Kitab 9 · Bab 6
Keutamaan shalat Dhuha
✦ 10 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قُمۡتُمۡ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ فَٱغۡسِلُواْ وُجُوهَكُمۡ وَأَيۡدِيَكُمۡ إِلَى ٱلۡمَرَافِقِ وَٱمۡسَحُواْ بِرُءُوسِكُمۡ وَأَرۡجُلَكُمۡ إِلَى ٱلۡكَعۡبَيۡنِۚ وَإِن كُنتُمۡ جُنُبٗا فَٱطَّهَّرُواْۚ وَإِن كُنتُم مَّرۡضَىٰٓ أَوۡ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوۡ جَآءَ أَحَدٞ مِّنكُم مِّنَ ٱلۡغَآئِطِ أَوۡ لَٰمَسۡتُمُ ٱلنِّسَآءَ فَلَمۡ تَجِدُواْ مَآءٗ فَتَيَمَّمُواْ صَعِيدٗا طَيِّبٗا فَٱمۡسَحُواْ بِوُجُوهِكُمۡ وَأَيۡدِيكُم مِّنۡهُۚ مَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيَجۡعَلَ عَلَيۡكُم مِّنۡ حَرَجٖ وَلَٰكِن يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمۡ وَلِيُتِمَّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ ﴾[ المائدة(6)]
Terjemahan
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur." (QS. Al-Ma'idah: 6).
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan tata cara bersuci sebagai syarat sah shalat. Wudhu dengan air adalah kewajiban utama, mencakup membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki hingga mata kaki. Dalam kondisi tertentu seperti sakit, bepergian, atau tidak ada air, Allah memberikan keringanan dengan mengganti wudhu atau mandi junub dengan tayammum menggunakan debu yang suci, menunjukkan kemudahan dalam syariat Islam.
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan tata cara bersuci sebagai syarat sah shalat. Wudhu dengan air adalah kewajiban utama, mencakup membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, dan membasuh kaki hingga mata kaki. Dalam kondisi tertentu seperti sakit, bepergian, atau tidak ada air, Allah memberikan keringanan dengan mengganti wudhu atau mandi junub dengan tayammum menggunakan debu yang suci, menunjukkan kemudahan dalam syariat Islam.
# 2
وعَنْ أَبي هُريْرَةَ رضيَ اللَّه عَنْه قال : سمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُول : « إِنَّ أُمَّتي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيامَةِ غُرّاً محَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الوضوءِ فَمنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيل غُرَّتَه ، فَليفعلْ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya umatku pada hari kiamat akan dipanggil dalam keadaan bercahaya pada wajah, tangan, dan kaki mereka karena bekas wudhu. Maka barangsiapa di antara kalian yang mampu memperpanjang cahayanya, hendaklah ia melakukannya."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan wudhu dan menyempurnakannya. Bekas wudhu akan menjadi cahaya yang membedakan umat Nabi Muhammad pada hari Kiamat. Perintah untuk "memperpanjang cahaya" adalah motivasi untuk memperlebar basuhan wudhu ke bagian yang sunah (seperti lengan dan kaki), sebagai bukti kecintaan dan ketakwaan kepada Allah.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan wudhu dan menyempurnakannya. Bekas wudhu akan menjadi cahaya yang membedakan umat Nabi Muhammad pada hari Kiamat. Perintah untuk "memperpanjang cahaya" adalah motivasi untuk memperlebar basuhan wudhu ke bagian yang sunah (seperti lengan dan kaki), sebagai bukti kecintaan dan ketakwaan kepada Allah.
# 3
وعنه قَالَ : سَمِعْت خَلِيلي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُول : « تَبْلُغُ الحِلية مِنَ المؤمِن حَيْث يبْلُغُ الوضـوءُ » رواه مسـلم.
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga, ia berkata: Aku mendengar orang yang paling aku cintai (Rasulullah) ﷺ bersabda: "Perhiasan seorang mukmin akan sampai ke tempat ia mengambil wudhu."
