Kitab 9 · Bab 7
Keutamaan shalat Tahajjud (Qiyamul Lail)
✦ 9 Hadith ✦
# 1
عَنْ أَبي هُريْرةَ رَضِيَ اللَّه عنْهُ أَنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « لَوْ يعْلمُ النَّاسُ ما في النِّداءِ والصَّفِّ الأَولِ. ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يسْتَهِموا علَيهِ لاسْتهموا علَيْهِ، ولوْ يعْلَمُونَ ما في التَّهْجِير لاسْتبَقوا إَليْهِ ، ولَوْ يعْلَمُون ما في العَتَمَةِ والصُّبْحِ لأتوهمُا ولَوْ حبواً » متفقٌ عليه.
« الاسْتهامُ » : الاقْتراعُ ، « والتَّهْجِيرُ » : التَّبْكيرُ إِلى الصَّلاةِ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Seandainya manusia mengetahui (pahala) yang terdapat dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan mengadakan undian, niscaya mereka akan mengadakannya. Seandainya mereka mengetahui (pahala) yang terdapat dalam bersegera (berangkat awal) ke shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba. Dan seandainya mereka mengetahui (pahala) yang terdapat dalam shalat Isya' dan Subuh, niscaya mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak." (Muttafaqun 'alaih).
"Istiham" artinya undian. "At-tahjiir" artinya bersegera/berangkat awal untuk shalat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan besarnya keutamaan beberapa amalan dalam shalat berjamaah yang sering diabaikan. Rasulullah ﷺ menekankan pahala luar biasa bagi muadzin, orang yang shaf pertama, yang bersegera ke masjid, serta yang menjaga shalat Isya' dan Subuh berjamaah. Hikmahnya adalah agar kita termotivasi untuk bersungguh-sungguh meraih keutamaan tersebut dengan mendahulukan ibadah, meskipun harus bersaing atau bersusah payah.
"Istiham" artinya undian. "At-tahjiir" artinya bersegera/berangkat awal untuk shalat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan besarnya keutamaan beberapa amalan dalam shalat berjamaah yang sering diabaikan. Rasulullah ﷺ menekankan pahala luar biasa bagi muadzin, orang yang shaf pertama, yang bersegera ke masjid, serta yang menjaga shalat Isya' dan Subuh berjamaah. Hikmahnya adalah agar kita termotivasi untuk bersungguh-sungguh meraih keutamaan tersebut dengan mendahulukan ibadah, meskipun harus bersaing atau bersusah payah.
# 2
وعنْ مُعاوِيةَ رضي اللَّه عنْهُ قَال : سمِعْتُ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « المُؤذِّنُونَ أَطْولُ النَّاسِ أعْنَاقاً يوْمَ القِيامةِ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Para muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat." (HR. Muslim)
Penjelasan: Muadzin (orang yang mengumandangkan azan) akan mendapat keistimewaan berupa leher yang panjang pada hari kiamat sebagai tanda kemuliaan dan agar mereka mudah dikenali di padang mahsyar.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan keutamaan besar seorang muadzin. Leher yang panjang pada hari Kiamat adalah kiasan untuk kemuliaan, kehormatan, dan tanda pengenal yang membedakan mereka di hadapan seluruh makhluk. Ini merupakan balasan dari Allah atas jasa mereka menyerukan kalimat tauhid dan panggilan shalat, yang menjadi sebab banyak orang beribadah.
Penjelasan: Muadzin (orang yang mengumandangkan azan) akan mendapat keistimewaan berupa leher yang panjang pada hari kiamat sebagai tanda kemuliaan dan agar mereka mudah dikenali di padang mahsyar.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan keutamaan besar seorang muadzin. Leher yang panjang pada hari Kiamat adalah kiasan untuk kemuliaan, kehormatan, dan tanda pengenal yang membedakan mereka di hadapan seluruh makhluk. Ini merupakan balasan dari Allah atas jasa mereka menyerukan kalimat tauhid dan panggilan shalat, yang menjadi sebab banyak orang beribadah.
