Kitab 9 · Bab 31
Keutamaan hari Jumat, kewajibannya, mandi untuknya, penggunaan wewangian, bersegera, berdoa pada hari Jumat, bersalawat kepada Nabi, penjelasan tentang waktu dikabulkannya doa, dan disunahkan untuk memperbanyak zikir kepada Allah setelah salat Jumat.
✦ 13 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾[سورة الجمعة(10)]
Terjemahan
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Apabila shalat (Jum'at) telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (Al-Jumu'ah: 10)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan keseimbangan hidup yang sempurna. Setelah menunaikan kewajiban ibadah (shalat Jumat), umat Islam diperintahkan untuk aktif bekerja dan mencari rezeki di muka bumi. Perintah ini diiringi dengan pesan untuk senantiasa mengingat Allah dalam segala aktivitas duniawi. Dengan demikian, kesuksesan hakiki (al-falah) tercapai dengan memadukan ketakwaan, kerja keras, dan dzikir yang kontinu.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan keseimbangan hidup yang sempurna. Setelah menunaikan kewajiban ibadah (shalat Jumat), umat Islam diperintahkan untuk aktif bekerja dan mencari rezeki di muka bumi. Perintah ini diiringi dengan pesan untuk senantiasa mengingat Allah dalam segala aktivitas duniawi. Dengan demikian, kesuksesan hakiki (al-falah) tercapai dengan memadukan ketakwaan, kerja keras, dan dzikir yang kontinu.
# 2
وعَنْ أَبي هُريرةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قالَ : قالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «خيْرُ يوْمِ طلعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الجُمُعَةِ : فِيهِ خُلِقَ آدمُ ، وَفيه أُدْخِلَ الجَنَّةَ ، وفيه أُخْرِجَ مِنْهَا » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sebaik-baik hari di mana matahari terbit adalah hari Jum'at: pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu dia dikeluarkan darinya." (HR. Muslim)
Penjelasan: Hari Jum'at adalah hari yang sangat mulia dalam Islam karena pada hari itu terjadi peristiwa-peristiwa penting terkait Nabi Adam, yaitu penciptaan, dimasukkan ke surga, dan diturunkan ke bumi. Ini menunjukkan keutamaan hari Jum'at dibanding hari-hari lainnya.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan agung hari Jum'at, menjadikannya hari terbaik sepanjang pekan. Inti pelajarannya adalah agar seorang muslim memuliakan dan mengisi hari Jum'at dengan ketaatan, seperti memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, dan beramal saleh. Kemuliaan hari ini juga mengingatkan pada asal-usul manusia (keturunan Adam) serta tujuan penciptaan, yaitu untuk beribadah kepada Allah.
Penjelasan: Hari Jum'at adalah hari yang sangat mulia dalam Islam karena pada hari itu terjadi peristiwa-peristiwa penting terkait Nabi Adam, yaitu penciptaan, dimasukkan ke surga, dan diturunkan ke bumi. Ini menunjukkan keutamaan hari Jum'at dibanding hari-hari lainnya.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan agung hari Jum'at, menjadikannya hari terbaik sepanjang pekan. Inti pelajarannya adalah agar seorang muslim memuliakan dan mengisi hari Jum'at dengan ketaatan, seperti memperbanyak shalawat, membaca Al-Qur'an, dan beramal saleh. Kemuliaan hari ini juga mengingatkan pada asal-usul manusia (keturunan Adam) serta tujuan penciptaan, yaitu untuk beribadah kepada Allah.