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kesucian lahiriah (seperti wudhu) memiliki hubungan erat dengan keindahan batin seorang mukmin. Perhiasan iman yang sesungguhnya adalah cahaya dan kesucian yang terpancar dari anggota wudhunya. Dengan demikian, ibadah fisik seperti wudhu tidak hanya membersihkan kotoran, tetapi juga meninggikan derajat dan keindahan spiritual seorang hamba di sisi Allah.
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kesucian lahiriah (seperti wudhu) memiliki hubungan erat dengan keindahan batin seorang mukmin. Perhiasan iman yang sesungguhnya adalah cahaya dan kesucian yang terpancar dari anggota wudhunya. Dengan demikian, ibadah fisik seperti wudhu tidak hanya membersihkan kotoran, tetapi juga meninggikan derajat dan keindahan spiritual seorang hamba di sisi Allah.
# 4
وعن عثمانَ بن عفانَ رضي اللَّه عنه قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « منْ تَوَضَّأَ فَأَحْـسَنَ الوضـوءَ ، خَرَجَت خَطَايَاهُ مِنْ جسَدِهِ حتَّى تَخْرُجَ مِنْ تحتِ أَظفارِهِ » رواه مسلم.
Terjemahan
Dari Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa berwudhu lalu membaguskan wudhunya, maka kesalahan-kesalahannya akan keluar dari tubuhnya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya." (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan wudhu yang dikerjakan dengan sempurna (ihsan). Hikmahnya adalah bahwa wudhu tidak hanya membersihkan anggota badan secara lahir, tetapi juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil. Proses keluarnya dosa dari seluruh tubuh, hingga dari ujung kuku, menggambarkan kesempurnaan rahmat dan ampunan Allah bagi hamba-Nya yang menjaga kebersihan ritual dengan sungguh-sungguh.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan wudhu yang dikerjakan dengan sempurna (ihsan). Hikmahnya adalah bahwa wudhu tidak hanya membersihkan anggota badan secara lahir, tetapi juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil. Proses keluarnya dosa dari seluruh tubuh, hingga dari ujung kuku, menggambarkan kesempurnaan rahmat dan ampunan Allah bagi hamba-Nya yang menjaga kebersihan ritual dengan sungguh-sungguh.
# 5
وعنهُ قال : رَأَيْتُ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَتَوَضَّأُ مثلَ وُضوئي هذا ثُمَّ قال : « مَنْ تَوَضَّأَ هكذا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنبِهِ، وَكَانَتْ صَلاتُهُ وَمَشْيُهُ إِلى المَسْجِدِ نَافِلَةً» رواه مسلم.
Terjemahan
Dari Utsman radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku melihat Rasulullah ﷺ berwudhu seperti wudhuku ini, kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa berwudhu seperti ini, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni, dan shalatnya serta perjalanannya ke masjid adalah sebagai tambahan pahala baginya."
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan wudhu yang sempurna dan sesuai sunnah. Wudhu bukan sekadar bersuci fisik, tetapi juga pembersih dosa-dosa kecil. Selain itu, setiap langkah menuju masjid untuk shalat bernilai ibadah sunah, menunjukkan betapa Allah memuliakan hamba-Nya yang menjaga kesucian dan beribadah kepada-Nya.
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan wudhu yang sempurna dan sesuai sunnah. Wudhu bukan sekadar bersuci fisik, tetapi juga pembersih dosa-dosa kecil. Selain itu, setiap langkah menuju masjid untuk shalat bernilai ibadah sunah, menunjukkan betapa Allah memuliakan hamba-Nya yang menjaga kesucian dan beribadah kepada-Nya.