# 3
وعنْ عَبْدِ اللَّه بْنِ عبدِ الرَّحْمنِ بنِ أَبي صَعْصعَةَ أَن أَبَا سعِيدٍ الخُدْرِيِّ رضِيَ اللَّه عنْهُ قَالَ لَهُ : إني أراكَ تُحِبُّ الْغَنَم والْبادِيةَ فإِذا كُنْتَ في غَنَمِكَ ¬ أَوْ بادِيَتِكَ ¬ فَأَذَّنْتَ للصلاةِ ، فَارْفَعْ صَوْتَكَ بالنِّدَاءِ ، فَإِنَّهُ لا يْسمعُ مَدَى صوْتِ المُؤذِّن جِنُّ ، ولا إِنْسٌ ، وَلا شَيْءٌ ، إِلاَّ شَهِد لَهُ يوْمَ الْقِيامَةِ » قال أبو سعيدٍ : سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Sha'sha'ah bahwa Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku melihat kamu menyukai kambing dan tempat tinggal di pedalaman. Maka apabila kamu berada di antara kambingmu atau di pedalamanmu, lalu kamu azan untuk shalat, keraskanlah suaramu ketika menyerukan azan. Karena tidaklah suara muadzin didengar oleh jin, manusia, atau sesuatu apa pun, melainkan ia akan menjadi saksi untuknya pada hari kiamat." Abu Sa'id berkata: Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. (HR. Al-Bukhari)
Penjelasan: Azan yang dikumandangkan dengan suara keras, bahkan di tempat yang sepi, didengar oleh semua makhluk dan akan menjadi saksi kebaikan bagi muadzin di hari akhir.
Penjelasan singkat: Hadis ini menganjurkan untuk mengeraskan suara saat azan, termasuk di tempat sunyi seperti padang rumput. Hikmahnya, azan yang dikumandangkan dengan lantang akan didengar oleh lebih banyak makhluk, baik jin, manusia, maupun benda. Setiap yang mendengarnya akan menjadi saksi kebaikan bagi muadzin di hari Kiamat, menunjukkan keutamaan dan pahala besar dari syiar azan.
Penjelasan: Azan yang dikumandangkan dengan suara keras, bahkan di tempat yang sepi, didengar oleh semua makhluk dan akan menjadi saksi kebaikan bagi muadzin di hari akhir.
Penjelasan singkat: Hadis ini menganjurkan untuk mengeraskan suara saat azan, termasuk di tempat sunyi seperti padang rumput. Hikmahnya, azan yang dikumandangkan dengan lantang akan didengar oleh lebih banyak makhluk, baik jin, manusia, maupun benda. Setiap yang mendengarnya akan menjadi saksi kebaikan bagi muadzin di hari Kiamat, menunjukkan keutamaan dan pahala besar dari syiar azan.
# 4
وعَنْ أَبي هُريْرَةَ رضي اللَّه عنْهُ قَال : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «إِذا نُودِي بالصَّلاةِ ، أَدْبرَ الشيْطَانُ و لهُ ضُرَاطٌ حتَّى لا يسْمع التَّأْذِينَ ، فَإِذا قُضِيَ النِّداءُ أَقْبَل ، حتَّى إِذا ثُوِّبَ للصَّلاةِ أَدْبَر ، حَتَّى إِذا قُضِيَ التَّثْويِبُ أَقْبلَ ، حَتَّى يخْطِر بَيْنَ المرْءِ ونَفْسِهِ يقُولُ : اذْكُرْ كَذا ، واذكُرْ كذا ¬ لمَا لَمْ يذْكُرْ منْ قَبْلُ ¬ حَتَّى يظَلَّ الرَّجُلُ مَا يدرَي كَمْ صلَّى » متفقٌ عليه .
« التَّثْوِيبُ » : الإِقَامةُ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila azan dikumandangkan untuk shalat, setan lari sambil terkentut-kentut sehingga ia tidak mendengar azan tersebut. Apabila azan telah selesai, ia kembali. Hingga apabila iqamah dikumandangkan, ia lari lagi. Apabila iqamah telah selesai, ia kembali lagi untuk membisikkan (waswas) antara seseorang dan dirinya sendiri. Ia berkata: 'Ingatlah ini, ingatlah itu' -hal-hal yang tidak diingat sebelumnya- sehingga seseorang tidak tahu lagi berapa rakaat yang telah ia shalatkan." (Muttafaqun 'alaih). "At-Tatswiib" artinya adalah iqamah.
Penjelasan: Setan lari ketika azan dan iqamah berkumandang karena takut dan tidak ingin mendengar seruan kepada kebaikan. Ia baru kembali untuk mengganggu konsentrasi orang yang sedang shalat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan bahwa azan dan iqamah memiliki kekuatan untuk mengusir setan. Setan lari ketakutan saat keduanya dikumandangkan, namun kembali untuk mengganggu setelahnya. Gangguan utamanya adalah dengan membisikkan waswas (keraguan dan hal-hal yang melalaikan) dalam hati seorang muslim saat shalat, hingga membuatnya lupa jumlah rakaat. Hikmahnya, kita harus konsentrasi penuh dalam shalat dan mengabaikan segala bisikan yang mengganggu kekhusyukan.
