✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Pahala
Kitab 9 · Bab 17

Penekanan pada dua rakaat sebelum shalat Subuh

✦ 4 Hadith ✦
# 1
عن عائشةَ رضِيَ اللَّه عنْهَا ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ لا يدَعُ أَرْبعاً قَبْلَ الظُّهْرِ ، ورَكْعَتَيْنِ قبْلَ الغَدَاةِ . رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum Zhuhur dan dua rakaat sebelum Shubuh. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari).

Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan keutamaan dan keteguhan Nabi ﷺ dalam menjaga shalat sunnah rawatib. Empat rakaat sebelum Zhuhur dan dua rakaat sebelum Subuh termasuk sunnah mu'akkadah (yang sangat dianjurkan). Keteguhan beliau menunjukkan pentingnya amalan ini untuk menyempurnakan shalat wajib, mendekatkan diri kepada Allah, dan membentuk kebiasaan ibadah yang kontinu.

# 2
وعنها قالت : لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم عَلَى شَيْءٍ مِنَ النَّوَافِلِ أشَدَّ تَعَاهُدَاً مِنهُ عَلَى رَكْعَتَي الفَجْرِ .متفقٌ عَلَيهِ
Terjemahan
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: "Nabi ﷺ tidak pernah lebih menjaga suatu shalat sunnah pun melebihi penjagaan beliau terhadap dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum Shubuh)." (Muttafaqun 'alaih).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dan kedudukan tinggi shalat sunnah qabliyah Subuh (salat sunnah fajar). Nabi ﷺ sangat konsisten dan bersungguh-sungguh dalam menjaganya, melebihi shalat sunnah rawatib lainnya. Ini menunjukkan bahwa dua rakaat ini memiliki keistimewaan khusus. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya berusaha untuk tidak meninggalkannya dan mengamalkannya dengan penuh ketekunan.

# 3
- وَعنْها عَنِ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « رَكْعتا الفجْرِ خيْرٌ مِنَ الدُّنيا ومَا فِيها » رواه مسلم . وفي ورايةٍ : «لَهُمَا أَحب إِليَّ مِنَ الدُّنْيا جميعاً » .
Terjemahan
Darinya (Aisyah) radhiyallahu 'anha juga, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Dua rakaat (sunnah) sebelum Shubuh lebih baik daripada dunia dan seisinya." (Diriwayatkan oleh Muslim). Dalam riwayat lain: "Dua rakaat ini lebih aku cintai daripada seluruh dunia."

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan luar biasa dari shalat sunnah dua rakaat fajar (qabliyah Shubuh). Nilai spiritual dua rakaat yang singkat ini di mata Nabi ﷺ melebihi seluruh kemewahan dan kenikmatan duniawi. Ini mengajarkan bahwa kedekatan kepada Allah dan persiapan menyambut shalat wajib (dengan sunnah ini) adalah harta sejati seorang muslim, jauh lebih berharga daripada segala gemerlap dunia.

# 4
وعنْ أَبي عبدِ اللَّهِ بِلالِ بنِ رَبَاحٍ رضيَ اللَّه عنْهُ ، مُؤَذِّنِ رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَ نَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لِيُؤذِنَه بِصَلاةِ الغدَاةِ ، فَشَغَلتْ عَائشَةُ بِلالاً بِأَمْرٍ سَأَلَتهُ عَنْهُ حَتى أَصبَحَ جِدًّا ، فَقَامَ بِلالٌ فَآذنَهُ بِالصَّلاةِ ، وتَابَعَ أَذَانَهُ ، فَلَم يَخْرُجْ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فلما خَرَج صلَّى بِالنَّاسِ ، فَأَخبَرهُ أَنَّ عائشَةَ شَغَلَتْهُ بِأَمْرٍ سَأَلَتْهُ عنْهُ حتى أَصبحَ جدًّا ، وأَنَّهُ أَبطَأَ عَلَيهِ بالخُروجِ ، فَقَال ¬ يَعْني النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ¬ : « إِني كُنْتُ رَكَعْتُ ركعتي الفَجْرِ » فقالَ :يا رسول اللَّهِ إِنَّك أَصْبَحْتَ جِدًّا ؟ فقالَ:«لوْ أَصبَحتُ أَكْثَرَ مِما أَصبَحتُ ، لرَكعْتُهُما ، وأَحْسنْتُهُمَا وَأَجمَلْتُهُمَا»رواه أَبو داود بإِسناد حسن .
Terjemahan
Dari Abu Abdullah Bilal bin Rabah radhiyallahu 'anhu, muadzin Rasulullah ﷺ, bahwa dia datang kepada Rasulullah ﷺ untuk mengumandangkan azan shalat Shubuh. Aisyah menahan Bilal dengan suatu urusan yang dia tanyakan kepadanya hingga waktu sangat pagi. Bilal pun berdiri dan mengumandangkan azan untuk beliau, dan dia melanjutkan azannya, tetapi Rasulullah ﷺ tidak keluar. Ketika beliau keluar, beliau shalat mengimami orang-orang. Bilal memberitahukan kepada beliau bahwa Aisyah menahannya dengan suatu urusan yang dia tanyakan hingga waktu sangat pagi, dan bahwa beliau terlambat keluar. Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya aku sedang mengerjakan dua rakaat fajar (sunnah Shubuh)." Bilal berkata: "Wahai Rasulullah, padahal engkau sudah sangat pagi?" Beliau bersabda: "Seandainya aku lebih pagi dari yang aku alami sekarang, niscaya aku akan mengerjakan dua rakaat itu, dan aku akan memperbagus dan memperindahnya." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad hasan).

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan mengakhirkan waktu Subuh (Isfar) dalam kondisi tertentu, sebagaimana dipraktikkan Nabi ﷺ. Selain itu, hadis ini juga menggambarkan kemuliaan akhlak dan kesabaran sahabat seperti Bilal yang tetap menunggu izin Rasulullah, serta kebebasan istri Nabi untuk bertanya dan berbicara. Peristiwa ini menjadi dalil fleksibilitas syariat dalam pelaksanaan waktu shalat fardu.