# 6
وعن أبي هريرةَ رضي اللَّه عنه أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِذا تَوَضَّأَ العبدُ المُسلِم ¬ أَوِ المؤْمِنُ ¬ فَغَسل وجهَهُ خَرجَ مِنْ وَجهِهِ كلُّ خطِيئَة نَظَر إِلَيْهَا بِعيْنيْهِ مع الماءِ أَوْ معَ آخرِ قَطْرِ الماءِ ، فَإِذا غَسل يديهِ ، خَرج مِنْ يديهِ كُلُّ خَطيئَةٍ كانَ بطَشَتْهَا يداهُ مَعَ المَاءِ أَوْ مع آخِر قَطْرِ الماءِ ، فَإِذا غَسلَ رِجَليْهِ ، خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتها رِجلاه مع الماءِ أَوْ مَع آخرِ قَطرِ الماءِ ، حتى يخرُجَ نَقِيًّا مِن الذُّنُوبِ »رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika seorang muslim atau mukmin berwudhu, saat ia membasuh wajahnya, setiap dosa yang dilihat oleh matanya akan keluar bersama air atau tetesan air terakhir. Ketika ia membasuh kedua tangannya, setiap dosa yang dipegang oleh tangannya akan keluar bersama air atau tetesan air terakhir. Ketika ia membasuh kedua kakinya, setiap dosa yang dilangkahkan oleh kakinya akan keluar bersama air atau tetesan air terakhir, hingga ia keluar dari wudhunya dalam keadaan bersih dari dosa."
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan wudhu yang tidak hanya membersihkan hadas, tetapi juga menghapus dosa-dosa kecil yang terkait dengan anggota wudhu. Setiap basuhan membawa pengampunan atas kesalahan yang dilakukan oleh anggota tubuh tersebut, seperti mata yang melihat maksiat atau tangan yang berbuat salah. Dengan demikian, wudhu menjadi sarana penyucian lahir dan batin, mengembalikan kesucian seorang muslim seperti bayi yang baru lahir.
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan keutamaan wudhu yang tidak hanya membersihkan hadas, tetapi juga menghapus dosa-dosa kecil yang terkait dengan anggota wudhu. Setiap basuhan membawa pengampunan atas kesalahan yang dilakukan oleh anggota tubuh tersebut, seperti mata yang melihat maksiat atau tangan yang berbuat salah. Dengan demikian, wudhu menjadi sarana penyucian lahir dan batin, mengembalikan kesucian seorang muslim seperti bayi yang baru lahir.
# 7
- وعنْهُ أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَتَى المقبرةَ فَقَال : « السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَار قَومٍ مُؤْمِنينِ وإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ ، ودِدْتُ أَنَّا قَدْ رأَيْنَا إِخْوانَنَا » : قَالُوا : أَولَسْنَا إِخْوانَكَ يا رسُول اللَّهِ ؟ قال : « أَنْتُمْ أَصْحَابي ، وَإخْوَانُنَا الّذينَ لَم يَأْتُوا بعد » قالوا : كيف تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ من أُمَّتِكَ يا رسول الله ؟ فقال : « أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلا لهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحجَّلَةٌ بيْنَ ظهْريْ خَيْلٍ دُهْمٍ بِهْمٍ ، أَلا يعْرِفُ خَيْلَهُ ؟ » قَالُوا : بلَى يا رسولُ اللَّهِ ، قَالَ : «فَإِنَّهُمْ يأْتُونَ غُرًّا مَحجَّلِينَ مِنَ الوُضُوءِ ، وأَنَا فرَطُهُمْ على الحوْضِ »رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga, ia berkata: Rasulullah ﷺ mendatangi sebuah pekuburan, lalu beliau bersabda: "Semoga keselamatan atas kalian, wahai penghuni negeri kaum mukminin. Dan sesungguhnya kami, insya Allah, akan menyusul kalian." Aku berharap dapat melihat saudara-saudara kami." Para sahabat bertanya: "Bukankah kami adalah saudara-saudaramu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Kalian adalah sahabat-sahabatku. Adapun saudara-saudara kami yang aku maksud adalah orang-orang yang belum lahir." Mereka bertanya: "Bagaimana engkau mengenali umatmu yang belum lahir, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Bagaimana pendapatmu jika seorang laki-laki memiliki kuda yang berwarna putih di dahi dan kakinya, di antara kuda-kuda yang hitam legam, apakah ia akan mengenali kudanya?" Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Maka mereka akan datang dengan cahaya di wajah dan anggota wudhu mereka karena wudhu, dan aku akan mendahului mereka menuju telaga (Al-Haudh)."