# 3
وَعَنْهُ قَالَ : قال رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ تَوَضَّأَ فأَحْسَنَ الوُضُوءَ ثُمَّ أَتى الجُمُعَةَ، فاسْتَمَعَ وَأَنْصتَ ، غُفِرَ لَهُ ما بَيْنَه وَبَيْنَ الجُمُعَةِ وزِيَادة ثَلاثَةِ أَيَّامٍ ، وَمَنْ مَسَّ الحَصَى ، فَقَدْ لَغَا »رواه مسلم .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang berwudhu dengan baik dan benar, kemudian dia pergi shalat Jum'at, mendengarkan khutbah, dan diam (menyimak), maka dosa-dosanya antara Jum'at itu dan Jum'at berikutnya akan diampuni, ditambah tiga hari lagi. Dan siapa yang memegang kerikil bermain-main (tidak menyimak khutbah), dia pasti tidak mendapat pahala Jum'at itu." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan keutamaan dan adab menghadiri shalat Jum'at. Pahala besar berupa pengampunan dosa selama sepuluh hari diberikan kepada yang menyempurnakan wudhu, hadir, serta menyimak khutbah dengan khusyuk. Sebaliknya, perbuatan sia-sia seperti memainkan kerikil saat khutbah (melalaikan kewajiban menyimak) dapat menghilangkan keutamaan tersebut. Intinya, kesempurnaan ibadah Jum'at terletak pada kesiapan lahir-batin dan fokus penuh pada khutbah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan keutamaan dan adab menghadiri shalat Jum'at. Pahala besar berupa pengampunan dosa selama sepuluh hari diberikan kepada yang menyempurnakan wudhu, hadir, serta menyimak khutbah dengan khusyuk. Sebaliknya, perbuatan sia-sia seperti memainkan kerikil saat khutbah (melalaikan kewajiban menyimak) dapat menghilangkan keutamaan tersebut. Intinya, kesempurnaan ibadah Jum'at terletak pada kesiapan lahir-batin dan fokus penuh pada khutbah.
# 4
وَعَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « الصَّلَواتُ الخَمْسُ والجُمُعةُ إلى الجُمعةِ ، وَرَمَضَانُ إلى رمَضَانَ ، مُكَفِّرَاتٌ ما بيْنَهُنَّ إذا اجْتُنِبَتِ الكبَائِرُ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Shalat lima waktu, dari Jum'at ke Jum'at, dari Ramadhan ke Ramadhan, akan menghapuskan dosa-dosa di antara rentang waktu tersebut, selama dia menjauhi dosa-dosa besar." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan bahwa ibadah-ibadah pokok seperti shalat lima waktu, shalat Jumat, dan puasa Ramadhan memiliki fungsi sebagai penghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara waktu-waktu pelaksanaannya. Syarat utamanya adalah menjauhi dosa-dosa besar. Ini menunjukkan rahmat Allah yang memberikan kesempatan berulang untuk penyucian diri melalui ibadah rutin, sekaligus menekankan pentingnya menjaga diri dari kesalahan yang fatal.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan bahwa ibadah-ibadah pokok seperti shalat lima waktu, shalat Jumat, dan puasa Ramadhan memiliki fungsi sebagai penghapus dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara waktu-waktu pelaksanaannya. Syarat utamanya adalah menjauhi dosa-dosa besar. Ini menunjukkan rahmat Allah yang memberikan kesempatan berulang untuk penyucian diri melalui ibadah rutin, sekaligus menekankan pentingnya menjaga diri dari kesalahan yang fatal.
# 5
وَعَنْهُ وعَنِ ابنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمْ ، أَنَّهما سَمِعَا رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ عَلَى أَعْوَادِ مِنْبَرِهِ : « لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الجمُعَاتِ ، أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّه على قُلُوبِهمْ ، ثُمَّ ليَكُونُنَّ مِنَ الغَافِلينَ » رواه مسلم .
