Kitab 9 · Bab 18
Ringkasan shalat dua rakaat sebelum Subuh, penjelasan tentang apa yang dibaca, dan waktunya
✦ 6 Hadith ✦
# 1
عنْ عائشةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يُصَلي رَكْعتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَالإِقَامةِ مِن صَلاة الصُّبْحِ . مُتَّفَقٌ عليه .
وفي روايةٍ لهمَا: يُصَلِّي رَكعتَي الفَجْرِ، فَيُخَفِّفُهمَا حتى أَقُولَ: هَل قرَأَ فيهما بِأُمِّ القُرْآنِ؟،
وفي روايةٍ لمُسْلِمٍ : كان يُصَلِّي ركعَتَي الفَجْرِ إِذَا سمِعَ الأَذَانَ ويُخَفِّفُهما .
وفي روايةٍ : إِذا طَلَع الفَجْرُ .
Terjemahan
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah ﷺ shalat dua rakaat yang ringan antara azan dan iqamah shalat Shubuh. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain dari keduanya: "Beliau shalat dua rakaat sebelum Shubuh setelah mendengar azan, dan beliau meringankannya, sampai-sampai aku bertanya-tanya, apakah beliau membaca Al-Fatihah atau tidak?" Dalam riwayat Muslim: "Beliau shalat dua rakaat sebelum Shubuh ketika beliau mendengar azan, dan beliau meringankannya." Dalam riwayat lain: "Ketika fajar telah terbit."
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan sunnah Nabi ﷺ untuk melaksanakan shalat sunnah qabliyah Shubuh (salat fajar) dua rakaat. Waktunya yang utama adalah antara azan dan iqamah, dengan syarat telah terbit fajar. Shalat ini dikerjakan dengan sangat ringan dan singkat, namun tetap sah karena membaca Al-Fatihah. Ini menunjukkan anjuran untuk memanfaatkan waktu sebelum shalat wajib dengan ibadah yang ringan namun penuh berkah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan sunnah Nabi ﷺ untuk melaksanakan shalat sunnah qabliyah Shubuh (salat fajar) dua rakaat. Waktunya yang utama adalah antara azan dan iqamah, dengan syarat telah terbit fajar. Shalat ini dikerjakan dengan sangat ringan dan singkat, namun tetap sah karena membaca Al-Fatihah. Ini menunjukkan anjuran untuk memanfaatkan waktu sebelum shalat wajib dengan ibadah yang ringan namun penuh berkah.
# 2
وعَنْ حفصَةَ رضِي اللَّه عنْهَا أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ إِذا أَذَّنَ المُؤَذِّنُ للصُّبحِ ، وَبَدَا الصُّبحُ ، صلَّى ركعتيْن خَفيفتينِ . متفقٌ عليه .
وفي روايةٍ لمسلمٍ : كانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إذا طَلَعَ الفَجْر لا يُصلي إِلاَّ رَكْعَتيْنِ خَفيفَتيْنِ.
Terjemahan
Dari Hafshah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah ﷺ apabila muadzin telah mengumandangkan azan Shubuh dan fajar telah mulai terbit, beliau shalat dua rakaat yang ringan. (Muttafaqun 'alaih). Dalam riwayat Muslim: "Adalah Rasulullah ﷺ apabila fajar telah terbit, beliau tidak shalat kecuali dua rakaat yang ringan."
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa shalat sunnah fajar (qabliyah Shubuh) adalah amalan yang sangat dianjurkan. Waktu pelaksanaannya yang utama adalah setelah terbit fajar shadiq (masuk waktu Shubuh) dan sebelum shalat Shubuh. Nabi ﷺ melakukannya dengan ringan (singkat bacaannya), menunjukkan kesungguhan untuk segera menyambut shalat wajib dan keutamaan menjaga sunnah ini meski dalam kondisi singkat.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa shalat sunnah fajar (qabliyah Shubuh) adalah amalan yang sangat dianjurkan. Waktu pelaksanaannya yang utama adalah setelah terbit fajar shadiq (masuk waktu Shubuh) dan sebelum shalat Shubuh. Nabi ﷺ melakukannya dengan ringan (singkat bacaannya), menunjukkan kesungguhan untuk segera menyambut shalat wajib dan keutamaan menjaga sunnah ini meski dalam kondisi singkat.
# 3
وعَنِ ابن عُمرَ رَضِي اللَّه عَنْهما قال : كانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُصلِّي مِنَ اللَّيْلِ مثْنَى مثْنَى ، ويُوتِر برَكْعَةٍ مِن آخِرِ اللَّيْلِ ، ويُصَلِّي الرَّكعَتينِ قَبْل صَلاةِ الغَداةِ ، وَكَأَنَّ الأذَانَ بأُذُنَيْهِ . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ shalat di malam hari dua rakaat-dua rakaat dengan satu salam, dan beliau shalat witir satu rakaat di akhir setiap malam. Beliau shalat dua rakaat sebelum Shubuh (dengan cepat) seakan-akan beliau mendengar iqamah shalat. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tata cara salat malam Rasulullah ﷺ, yaitu dikerjakan dua rakaat-dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat, dan diakhiri dengan salat witir satu rakaat. Selain itu, beliau juga menjaga sunah rawatib dua rakaat sebelum Subuh. Hikmahnya adalah mencontohkan kesederhanaan, konsistensi, dan kekhusyukan dalam ibadah malam, serta pentingnya menjaga sunah fajar meski dalam waktu singkat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tata cara salat malam Rasulullah ﷺ, yaitu dikerjakan dua rakaat-dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat, dan diakhiri dengan salat witir satu rakaat. Selain itu, beliau juga menjaga sunah rawatib dua rakaat sebelum Subuh. Hikmahnya adalah mencontohkan kesederhanaan, konsistensi, dan kekhusyukan dalam ibadah malam, serta pentingnya menjaga sunah fajar meski dalam waktu singkat.
