Kitab 9 · Bab 15
Keutamaan shaf pertama, perintah untuk meluruskan shaf, merapikan shaf agar lurus, dan jangan sampai ada celah
✦ 15 Hadith ✦
# 1
عَن جابِرِ بْنِ سمُرةَ ، رضي اللَّه عنْهُمَا ، قَالَ : خَرجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَقَالَ : « أَلا تَصُفُّونَ كما تُصُفُّ الملائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا ؟ » فَقُلْنَا : يا رسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تَصُفُّ الملائِكةُ عِند ربِّها ؟ قال : « يُتِمُّونَ الصُّفوفَ الأُولَ ، ويَتَراصُّونَ في الصفِّ» رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Rasulullah ﷺ keluar menemui kami dan bersabda: "Mengapa kalian tidak berbaris seperti barisan para malaikat di hadapan Tuhan mereka?" Kami bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana barisan para malaikat di hadapan Tuhan mereka?" Beliau menjawab: "Mereka menyempurnakan shaf-shaf (barisan) dan merapatkannya."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf dalam salat berjemaah, mencontoh keteraturan malaikat. Perintah ini menunjukkan bahwa kesempurnaan ibadah tidak hanya pada aspek batin, tetapi juga pada kekompakan dan persatuan lahiriah jemaah. Dengan demikian, merapikan shaf merupakan cerminan disiplin, ukhuwah, dan penghormatan terhadap kesakralan salat.
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf dalam salat berjemaah, mencontoh keteraturan malaikat. Perintah ini menunjukkan bahwa kesempurnaan ibadah tidak hanya pada aspek batin, tetapi juga pada kekompakan dan persatuan lahiriah jemaah. Dengan demikian, merapikan shaf merupakan cerminan disiplin, ukhuwah, dan penghormatan terhadap kesakralan salat.
# 2
- وعن أَبي هُريْرة ، رَضِيَ اللَّه عنْهُ ، أَنَّ رَسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «لوْ يعلَمُ الناسُ ما في النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ ، ثُم لَمْ يجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاسْتَهمُوا » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Seandainya manusia mengetahui keutamaan azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapat cara (untuk mendapatkannya) kecuali dengan mengundi, niscaya mereka akan mengadakan undian."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar azan dan shaf pertama dalam salat berjemaah. Anjuran untuk berebut bahkan mengundi menunjukkan betapa tinggi nilainya di sisi Allah. Hikmahnya adalah motivasi untuk bersegera memenuhi panggilan azan dan berusaha mendapatkan shaf terdepan, sebagai bentuk semangat dalam kebaikan dan meraih pahala yang dijanjikan.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar azan dan shaf pertama dalam salat berjemaah. Anjuran untuk berebut bahkan mengundi menunjukkan betapa tinggi nilainya di sisi Allah. Hikmahnya adalah motivasi untuk bersegera memenuhi panggilan azan dan berusaha mendapatkan shaf terdepan, sebagai bentuk semangat dalam kebaikan dan meraih pahala yang dijanjikan.
# 3
وعَنْهُ قَالَ : قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «خَيْرُ صُفوفِ الرِّجالِ أَوَّلُهَا ، وشرُّها آخِرُهَا وخيْرُ صُفوفِ النِّسَاءِ آخِرُها ، وَشرُّهَا أَوَّلُهَا » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah shaf pertama, dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan sebaik-baik shaf bagi perempuan adalah shaf terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah shaf pertama."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengatur tata tertib shaf dalam shalat berjamaah. Bagi laki-laki, keutamaan berada di shaf terdepan karena lebih dekat dengan imam dan lebih cepat menyempurnakan shaf. Sebaliknya, bagi perempuan, shaf paling belakang adalah yang utama. Hikmahnya adalah untuk mencegah ikhtilath (campur baur) dan fitnah, serta memudahkan konsentrasi dalam ibadah dengan menjaga pandangan dan kesopanan antara laki-laki dan perempuan.
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengatur tata tertib shaf dalam shalat berjamaah. Bagi laki-laki, keutamaan berada di shaf terdepan karena lebih dekat dengan imam dan lebih cepat menyempurnakan shaf. Sebaliknya, bagi perempuan, shaf paling belakang adalah yang utama. Hikmahnya adalah untuk mencegah ikhtilath (campur baur) dan fitnah, serta memudahkan konsentrasi dalam ibadah dengan menjaga pandangan dan kesopanan antara laki-laki dan perempuan.