Terjemahan
Abu Hurairah dan Ibnu Umar meriwayatkan: Mereka berdua mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda di atas mimbar (mimbar hari Jum'at) sambil memegang tongkat, beliau bersabda: "Orang-orang yang meninggalkan shalat Jum'at harus menghentikan perbuatan itu, jika tidak, Allah akan mencap hati mereka, kemudian mereka akan menjadi orang-orang yang lalai." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan kewajiban dan kedudukan sangat penting shalat Jum'at. Ancaman keras bagi yang meremehkan dan meninggalkannya adalah tertutupnya hati dari kebaikan (hati terkunci) dan termasuk golongan orang-orang yang lalai. Ini menunjukkan bahwa meninggalkan Jum'at bukan sekadar kelalaian biasa, tetapi dosa yang berdampak pada kekerasan dan kebutaan spiritual.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan kewajiban dan kedudukan sangat penting shalat Jum'at. Ancaman keras bagi yang meremehkan dan meninggalkannya adalah tertutupnya hati dari kebaikan (hati terkunci) dan termasuk golongan orang-orang yang lalai. Ini menunjukkan bahwa meninggalkan Jum'at bukan sekadar kelalaian biasa, tetapi dosa yang berdampak pada kekerasan dan kebutaan spiritual.
# 6
وَعَن ابنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمَا ، أَنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قالَ : «إِذا جاَءَ أَحَدُكُمُ الجُمُعَةَ ، فَليَغْتَسِلْ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Apabila salah seorang dari kalian ingin pergi shalat Jum'at, hendaklah dia mandi.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan perintah mandi (ghusl) pada hari Jum'at sebagai kesempurnaan dalam bersuci sebelum menunaikan shalat Jum'at. Hikmahnya adalah untuk menjaga kebersihan, kesegaran, dan menghormati kemuliaan hari serta ibadah tersebut. Meski hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), ia menunjukkan pentingnya penampilan lahiriah yang bersih saat berkumpul dengan kaum muslimin, yang juga mencerminkan kebersihan batin dan kesiapan menghadap Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan perintah mandi (ghusl) pada hari Jum'at sebagai kesempurnaan dalam bersuci sebelum menunaikan shalat Jum'at. Hikmahnya adalah untuk menjaga kebersihan, kesegaran, dan menghormati kemuliaan hari serta ibadah tersebut. Meski hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), ia menunjukkan pentingnya penampilan lahiriah yang bersih saat berkumpul dengan kaum muslimin, yang juga mencerminkan kebersihan batin dan kesiapan menghadap Allah.
# 7
وعن أبي سعيدٍ الخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ: « غُسْلُ يَوْمِ الجُمُعَةِ وَاجِبٌ على كلِّ مُحْتَلِمٍ » متفقٌ عليه .
المُراد بالمُحْتَلِمِ : البَالِغُ . وَالمُرَادُ بِالوُجُوبِ : وَجُوبُ اختِيَارٍ ، كقْولِ الرَّجُلِ لِصَاحِبِهِ حَقُّكَ وَاجِبِ عليَّ ، واللَّه أعلم .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Mandi pada hari Jum'at adalah wajib bagi setiap orang yang bermimpi (baligh)." (Muttafaqun 'alaih).
Yang dimaksud dengan "muh-telim" adalah orang yang baligh. Dan yang dimaksud dengan "wajib" adalah wajib pilihan (sangat dianjurkan), seperti perkataan seseorang kepada temannya: "Hakmu wajib atasku." Wallahu a'lam.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan keutamaan dan kesunahan mandi Jum'at yang sangat kuat bagi setiap muslim yang telah baligh. Lafaz "wajib" di sini ditafsirkan ulama sebagai wajib pilihan (sangat dianjurkan), bukan wajib yang berdosa jika ditinggalkan. Ini menunjukkan betapa Islam memperhatikan kebersihan dan kesiapan lahir-batin seorang muslim ketika menghadiri ibadah shalat Jum'at yang mulia.
Yang dimaksud dengan "muh-telim" adalah orang yang baligh. Dan yang dimaksud dengan "wajib" adalah wajib pilihan (sangat dianjurkan), seperti perkataan seseorang kepada temannya: "Hakmu wajib atasku." Wallahu a'lam.
Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan keutamaan dan kesunahan mandi Jum'at yang sangat kuat bagi setiap muslim yang telah baligh. Lafaz "wajib" di sini ditafsirkan ulama sebagai wajib pilihan (sangat dianjurkan), bukan wajib yang berdosa jika ditinggalkan. Ini menunjukkan betapa Islam memperhatikan kebersihan dan kesiapan lahir-batin seorang muslim ketika menghadiri ibadah shalat Jum'at yang mulia.
# 8
وَعَنْ سَمُرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عنْهُ قالَ : قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ الجمعة فَبِها ونعمت ، ومن اغتسلَ فالغُسْل أفضَل » . رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديث حسن .
Terjemahan
Dari Samurah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang berwudhu pada hari Jum'at itu adalah baik, dan siapa yang mandi, maka mandi itu lebih utama." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan dia (At-Tirmidzi) menyatakan bahwa hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan dua tingkatan kesunnahan bersuci untuk shalat Jum'at. Wudhu sudah dinilai baik dan mendapat pahala. Namun, mandi (janabah) lebih utama dan lebih sempurna karena memberikan kesegaran dan kebersihan yang lebih menyeluruh, sesuai dengan kemuliaan hari Jum'at. Dengan demikian, umat Islam memiliki pilihan sesuai kemampuannya, dengan tetap mengutamakan yang terbaik.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan dua tingkatan kesunnahan bersuci untuk shalat Jum'at. Wudhu sudah dinilai baik dan mendapat pahala. Namun, mandi (janabah) lebih utama dan lebih sempurna karena memberikan kesegaran dan kebersihan yang lebih menyeluruh, sesuai dengan kemuliaan hari Jum'at. Dengan demikian, umat Islam memiliki pilihan sesuai kemampuannya, dengan tetap mengutamakan yang terbaik.
# 9
وَعَنْ سَلمَانَ رَضِيَ اللَّه عنه ، قال : قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الجُمُعةِ ، ويَتَطَهرُ ما استَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ، وَيدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ ، أَو يَمَسُّ مِن طِيبِ بَيتِهِ ، ثُمَّ يَخْرُجُ فلا يُفرِّق بَيْنَ اثَنيْنِ ، ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ، ثُمَّ يُنْصِتُ إذا تكَلَّم الإِمَامُ ، إِلاَّ غُفِرَ لهُ ما بَيْنَه وبيْنَ الجُمُعَةِ الأخرَى » رواه البخاري .
Terjemahan
Dan dari Salman radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum'at, dan bersuci semampunya, memakai minyak rambutnya, atau memakai wewangian dari rumahnya, kemudian dia keluar (ke masjid) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk), lalu dia shalat sunnah yang ditetapkan untuknya, kemudian dia diam menyimak ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni dosa-dosanya antara Jum'at itu dan Jum'at berikutnya." (HR. Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tata cara dan adab utama menghadiri shalat Jumat untuk meraih pengampunan dosa. Ampunan tersebut diperoleh dengan menyempurnakan thaharah (bersuci, mandi, berhias), disertai adab sosial di masjid (tidak memisahkan orang yang duduk) dan konsentrasi penuh selama khutbah. Intinya, keutamaan besar Jumat diraih dengan memadukan kesiapan lahiriah, perilaku baik, dan kekhusyukan batin.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tata cara dan adab utama menghadiri shalat Jumat untuk meraih pengampunan dosa. Ampunan tersebut diperoleh dengan menyempurnakan thaharah (bersuci, mandi, berhias), disertai adab sosial di masjid (tidak memisahkan orang yang duduk) dan konsentrasi penuh selama khutbah. Intinya, keutamaan besar Jumat diraih dengan memadukan kesiapan lahiriah, perilaku baik, dan kekhusyukan batin.