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa ikatan ukhuwah Islamiyah melampaui batas zaman dan pertemuan fisik. Rasulullah ﷺ merindukan generasi mukmin yang datang setelah para sahabat, menunjukkan bahwa kecintaan dan persaudaraan dalam iman bersifat universal. Ini menjadi motivasi bagi umat setelahnya untuk merasa dekat dengan Nabi dan berusaha meneladaninya, meski tidak hidup sezaman. Hadis ini juga mengandung kabar gembira tentang keutamaan orang beriman yang akan berkumpul di akhirat.
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa ikatan ukhuwah Islamiyah melampaui batas zaman dan pertemuan fisik. Rasulullah ﷺ merindukan generasi mukmin yang datang setelah para sahabat, menunjukkan bahwa kecintaan dan persaudaraan dalam iman bersifat universal. Ini menjadi motivasi bagi umat setelahnya untuk merasa dekat dengan Nabi dan berusaha meneladaninya, meski tidak hidup sezaman. Hadis ini juga mengandung kabar gembira tentang keutamaan orang beriman yang akan berkumpul di akhirat.
# 8
وعنْهُ أَنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « أَلا أَدُلُّكُمْ على ما يَمْحُو اللَّه بِهِ الخَطَايا ، ويرْفَعُ بِهِ الدَّرجاتِ ؟ قَالُوا : بلى يا رَسُول اللَّهِ ، قَالَ : إِسْباغُ الوُضُوءِ على المكَارِهِ وكَثْرَةُ الخُطَا إلى المساجِدِ ، وانْتِظَارُ الصَّلاةِ بعْد الصَّلاةِ ، فَذلِكُمُ الرِّبَاطُ ، فذلِكُمُ الرِّباطُ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu juga, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?" Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Menyempurnakan wudhu meskipun dalam keadaan sulit, memperbanyak langkah ke masjid, dan menunggu shalat berikutnya setelah shalat. Itulah ar-ribath (jihad di jalan Allah)."
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa jihad tidak hanya di medan perang. Allah menjadikan tiga amalan harian sebagai sarana penghapus dosa dan peninggi derajat: menyempurnakan wudhu dalam kondisi tidak nyaman, rajin berjalan ke masjid, dan sabar menunggu waktu shalat berikutnya di masjid. Ketekunan dalam ibadah-ibadah ini dinilai setara dengan ribath (berjaga di perbatasan) karena memerlukan kesabaran dan konsistensi dalam melawan kemalasan dan godaan.
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa jihad tidak hanya di medan perang. Allah menjadikan tiga amalan harian sebagai sarana penghapus dosa dan peninggi derajat: menyempurnakan wudhu dalam kondisi tidak nyaman, rajin berjalan ke masjid, dan sabar menunggu waktu shalat berikutnya di masjid. Ketekunan dalam ibadah-ibadah ini dinilai setara dengan ribath (berjaga di perbatasan) karena memerlukan kesabaran dan konsistensi dalam melawan kemalasan dan godaan.
# 9
وعَنْ أَبي مَالكٍ الأَشْعرِيِّ رضَي اللَّه عنْهُ قَال : قالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمانِ » رواه مسلم .
وقد سبقَ بِطولِهِ في باب الصبرِ .
وفي الباب حديثُ عمرو بْنِ عَبْسةَ رضِيَ اللَّه عنْهُ السَّابِقُ في آخِرِ باب الرَّجاءِ ، وَهُو حدِيثٌ عظيمٌ ، مُشْتَمِلٌ على جُملٍ من الخيرات .
