Kitab 9 · Bab 22
Sunat sebelum dan sesudah Maghrib.
✦ 5 Hadith ✦
# 1
تقدم في هذه الأبواب حديث ابن عمر (انظر الحديث رقم 1095) ، وحديث عائشة (انظر الحديث رقم 1112) وهما صحيحان أن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم كان يصلي بعد المغرب ركعتين.
Terjemahan
Telah disebutkan dalam bab-bab sebelumnya hadits Ibnu Umar (lihat hadits no. 1095) dan hadits Aisyah (lihat hadits no. 1112), keduanya sahih, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shalat setelah Maghrib dua rakaat.
Penjelasan singkat: Hadis sahih dari Ibnu Umar dan Aisyah ini menetapkan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat setelah shalat Maghrib. Amalan ini termasuk shalat sunnah rawatib ba'diyah yang dianjurkan untuk dihidupkan. Meski hukumnya sunnah dan tidak wajib, ia merupakan bentuk ittiba' (mengikuti) teladan Rasulullah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.
Penjelasan singkat: Hadis sahih dari Ibnu Umar dan Aisyah ini menetapkan sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat setelah shalat Maghrib. Amalan ini termasuk shalat sunnah rawatib ba'diyah yang dianjurkan untuk dihidupkan. Meski hukumnya sunnah dan tidak wajib, ia merupakan bentuk ittiba' (mengikuti) teladan Rasulullah dan sarana mendekatkan diri kepada Allah.
# 2
وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بنِ مُغَفَّلٍ رَضِيَ اللَّه عنهُ ، عَنِ النَّبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : «صَلُّوا قَبلَ المَغرِب » قَالَ في الثَّالثَةِ : « لمَنْ شَاءَ » رواه البخاريُّ .
Terjemahan
Dan dari Abdullah bin Mughaffal radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Shalatlah sebelum Maghrib." Pada kali yang ketiga beliau bersabda: "Bagi siapa yang mau." (HR. Al-Bukhari).
Penjelasan singkat: Hadis ini menganjurkan shalat sunnah dua rakaat sebelum Maghrib. Sabda Nabi "bagi siapa yang mau" pada pengulangan ketiga menunjukkan bahwa hukumnya adalah sunnah, bukan wajib. Ini merupakan kelonggaran dan penghapus kekhawatiran agar tidak dianggap wajib. Dengan demikian, ibadah ini tetap dianjurkan sebagai penyempurna ibadah, tetapi tidak memberatkan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menganjurkan shalat sunnah dua rakaat sebelum Maghrib. Sabda Nabi "bagi siapa yang mau" pada pengulangan ketiga menunjukkan bahwa hukumnya adalah sunnah, bukan wajib. Ini merupakan kelonggaran dan penghapus kekhawatiran agar tidak dianggap wajib. Dengan demikian, ibadah ini tetap dianjurkan sebagai penyempurna ibadah, tetapi tidak memberatkan.
# 3
وعن أَنسٍ رَضيَ اللَّه عَنْه قالَ : لَقَدْ رَأَيْتُ كِبارَ أَصحابِ رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَبْتَدِرُونَ السَّوَارِيَ عندَ المغربِ . رواه البخاري .
Terjemahan
Dan dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Sungguh aku melihat para sahabat senior Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berebutan (untuk shalat di dekat) tiang-tiang masjid ketika waktu Maghrib." (HR. Al-Bukhari).
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan semangat dan ketekunan generasi terbaik umat Islam, yaitu para sahabat senior, dalam beribadah. Mereka berlomba-lomba mendapatkan tempat shalat dekat tiang (tempat yang dipercaya memiliki keutamaan) untuk melaksanakan shalat Maghrib tepat pada waktunya. Perilaku ini mengajarkan tentang pentingnya bersegera, antusias, dan menjaga kekhusyukan dalam menunaikan shalat berjamaah di masjid.
Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan semangat dan ketekunan generasi terbaik umat Islam, yaitu para sahabat senior, dalam beribadah. Mereka berlomba-lomba mendapatkan tempat shalat dekat tiang (tempat yang dipercaya memiliki keutamaan) untuk melaksanakan shalat Maghrib tepat pada waktunya. Perilaku ini mengajarkan tentang pentingnya bersegera, antusias, dan menjaga kekhusyukan dalam menunaikan shalat berjamaah di masjid.
# 4
وعَنْهُ قَالَ : كُنَّا نُصَلِّي عَلى عَهدِ رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم رَكعَتيْنِ بعدَ غُروبِ الشَّمْس قَبلَ المَغربِ ، فقيلَ : أَكانَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم صَلاَّهُمَا ؟ قال : كانَ يَرانَا نُصَلِّيهِمَا فَلَمْ يَأْمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنا . رَوَاه مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dan dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kami shalat pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dua rakaat setelah matahari terbenam sebelum shalat Maghrib." Lalu ditanyakan: "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dua rakaat itu?" Ia menjawab: "Beliau melihat kami shalat dua rakaat itu, namun beliau tidak memerintahkan dan tidak pula melarang kami." (HR. Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan adanya perbuatan sahabat yang dilihat Rasulullah SAW tetapi tidak beliau larang atau perintahkan. Hal ini menjadi dasar bagi sebagian ulama bahwa perbuatan tersebut hukumnya boleh (mubah). Namun, ketiadaan larangan bukanlah perintah untuk melakukannya secara rutin sebagai sunnah, sehingga shalat dua rakaat sebelum Maghrib tidak dianggap sunnah muakkadah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan adanya perbuatan sahabat yang dilihat Rasulullah SAW tetapi tidak beliau larang atau perintahkan. Hal ini menjadi dasar bagi sebagian ulama bahwa perbuatan tersebut hukumnya boleh (mubah). Namun, ketiadaan larangan bukanlah perintah untuk melakukannya secara rutin sebagai sunnah, sehingga shalat dua rakaat sebelum Maghrib tidak dianggap sunnah muakkadah.
# 5
وعنه قَالَ : كُنَّا بِالمَدِينَةِ فإِذا أَذَّنَ المُؤَذِّنُ لِصَلاةِ المَغرِبِ ، ابْتَدَرُوا السَّوَارِيَ ، فَرَكَعُوا رَكعَتْين ، حَتى إنَّ الرَّجُلَ الغَرِيبَ ليَدخُلُ المَسجدَِ فَيَحْسَبُ أَنَّ الصَّلاةَ قدْ صُلِّيتْ من كَثرَةِ مَنْ يُصَلِّيهِما . رَوَاهُ مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kami semua di Madinah, ketika muadzin mengumandangkan adzan Maghrib, mereka segera pergi ke tiang-tiang (masjid) untuk shalat dua rakaat, sehingga orang asing yang masuk masjid mengira bahwa mereka telah shalat Maghrib, karena banyaknya orang yang shalat sebelum Maghrib." (HR. Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan dan kesungguhan salafus shalih (generasi awal Islam) dalam melaksanakan sunnah rawatib, khususnya shalat dua rakaat sebelum Maghrib. Mereka sangat bersegera dan bersemangat menunaikannya hingga membingungkan orang asing. Pelajaran utamanya adalah pentingnya menghidupkan sunnah Nabi, bersegera dalam kebaikan, serta menjaga shalat sunnah rawatib yang sering diabaikan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan dan kesungguhan salafus shalih (generasi awal Islam) dalam melaksanakan sunnah rawatib, khususnya shalat dua rakaat sebelum Maghrib. Mereka sangat bersegera dan bersemangat menunaikannya hingga membingungkan orang asing. Pelajaran utamanya adalah pentingnya menghidupkan sunnah Nabi, bersegera dalam kebaikan, serta menjaga shalat sunnah rawatib yang sering diabaikan.