✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Pahala
Kitab 9 · Bab 46

Penjelasan tentang pahala puasa di bulan Muharram, Sya'ban, dan bulan-bulan suci lainnya

✦ 3 Hadith ✦
# 1
عَنْ أَبي هُريرَةَ رضيَ اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَفْضَلُ الصِّيَامِ بعْدَ رَمضَانَ : شَهْرُ اللَّهِ المحرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلاةِ بَعْد الفَرِيضَةِ : صَلاةُ اللَّيْلِ » رواه مسلمٌ.
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam." (Diriwayatkan oleh Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini menetapkan dua keutamaan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan. Pertama, puasa sunnah paling utama dilakukan pada bulan Muharram, khususnya di hari 'Asyura. Kedua, shalat sunnah paling utama adalah shalat malam (seperti Tahajud). Ini menunjukkan bahwa setelah menunaikan kewajiban (puasa Ramadhan dan shalat fardhu), seorang Muslim hendaknya menyempurnakan imannya dengan ibadah-ibadah sunnah yang memiliki keutamaan tinggi.

# 2
وعَنْ عائشةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهَا ، قالَتْ : لَمْ يَكُنِ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَصُوم مِنْ شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّه كانَ يَصُوم شَعْبَانَ كلَّه . وفي رواية : كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, dia berkata: "Rasulullah ﷺ tidak pernah berpuasa di bulan mana pun lebih banyak daripada puasa di bulan Sya'ban. Beliau biasa berpuasa penuh sebulan Sya'ban." Dalam riwayat lain: "Beliau biasa berpuasa (hampir) sepenuhnya di bulan Sya'ban, kecuali sedikit hari." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan dan kesungguhan Nabi ﷺ dalam berpuasa sunnah di bulan Sya'ban sebagai persiapan menyambut Ramadan. Riwayat "puasa penuh" dan "kecuali sedikit" saling melengkapi, mengisyaratkan bahwa beliau berpuasa hampir sebulan penuh. Hikmahnya adalah meneladani semangat beliau dalam memperbanyak ibadah di waktu-waktu utama, serta menyambung puasa sunnah Sya'ban dengan puasa wajib Ramadan sebagai bentuk pemanasan rohani.

# 3
وعن مجِيبَةَ البَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيهَا أَوْ عمِّها ، أَنَّهُ أَتى رَسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، ثُمَّ انطَلَقَ فَأَتَاهُ بعدَ سَنَة ، وَقَد تَغَيَّرتْ حَالهُ وَهَيْئَتُه ، فَقَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تعْرِفُنِي ؟ قَالَ : «وَمَنْ أَنتَ ؟ » قَالَ : أَنَا البَاهِلِيُّ الذي جِئتك عامَ الأَوَّلِ . قَالَ : « فَمَا غَيَّرَكَ ، وقَدْ كُنتَ حَسَنَ الهَيئةِ ؟ » قَالَ : ما أَكلتُ طعاماً منذ فَارقْتُكَ إِلاَّ بلَيْلٍ . فَقَال رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « عَذّبْتَ نَفسَكَ ، » ثُمَّ قَالَ : « صُمْ شَهرَ الصَّبرِ ، ويوماً مِنْ كلِّ شَهر » قال : زِدْنـي ، فإِنَّ بي قوَّةً، قَالَ : « صُمْ يَوميْنِ » قال : زِدْني ، قال : « صُمْ ثلاثَةَ أَيَّامٍ » قالَ : زِدْني . قال : صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ ، صُمْ مِنَ الحرُم وَاترُكْ ، صُمْ مِنَ الحرُمِ وَاتْرُكُ » وقالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاثِ فَضَمَّهَا ، ثُمَّ أَرْسَلَهَا . رواه أبو داود . و « شهرُ الصَّبرِ » : رَمضانُ .
Terjemahan
Al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu melaporkan dari ayahnya, dan ayahnya melaporkan dari kakeknya, bahwa dia pernah menemui Rasulullah ﷺ kemudian pergi. Tahun berikutnya dia menemui beliau lagi, namun kondisi dan penampilannya telah berubah total. Dia bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah engkau tidak mengenaliku?" Beliau bertanya, "Siapakah kamu?" Aku menjawab, "Aku adalah Al-Ghifari yang pernah menemuimu tahun lalu." Beliau bertanya, "Apa yang terjadi padamu? Dulu kamu tampak segar bugar." Dia menjawab, "Sejak berpisah darimu, aku tidak pernah makan kecuali di malam hari." Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh kamu telah menyiksa dirimu sendiri!" Kemudian beliau bersabda, "Berpuasalah di bulan kesabaran (Ramadhan) dan satu hari setiap bulan." Dia berkata, "Tambahkanlah untukku, karena aku masih kuat." Beliau bersabda, "Berpuasalah dua hari setiap bulan." Dia berkata lagi, "Tambahkanlah untukku." Beliau bersabda, "Berpuasalah tiga hari setiap bulan." Dia berkata lagi, "Tambahkanlah untukku." Maka beliau bersabda, "Berpuasalah pada hari-hari putih (tanggal 13, 14, 15 setiap bulan hijriyah) di bulan-bulan haram (Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram), berpuasalah pada hari-hari putih dan berhentilah, berpuasalah pada hari-hari putih dan berhentilah." Beliau memberi isyarat dengan tiga jari beliau yang dikepalkan lalu dibuka. (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa Islam adalah agama yang memudahkan, bukan menyulitkan. Rasulullah ﷺ mengingkari sikap berlebihan (ghuluw) dalam beribadah yang justru merusak kesehatan dan penampilan, sebagaimana dilakukan sahabat Al-Bahili yang hanya makan sekali sehari. Intinya, ibadah harus dilandasi sikap pertengahan (tawassuth) dan menjaga kelangsungan hidup yang baik, bukan memforsir diri hingga mengabaikan hak jasmani.