✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Berjuang di Jalan Allah
Kitab 12 · Bab 5

Pahala budak yang menunaikan kewajibannya kepada Allah dan tuannya

✦ 4 Hadith ✦
# 1
عَن ابن عُمَرَ ، رضي اللَّه عَنْهُما ، أَنَّ رَسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : إنَّ العَبْد إذا نَصحَ لِسيِّدِهِ ، وَأَحْسَنَ عِبادةَ اللَّهِ ، فَلَهُ أَجْرُهُ مرَّتيْنِ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya seorang budak, apabila dia berlaku jujur kepada tuannya dan beribadah dengan baik kepada Allah, maka dia akan mendapatkan pahala dua kali lipat." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan amal saleh dalam segala kondisi, termasuk dalam status sosial yang rendah. Seorang hamba sahaya yang memenuhi hak tuannya dengan nasihat dan kejujuran, sekaligus menyempurnakan ibadah kepada Allah, diganjar pahala berlipat. Ini menunjukkan bahwa kesempurnaan agama tercapai dengan menunaikan hak sesama manusia (hablum minannas) dan hak Allah (hablum minallah) secara seimbang. Keikhlasan dan profesionalisme dalam bekerja juga merupakan ibadah yang bernilai tinggi.

# 2
وعَنْ أبي هُريرَةَ ، رضي اللَّه عنهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « للعبدِ الممْلُوكِ المُصْلحِ أَجْرَانِ » ، والَّذِي نَفسُ أبي هُرَيرَة بيَدِهِ لَوْلا الجهَادُ في سَبِيلِ اللَّهِ ، والحَجُّ، وبِرُّ أُمِّي ، لأحْببتُ أنْ أمُوتَ وأنَا ممْلوكٌ . متفقٌ عليهِ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang budak yang jujur kepada tuannya dan beribadah dengan baik kepada Allah, akan mendapatkan pahala dua kali lipat." Demi Dzat yang jiwa Abu Hurairah berada di tangan-Nya: Seandainya bukan karena jihad di jalan Allah, haji, dan berbuat baik kepada ibuku, niscaya aku ingin mati dalam keadaan sebagai seorang budak. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan besar seorang hamba sahaya (budak) yang saleh, yaitu mendapat pahala ganda; satu untuk ketaatannya kepada Allah dan satu lagi untuk ketaatannya yang baik kepada tuannya. Pernyataan Abu Hurairah yang ekstrem ingin mati sebagai budak (jika bukan karena tiga kewajiban lain) menguatkan betapa tingginya kedudukan ini. Hikmahnya, keikhlasan dan kesabaran dalam menjalani kondisi sulit sekalipun, dengan tetap menjaga hak Allah dan hak manusia, akan diganjar berlipat oleh-Nya.

# 3
وعَنْ أبي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ ، رضي اللَّه عنْهُ ، قال : قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «الممْلُوكُ الذي يُحْسِنُ عِبَادَةَ رَبِّهِ ، وَيُؤدِّي إلى سَيِّدِهِ الذي عليهِ مِنَ الحقِّ ، والنَّصِيحَةِ ، والطَّاعَةِ ، لهُ أجْرَانِ » رواهُ البخاريُّ .
Terjemahan
Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Budak yang memperbaiki ibadah kepada Rabbnya dan menunaikan hak tuannya berupa nasihat dan ketaatan, maka baginya dua pahala." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan berbuat baik dalam semua kondisi. Seorang hamba sahaya yang taat kepada Allah dan juga menunaikan kewajibannya dengan baik kepada tuannya akan mendapat ganjaran ganda. Ini menunjukkan bahwa kesempurnaan iman tercermin dari ketaatan kepada Allah sekaligus menunaikan hak antar manusia dengan penuh amanah dan ketulusan, apapun status sosialnya.

# 4
وعَنْهُ قَالَ : قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ثلاثةٌ لهُمْ أَجْرانِ : رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الكتاب آمن بنبيَّه وآمنَ بمُحَمدٍ ، والعبْدُ المَمْلُوكُ إذا أدَّى حقَّ اللَّهِ ، وَحقَّ مَوَالِيهِ ، وَرَجُل كانَتْ لَهُ أَمةٌ فَأَدَّبها فَأحْسَنَ تَأْدِيبَها ، وَعلَّمها فَأَحْسَنَ تَعْلِيمَها ، ثُمَّ أَعْتقَهَا فَتَزَوَّجَهَا ، فَلَهُ أَجْرَان » متفقٌ عَليهِ .
Terjemahan
Dari dia (Abu Musa) radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Tiga golongan yang mendapat dua pahala: Seorang laki-laki dari Ahli Kitab yang beriman kepada nabinya dan beriman kepada Muhammad; seorang budak yang menunaikan hak Allah dan hak tuannya; dan seorang laki-laki yang memiliki seorang budak perempuan, lalu dia mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan mengajarinya dengan pengajaran yang baik, kemudian dia memerdekakannya dan menikahinya, maka baginya dua pahala." (Muttafaqun 'alaih).

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keadilan dan kemurahan Allah. Pahala berlipat diberikan kepada: 1) Ahli Kitab yang beriman kepada Nabi mereka lalu juga kepada Nabi Muhammad, yang menunjukkan penghargaan atas keimanan bertahap; 2) Hamba sahaya yang taat kepada Allah dan tuannya, yang mengajarkan ketekunan beribadah dalam kondisi sulit; 3) Majikan yang mendidik, memerdekakan, lalu menikahi budak perempuannya, yang menjadi teladan dalam memuliakan dan memerdekakan manusia. Intinya, Allah menghargai setiap ketaatan dan kebaikan, terlepas dari latar belakang status sosial seseorang.