Kitab 9 · Bab 1
Pahala membaca Al-Qur'an.
✦ 11 Hadith ✦
# 1
عن أَبي أُمامَةَ رضي اللَّه عنهُ قال : سمِعتُ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : « اقْرَؤُا القُرْآنَ فإِنَّهُ يَأْتي يَوْم القيامةِ شَفِيعاً لأصْحابِهِ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya." Diriwayatkan oleh Muslim.
Penjelasan singkat: Hadits ini menerangkan keutamaan membaca Al-Qur'an, di mana pada hari kiamat nanti, Al-Qur'an akan menjadi penolong bagi orang yang rajin membacanya.
Penjelasan singkat: Hadits ini menerangkan keutamaan membaca Al-Qur'an, di mana pada hari kiamat nanti, Al-Qur'an akan menjadi penolong bagi orang yang rajin membacanya.
# 2
وعَن النَّوَّاسِ بنِ سَمعانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : سمِعتُ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : «يُؤْتى يوْمَ القِيامةِ بالْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الذِين كانُوا يعْمَلُونَ بِهِ في الدُّنيَا تَقدُمهُ سورة البقَرَةِ وَآل عِمرَانَ ، تحَاجَّانِ عَنْ صاحِبِهِمَا » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari An-Nawwas bin Sam'an radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Pada hari kiamat, Al-Qur'an dan ahlinya (orang yang membacanya dan mengamalkannya) didatangkan, dengan didahului oleh surat Al-Baqarah dan Ali 'Imran, keduanya membela ahli (pembaca)nya." Diriwayatkan oleh Muslim.
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan kemuliaan orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur'an, khususnya surat Al-Baqarah dan Ali 'Imran, yang akan menjadi pembela baginya di hadapan Allah.
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan kemuliaan orang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur'an, khususnya surat Al-Baqarah dan Ali 'Imran, yang akan menjadi pembela baginya di hadapan Allah.
# 3
وعن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini menetapkan keutamaan tertinggi bagi orang yang terlibat dengan Al-Qur'an, baik dalam kapasitas sebagai pelajar maupun pengajar. Ini menunjukkan bahwa kebaikan seseorang diukur oleh interaksinya yang aktif dan kontinu dengan Kitabullah, bukan hanya dengan membacanya saja. Dengan demikian, gelar "sebaik-baik kalian" menjadi motivasi bagi umat Islam untuk mendalami ilmu Al-Qur'an dan kemudian menyebarkannya, sehingga manfaatnya berlipat ganda bagi diri sendiri dan masyarakat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menetapkan keutamaan tertinggi bagi orang yang terlibat dengan Al-Qur'an, baik dalam kapasitas sebagai pelajar maupun pengajar. Ini menunjukkan bahwa kebaikan seseorang diukur oleh interaksinya yang aktif dan kontinu dengan Kitabullah, bukan hanya dengan membacanya saja. Dengan demikian, gelar "sebaik-baik kalian" menjadi motivasi bagi umat Islam untuk mendalami ilmu Al-Qur'an dan kemudian menyebarkannya, sehingga manfaatnya berlipat ganda bagi diri sendiri dan masyarakat.
# 4
وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالتْ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الَّذِي يَقرَأُ القُرْآنَ وَهُو ماهِرٌ بِهِ معَ السَّفَرةِ الكرَامِ البررَةِ ، والذي يقرَأُ القُرْآنَ ويتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُو عليهِ شَاقٌّ له أجْران » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang yang mahir membaca Al-Qur'an, maka dia bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka dia mendapat dua pahala." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini memberikan motivasi untuk mempelajari Al-Qur'an. Orang yang lancar membacanya akan mendapat kedudukan yang tinggi, sementara orang yang masih terbata-bata tetapi bersungguh-sungguh akan mendapat dua pahala: pahala membaca dan pahala atas usahanya.
Penjelasan singkat: Hadits ini memberikan motivasi untuk mempelajari Al-Qur'an. Orang yang lancar membacanya akan mendapat kedudukan yang tinggi, sementara orang yang masih terbata-bata tetapi bersungguh-sungguh akan mendapat dua pahala: pahala membaca dan pahala atas usahanya.