Penjelasan: Setan lari ketika azan dan iqamah berkumandang karena takut dan tidak ingin mendengar seruan kepada kebaikan. Ia baru kembali untuk mengganggu konsentrasi orang yang sedang shalat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan bahwa azan dan iqamah memiliki kekuatan untuk mengusir setan. Setan lari ketakutan saat keduanya dikumandangkan, namun kembali untuk mengganggu setelahnya. Gangguan utamanya adalah dengan membisikkan waswas (keraguan dan hal-hal yang melalaikan) dalam hati seorang muslim saat shalat, hingga membuatnya lupa jumlah rakaat. Hikmahnya, kita harus konsentrasi penuh dalam shalat dan mengabaikan segala bisikan yang mengganggu kekhusyukan.
# 5
وَعَنْ عبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمرِو بْنِ العاصِ رضِيَ اللَّه عنْهُما أَنه سَمِع رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ : « إِذا سمِعْتُمُ النِّداءَ فَقُولُوا مِثْلَ ما يَقُولُ ، ثُمَّ صَلُّوا علَيَّ ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى علَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ بِهَا عشْراً ، ثُمَّ سلُوا اللَّه لي الْوسِيلَةَ ، فَإِنَّهَا مَنزِلَةٌ في الجنَّةِ لا تَنْبَغِي إِلاَّ لعَبْدٍ منْ عِباد اللَّه وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُو ، فَمنْ سَأَل ليَ الْوسِيلَة حَلَّتْ لَهُ الشَّفاعَةُ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abdullah bin Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, sesungguhnya ia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kalian mendengar muadzin mengumandangkan azan untuk shalat, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya. Kemudian bershalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku sekali, Allah akan membalas shalawat untuknya sepuluh kali. Kemudian mintalah kepada Allah untukku wasilah (kedudukan tinggi di surga), karena ia adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas diberikan kecuali kepada seorang hamba Allah, dan aku berharap akulah hamba itu. Maka barangsiapa meminta untukku wasilah, ia berhak mendapatkan syafaatku." (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tiga amalan utama saat mendengar azan: (1) Menirukan ucapan muadzin, (2) Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, dan (3) Memohon wasilah (kedudukan tertinggi di surga) untuk beliau. Permohonan wasilah ini akan membuka pintu syafaat bagi pelakunya. Intinya, azan adalah kesempatan emas untuk meraih pahala besar dan mendekatkan diri kepada Rasulullah serta Allah SWT.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tiga amalan utama saat mendengar azan: (1) Menirukan ucapan muadzin, (2) Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW yang dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, dan (3) Memohon wasilah (kedudukan tertinggi di surga) untuk beliau. Permohonan wasilah ini akan membuka pintu syafaat bagi pelakunya. Intinya, azan adalah kesempatan emas untuk meraih pahala besar dan mendekatkan diri kepada Rasulullah serta Allah SWT.
# 6
وعن أَبي سعيدٍ الخُدْرِيِّ رضيَ اللَّه عنْهُ أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِذا سمِعْتُمُ النِّداءَ ، فَقُولُوا كَما يقُولُ المُؤذِّنُ » . متفق عليه .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kalian mendengar azan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini memerintahkan umat Islam untuk mencontoh dan mengulang lafaz azan yang dikumandangkan muadzin. Perintah ini menunjukkan keutamaan menghidupkan sunnah dalam menyambut seruan ibadah. Dengan mengikutinya, seorang muslim mengokohkan ikrar tauhid, syahadat, dan ketundukan kepada Allah yang termaktub dalam lafaz azan, sekaligus mendoakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat mendengar nama beliau disebut.
Penjelasan singkat: Hadis ini memerintahkan umat Islam untuk mencontoh dan mengulang lafaz azan yang dikumandangkan muadzin. Perintah ini menunjukkan keutamaan menghidupkan sunnah dalam menyambut seruan ibadah. Dengan mengikutinya, seorang muslim mengokohkan ikrar tauhid, syahadat, dan ketundukan kepada Allah yang termaktub dalam lafaz azan, sekaligus mendoakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat mendengar nama beliau disebut.
