Kitab 9 · Bab 3
Hendaknya memperindah suara saat membaca Al-Qur'an, anjuran bagi yang bersuara bagus untuk membacanya, dan perintah untuk memperhatikan saat mendengarkannya
✦ 5 Hadith ✦
# 1
عَنْ أبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قال: سمِعتُ رسولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « مَا أَذِنَ اللهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ حَسَنِ الصَّوْتِ يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ يَجْهَرُ بِهِ » متفقٌ عليه .
معنى « أَذِنَ اللهُ »: أي اسْتَمَعَ ، وَهُوَ إشَارَةٌ إلى الرِّضَى وَالقُبُولِ ".
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Allah tidak pernah memperhatikan sesuatu sebagaimana perhatian-Nya kepada seorang Nabi yang memiliki suara merdu, yang melagukan Al-Qur'an dengan suara keras."
(Muttafaqun 'alaih). Makna "memperhatikan" di sini adalah mendengarkan, yang menunjukkan keridhaan dan penerimaan.
Penjelasan singkat: Allah sangat menyukai dan "mendengarkan" hamba-Nya yang membaca Al-Qur'an dengan suara merdu dan indah, terlebih jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dikeraskan (dalam kondisi yang dibolehkan). Ini menunjukkan keutamaan memperindah suara saat membaca Al-Qur'an.
(Muttafaqun 'alaih). Makna "memperhatikan" di sini adalah mendengarkan, yang menunjukkan keridhaan dan penerimaan.
Penjelasan singkat: Allah sangat menyukai dan "mendengarkan" hamba-Nya yang membaca Al-Qur'an dengan suara merdu dan indah, terlebih jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dikeraskan (dalam kondisi yang dibolehkan). Ini menunjukkan keutamaan memperindah suara saat membaca Al-Qur'an.
# 2
وعن أبي موسى الأشْعَرِيِّ رضيَ اللهُ عنهُ أنَّ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قالَ لهُ : « لَقَدْ أُوتِيتُ مِزْمَارَاً مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُد » متفقٌ عليه .
وفي روايةٍ لمسلمٍ : أنَّ رسولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ لهُ : « لَوْ رَأَيْتَنِي وَأَنَا أَسْتَمِعُ لِقِرَاءَتِكَ البارحَةَ ».
Terjemahan
Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya: "Sungguh engkau telah diberi seruling dari seruling-seruling keluarga Dawud." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat Muslim: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya: "Seandainya engkau melihatku tadi malam ketika aku mendengarkan bacaanmu..." (hampir saja engkau melihat sesuatu yang menakjubkan).
Penjelasan singkat: Nabi ﷺ memuji suara merdu Abu Musa Al-Asy'ari saat membaca Al-Qur'an, menyamakannya dengan suara indah Nabi Dawud. Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ begitu kagum hingga hampir menyela bacaannya. Ini menunjukkan anjuran membaca Al-Qur'an dengan suara yang merdu.
Penjelasan singkat: Nabi ﷺ memuji suara merdu Abu Musa Al-Asy'ari saat membaca Al-Qur'an, menyamakannya dengan suara indah Nabi Dawud. Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ begitu kagum hingga hampir menyela bacaannya. Ini menunjukkan anjuran membaca Al-Qur'an dengan suara yang merdu.
# 3
وعَنِ الْبَرَاءِ بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللهُ عنهمَا قالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَرَأَ في العِشَاءِ بِالتِينِ والزَّيْتُونِ ، فَمَا سَمِعْتُ أَحَدَاً أَحْسَنَ صَوْتَاً مِنْهُ . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Aku mendengar Nabi ﷺ membaca dalam shalat Isya' surat "Wat-Tini waz-Zaitun" (At-Tin), dan aku tidak pernah mendengar suara siapa pun yang lebih indah dari suara beliau.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menggambarkan betapa indah dan merdunya suara Nabi ﷺ saat membaca Al-Qur'an, sehingga para sahabat terpesona mendengarkannya.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menggambarkan betapa indah dan merdunya suara Nabi ﷺ saat membaca Al-Qur'an, sehingga para sahabat terpesona mendengarkannya.
# 4
وَعَنْ أَبِي لُبَابَة بَشِير بنِ عَبْدِ المُنْذِرِ رضيَ اللهُ عنهُ ، أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ فَلَيْسَ مِنَّا » رواهُ أبو داود بإسنادٍ جيد .
وَمَعْنَى « يَتَغَنَّى » : يُحْسِنُ صَوْتَهُ بِالْقُرْآنِ .
Terjemahan
Dari Abu Lubabah Basyir bin Abdul-Mundzir radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang tidak melagukan Al-Qur'an, maka ia bukan dari golongan kami." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik). Makna "melagukan" di sini adalah memperindah suaranya ketika membaca Al-Qur'an.
Penjelasan singkat: Hadits ini menganjurkan untuk membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan sesuai dengan kaidah tajwid, bukan dengan suara datar. "Bukan dari golongan kami" berarti tidak mengikuti sunnah kami dalam hal ini.
Penjelasan singkat: Hadits ini menganjurkan untuk membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan sesuai dengan kaidah tajwid, bukan dengan suara datar. "Bukan dari golongan kami" berarti tidak mengikuti sunnah kami dalam hal ini.
# 5
وَعَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ رضيَ اللهُ عنهُ قالَ : قَالَ لي النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « اقْرَأْ عَلَيَّ الْقُرْآنَ » ، فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ ، أَقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلْكَ أُنْزِلَ ؟! قَالَ : « إِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي »" فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى جِئْتُ إلى هذهِ الآيَة : ﴿ فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هؤُلاءِ شَهِيدَاً ﴾ قالَ : « حَسْبُكَ الآنَ » فالْتَفَتُّ إِلَيْهِ ، فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَان . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ berkata kepadaku: "Bacakan Al-Qur'an untukku." Aku berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku harus membacakan untukmu, padahal Al-Qur'an diturunkan kepadamu?" Beliau bersabda: "Sesungguhnya aku senang mendengarkannya dari orang lain." Maka aku membacakan untuk beliau surat An-Nisa' hingga sampai pada ayat: "Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu?" (QS. An-Nisa': 41). Beliau bersabda: "Cukup." Saat itu aku menoleh kepada beliau, dan melihat kedua mata beliau berlinang air mata.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan beberapa hal: (1) Anjuran untuk saling mendengarkan bacaan Al-Qur'an. (2) Bolehnya membaca Al-Qur'an di hadapan orang yang lebih ahli. (3) Keagungan ayat-ayat Al-Qur'an dapat menggugah perasaan dan meneteskan air mata, sebagaimana yang terjadi pada Nabi ﷺ.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan beberapa hal: (1) Anjuran untuk saling mendengarkan bacaan Al-Qur'an. (2) Bolehnya membaca Al-Qur'an di hadapan orang yang lebih ahli. (3) Keagungan ayat-ayat Al-Qur'an dapat menggugah perasaan dan meneteskan air mata, sebagaimana yang terjadi pada Nabi ﷺ.