# 5
وعن أَبي موسى الأشْعريِّ رضي اللَّه عنهُ قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مثَلُ المؤمنِ الَّذِي يقْرَأُ القرآنَ مثلُ الأُتْرُجَّةِ : ريحهَا طَيِّبٌ وطَعمُهَا حلْوٌ ، ومثَلُ المؤمنِ الَّذي لا يَقْرَأُ القُرْآنَ كَمثَلِ التَّمرةِ : لا رِيح لهَا وطعْمُهَا حلْوٌ ، ومثَلُ المُنَافِق الذي يَقْرَأُ القرْآنَ كَمثَلِ الرِّيحانَةِ : رِيحها طَيّبٌ وطَعْمُهَا مرُّ ، ومَثَلُ المُنَافِقِ الذي لا يَقْرَأُ القرآنَ كَمَثلِ الحَنْظَلَةِ : لَيْسَ لَها رِيحٌ وَطَعمُهَا مُرٌّ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Perumpamaan seorang mukmin yang membaca Al-Qur'an adalah seperti buah Utrujjah (sejenis jeruk), aromanya harum dan rasanya lezat. Dan perumpamaan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah kurma, tidak ada aromanya tetapi rasanya manis. Sedangkan perumpamaan seorang munafik yang membaca Al-Qur'an adalah seperti buah Raihanah (kemangi), aromanya harum tetapi rasanya pahit. Dan perumpamaan seorang munafik yang tidak membaca Al-Qur'an adalah seperti buah Hanzhalah (sejenis labu pahit), tidak ada aromanya dan rasanya pahit."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menggambarkan nilai dan karakter orang berdasarkan iman dan interaksinya dengan Al-Qur'an. Mukmin yang membaca Al-Qur'an diibaratkan buah yang sempurna, harum dan manis, mewakili keimanan yang terpancar dalam perkataan dan perbuatan. Mukmin yang tidak membacanya tetap baik (manis) meski kurang sempurna. Munafik yang membaca Al-Qur'an hanya tampak baik dari luar (harum) tetapi hatinya buruk (pahit). Munafik yang tidak membacanya adalah yang terburuk, tidak ada kebaikan lahir maupun batin.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menggambarkan nilai dan karakter orang berdasarkan iman dan interaksinya dengan Al-Qur'an. Mukmin yang membaca Al-Qur'an diibaratkan buah yang sempurna, harum dan manis, mewakili keimanan yang terpancar dalam perkataan dan perbuatan. Mukmin yang tidak membacanya tetap baik (manis) meski kurang sempurna. Munafik yang membaca Al-Qur'an hanya tampak baik dari luar (harum) tetapi hatinya buruk (pahit). Munafik yang tidak membacanya adalah yang terburuk, tidak ada kebaikan lahir maupun batin.
# 6
وعن عمرَ بن الخطابِ رضي اللَّه عنهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّ اللَّه يرفَعُ بِهذَا الكتاب أَقواماً ويضَعُ بِهِ آخَرين » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah mengangkat derajat banyak kaum dengan sebab Al-Qur'an, dan merendahkan derajat banyak kaum lainnya juga dengan sebab Al-Qur'an."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah standar kemuliaan. Siapa yang berpegang teguh, mempelajari, dan mengamalkannya akan diangkat derajatnya oleh Allah. Sebaliknya, siapa yang mengabaikan, menentang, atau menyimpang darinya akan direndahkan.
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah standar kemuliaan. Siapa yang berpegang teguh, mempelajari, dan mengamalkannya akan diangkat derajatnya oleh Allah. Sebaliknya, siapa yang mengabaikan, menentang, atau menyimpang darinya akan direndahkan.
# 7
وعنِ ابن عمر رضي اللَّه عنهما عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا حَسَدَ إلاُّ في اثنَتَيْن : رجُلٌ آتَاهُ اللَّه القُرآنَ ، فهوَ يقومُ بِهِ آناءَ اللَّيلِ وآنَاءَ النَّهَارِ ، وَرجُلٌ آتَاهُ اللَّه مالا ، فهُو يُنْفِقهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَآنَاءَ النهارِ » متفقٌ عليه .
« والآناءُ » : السَّاعاتُ .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Tidak boleh ada hasad (iri/dengki) kecuali terhadap dua jenis orang: (Pertama) seseorang yang Allah berikan ilmu tentang Al-Qur'an, lalu ia membacanya siang dan malam (dalam shalat dan lainnya). Dan (kedua) seseorang yang Allah berikan harta, lalu ia menginfakkannya siang dan malam."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hasad yang diperbolehkan (ghibthah) adalah menginginkan nikmat seperti yang orang lain dapatkan tanpa mengharapkan hilangnya nikmat itu. Dua orang yang patut di-"iri" secara positif ini adalah ahli Al-Qur'an yang mengamalkannya dan dermawan yang terus menginfakkan hartanya di jalan Allah.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hasad yang diperbolehkan (ghibthah) adalah menginginkan nikmat seperti yang orang lain dapatkan tanpa mengharapkan hilangnya nikmat itu. Dua orang yang patut di-"iri" secara positif ini adalah ahli Al-Qur'an yang mengamalkannya dan dermawan yang terus menginfakkan hartanya di jalan Allah.