# 4
وعن أبي سعِيد الخُدْرِيِّ رضيَ اللَّه عنهُ ، أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : رأَى في أَصْحابِهِ تأَخُّراً ، فقَالَ لَهُمْ : « تقَدَّمُوا فأَتمُّوا بِي ، وَليَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُم ، لا يزالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتى يُوخِّرَهُمُ اللَّه » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ melihat sebagian sahabatnya di belakang (saat shalat), maka beliau bersabda kepada mereka: "Majulah ke depan dan penuhi celah di belakangku, agar orang yang di belakang kalian dapat mengikuti kalian. Ada suatu kaum yang senang berada di belakang, sehingga Allah pun menjadikan mereka berada di belakang (dalam menerima pahala dan rahmat-Nya)."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya memenuhi shaf terdepan dalam shalat berjamaah. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk maju dan merapatkan shaf di belakang imam, sebagai teladan bagi makmum di belakang. Sikap enggan dan selalu memilih shaf belakang dapat mencerminkan kelalaian dalam meraih keutamaan, yang berpotensi menyebabkan seseorang tertinggal pula dalam meraih pahala dan rahmat Allah.
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya memenuhi shaf terdepan dalam shalat berjamaah. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk maju dan merapatkan shaf di belakang imam, sebagai teladan bagi makmum di belakang. Sikap enggan dan selalu memilih shaf belakang dapat mencerminkan kelalaian dalam meraih keutamaan, yang berpotensi menyebabkan seseorang tertinggal pula dalam meraih pahala dan rahmat Allah.
# 5
وعن أَبي مسعودٍ ، رضي اللَّه عنْهُ ، قال : كانَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَمْسحُ مَناكِبَنَا في الصَّلاةِ ، ويقُولُ : « اسْتوُوا ولا تَختلِفوا فتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيلِيني مِنْكُم أُولُوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثمَّ الذينَ يلُونَهمْ ، ثُمَّ الذِين يَلُونَهمْ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ biasa menepuk pundak kami sedikit sebelum shalat dan bersabda: "Luruskan shaf kalian dan jangan bengkokkan, karena itu akan membuat hati kalian berselisih. Berdirilah di belakangku orang-orang yang sudah dewasa dan berakal, kemudian di belakang mereka orang-orang yang setingkat di bawah mereka."
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya meluruskan dan merapikan shaf dalam shalat, karena kelurusan lahiriah mencerminkan dan mempengaruhi kesatuan hati jamaah. Perintah Nabi untuk mendahulukan orang yang berilmu dan dewasa di shaf depan mengandung hikmah tata tertib, keteladanan, serta menjaga kekhusyukan shalat berjamaah.
(Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya meluruskan dan merapikan shaf dalam shalat, karena kelurusan lahiriah mencerminkan dan mempengaruhi kesatuan hati jamaah. Perintah Nabi untuk mendahulukan orang yang berilmu dan dewasa di shaf depan mengandung hikmah tata tertib, keteladanan, serta menjaga kekhusyukan shalat berjamaah.
# 6
وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنْهُ قال : قال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « سَوُّوا صُفُوفَكُمْ ، فَإنَّ تَسْوِيةَ الصَّفِّ مِنْ تَمامِ الصَّلاةِ » متفقٌ عليه .
وفي رواية البخاري : « فإنَّ تَسوِيَةَ الصُّفُوفِ مِن إِقَامة الصَّلاةِ » .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Luruskan shaf-shaf kalian, karena meluruskan shaf itu termasuk kesempurnaan shalat."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan: "Sesungguhnya meluruskan shaf itu termasuk shalat."
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan perintah Nabi ﷺ untuk meluruskan dan merapikan shaf dalam shalat berjamaah. Perbuatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian integral dari kesempurnaan dan bahkan keabsahan (iqamah) shalat itu sendiri. Hikmahnya adalah menanamkan disiplin, kesatuan, dan kekhusyukan jamaah, serta mencerminkan keteraturan ibadah yang merupakan ciri khas umat Islam.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Al-Bukhari disebutkan: "Sesungguhnya meluruskan shaf itu termasuk shalat."
