yahudi dan Nasrani. Jika kalian bertemu salah seorang dari mereka di jalan, desaklah dia ke sisi jalan yang lain." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan untuk menjaga identitas dan kemuliaan Islam dalam interaksi dengan non-Muslim yang memusuhi. Larangan memulai salam bertujuan mencegah kesan persamaan akidah dan menghindari sikap merendahkan diri. Perintah mendesak ke sisi jalan yang sempit saat berpapasan mengandung makna simbolis untuk menunjukkan ketegasan dan kehormatan seorang Muslim, bukan anjuran menyakiti secara fisik. Konteks historisnya adalah kondisi permusuhan dengan komunitas Yahudi di Madinah.

# 2
وعن أنس رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إذَا سَلَّمَ عَلَيكُم أهلُ الكتاب فَقٍُولُوا : وعَلَيْكُمْ » متفق عليه.
Terjemahan
Tentang Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila Ahli Kitab memberi salam kepada kalian, maka jawablah: 'Wa 'alaikum'." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tata cara membalas salam dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Ucapan balasan "wa 'alaikum" (dan atas kalian juga) merupakan bentuk doa yang umum, namun berbeda dengan salam lengkap "wa'alaikumussalam" yang khusus untuk muslim. Perbedaan ini menegaskan identitas keimanan sekaligus tetap berbuat baik dengan mendoakan mereka.

# 3
وعن أُسامه رضي الله عنه أن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَرَّ عَلَى مَجْلسٍ فيه أخلاطٌ من المُسلِمِينَ والمُشرِكِين عَبَدةِ الأوثَانِ واليَهُودِ فَسَّلمَ عَلَيْهِمْ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . متفق عليه .
Terjemahan
Dari Usamah radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi ﷺ pernah melewati suatu majelis yang berisi campuran orang Muslim, orang musyrik penyembah berhala, dan orang Yahudi, lalu Nabi ﷺ memberi salam kepada mereka. (Muttafaqun 'alaih)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan akhlak mulia Rasulullah ﷺ dalam bergaul, yaitu memberikan salam kepada semua orang tanpa membeda-bedakan agama dan keyakinan. Sikap ini menunjukkan prinsip penghormatan universal, menjaga hubungan sosial, serta dakwah dengan keteladanan dan kelembutan. Seorang Muslim diajarkan untuk bersikap baik dalam interaksi sehari-hari selama tidak melanggar prinsip agama.