# 4
وعَنِ ابنِ عباسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يَقْرَأُ في رَكْعَتَي الْفَجْرِ في الأولى مِنْهُمَا : { قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ ومَا أُنْزِلَ إِليْنَا } الآيةُ التي في البقرة ، وفي الآخِرَةِ مِنهما : { آمَنَّا بِاللَّهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسلمُونَ } .
وفي روايةٍ : في الآخرةِ التي في آلِ عِمرانَ : { تَعَالَوْا إِلى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنا وَبَيْنُكُمْ } رواهما مسلم .
Terjemahan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ membaca pada rakaat pertama dari shalat dua rakaat sebelum Shubuh: "Katakanlah (wahai orang-orang mukmin): 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami...'" (QS. Al-Baqarah: 136). Dan pada rakaat terakhir beliau membaca: "Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (muslim)." Dalam riwayat lain: "Pada rakaat terakhir beliau membaca ayat dalam surat Ali 'Imran: 'Katakanlah (wahai Muhammad): 'Marilah (kita) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang sama antara kami dan kamu...'" (QS. Ali 'Imran: 64). (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah Nabi ﷺ dalam membaca surat pada shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh). Inti pelajarannya adalah menanamkan keyakinan tauhid dan kesiapan bersyahadat di awal hari. Dengan membaca ayat-ayat tentang keimanan dan kepasrahan kepada Allah, seorang muslim memulai harinya dengan menguatkan akidah dan komitmen keislamannya, serta mengikuti tuntunan Rasulullah dalam ibadah.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah Nabi ﷺ dalam membaca surat pada shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh). Inti pelajarannya adalah menanamkan keyakinan tauhid dan kesiapan bersyahadat di awal hari. Dengan membaca ayat-ayat tentang keimanan dan kepasrahan kepada Allah, seorang muslim memulai harinya dengan menguatkan akidah dan komitmen keislamannya, serta mengikuti tuntunan Rasulullah dalam ibadah.
# 5
وعنْ أَبي هُريرةَ رَضِي اللَّه عَنْهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قرَأَ في رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ : {قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ } و { قُلْ هُوَ اللَّه أَحَدٌ } رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ membaca dalam shalat dua rakaat sebelum Shubuh: "Qul yaa ayyuhal kaafiruun..." (Katakanlah wahai Muhammad: 'Hai orang-orang kafir...') (QS. Al-Kafirun) dan "Qul huwallahu ahad..." (Katakanlah wahai Muhammad: 'Dialah Allah Yang Maha Esa...') (QS. Al-Ikhlas). (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menuntunkan sunnah Nabi ﷺ dalam shalat sunnah fajar (qabliyah subuh), yaitu membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Hal ini mengajarkan untuk memulai hari dengan menegaskan prinsip tauhid dan berlepas diri dari kesyirikan. Ibadah diawali dengan pengesaan Allah dan pembeda yang jelas antara keimanan dan kekufuran, sebagai pondasi amal sehari-hari.
Penjelasan singkat: Hadis ini menuntunkan sunnah Nabi ﷺ dalam shalat sunnah fajar (qabliyah subuh), yaitu membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Hal ini mengajarkan untuk memulai hari dengan menegaskan prinsip tauhid dan berlepas diri dari kesyirikan. Ibadah diawali dengan pengesaan Allah dan pembeda yang jelas antara keimanan dan kekufuran, sebagai pondasi amal sehari-hari.
# 6
وعنِ ابنِ عمر رضِيَ اللَّه عنهُما ، قال : رمقْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم شَهْراً يقْرَأُ في الرَّكْعَتيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ : { قُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُونَ }، و: { قل هُوَ اللَّه أَحَدٌ } . رواهُ الترمذي وقال : حديثٌ حَسَنٌ .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: "Aku memperhatikan Rasulullah ﷺ selama satu bulan, beliau membaca dalam shalat dua rakaat sebelum Shubuh: 'Qul yaa ayyuhal kaafiruun...' (QS. Al-Kafirun) dan 'Qul huwallahu ahad...' (QS. Al-Ikhlas)." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia berkata: Hadits ini hasan).
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan sunnah Nabi ﷺ dalam shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh), yaitu membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Kebiasaan ini dilakukan secara konsisten, sebagaimana Ibnu Umar mengamatinya selama sebulan. Inti pelajarannya adalah anjuran untuk menetapi ibadah sunnah dengan bacaan yang spesifik, yang mengandung makna pemurnian tauhid (Al-Ikhlas) dan pernyataan berlepas diri dari kesyirikan (Al-Kafirun) di awal hari.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan sunnah Nabi ﷺ dalam shalat sunnah fajar (qabliyah Subuh), yaitu membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Kebiasaan ini dilakukan secara konsisten, sebagaimana Ibnu Umar mengamatinya selama sebulan. Inti pelajarannya adalah anjuran untuk menetapi ibadah sunnah dengan bacaan yang spesifik, yang mengandung makna pemurnian tauhid (Al-Ikhlas) dan pernyataan berlepas diri dari kesyirikan (Al-Kafirun) di awal hari.