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan perintah Nabi ﷺ untuk meluruskan dan merapikan shaf dalam shalat berjamaah. Perbuatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan bagian integral dari kesempurnaan dan bahkan keabsahan (iqamah) shalat itu sendiri. Hikmahnya adalah menanamkan disiplin, kesatuan, dan kekhusyukan jamaah, serta mencerminkan keteraturan ibadah yang merupakan ciri khas umat Islam.
# 7
وعَنْهُ قال : أُقِيمَتِ الصَّلاةُ ، فأَقبَل عَلينَا رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِوَجْهِهِ فقَالَ : «أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ وتَراصُّوا ، فَإنِّي أَراكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي » رواهُ البُخَاريُّ بِلَفْظِهِ ، ومُسْلِمٌ بمعْنَاهُ .
وفي رِوَايةٍ للبُخَارِيِّ : وكَانَ أَحدُنَا يَلْزَقُ مَنكِبَهُ بِمنْكِبِ صاحِبِهِ وقَدَمِه بِقَدمِهِ » .
Terjemahan
Dari dia (Anas) radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Shalat telah diiqamati, lalu Rasulullah ﷺ menghadap kepada kami dan bersabda: 'Luruskan dan rapatkan shaf-shaf kalian, karena sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang punggungku.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dengan lafaznya dan Muslim dengan maknanya).
Dalam riwayat Al-Bukhari: "Dan salah seorang dari kami merapatkan pundaknya dengan pundak saudaranya dan kakinya dengan kaki saudaranya."
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan perintah Nabi ﷺ untuk meluruskan dan merapatkan shaf shalat sebagai kesempurnaan ibadah. Perintah ini sangat detail, hingga pundak dan kaki saling menempel. Hikmahnya, selain menyatukan jamaah, kerapian shaf adalah cermin kekhusyukan dan disiplin, serta memperhatikan pandangan imam yang dapat melihat makmum meski berada di depan.
Dalam riwayat Al-Bukhari: "Dan salah seorang dari kami merapatkan pundaknya dengan pundak saudaranya dan kakinya dengan kaki saudaranya."
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan perintah Nabi ﷺ untuk meluruskan dan merapatkan shaf shalat sebagai kesempurnaan ibadah. Perintah ini sangat detail, hingga pundak dan kaki saling menempel. Hikmahnya, selain menyatukan jamaah, kerapian shaf adalah cermin kekhusyukan dan disiplin, serta memperhatikan pandangan imam yang dapat melihat makmum meski berada di depan.
# 8
وَعَنِ النُّعْمَانِ بنِ بشيرٍ ، رضيَ اللَّه عنهما ، قال : سمعتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : « لَتُسوُّنَّ صُفُوفَكُمْ ، أَوْ ليُخَالِفَنَّ اللَّه بَيْنَ وجُوهِكُمْ » متفقٌ عليه .
وفي روايةٍ لمسلمٍ : أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يُسَوِّي صُفُوفَنَا ، حتَّى كأَنَّما يُسَوّي بهَا القِدَاحَ ، حَتَّى رَأَى أنَّا قَد عَقَلْنَا عَنْهُ . ثُمَّ خَرَج يَوْماً فَقَامَ حَتَّى كَادَ يُكَبِّرُ ، فَرَأَى رجُلا بَادِياً صدْرُهُ مِنَ الصَّفِّ فقالَ : « عِبَادَ اللَّهِ ، لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ ، أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّه بيْنَ وجُوهكُمْ» .
Terjemahan
Dari An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Hendaklah kalian meluruskan shaf-shaf kalian, atau Allah akan memperselisihkan wajah-wajah kalian (menyebabkan perselisihan di antara kalian)."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain dari Muslim: "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ meluruskan shaf kami seperti meluruskan anak panah, sampai beliau mengetahui kami telah memahaminya. Suatu hari, beliau keluar untuk shalat dan hampir bertakbir, lalu beliau melihat seorang laki-laki yang dadanya maju sedikit dari shaf. Beliau pun bersabda: 'Wahai hamba-hamba Allah! Hendaklah kalian meluruskan shaf-shaf kalian, atau Allah akan membuat kalian berselisih.'"