Terjemahan
Dari Abu Malik Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Bersuci (thaharah) adalah sebagian dari iman." (Diriwayatkan oleh Muslim).
Dan telah disebutkan sebelumnya dengan panjang lebar dalam bab tentang sabar.
Dalam bab ini juga ada hadits 'Amr bin 'Abasah radhiyallahu 'anhu yang telah disebutkan sebelumnya di akhir bab tentang harapan, dan itu adalah hadits yang agung, mengandung banyak kebaikan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan kedudukan tinggi thaharah (bersuci) dalam Islam, yaitu sebagai bagian integral dari iman. Ini menunjukkan bahwa iman bukan hanya keyakinan hati, tetapi tercermin dalam amal fisik yang membersihkan lahir dan batin. Dengan demikian, menjaga kebersihan dan kesucian adalah bukti dan penguat keimanan seorang muslim.
Dan telah disebutkan sebelumnya dengan panjang lebar dalam bab tentang sabar.
Dalam bab ini juga ada hadits 'Amr bin 'Abasah radhiyallahu 'anhu yang telah disebutkan sebelumnya di akhir bab tentang harapan, dan itu adalah hadits yang agung, mengandung banyak kebaikan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan kedudukan tinggi thaharah (bersuci) dalam Islam, yaitu sebagai bagian integral dari iman. Ini menunjukkan bahwa iman bukan hanya keyakinan hati, tetapi tercermin dalam amal fisik yang membersihkan lahir dan batin. Dengan demikian, menjaga kebersihan dan kesucian adalah bukti dan penguat keimanan seorang muslim.
# 10
وعنْ عُمَر بْنِ الخَطَّابِ رضي اللَّه عَنْهُ عنِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « ما مِنْكُمْ مِنْ أَحدٍ يتوضَّأُ فَيُبْلِغُ ¬ أَو فَيُسْبِغُ الوُضُوءَ ¬ ثُمَّ قَالَ : أَشْهدُ أَنْ لا إِله إِلاَّ اللَّه وحْدَه لا شَريكَ لهُ، وأَشْهدُ أَنَّ مُحمَّدًا عبْدُهُ وَرسُولُه ، إِلاَّ فُتِحَت لَهُ أَبْوابُ الجنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّها شاءَ » رواه مسلم .
وزاد الترمذي : « اللَّهُمَّ اجْعلْني من التَّوَّابِينَ واجْعلْني مِنَ المُتَطَهِّرِينَ » .
Terjemahan
Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang di antara kalian berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan: 'Asyhadu an laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh' (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya), melainkan akan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan, ia dapat masuk dari mana saja yang ia kehendaki."
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Dalam riwayat At-Tirmidzi terdapat tambahan: "Allahummaj'alnii minat tawwaabiina, waj'alnii minal mutathahhiriin" (Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan menyempurnakan wudhu dan mengiringinya dengan syahadat. Kombinasi antara kesucian lahir (wudhu yang sempurna) dan kesucian batin (pengakuan tauhid serta pengakuan terhadap kerasulan Nabi Muhammad) dinyatakan sebagai sebab dibukanya semua pintu surga bagi pelakunya. Ini menunjukkan betapa Allah memuliakan amalan yang tampak sederhana namun dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan.
(Diriwayatkan oleh Muslim).
Dalam riwayat At-Tirmidzi terdapat tambahan: "Allahummaj'alnii minat tawwaabiina, waj'alnii minal mutathahhiriin" (Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang menyucikan diri).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan menyempurnakan wudhu dan mengiringinya dengan syahadat. Kombinasi antara kesucian lahir (wudhu yang sempurna) dan kesucian batin (pengakuan tauhid serta pengakuan terhadap kerasulan Nabi Muhammad) dinyatakan sebagai sebab dibukanya semua pintu surga bagi pelakunya. Ini menunjukkan betapa Allah memuliakan amalan yang tampak sederhana namun dilakukan dengan ikhlas dan sesuai tuntunan.