✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Pahala
Kitab 9 · Bab 4

Anjuran untuk membaca surat dan ayat-ayat khusus tertentu

✦ 14 Hadith ✦
# 1
عن أَبي سعيدٍ رافعِ بنِ المُعلَّى رَضيَ اللَّه عَنْهُ قال : قال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَلا أُعَلِّمُكَ أَعْظَم سُورةٍ في الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تخْرُج مِنَ المَسْجِدَ ؟ فأَخَذَ بيدِي ، فَلَمَّا أَردْنَا أَنْ نَخْرُج قُلْتُ : يا رسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ قُلْتَ لأُعَلِّمنَّكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ في الْقُرْآنِ ؟ قال : «الحَمْدُ للَّهِ رَبِّ العَالمِينَ هِي السَّبْعُ المَثَاني ، وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذي أُوتِيتُهُ » رواه البخاري.
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Ar-Rafi' bin Al-Mu'alla radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ berkata kepadaku: "Aku akan mengajarkan kepadamu sebuah surat yang paling agung dalam Al-Qur'an, sebelum engkau keluar dari masjid." Lalu beliau memegang tanganku. Ketika kami hendak keluar dari masjid, aku berkata: "Wahai Rasulullah, engkau tadi berkata akan mengajarkan kepadaku sebuah surat yang paling agung dalam Al-Qur'an." Beliau bersabda: "(Yaitu) 'Alhamdulillahi Rabbil 'alamin' (Surat Al-Fatihah). Ia adalah As-Sab'ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) dan Al-Qur'an Al-'Azhim (Al-Qur'an yang agung) yang diturunkan kepadaku."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Surat Al-Fatihah disebut sebagai "Ummul Qur'an" (induk Al-Qur'an) dan surat yang paling agung. Ia merupakan rukun dalam shalat dan mengandung intisari seluruh ajaran Al-Qur'an.

# 2
وعن أَبي سعيدٍ الخُدْرِيِّ رضيَ اللَّه عنه أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ في : قُلْ هُوَ اللَّه أَحَدٌ : « والَّذِي نَفْسي بِيدِهِ ، إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ القُرْآنِ » . وفي روايةٍ : أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ لأَصْحابِهِ : « أَيَعْجِزُ أَحَدُكُم أَنْ يقْرَأَ بِثُلُثِ الْقُرْآنِ في لَيْلَةٍ » فَشَقَّ ذلكَ علَيْهِمْ ، وقالُوا : أَيُّنَا يُطِيقُ ذلكَ يا رسولَ اللَّه ؟ فقال : «قُلْ هُو اللَّه أَحَدٌ ، اللَّهُ الصَّمَدُ : ثُلُثُ الْقُرْآنِ » رواه البخاري.
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda tentang surat "Qul Huwallahu Ahad" (Al-Ikhlas): "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an." Dalam riwayat lain: Rasulullah ﷺ berkata kepada para sahabatnya: "Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu membaca sepertiga Al-Qur'an dalam semalam?" Mereka merasa berat, lalu bertanya: "Siapa di antara kami yang mampu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Qul Huwallahu Ahad, Allahush-Shamad... itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Surat Al-Ikhlas yang pendek ini memiliki keutamaan sangat besar karena mengandung inti ajaran tauhid (mengesakan Allah). Membacanya sekali pahalanya setara dengan membaca sepertiga Al-Qur'an.

# 3
وعنْهُ أَنَّ رَجُلاً سمِع رَجُلاً يَقْرَأُ : « قَلُ هُوَ اللَّه أَحدٌ » يُردِّدُها فَلَمَّا أَصْبَحَ جاءَ إِلى رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَكَرَ ذلكَ لَهُ وكَانَ الرَّجُلُ يتَقَالهُّا فَقَالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « والَّذي نَفْسِي بِيَدِهِ ، إِنَّها لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu juga, ia berkata: Seorang laki-laki mendengar orang lain membaca "Qul Huwallahu Ahad" secara berulang-ulang. Di pagi hari, ia menemui Rasulullah ﷺ dan menceritakan hal itu, karena menganggapnya remeh. Namun Rasulullah ﷺ bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Kisah ini menegaskan kembali keutamaan besar surat Al-Ikhlas. Meski terlihat ringan dan pendek, nilainya di sisi Allah sangat agung, sehingga tidak boleh diremehkan.

# 4
وعن أَبي هريرة رضيَ اللَّه عنهُ أَنَّ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال في : قُلْ هُوَ اللَّه أَحَدٌ: « إِنَّهَا تَعْدِلُ ثُلُثَ القُرْآنِ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang surat "Qul Huwallahu Ahad": "Sesungguhnya ia sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an."
(Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadits ini adalah riwayat lain yang menegaskan keutamaan surat Al-Ikhlas yang setara dengan sepertiga Al-Qur'an.

