✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Pahala
Kitab 9 · Bab 51

Sunah puasa tiga hari setiap bulan

✦ 8 Hadith ✦
# 1
الأفضل صومها في أيام البيض. وهي الثالث عشر والرابع عشر والخامس عشر. وقيل: الثاني عشر والثالث عشر والرابع عشر، والصحيح المشهور هو الأول.
Terjemahan
Yang terbaik adalah berpuasa pada hari-hari putih, yaitu hari ke-13, 14, dan 15 (bulan Hijriyah). Sebagian mengatakan hari ke-12, 13, dan 14, tetapi pendapat yang benar dan diketahui umum adalah pendapat pertama.

Penjelasan singkat: Hadis ini membahas keutamaan puasa sunnah pada ayyamul biid (hari-hari putih). Terdapat dua pendapat mengenai tanggalnya, yaitu tanggal 13, 14, 15 atau 12, 13, 14 setiap bulan Hijriyah. Pendapat yang shahih dan masyhur adalah puasa pada tanggal 13, 14, dan 15. Intinya, Islam menganjurkan puasa tiga hari setiap bulan, dan waktu yang utama adalah pertengahan bulan (tanggal 13-15) ketika bulan purnama bersinar terang.

# 2
وعن أَبي هُريرةَ رضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قال : أَوْصَاني خلِيلي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، بثَلاثٍ : صيَامِ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ مِن كلِّ شَهرٍ ، وَرَكعَتَي الضُحى ، وأَن أُوتِر قَبْلَ أَنْ أَنامَ . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Orang yang paling aku cintai (Rasulullah ﷺ) telah berwasiat kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat dua rakaat Dhuha (di waktu matahari telah naik setinggi tombak), dan agar aku shalat Witir sebelum tidur."
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan tiga amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad ﷺ: puasa tiga hari setiap bulan (biasanya di pertengahan bulan), shalat Dhuha, dan shalat Witir sebagai penutup di malam hari.

# 3
وعَنْ أَبي الدَرْدَاءِ رَضِيَ اللَّه عنهُ ، قالَ : أَوْصَانِي حَبِيبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِثلاث لَنْ أَدَعهُنَّ ما عِشْتُ : بصِيامِ ثَلاثَة أَيَّامٍ مِن كُلِّ شَهْر ، وَصَلاةِ الضحَى ، وَبِأَنْ لا أَنَام حَتى أُوتِر . رواهُ مسلمٌ .
Terjemahan
Dari Abu Ad-Darda' radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kekasihku (Rasulullah ﷺ) telah berwasiat kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan selama aku masih hidup: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan agar aku tidak tidur sebelum melakukan shalat Witir."
(Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan kembali pentingnya tiga amalan sunnah: puasa tiga hari sebulan, shalat Dhuha, dan shalat Witir. Abu Ad-Darda' bertekad untuk konsisten melakukannya seumur hidup.

# 4
وَعَنْ عبدِ اللَّهِ بنِ عَمْرِو بنِ العاصِ رَضي اللَّه عنهُما ، قالَ : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « صوْمُ ثلاثَةِ أَيَّامٍ منْ كلِّ شَهرٍ صوْمُ الدهْرِ كُلِّهُ » . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Puasa tiga hari setiap bulan adalah seperti puasa sepanjang tahun." (Muttafaqun 'alaih)

Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan keutamaan besar puasa tiga hari setiap bulan. Pahalanya disamakan dengan puasa setahun penuh karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali, sehingga 3 hari x 10 = 30 hari (satu bulan), dan dilakukan setiap bulan sepanjang tahun.

# 5
وعنْ مُعاذةَ العَدَوِيَّةِ أَنَّها سَأَلَتْ عائشةَ رضيَ اللَّه عَنْهَا : أَكانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يصومُ مِن كُلِّ شَهرٍ ثلاثةَ أَيَّامٍ ؟ قَالَت : نَعَمْ . فَقُلْتُ : منْ أَيِّ الشَّهْر كَانَ يَصُومُ ؟ قَالَتْ : لَمْ يَكُن يُبَالي مِنْ أَيِّ الشَّهْرِ يَصُومُ . رواهُ مسلمٌ .
Terjemahan
Dari Mu'adzah Al-'Adawiyyah bahwa ia bertanya kepada 'Aisyah radhiyallahu 'anha: "Apakah Rasulullah ﷺ berpuasa tiga hari setiap bulan?" 'Aisyah menjawab: "Ya." Aku bertanya lagi: "Hari apa dalam bulan beliau biasa berpuasa?" Ia menjawab: "Beliau tidak memperhatikan hari apa beliau berpuasa." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ rutin melakukan puasa sunnah tiga hari sebulan, namun beliau tidak terikat pada tanggal tertentu, menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.

# 6
وعنْ أَبي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّه عنهُ ، قَالَ : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاثاً ، فَصُمْ ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبعَ عَشْرَةَ ، وخَمْسَ عَشْرَةَ » رواه الترمِذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika engkau berpuasa tiga hari dalam sebulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata: hadits hasan)

Penjelasan singkat: Hadits ini memberikan petunjuk spesifik tentang waktu terbaik untuk melaksanakan puasa tiga hari sebulan, yaitu pada pertengahan bulan Hijriyah (ayyamul biidh/hari-hari putih).

# 7
وعنْ قتادَةَ بن مِلحَانَ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قال : كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ البيضِ : ثَلاثَ عشْرَةَ ، وأَرْبَعَ عَشْرَةَ ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ . رواهُ أَبُو داودَ .
Terjemahan
Dari Qatadah bin Milhan radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah ﷺ memerintahkan kami untuk berpuasa pada ayyamul biidh (hari-hari putih): tanggal 13, 14, dan 15." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud)

Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan perintah Nabi ﷺ untuk berpuasa sunnah pada tiga hari pertengahan bulan (13, 14, 15 Hijriyah) yang dikenal dengan puasa ayyamul biidh.

# 8
وعنْ ابنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمَا ، قال : كانَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لا يُفْطِرُ أَيَّامَ البِيضِ في حَضَرٍ وَلا سَفَرٍ . رواهُ النسَائي بإِسنادٍ حَسنٍ .
Terjemahan
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkan puasa ayyamul biidh, baik ketika berada di rumah maupun dalam perjalanan." (Diriwayatkan oleh An-Nasa'i dengan sanad yang hasan)

Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan kesungguhan dan konsistensi Nabi ﷺ dalam menjalankan puasa ayyamul biidh (13,14,15 Hijriyah), bahkan beliau tetap melakukannya saat sedang bersafar (bepergian).