Kitab 9 · Bab 23
Sunat sebelum dan sesudah Isya.
✦ 1 Hadith ✦
# 1
فيهِ حديثُ ابنِ عُمَرَ السَّابقُ : صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم رَكعَتَينِ بَعْدَ العِشَاءِ ، وحديثُ عبدِ اللَّهِ بنِ مُغَفَّل : « بَيْنَ كلِّ أَذَانيْنِ صَلاةٌ » متفقٌ عليه . كما سبَقَ . (انظر الحديث رقم 1096) .
Terjemahan
Di dalamnya terdapat hadits Ibnu Umar yang sebelumnya: "Aku shalat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dua rakaat setelah Isya'." Dan hadits Abdullah bin Mughaffal: "Di antara setiap dua adzan (iqamah) ada shalat (sunnah)." (Muttafaqun 'alaih), sebagaimana telah disebutkan. (Lihat hadits no. 1096).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan adanya kesempatan shalat sunnah di waktu-waktu tertentu. Hadis Ibnu Umar menunjukkan contoh praktik Nabi, yaitu shalat sunnah dua rakaat setelah Isya'. Sementara hadis Abdullah bin Mughaffal memberikan kaidah umum bahwa di antara azan dan iqamah terdapat kesempatan untuk melaksanakan shalat sunnah. Keduanya mengajarkan untuk memanfaatkan waktu jeda menunggu shalat wajib dengan ibadah tambahan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan adanya kesempatan shalat sunnah di waktu-waktu tertentu. Hadis Ibnu Umar menunjukkan contoh praktik Nabi, yaitu shalat sunnah dua rakaat setelah Isya'. Sementara hadis Abdullah bin Mughaffal memberikan kaidah umum bahwa di antara azan dan iqamah terdapat kesempatan untuk melaksanakan shalat sunnah. Keduanya mengajarkan untuk memanfaatkan waktu jeda menunggu shalat wajib dengan ibadah tambahan.