# 5
وعنْ أَنسٍ رضي اللَّهُ عنهُ أَنَّ رجُلا قال : يا رسول اللَّهِ إِني أُحِبُّ هذِهِ السُّورَةَ: قُلْ هُوَ اللَّه أَحدٌ ، قال : « إِنَّ حُبَّها أَدْخَلَكَ الجنَّةَ » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسن . رواه البخاري في صحيحه تعليقًا .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Seorang laki-laki berkata: "Wahai Rasulullah, aku sangat mencintai surat 'Qul Huwallahu Ahad' ini." Beliau bersabda: "Sesungguhnya kecintaanmu kepadanya akan memasukkamu ke dalam surga."
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan)

Penjelasan singkat: Mencintai surat Al-Ikhlas karena kandungan tauhidnya yang murni adalah tanda keimanan, dan itu menjadi sebab seseorang dimasukkan ke dalam surga.

# 6
وعن عُقْبةَ بنِ عامِرٍ رَضِيَ اللَّه عنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «أَلَمْ تَر آيَاتٍ أُنْزِلَتْ هَذِهِ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ مِثلُهُن قَطُّ ؟ قُلْ أَعُوذُ برَبِّ الفَلَقِ ، وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidakkah engkau perhatikan beberapa ayat yang diturunkan tadi malam, yang tidak pernah ada bandingannya? Yaitu: 'Qul A'udzu birabbil falaq' (Surat Al-Falaq) dan 'Qul A'udzu birabbin nas' (Surat An-Nas)."
(Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keistimewaan dan keutamaan dua surat perlindungan (Al-Mu'awwidzatain), yaitu Surah Al-Falaq dan An-Nas. Rasulullah ﷺ menyatakan bahwa keduanya adalah ayat-ayat yang belum pernah ada tandingannya, yang menunjukkan keagungan dan kekhususan fungsinya. Pelajaran utamanya adalah anjuran yang sangat kuat untuk senantiasa memohon perlindungan hanya kepada Allah dari segala kejahatan, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, dengan merutinkan membaca kedua surah ini.

# 7
وعن أَبي سعيدٍ الخُدْرِيِّ رَضي اللَّه عنهُ قال : كانَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَتَعَوَّذُ مِنَ الجانِّ ، وَعَيْنِ الإِنْسَانِ ، حتَّى نَزَلَتِ المُعَوذَتان ، فََلَمَّا نَزَلَتَا ، أَخَذَ بِهِما وتَركَ ما سِواهُما . رواه الترمذي وقال حديث حسن .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ biasa memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan dan dari pandangan mata yang jahat (al-'ain), hingga turun surat Al-Falaq dan An-Naas. Setelah itu, beliau memohon perlindungan dengan kedua surat tersebut dan meninggalkan yang lainnya.
(Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan).

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan dan kesempurnaan surat Al-Falaq dan An-Naas (Al-Mu'awwidzatain) sebagai perlindungan. Rasulullah ﷺ beralih dari doa perlindungan umum secara khusus kepada kedua surat ini setelah turunnya, mengajarkan bahwa keduanya sudah mencakup dan mencukupi untuk memohon perlindungan dari segala kejahatan, baik dari jin maupun manusia, termasuk 'ain. Ini adalah bimbingan praktis untuk mengutamakan perlindungan dengan wahyu Al-Qur'an.

# 8
وعن أَبي هريرةَ رضيَ اللَّهُ عنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « مِنَ القُرْآنِ سُورَةٌ ثَلاثُونَ آيَةً شَفعتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ ، وهِيَ : تبارَكَ الذِي بِيَدِهِ المُلْكُ » . رواه أبو داود والترمذي وقال : حديث حسن . وفي رواية أبي داود : « تَشْفَعُ » .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Dalam Al-Qur'an terdapat satu surat yang terdiri dari 30 ayat, ia akan memberikan syafa'at (pertolongan) bagi orang yang membacanya hingga dosanya diampuni. Surat itu adalah 'Tabaarakalladzi bi yadihil mulk' (Surat Al-Mulk)."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia menyatakan hadits ini hasan).

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan besar Surat Al-Mulk. Surat ini akan memberikan syafa'at (pertolongan) di akhirat bagi orang yang rutin membacanya, sehingga mengantarkannya kepada pengampunan dosa oleh Allah. Ini menjadi motivasi untuk istiqamah membaca, memahami, dan merenungi surat tersebut, sebagai bekal amal shaleh yang akan menolong di hari perhitungan.