# 10
وعَنْ أَبي هُريرةَ رضي اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «مَن اغْتَسَلَ يَـوْم الجُمُعَةِ غُسْلَ الجنَابَةِ ، ثُمَّ رَاحَ في الساعة الأولى ، فكَأَنَّمَا قرَّبَ بَدنَةً ، ومنْ رَاحَ في السَّاعَةِ الثَّانِيَة ، فَكأنَّما قَرَّبَ بَقَرَةً ، وَمَنْ رَاحَ في السَاعَةِ الثَالِثةِ ، فَكأنَّما قَرَّبَ كَبْشاً أَقرَنَ، ومنْ رَاحَ في السَّاعَةِ الرَّابِعةِ ، فَكأنَّما قَرَّبَ دَجَاجَةً ، ومنْ رَاحَ في السَّاعَةِ الخامِسةِ فَكأنَّما قَرَّبَ بيْضَةً ، فَإِذا خَرَج الإِمامُ ، حَضَرَتِ الملائِكَةُ يَسْتمِعُونَ الذِّكرَ» متفقٌ عليه .
قوله : « غُسلَ الجَنَابة » ، أَي : غُسلاً كغُسْل الجنَابَةِ في الصِّفَةِ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Siapa yang mandi pada hari Jum'at seperti mandi janabah, kemudian dia pergi shalat Jum'at pada jam pertama, dia akan mendapat pahala seperti bersedekah seekor unta. Siapa yang pergi shalat pada jam kedua, dia akan mendapat pahala seperti bersedekah seekor sapi. Siapa yang pergi shalat pada jam ketiga, dia akan mendapat pahala seperti bersedekah seekor kambing kibas. Siapa yang pergi shalat pada jam keempat, dia akan mendapat pahala seperti bersedekah seekor ayam. Dan siapa yang pergi shalat pada jam kelima, dia akan mendapat pahala seperti bersedekah sebutir telur ayam. Ketika imam keluar (untuk berkhutbah), para malaikat pun hadir mendengarkan khutbah.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menganjurkan untuk bersegera pergi ke masjid menunaikan shalat Jum'at. Semakin awal seorang muslim datang untuk shalat Jum'at, semakin besar pahala yang dijanjikan, yang diibaratkan dengan pahala berkurban hewan-hewan yang nilainya berbeda. Intinya, hadis ini mengajarkan keutamaan menyiapkan diri dan mendahulukan ibadah Jum'at sebagai bentuk semangat dan penghormatan terhadap waktu-waktu yang dimuliakan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menganjurkan untuk bersegera pergi ke masjid menunaikan shalat Jum'at. Semakin awal seorang muslim datang untuk shalat Jum'at, semakin besar pahala yang dijanjikan, yang diibaratkan dengan pahala berkurban hewan-hewan yang nilainya berbeda. Intinya, hadis ini mengajarkan keutamaan menyiapkan diri dan mendahulukan ibadah Jum'at sebagai bentuk semangat dan penghormatan terhadap waktu-waktu yang dimuliakan.
# 11
وعَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ذكر يَوْمَ الجُمُعَةِ ، فَقَالَ : « فِيها سَاعَةٌ لا يُوَافِقها عَبْدٌ مُسلِمٌ ، وَهُو قَائِمٌ يُصَلِّي يسأَلُ اللَّه شَيْئاً ، إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاه » وَأَشَارَ بِيدِهِ يُقَلِّلُهَا ، متفقٌ عليه.
