Kitab 16 · Bab 1
Pahala Tasbih dan Anjuran untuk Melakukannya
✦ 42 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ ﴾[سورة العنكبوت(45)]
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Sesungguhnya mengingat Allah (berdzikir) adalah ibadah yang paling besar." (Al-'Ankabut: 45)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan keutamaan dzikir mengingat Allah di atas segala bentuk ibadah. Maknanya, dzikir bukan sekadar aktivitas lisan, tetapi inti dan ruh seluruh amal. Ibadah apapun, jika disertai kesadaran mengingat Allah (ihsan), nilainya menjadi lebih agung. Dengan demikian, dzikir adalah pondasi yang menghidupkan dan memaknai semua ketaatan.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan keutamaan dzikir mengingat Allah di atas segala bentuk ibadah. Maknanya, dzikir bukan sekadar aktivitas lisan, tetapi inti dan ruh seluruh amal. Ibadah apapun, jika disertai kesadaran mengingat Allah (ihsan), nilainya menjadi lebih agung. Dengan demikian, dzikir adalah pondasi yang menghidupkan dan memaknai semua ketaatan.
# 2
وقال تعالى: ﴿فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ ﴾[سورة البقرة(152)]
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepada kalian." (Al-Baqarah: 152)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan hubungan timbal balik antara hamba dan Allah. Perintah "ingatlah kepada-Ku" mencakup semua bentuk ibadah, seperti zikir, salat, dan syukur. Sebagai balasannya, Allah menjamin "Aku akan ingat kepada kalian" dengan limpahan rahmat, petunjuk, dan pengampunan-Nya. Ini menunjukkan kemurahan Allah, di mana ganjaran dari-Nya jauh lebih besar daripada amalan hamba.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan hubungan timbal balik antara hamba dan Allah. Perintah "ingatlah kepada-Ku" mencakup semua bentuk ibadah, seperti zikir, salat, dan syukur. Sebagai balasannya, Allah menjamin "Aku akan ingat kepada kalian" dengan limpahan rahmat, petunjuk, dan pengampunan-Nya. Ini menunjukkan kemurahan Allah, di mana ganjaran dari-Nya jauh lebih besar daripada amalan hamba.
# 3
وقال تعالى: ﴿وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ﴾[سورة الأعراف(205)]
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, serta dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." (Al-A'raf: 205)
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan adab berdzikir yang utama, yaitu mengingat Allah dengan khusyuk dalam hati, penuh ketundukan dan rasa takut (khauf), tanpa perlu dikeraskan suaranya. Perintah ini dilaksanakan secara konsisten pada waktu pagi dan petang, sebagai benteng agar hati tidak terjatuh dalam kelalaian. Intinya, dzikir yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan dengan penuh kesungguhan batin dan keikhlasan, bukan sekadar lahiriah.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan adab berdzikir yang utama, yaitu mengingat Allah dengan khusyuk dalam hati, penuh ketundukan dan rasa takut (khauf), tanpa perlu dikeraskan suaranya. Perintah ini dilaksanakan secara konsisten pada waktu pagi dan petang, sebagai benteng agar hati tidak terjatuh dalam kelalaian. Intinya, dzikir yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan dengan penuh kesungguhan batin dan keikhlasan, bukan sekadar lahiriah.