# 9
وعن أَبي مسعودٍ البدْرِيِّ رضيَ اللَّه عنهُ عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «منْ قَرَأَ بالآيتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورةِ البقَرةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ » متفقٌ عليه . قيل : كَفَتَاهُ المَكْرُوهَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ ، وَقِيلَ : كَفَتَاهُ مِنْ قِيَامِ اللَّيْلِ .
Terjemahan
Dari Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada suatu malam, maka kedua ayat itu akan mencukupinya." (Muttafaqun 'alaih).
Dikatakan: "Mencukupinya dari keburukan pada malam itu." Dan dikatakan pula: "Mencukupinya dari (kewajiban) shalat malam."

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan agung dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah. Membacanya di malam hari memberikan perlindungan dan kecukupan dari Allah. Menurut penafsiran ulama, ia dapat mencukupi dari keburukan atau bahaya malam itu, dan juga dianggap mencukupi pahala shalat malam, menunjukkan betapa besar nilainya di sisi Allah.

# 10
وعن أَبي هريرةَ رضيَ اللَّه عنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِر ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِن الْبيْتِ الَّذي تُقْرأُ فِيهِ سُورةُ الْبقَرةِ » رواه مسلم.
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan (dengan tidak pernah shalat di dalamnya). Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah."
(Diriwayatkan oleh Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya menghidupkan rumah dengan ibadah, khususnya shalat dan tilawah Al-Qur'an. Larangan menjadikan rumah bagai kuburan bermakna agar rumah tidak sepi dari dzikir. Membaca Surat Al-Baqarah disebutkan secara khusus karena memiliki keutamaan mengusir setan, sehingga rumah menjadi tempat yang penuh berkah dan perlindungan ilahi.

# 11
وعن أُبَيِّ بنِ كَعْبٍ رضي اللَّه عَنْهُ قَالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «يا أَبا المُنذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيةٍ مِن كتاب اللَّهِ معكَ أَعْظَمُ ؟ قُلْتُ : اللَّه لا إِلهَ إِلاَّ هُو الحَيُّ الْقَيُّومُ ، فَضَربَ في صَدْري وَقَال : « لِيهْنكَ الْعِلْمُ أَبَا المُنذِرِ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Wahai Abul Mundzir! Tahukah kamu ayat manakah dari Kitabullah (Al-Qur'an) yang paling agung yang ada padamu?" Aku menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau bertanya lagi: "Wahai Abul Mundzir! Tahukah kamu ayat manakah dari Kitabullah (Al-Qur'an) yang paling agung yang ada padamu?" Aku menjawab: "Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum." (Ayat Kursi, QS. Al-Baqarah: 255). Lalu beliau menepuk dadaku dan bersabda: "Demi ilmu, bergembiralah wahai Abul Mundzir!"
(Diriwayatkan oleh Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keagungan Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) sebagai ayat paling mulia dalam Al-Qur'an, yang mengandung penegasan tauhid, sifat hidup dan berdiri sendiri-Nya Allah. Respon Nabi dengan menepuk dada Ubay bin Ka'ab menunjukkan pengakuan dan kebanggaan atas ilmu yang benar. Hal ini mengajarkan umat untuk mengkhususkan perhatian pada ayat ini, menghafal, memahami, dan merenungi maknanya.