Terjemahan
Dari dia (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, bahwa: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyebut-nyebut tentang hari Jum'at, lalu beliau bersabda: 'Pada hari Jum'at ada suatu waktu, di mana setiap hamba muslim berdiri shalat memohon sesuatu kepada-Nya, niscaya Dia akan memberikannya.'" Beliau memberi isyarat bahwa waktu itu sangat singkat. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan hari Jumat dengan adanya waktu mustajab untuk berdoa. Allah menjamin pengabulan permintaan hamba-Nya yang bertepatan pada saat tersebut, dengan syarat ia sedang melaksanakan shalat dan memohon. Isyarat Nabi bahwa waktu itu sangat singkat mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh, memperbanyak doa, dan menjaga konsentrasi (khusyuk) sepanjang hari Jumat agar tidak terlewatkan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan hari Jumat dengan adanya waktu mustajab untuk berdoa. Allah menjamin pengabulan permintaan hamba-Nya yang bertepatan pada saat tersebut, dengan syarat ia sedang melaksanakan shalat dan memohon. Isyarat Nabi bahwa waktu itu sangat singkat mengajarkan kita untuk bersungguh-sungguh, memperbanyak doa, dan menjaga konsentrasi (khusyuk) sepanjang hari Jumat agar tidak terlewatkan.
# 12
وَعنْ أَبي بُردةَ بنِ أَبي مُوسـَى الأَشعَرِيِّ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ عَبْدُ اللَّهِ ابنُ عُمرَ رضَيَ اللَّه عنْهُمَا : أَسَمِعْت أَبَاكَ يُحَدِّثُ عَن رَسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في شَأْنِ ساعَةِ الجُمُعَةِ؟ قَالَ : قلتُ : نعمْ ، سَمِعتُهُ يقُولُ : سمِعْتُ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « هي ما بيْنَ أَنْ يَجلِسَ الإِمامُ إِلى أَنْ تُقضَى الصَّلاةُ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dan dari Abu Burdah bin Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: "Apakah kamu mendengar ayahmu menceritakan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang waktu (mustajab) pada hari Jum'at?" Aku (Abu Burdah) berkata: "Ya, aku mendengar dia (ayahku) berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Waktu itu adalah antara duduknya imam (di mimbar) sampai selesainya shalat.'" (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan batasan waktu mustajab (dikabulkannya doa) pada hari Jumat, yaitu dimulai dari saat imam duduk di mimbar untuk khutbah hingga shalat Jumat selesai dilaksanakan. Periode ini merupakan kesempatan emas bagi muslim untuk memanjatkan doa dengan penuh harap dan keyakinan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan menghadirkan hati pada waktu tersebut.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan batasan waktu mustajab (dikabulkannya doa) pada hari Jumat, yaitu dimulai dari saat imam duduk di mimbar untuk khutbah hingga shalat Jumat selesai dilaksanakan. Periode ini merupakan kesempatan emas bagi muslim untuk memanjatkan doa dengan penuh harap dan keyakinan. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa dan menghadirkan hati pada waktu tersebut.
# 13
وَعَنْ أَوسِ بنِ أَوسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ قَالَ : قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ مِنْ أَفضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْم الجُمُعَةِ ، فأَكثروا عليَّ مِنَ الصَّلاةِ فِيهِ ، فَإِنَّ صَلاتَكُمْ مَعْروضَةٌ عليَّ » رواه أبو داود بإِسناد صحيح .
Terjemahan
Dari Aus bin Aus radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya, di antara hari-hari yang paling utama adalah hari Jum'at, karena itu perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan ditunjukkan kepadaku." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, dengan sanad yang baik)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan hari Jum'at dan mendorong umat Islam untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada hari tersebut. Perintah ini bukan sekadar anjuran biasa, karena shalawat yang dibaca akan secara khusus disampaikan dan diperlihatkan kepada Rasulullah. Dengan demikian, ibadah shalawat di hari Jum'at memiliki nilai istimewa sebagai bentuk penghormatan sekaligus sarana mendekatkan diri kepada beliau.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan hari Jum'at dan mendorong umat Islam untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada hari tersebut. Perintah ini bukan sekadar anjuran biasa, karena shalawat yang dibaca akan secara khusus disampaikan dan diperlihatkan kepada Rasulullah. Dengan demikian, ibadah shalawat di hari Jum'at memiliki nilai istimewa sebagai bentuk penghormatan sekaligus sarana mendekatkan diri kepada beliau.