✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Pahala
Kitab 9 · Bab 16

Keutamaan shalat sunnah rawatib mengiringi shalat fardhu, dan penjelasan tentang jumlah minimal, maksimal, dan pertengahan di antara keduanya

✦ 3 Hadith ✦
# 1
عنْ أُمِّ المؤمِنِينَ أُمِّ حبِيبَةَ رَمْلةَ بِنتِ أَبي سُفيانَ رضيَ اللَّه عنهما ، قَالتْ : سَمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ :« مَا مِنْ عبْدٍ مُسْلِم يُصَلِّي للَّهِ تَعَالى كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَيْ عشْرةَ رَكْعَةً تَطوعاً غَيْرَ الفرِيضَةِ ، إِلاَّ بَنَى اللَّه لهُ بَيْتاً في الجَنَّةِ ، أَوْ : إِلاَّ بُنِي لَهُ بيتٌ في الجنَّةِ» رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Ummul Mukminin, Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang hamba muslim melaksanakan shalat sunnah (tathawwu') untuk Allah Ta'ala setiap hari sebanyak dua belas rakaat selain shalat fardhu, melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga." (Diriwayatkan oleh Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar dari shalat sunnah rawatib (yang mengiringi shalat fardhu). Dengan menjaga 12 rakaat shalat sunnah setiap hari, seorang muslim dijanjikan balasan istimewa berupa rumah di surga. Ini menunjukkan bahwa amalan sunnah, meski tidak wajib, memiliki nilai sangat tinggi di sisi Allah dan dapat menyempurnakan kekurangan dalam shalat fardhu. Konsistensi dalam ibadah tambahan ini menjadi bukti kecintaan hamba kepada Rabbnya.

# 2
وعَنِ ابنِ عُمَر رَضيَ اللَّه عنْهُما ، قالَ : صَلَّيْتُ مَعَ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، ورَكْعَتيْنِ بَعْدَ الجُمُعةِ ، ورَكْعتيْنِ بَعْد المغرِبِ ، وركْعتيْنِ بعْد العِشَاءِ.متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: "Aku shalat bersama Rasulullah ﷺ dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat setelahnya, dua rakaat setelah Jum'at, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya'." (Muttafaqun 'alaih).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan sunnahnya shalat sunnah rawatib yang mengiringi shalat fardhu. Rasulullah ﷺ secara konsisten melaksanakan shalat sunnah dua rakaat sebelum Zhuhur, sesudah Zhuhur, sesudah Jum'at, sesudah Maghrib, dan sesudah Isya. Ini menunjukkan keutamaan dan anjuran kuat untuk menjaga shalat-shalat sunnah tersebut sebagai penyempurna shalat wajib dan pendekatan diri kepada Allah.

# 3
وعنْ عبدِ اللَّهِ بن مُغَفَّلٍ رضِيَ اللَّه عنهُ ، قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « بَيْنَ كُلِّ أَذانَيْنِ صَلاةٌ ، بيْنَ كلِّ أَذَانيْنِ صَلاةٌ ، بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاةٌ » وقالَ في الثَالثَة : «لمَنْ شَاءَ » متفقٌ عليه . المُرَادُ بالأَذَانَيْن : الأَذَانُ وَالإِقَامةُ .
Terjemahan
Dari Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Di antara setiap dua azan ada shalat, di antara setiap dua azan ada shalat, di antara setiap dua azan ada shalat." Dan pada kali ketiga beliau bersabda: "Bagi siapa yang mau." (Muttafaqun 'alaih). Yang dimaksud dua azan adalah azan dan iqamah.

Penjelasan singkat: Hadis ini menganjurkan untuk melaksanakan shalat sunah rawatib qabliyah (sebelum shalat wajib) di antara azan dan iqamah. Pengulangan sabda Nabi ﷺ menegaskan kesempatan mulia ini. Sabda "bagi siapa yang mau" menunjukkan hukumnya sunah, bukan wajib, sehingga memberikan kemudahan dan tidak memberatkan.