# 12
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : وكَّلَني رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بحِفْظِ زَكَاةِ رمضانَ ، فَأَتَاني آتٍ ، فَجعل يحْثُو مِنَ الطَّعام ، فَأخَذْتُهُ فقُلتُ : لأرَفَعَنَّك إِلى رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : إِنِّي مُحتَاجٌ ، وعليَّ عَيالٌ ، وبي حاجةٌ شديدَةٌ . ، فَخَلَّيْتُ عنْهُ ، فَأَصْبحْتُ ، فَقَال رسُولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيْهِ وآلهِ وسَلَّمَ : « يا أَبا هُريرة ، ما فَعلَ أَسِيرُكَ الْبارِحةَ ؟ » قُلْتُ : يا رسُول اللَّهِ شَكَا حَاجَةً وعِيَالاً ، فَرحِمْتُهُ ، فَخَلَّيْتُ سبِيلَهُ. فقال : « أَما إِنَّهُ قَدْ كَذَبك وسيعُودُ » فَعرفْتُ أَنَّهُ سيعُودُ لِقَوْلِ رسُولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَرصدْتُهُ . فَجَاءَ يحثُو مِنَ الطَّعامِ ، فَقُلْتُ : لأَرْفَعنَّكَ إِلى رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قالَ : دعْني فَإِنِّي مُحْتاجٌ ، وعلَيَّ عِيالٌ لا أَعُودُ ، فرحِمْتُهُ وَخَلَّيتُ سبِيلَهُ ، فَأَصبحتُ فَقَال لي رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا أَبا هُريْرةَ ، ما فَعل أَسِيرُكَ الْبارِحةَ ؟ » قُلْتُ : يا رسُول اللَّهِ شَكَا حاجةً وَعِيالاً فَرحِمْتُهُ ، وَخَلَّيتُ سبِيلَهُ ، فَقَال : « إِنَّهُ قَدْ كَذَبكَ وسيَعُودُ » . فرصدْتُهُ الثَّالِثَةَ . فَجاءَ يحْثُو مِنَ الطَّعام ، فَأَخَذْتهُ ، فقلتُ : لأَرْفَعنَّك إِلى رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وهذا آخِرُ ثَلاثٍ مرات أَنَّكَ لا تَزْعُمُ أَنَّكَ تَعُودُ ، ثُمَّ تَعُودُ، فقال : دعْني فَإِنِّي أُعلِّمُكَ كَلِماتٍ ينْفَعُكَ اللَّه بهَا ، قلتُ : ما هُنَّ ؟ قال : إِذا أَويْتَ إِلى فِراشِكَ فَاقْرأْ آيةَ الْكُرسِيِّ ، فَإِنَّهُ لَن يزَالَ عليْكَ مِنَ اللَّهِ حافِظٌ ، ولا يقْربُكَ شيْطَانٌ حتَّى تُصْبِحِ ، فَخَلَّيْتُ سبِيلَهُ فَأَصْبحْتُ ، فقَالَ لي رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ما فَعلَ أَسِيرُكَ الْبارِحةَ ؟ » فقُلتُ : يا رَسُول اللَّهِ زَعم أَنَّهُ يُعلِّمُني كَلِماتٍ ينْفَعُني اللَّه بهَا ، فَخَلَّيْتُ سبِيلَه. قال : « مَا هِيَ ؟ » قلت : قال لي : إِذا أَويْتَ إِلى فِراشِكَ فَاقرَأْ ايةَ الْكُرْسيِّ مِنْ أَوَّلها حَتَّى تَخْتِمَ الآيةَ : { اللَّه لا إِلهَ إِلاَّ هُو الحيُّ الْقَيُّومُ } وقال لي : لا يَزَال علَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلَنْ يقْربَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ . فقال النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَمَا إِنَّه قَدْ صَدقكَ وَهُو كَذوبٌ ، تَعْلَم مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذ ثَلاثٍ يا أَبا هُريْرَة ؟ » قلت : لا ، قال : «ذَاكَ شَيْطَانٌ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ menugaskanku untuk menjaga zakat fitri di bulan Ramadhan. Lalu datang seorang pencuri mengambil makanan. Aku menangkapnya dan berkata: "Aku akan membawamu kepada Rasulullah." Ia memohon: "Aku sangat membutuhkannya, aku punya keluarga (yang harus dinafkahi) dan aku dalam keadaan sangat memerlukan." Maka aku melepaskannya. Pagi harinya, Nabi ﷺ bertanya: "Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu semalam?" Aku menjawab: "Wahai Rasulullah, ia mengeluh sangat membutuhkan dan punya keluarga, maka aku kasihan dan melepaskannya." Beliau bersabda: "Sesungguhnya ia telah berdusta dan ia akan kembali lagi." Aku tahu ia pasti kembali karena sabda Rasulullah: "Ia akan kembali." Maka aku mengawasinya, dan ia pun datang lagi mencuri makanan. Aku menangkapnya dan berkata: "Aku akan membawamu kepada Rasulullah." Ia memohon lagi: "Lepaskan aku, aku sangat membutuhkan, aku punya keluarga dan aku tidak akan kembali lagi." Aku kasihan dan melepaskannya. Pagi harinya Nabi ﷺ bertanya lagi: "Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan tawananmu?" Aku menjawab dengan kisah yang sama. Beliau bersabda: "Sesungguhnya ia telah berdusta dan ia akan kembali lagi." Aku pun mengawasinya untuk ketiga kalinya, dan ternyata ia datang lagi mencuri. Aku menangkapnya dan berkata: "Aku akan membawamu kepada Rasulullah, ini sudah ketiga kalinya kamu berjanji tidak kembali, tapi kamu kembali lagi." Ia berkata: "Lepaskan aku, aku akan mengajarkanmu beberapa kalimat yang Allah akan memberimu manfaat karenanya." Aku bertanya: "Apa itu?" Ia menjawab: "Jika kamu hendak tidur, bacalah ayat Kursi, maka Allah akan menjagamu dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi." Maka aku melepaskannya. Pagi harinya Nabi ﷺ bertanya: "Apa yang dilakukan tawananmu malam ini?" Aku menjawab: "Ia mengajarkanku beberapa kalimat yang Allah akan memberiku manfaat, maka aku melepaskannya." Beliau bertanya: "Apa kalimat itu?" Aku menjawab: "Ia mengajariku ayat Kursi." Beliau bersabda: "Sesungguhnya ia telah jujur kepadamu, padahal ia pendusta. Tahukah kamu siapa yang berbicara denganmu selama tiga malam itu?" Aku menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Itu adalah setan."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari).