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan perintah tegas Nabi ﷺ untuk meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat berjamaah. Perbuatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi mencerminkan kesatuan, kekhusyukan, dan ketaatan kepada Allah. Ancaman bahwa Allah akan menimbulkan perselisihan di antara mereka yang mengabaikannya menunjukkan bahwa ketidakrapian shaf dapat menjadi sebab perpecahan hati di dunia.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain dari Muslim: "Sesungguhnya Rasulullah ﷺ meluruskan shaf kami seperti meluruskan anak panah, sampai beliau mengetahui kami telah memahaminya. Suatu hari, beliau keluar untuk shalat dan hampir bertakbir, lalu beliau melihat seorang laki-laki yang dadanya maju sedikit dari shaf. Beliau pun bersabda: 'Wahai hamba-hamba Allah! Hendaklah kalian meluruskan shaf-shaf kalian, atau Allah akan membuat kalian berselisih.'"
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan perintah tegas Nabi ﷺ untuk meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat berjamaah. Perbuatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi mencerminkan kesatuan, kekhusyukan, dan ketaatan kepada Allah. Ancaman bahwa Allah akan menimbulkan perselisihan di antara mereka yang mengabaikannya menunjukkan bahwa ketidakrapian shaf dapat menjadi sebab perpecahan hati di dunia.
# 9
وعنِ البرَاءِ بنِ عازبٍ ، رضي اللَّه عنهما ، قالَ : كانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، يَتخلَّلُ الصَّفَّ مِنْ نَاحِيَةٍ إِلى نَاحِيَةٍ ، يَمسَحُ صُدُورَنَا ، وَمَناكِبَنَا ، ويقولُ : لا تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ » وكَانَ يَقُولُ : إن اللَّه وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ على الصُّفُوفِ الأُوَلِ » رواه أبو داود بإِسناد حَسَنٍ .
Terjemahan
Dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Rasulullah ﷺ berjalan merapikan shaf dari satu ujung ke ujung lainnya, beliau menepuk dada dan pundak kami sambil bersabda: "Janganlah kalian berselisih (dalam shaf), nanti hati kalian akan berselisih." Dan beliau juga bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang shalat di shaf pertama."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya merapikan dan menyambung shaf dalam shalat, karena kesatuan lahiriah mencerminkan dan mempengaruhi kesatuan batin (hati) jamaah. Perhatian Rasulullah ﷺ yang sampai menyentuh pundak dan dada para sahabat menunjukkan kesungguhan dalam hal ini. Selain itu, hadis ini juga memotivasi untuk berlomba meraih keutamaan shaf pertama, yang mendapat shalawat khusus dari Allah dan para malaikat.
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya merapikan dan menyambung shaf dalam shalat, karena kesatuan lahiriah mencerminkan dan mempengaruhi kesatuan batin (hati) jamaah. Perhatian Rasulullah ﷺ yang sampai menyentuh pundak dan dada para sahabat menunjukkan kesungguhan dalam hal ini. Selain itu, hadis ini juga memotivasi untuk berlomba meraih keutamaan shaf pertama, yang mendapat shalawat khusus dari Allah dan para malaikat.
# 10
وعَن ابن عُمرَ رضيَ اللَّه عنهما ، أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : «أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَينَ المنَاكِب، وسُدُّوا الخَلَلَ، وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ ، وَلا تَذَرُوا فَرُجَاتٍ للشيْطانِ، ومَنْ وصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّه ، وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعهُ اللَّه » رواه أبو داود بإِسناد صحيحٍ.
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Rapatkanlah shaf-shaf kalian, luruskan, penuhi celah-celahnya, lunakkan (hati) saat menarik tangan saudara kalian, dan jangan biarkan celah untuk setan. Barangsiapa menyambung shaf, Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa memutus shaf, Allah akan memutus hubungan darinya." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang sahih).
