Kitab 9 · Bab 48
Pahala puasa pada hari Arafah, Asyura, dan Tasu'a (hari ke-9)
✦ 4 Hadith ✦
# 1
عنْ أَبي قتَادةَ رضِي اللَّه عَنْهُ ، قالَ : سئِل رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : عَنْ صَوْمِ يوْمِ عَرَفَةَ ؟ قال : « يكفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيةَ وَالبَاقِيَةَ » رواه مسلمٌ .
Terjemahan
Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa hari Arafah. Beliau bersabda: "Ia menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan agung puasa sunnah hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi yang tidak berhaji. Fadhilahnya adalah pengampunan dosa dari Allah yang mencakup dosa setahun sebelum dan setahun setelahnya. Ini menjadi motivasi untuk meraih rahmat-Nya dan menyucikan diri, serta mengisi waktu-waktu utama dengan ibadah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan agung puasa sunnah hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi yang tidak berhaji. Fadhilahnya adalah pengampunan dosa dari Allah yang mencakup dosa setahun sebelum dan setahun setelahnya. Ini menjadi motivasi untuk meraih rahmat-Nya dan menyucikan diri, serta mengisi waktu-waktu utama dengan ibadah.
# 2
وعنْ ابنِ عباسٍ رضيَ اللَّه عنهما ، أَنَّ رَسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم صَامَ يوْمَ عاشوراءَ ، وأَمَرَ بِصِيَامِهِ . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa padanya. (Muttafaqun 'alaih).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan disyariatkannya puasa sunnah pada hari 'Asyura (10 Muharram). Perintah Nabi ﷺ menunjukkan keutamaan dan anjuran yang kuat untuk melaksanakannya. Hikmahnya adalah mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan menyelaraskan dengan syariat agama terdahulu, khususnya dalam rangka bersyukur atas keselamatan Nabi Musa.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan disyariatkannya puasa sunnah pada hari 'Asyura (10 Muharram). Perintah Nabi ﷺ menunjukkan keutamaan dan anjuran yang kuat untuk melaksanakannya. Hikmahnya adalah mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan menyelaraskan dengan syariat agama terdahulu, khususnya dalam rangka bersyukur atas keselamatan Nabi Musa.
# 3
وعنْ أَبي قَتَادةَ رضيَ اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عاشُوراءِ ، فَقَال : « يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ » رواه مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ pernah ditanya tentang puasa hari 'Asyura, lalu beliau bersabda: "Ia akan menghapus dosa setahun yang telah lalu." (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan besar puasa hari 'Asyura (10 Muharram), yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah yang memberikan peluang penghapusan dosa melalui ibadah sunah. Pelajaran utamanya adalah motivasi untuk mengisi hari-hari istimewa dengan amal ketaatan dan memanfaatkan kesempatan pengampunan yang Allah sediakan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan besar puasa hari 'Asyura (10 Muharram), yaitu dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah yang memberikan peluang penghapusan dosa melalui ibadah sunah. Pelajaran utamanya adalah motivasi untuk mengisi hari-hari istimewa dengan amal ketaatan dan memanfaatkan kesempatan pengampunan yang Allah sediakan.
# 4
وعَنِ ابنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّه عنْهُمَا ، قَالَ : قالَ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لَئِنْ بَقِيتُ إِلى قَابِلٍ لأصُومَنَّ التَّاسِعَ » رواهُ مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sekiranya aku masih hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal 9 Muharram)." (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) sebagai penyempurna puasa 10 Muharram ('Asyura). Sabda Nabi "sekiranya aku masih hidup" mengandung pelajaran tentang ketidakpastian usia dan anjuran untuk bersegera dalam beramal. Meski Nabi wafat sebelum sempat melakukannya, sunnah ini tetap dianjurkan untuk diikuti sebagai bentuk kecintaan dan ittiba' kepada beliau.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan puasa pada tanggal 9 Muharram (Tasu'a) sebagai penyempurna puasa 10 Muharram ('Asyura). Sabda Nabi "sekiranya aku masih hidup" mengandung pelajaran tentang ketidakpastian usia dan anjuran untuk bersegera dalam beramal. Meski Nabi wafat sebelum sempat melakukannya, sunnah ini tetap dianjurkan untuk diikuti sebagai bentuk kecintaan dan ittiba' kepada beliau.