# 7
وَعنْ جابرٍ رضَي اللَّه عنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « من قَال حِين يسْمعُ النِّداءَ : اللَّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعوةِ التَّامَّةِ ، والصَّلاةِ الْقَائِمةِ، آت مُحَمَّداً الْوسِيلَةَ ، والْفَضَيِلَة، وابْعثْهُ مقَامًا محْمُوداً الَّذي وعَدْتَه ، حلَّتْ لَهُ شَفَاعتي يوْم الْقِيامِة » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca setelah mendengar azan:
'Allahumma rabba hadzihid da'watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa'adtahu'
(Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (kedudukan tinggi) dan keutamaan, dan bangkitkanlah ia pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan), maka ia berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat." (HR. Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan doa setelah mendengar azan. Intinya adalah anjuran untuk memohon kepada Allah agar Nabi Muhammad ﷺ diberi kedudukan tertinggi (wasilah dan maqam mahmud) sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kita kepada beliau. Sebagai balasan, orang yang konsisten membaca doa ini berhak mendapatkan syafaat Nabi ﷺ pada Hari Kiamat.
'Allahumma rabba hadzihid da'watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab'atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa'adtahu'
(Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan, berikanlah kepada Muhammad wasilah (kedudukan tinggi) dan keutamaan, dan bangkitkanlah ia pada kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan), maka ia berhak mendapatkan syafaatku pada hari kiamat." (HR. Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan doa setelah mendengar azan. Intinya adalah anjuran untuk memohon kepada Allah agar Nabi Muhammad ﷺ diberi kedudukan tertinggi (wasilah dan maqam mahmud) sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kita kepada beliau. Sebagai balasan, orang yang konsisten membaca doa ini berhak mendapatkan syafaat Nabi ﷺ pada Hari Kiamat.
# 8
وعنْ سَعْدِ بْن أَبي وقَّاصٍ رضِيَ اللَّه عنْهُ عَن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنَّهُ قَالَ: مَنْ قَال حِينَ يسْمعُ المُؤذِّنَ : أَشْهَد أَنْ لا إِله إِلاَّ اللَّه وحْدهُ لا شَريك لهُ ، وَأَنَّ مُحمَّداً عبْدُهُ وَرسُولُهُ ، رضِيتُ بِاللَّهِ ربًّا ، وبمُحَمَّدٍ رَسُولاً ، وبالإِسْلامِ دِينًا ، غُفِر لَهُ ذَنْبُهُ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca setelah mendengar azan:
'Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, wa anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu, radhiitu billaahi rabbaa, wa bi Muhammadin rasuulaa, wa bil islaami diinaa'
(Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Muhammad sebagai rasul, dan Islam sebagai agama), maka dosa-dosanya akan diampuni." (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan menjawab azan dengan kalimat syahadat dan pernyataan keridhaan. Intinya, mengikrarkan ketauhidan, pengakuan atas kerasulan Nabi Muhammad, serta kerelaan menerima Islam sebagai agama, akan mendatangkan ampunan dosa dari Allah. Ini menunjukkan bahwa kesempurnaan iman tercermin dari penerimaan total terhadap ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
'Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, wa anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluhu, radhiitu billaahi rabbaa, wa bi Muhammadin rasuulaa, wa bil islaami diinaa'
(Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku ridha Allah sebagai Tuhan, Muhammad sebagai rasul, dan Islam sebagai agama), maka dosa-dosanya akan diampuni." (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan menjawab azan dengan kalimat syahadat dan pernyataan keridhaan. Intinya, mengikrarkan ketauhidan, pengakuan atas kerasulan Nabi Muhammad, serta kerelaan menerima Islam sebagai agama, akan mendatangkan ampunan dosa dari Allah. Ini menunjukkan bahwa kesempurnaan iman tercermin dari penerimaan total terhadap ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
# 9
وعنْ أَنَسٍ رضيَ اللَّه عنْهُ قَالَ : قَال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الدُّعَاءُ لا يُردُّ بين الأَذانِ والإِقامةِ » رواه أبو داود والترمذي وقال : حديث حسن .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Doa tidak akan ditolak pada waktu antara azan dan iqamah." (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia berkata: Hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tentang keutamaan dan waktu yang mustajab untuk berdoa, yaitu pada saat antara azan dan iqamah. Rasulullah menjamin bahwa doa yang dipanjatkan pada waktu tersebut tidak akan ditolak oleh Allah. Ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memanfaatkan momen tersebut dengan sungguh-sungguh untuk bermunajat dan memohon kepada-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tentang keutamaan dan waktu yang mustajab untuk berdoa, yaitu pada saat antara azan dan iqamah. Rasulullah menjamin bahwa doa yang dipanjatkan pada waktu tersebut tidak akan ditolak oleh Allah. Ini menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memanfaatkan momen tersebut dengan sungguh-sungguh untuk bermunajat dan memohon kepada-Nya.