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya kesempurnaan dan kerapian shalat berjamaah sebagai cermin persatuan. Perintah meluruskan dan merapatkan shaf, serta menutup celah, mengandung hikmah untuk menghalangi gangguan setan dan memperkuat ikatan ukhuwah. Lebih dari sekadar tata cara fisik, ia menjadi simbol bahwa menyambung shaf berarti menyambung hubungan dengan Allah dan sesama muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya kesempurnaan dan kerapian shalat berjamaah sebagai cermin persatuan. Perintah meluruskan dan merapatkan shaf, serta menutup celah, mengandung hikmah untuk menghalangi gangguan setan dan memperkuat ikatan ukhuwah. Lebih dari sekadar tata cara fisik, ia menjadi simbol bahwa menyambung shaf berarti menyambung hubungan dengan Allah dan sesama muslim.
# 11
وعَنْ أَنسٍ رضيَ اللَّه عَنْهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « رُصُّوا صُفُوفَكُمْ ، وَقَاربُوا بَيْنَها ، وحاذُوا بالأَعْناق ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بيَدِهِ إِنَّي لأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ منْ خَلَلِ الصَّفِّ ، كأنَّها الحَذَفُ » حديث صحيح رواه أبو داود بإِسناد على شرط مسلم .
« الحذَفُ » بحاءٍ مهملةٍ وذالٍ معجم مفتوحتين ثم فاءٌ وهي : غَنَمٌ سُودٌ صغارٌ تَكُونُ بِالْيَمنِ .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Rapatkan shaf-shaf kalian, dekatkan antara shaf, dan luruskan dengan leher. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku melihat setan masuk dari celah-celah shaf, seperti anak kambing hitam kecil." (Hadits sahih riwayat Abu Dawud dengan sanad sesuai syarat Muslim). "Al-Hadzaf" adalah kambing hitam kecil yang ada di Yaman.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf dalam salat berjemaah. Perintah ini bukan sekadar untuk kerapian, tetapi memiliki dimensi spiritual, yaitu menutup celah yang dapat dimasuki setan. Rasulullah �ung menggambarkan setan yang menyusup melalui celah shaf bagai kambing hitam kecil, menunjukkan bahwa kelurusan shaf adalah bagian dari kesempurnaan ibadah dan persatuan jemaah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf dalam salat berjemaah. Perintah ini bukan sekadar untuk kerapian, tetapi memiliki dimensi spiritual, yaitu menutup celah yang dapat dimasuki setan. Rasulullah �ung menggambarkan setan yang menyusup melalui celah shaf bagai kambing hitam kecil, menunjukkan bahwa kelurusan shaf adalah bagian dari kesempurnaan ibadah dan persatuan jemaah.
# 12
وعنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « أَتمُّوا الصَّفَّ المقدَّمَ ، ثُمَّ الَّذي يلِيهِ ، فَمَا كَانَ مَنْ نقْصٍ فَلْيَكُنْ في الصَّفِّ المُؤَخَّرِ » رواه أبو داود بإِسناد حسن .
Terjemahan
Darinya (Ibnu Mas'ud) radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Hendaklah kalian memenuhi shaf pertama, kemudian shaf berikutnya. Jika ada celah yang tidak terisi, maka tempatkanlah di shaf paling belakang." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang baik).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya tertib dan kerapian dalam shaf shalat berjamaah. Perintah untuk memenuhi shaf dari depan menunjukkan keutamaan shaf pertama dan upaya mempersempit celah setan. Dengan mengisi shaf terdepan terlebih dahulu, jamaah dapat memakmurkan shaf awal dan mencegah shaf belakang terisi sementara depan masih renggang.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya tertib dan kerapian dalam shaf shalat berjamaah. Perintah untuk memenuhi shaf dari depan menunjukkan keutamaan shaf pertama dan upaya mempersempit celah setan. Dengan mengisi shaf terdepan terlebih dahulu, jamaah dapat memakmurkan shaf awal dan mencegah shaf belakang terisi sementara depan masih renggang.
# 13
وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالت : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه وملائِكَتَهُ يُصلُّونَ على ميامِن الصُّفوف » رواه أبو داود بإِسناد عَلى شرْطِ مُسْلِمٍ ، وفيهِ رجلٌ مُخْتَلَفٌ في توْثِيقِهِ .
Terjemahan
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (memberi rahmat) kepada (orang-orang yang berada di) shaf-shaf sebelah kanan." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad sesuai syarat Muslim, di dalamnya ada seorang perawi yang diperselisihkan ketsiqahannya).