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya kelembutan, kasih sayang, dan pertimbangan terhadap kondisi orang yang membutuhkan dalam menegakkan aturan. Abu Hurairah memilih mengutamakan kemaslahatan dan membantu kesulitan saudaranya daripada langsung menghukum. Sikap Nabi yang mengetahui kejadian tersebut tanpa mencela juga menunjukkan bahwa membantu orang yang benar-benar dalam kesusahan memiliki nilai yang sangat tinggi dalam Islam.

# 13
وعن أَبي الدَّرْدِاءِ رَضِي اللَّه عنْه أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «منْ حفِظَ عشْر آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورةِ الْكَهْف ، عُصمَ منَ الدَّجَّالِ » . وفي رواية : « مِنْ آخِرِ سُورةِ الكهْف» رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Ad-Darda' radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, ia akan dilindungi dari (fitnah) Dajjal."
Dalam riwayat lain: "Sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi."
(Diriwayatkan oleh Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan menghafal sepuluh ayat pertama atau terakhir Surah Al-Kahfi sebagai perlindungan dari fitnah Dajjal yang sangat besar. Ini menegaskan bahwa menjaga interaksi dengan Al-Qur'an, khususnya ayat-ayat yang mengandung pelajaran dan peringatan, adalah perisai iman. Hikmahnya, seorang muslim didorong untuk konsisten membaca, menghafal, dan merenungi Al-Qur'an agar hatinya tetap terpelihara dari kesesatan.

# 14
وعَنِ ابْنِ عبَّاسٍ رضِي اللَّه عنْهُما قَالَ : بيْنَما جِبْرِيلُ عليهِ السَّلام قاعِدٌ عِندَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ ، فَرَفَعَ رَأْسَه فَقَالَ : هذا باب مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ اليَوْمَ ولَمْ يُفْتَح قَطُّ إِلاَّ اليَوْمَ ، فَنَزَلَ مِنه مَلكٌ فقالَ : هذا مَلَكٌ نَزَلَ إِلى الأَرْضِ لم يَنْزِلْ قَطُّ إِلاَّ اليَوْمَ فَسَلَّمَ وقال : أَبشِرْ بِنورَينِ أُوتِيتَهُمَا ، لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبلَكَ : فَاتحةِ الكتاب ، وخَواتِيم سُورَةِ البَقَرةِ ، لَن تَقرأَ بحرْفٍ منها إِلاَّ أُعْطِيتَه » رواه مسلم . « النَّقِيض » الصَّوت
Terjemahan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Ketika Jibril sedang duduk bersama Nabi ﷺ, tiba-tiba terdengar suara dari atasnya. Ia mengangkat pandangannya ke atas dan berkata: "Ini adalah pintu langit yang dibuka hari ini, belum pernah dibuka sebelumnya kecuali hari ini." Seorang malaikat turun melalui pintu itu. Jibril berkata: "Ini adalah malaikat yang turun ke bumi, ia belum pernah turun sebelumnya kecuali hari ini." Malaikat itu memberi salam dan berkata: "Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu dan belum pernah diberikan kepada nabi sebelummu, yaitu surat Al-Fatihah dan penutup surat Al-Baqarah. Setiap huruf yang kamu baca darinya, akan diberikan cahaya untukmu."
(Diriwayatkan oleh Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keistimewaan agung yang diberikan khusus kepada Nabi Muhammad ﷺ, yaitu dua cahaya (nur) berupa Surah Al-Fatihah dan penutup Surah Al-Baqarah (ayat 285-286). Turunnya malaikat khusus yang belum pernah turun sebelumnya menunjukkan betapa mulia dan dahsyatnya kedua ayat ini. Inti pelajarannya adalah betapa kita harus menghargai, mempelajari, dan mengamalkan kandungan kedua bagian Al-Qur'an tersebut, karena ia adalah karunia unik dan penuh berkah bagi umat ini.