# 8
وعنِ البُراء بنِ عَازِبٍ رضيَ اللَّه عَنهما قال : كَانَ رَجلٌ يَقْرَأُ سورةَ الكَهْفِ ، وَعِنْدَه فَرسٌ مَربوطٌ بِشَطَنَيْنِ فَتَغَشَّته سَحَابَةٌ فَجَعَلَت تَدنو ، وجعلَ فَرسُه ينْفِر مِنها . فَلَمَّا أَصبح أَتَى النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . فَذَكَرَ له ذلكَ فقال : « تِلكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلتْ للقُرآنِ » متفقٌ عليه .
« الشَّطَنُ » بفتحِ الشينِ المعجمةِ والطاء المهملة : الْحَبْلُ .
Terjemahan
Dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Seorang laki-laki membaca surat Al-Kahfi, dan di dekatnya ada seekor kuda yang diikat dengan dua tali. Tiba-tiba ada awan hitam yang menaungi dan melingkupinya, lalu turun semakin rendah sehingga kuda itu lari ketakutan. Di pagi hari, ia menemui Nabi ﷺ dan menceritakan kejadian itu. Beliau bersabda: "Itu adalah ketenangan (sakinah) yang turun karena bacaan Al-Qur'an."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan keutamaan membaca surat Al-Kahfi dan bukti nyata bahwa malaikat (pembawa ketenangan) turun mendengarkan dan mengelilingi orang yang membaca Al-Qur'an dengan khusyuk.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan keutamaan membaca surat Al-Kahfi dan bukti nyata bahwa malaikat (pembawa ketenangan) turun mendengarkan dan mengelilingi orang yang membaca Al-Qur'an dengan khusyuk.
# 9
وعن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ، ومِيَمٌ حرْفٌ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur'an, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf."
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadits ini menerangkan betapa besarnya pahala membaca Al-Qur'an, dihitung per huruf dan dilipatgandakan. Ini menjadi motivasi untuk memperbanyak bacaan Al-Qur'an meskipun sedikit demi sedikit.
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadits ini menerangkan betapa besarnya pahala membaca Al-Qur'an, dihitung per huruf dan dilipatgandakan. Ini menjadi motivasi untuk memperbanyak bacaan Al-Qur'an meskipun sedikit demi sedikit.
# 10
وعنِ ابنِ عباسٍ رضيَ اللَّه عنهما قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «إنَّ الَّذي لَيس في جَوْفِهِ شَيْءٌ مِنَ القُرآنِ كالبيتِ الخَرِبِ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
Terjemahan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya orang yang di dalam dirinya tidak ada sedikitpun dari Al-Qur'an (tidak menghafal/membacanya), maka ia seperti rumah yang rusak."
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hati yang kosong dari Al-Qur'an diibaratkan rumah yang runtuh, tidak berpenghuni dan tidak bermanfaat. Sebaliknya, hati yang diisi dengan Al-Qur'an akan hidup, kuat, dan memberi ketenangan.
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hati yang kosong dari Al-Qur'an diibaratkan rumah yang runtuh, tidak berpenghuni dan tidak bermanfaat. Sebaliknya, hati yang diisi dengan Al-Qur'an akan hidup, kuat, dan memberi ketenangan.
# 11
وعن عبدِ اللَّهِ بنِ عَمْرو بن العاصِ رضي اللَّه عَنهما عنِ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « يُقَالُ لِصاحبِ الْقُرَآنِ : اقْرأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَما كُنْتَ تُرَتِّلُ في الدُّنْيَا ، فَإنَّ منْزِلَتَكَ عِنْد آخِرِ آيةٍ تَقْرَؤُهَا » رواه أبو داود ، والترْمذي وقال : حديث حسن صحيح .
Terjemahan
Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-Ash radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "(Di hari kiamat) dikatakan kepada ahli Al-Qur'an (yang menghafal dan mengamalkannya): 'Bacalah dan naiklah (ke tingkat surga). Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya di dunia, karena kedudukanmu (di surga) berada pada ayat terakhir yang engkau baca.'"
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadits ini menerangkan kemuliaan ahli Al-Qur'an di akhirat. Mereka akan disuruh membaca dan naik ke tingkat surga sesuai dengan banyaknya hafalan dan pengamalan Al-Qur'an mereka di dunia.
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadits ini menerangkan kemuliaan ahli Al-Qur'an di akhirat. Mereka akan disuruh membaca dan naik ke tingkat surga sesuai dengan banyaknya hafalan dan pengamalan Al-Qur'an mereka di dunia.