Penjelasan singkat: Hadis ini menganjurkan untuk mengisi shaf sebelah kanan terlebih dahulu ketika shalat berjamaah, karena posisi tersebut memiliki keutamaan khusus berupa shalawat dan rahmat dari Allah serta para malaikat. Meski status hadisnya diperselisihkan para ulama karena ada perawi yang diperdebatkan, kandungannya diamalkan dan dikuatkan oleh hadis-hadis lain yang senada. Hal ini mengajarkan pentingnya memperhatikan tata tertib dan kesempurnaan dalam membentuk shaf jamaah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menganjurkan untuk mengisi shaf sebelah kanan terlebih dahulu ketika shalat berjamaah, karena posisi tersebut memiliki keutamaan khusus berupa shalawat dan rahmat dari Allah serta para malaikat. Meski status hadisnya diperselisihkan para ulama karena ada perawi yang diperdebatkan, kandungannya diamalkan dan dikuatkan oleh hadis-hadis lain yang senada. Hal ini mengajarkan pentingnya memperhatikan tata tertib dan kesempurnaan dalam membentuk shaf jamaah.
# 14
وعَنِ البراءِ رضيَ اللَّه عَنْهُ قال : « كُنَّا إِذا صَلَّينَا خَلْفَ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَحْببْبنَا أَنْ نَكُونَ عَنْ يَمِينِهِ ، يُقبِلُ علَينا بِوَجْهِهِ ، فَسمِعْتُهُ يقول : « رَبِّ قِنِي عذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ ¬ أَوْ تَجْمَعُ ¬ عبَادَكَ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Al-Bara' radhiyallahu 'anhu, dia berkata: "Ketika kami shalat di belakang Rasulullah ﷺ, kami suka berada di sebelah kanan beliau. Terkadang beliau menoleh kepada kami, dan aku mendengar beliau berdoa: 'Ya Rabbku, lindungilah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan atau mengumpulkan hamba-hamba-Mu'." (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan berdiri di sebelah kanan imam dalam shalat berjamaah, karena posisi itu lebih dekat untuk meneladani dan mengambil berkah dari imam yang shaleh. Doa Nabi ﷺ yang dipanjatkan setelah shalat mengandung makna permohonan perlindungan dari azab Allah di hari Kiamat, menekankan pentingnya rasa takut (khauf) kepada-Nya dan kesadaran akan akhirat. Selain itu, hadis ini juga menunjukkan kebiasaan Nabi ﷺ yang selalu memanfaatkan waktu untuk berdoa dengan permohonan yang sangat mendasar bagi setiap muslim.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan berdiri di sebelah kanan imam dalam shalat berjamaah, karena posisi itu lebih dekat untuk meneladani dan mengambil berkah dari imam yang shaleh. Doa Nabi ﷺ yang dipanjatkan setelah shalat mengandung makna permohonan perlindungan dari azab Allah di hari Kiamat, menekankan pentingnya rasa takut (khauf) kepada-Nya dan kesadaran akan akhirat. Selain itu, hadis ini juga menunjukkan kebiasaan Nabi ﷺ yang selalu memanfaatkan waktu untuk berdoa dengan permohonan yang sangat mendasar bagi setiap muslim.
# 15
وعَنْ أَبي هُريرةَ رضِيَ اللَّه عنْهُ ، قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «وسِّطُوا الإِمامَ ، وَسُدُّوا الخَلَلَ » رواه أبو داود .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tempatkanlah imam di tengah (shaf) dan tutuplah celah-celah (shaf)." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya kerapian dan kesempurnaan shaf dalam shalat berjamaah. Perintah untuk menempatkan imam di tengah bertujuan menyeimbangkan shaf, sedangkan mengisi celah mencegah terputusnya kekuatan spiritual jamaah. Kedua hal ini mencerminkan nilai persatuan, disiplin, dan upaya kolektif untuk memperkuat ikatan ukhuwah di hadapan Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan pentingnya kerapian dan kesempurnaan shaf dalam shalat berjamaah. Perintah untuk menempatkan imam di tengah bertujuan menyeimbangkan shaf, sedangkan mengisi celah mencegah terputusnya kekuatan spiritual jamaah. Kedua hal ini mencerminkan nilai persatuan, disiplin, dan upaya kolektif untuk memperkuat ikatan ukhuwah di hadapan Allah.