# 4
وقال تعالى: ﴿ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾[سورة الأنفال(45)]
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang." (Al-Ahzab: 41-42)
Catatan: Teks Khmer untuk ENTRY_15 tampaknya merupakan ringkasan dari ayat ini.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa kunci utama meraih kemenangan dan keberuntungan sejati (al-falah*) adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah. Dzikir yang banyak dan konsisten, tidak hanya di waktu tertentu, akan menguatkan hubungan hati dengan Allah, menenangkan jiwa, dan menjadi sumber kekuatan spiritual. Dengan demikian, kesuksesan yang dijanjikan mencakup kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Catatan: Teks Khmer untuk ENTRY_15 tampaknya merupakan ringkasan dari ayat ini.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa kunci utama meraih kemenangan dan keberuntungan sejati (al-falah*) adalah dengan memperbanyak dzikir kepada Allah. Dzikir yang banyak dan konsisten, tidak hanya di waktu tertentu, akan menguatkan hubungan hati dengan Allah, menenangkan jiwa, dan menjadi sumber kekuatan spiritual. Dengan demikian, kesuksesan yang dijanjikan mencakup kemenangan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
# 5
وقال تعالى: ﴿إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ ﴾ إلى قوله تعالى: ﴿وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا﴾[سورة الأحزاب(35)]
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim... hingga ... dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (Al-Ahzab: 35)
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan prinsip kesetaraan spiritual di hadapan Allah. Pahala dan ampunan Allah disediakan bagi semua orang beriman, laki-laki dan perempuan, yang istiqamah menjalankan ketaatan, tanpa diskriminasi jenis kelamin. Keutamaan ditentukan oleh ketakwaan dan amal shaleh masing-masing, bukan oleh gender. Ini menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk berlomba dalam kebaikan.
Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan prinsip kesetaraan spiritual di hadapan Allah. Pahala dan ampunan Allah disediakan bagi semua orang beriman, laki-laki dan perempuan, yang istiqamah menjalankan ketaatan, tanpa diskriminasi jenis kelamin. Keutamaan ditentukan oleh ketakwaan dan amal shaleh masing-masing, bukan oleh gender. Ini menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk berlomba dalam kebaikan.
# 6
وقال تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا*وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا﴾[سورة الأحزاب(41-42)]
Terjemahan
Allah telah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang." (Al-Ahzab: 41-42)
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan dua bentuk ibadah utama: dzikir dengan menyebut nama Allah secara kontinu dan banyak, serta tasbih (mensucikan Allah) pada waktu pagi dan petang. Perintah ini menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (hablum minallah) dalam setiap keadaan, tidak terbatas pada ritual formal saja. Dengan demikian, kehidupan seorang mukmin akan selalu dipenuhi dengan kesadaran akan Allah (taqwa) dan ketenangan hati.
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan dua bentuk ibadah utama: dzikir dengan menyebut nama Allah secara kontinu dan banyak, serta tasbih (mensucikan Allah) pada waktu pagi dan petang. Perintah ini menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (hablum minallah) dalam setiap keadaan, tidak terbatas pada ritual formal saja. Dengan demikian, kehidupan seorang mukmin akan selalu dipenuhi dengan kesadaran akan Allah (taqwa) dan ketenangan hati.
# 7
وعَنْ أبي هُريرةَ ، رضي اللَّه عنْهُ قالَ : قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « كَلِمتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلى اللِّسانِ ، ثَقيِلَتانِ في المِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إلى الرَّحْمنِ:سُبْحان اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبحانَ اللَّه العظيمِ»متفقٌ عليهِ.
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Ada dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, tetapi berat dalam timbangan (amal), dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih, yaitu:
'Subhanallahi wa bihamdih'
(Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya) dan
'Subhanallahil 'Azhim'
(Mahasuci Allah Yang Maha Agung)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa amal ibadah yang paling utama dan dicintai Allah tidak selalu yang memberatkan jasmani. Dzikir yang singkat dan mudah diucapkan, seperti "Subhanallahi wa bihamdih" dan "Subhanallahil 'Azhim", ternyata memiliki bobot pahala yang sangat berat di sisi-Nya. Ini mendorong kita untuk konsisten berdzikir dalam segala keadaan, karena kesungguhan hati lebih bernilai daripada sekadar bentuk lahiriah yang sulit.
'Subhanallahi wa bihamdih'
(Mahasuci Allah dengan segala puji bagi-Nya) dan
'Subhanallahil 'Azhim'
(Mahasuci Allah Yang Maha Agung)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa amal ibadah yang paling utama dan dicintai Allah tidak selalu yang memberatkan jasmani. Dzikir yang singkat dan mudah diucapkan, seperti "Subhanallahi wa bihamdih" dan "Subhanallahil 'Azhim", ternyata memiliki bobot pahala yang sangat berat di sisi-Nya. Ini mendorong kita untuk konsisten berdzikir dalam segala keadaan, karena kesungguhan hati lebih bernilai daripada sekadar bentuk lahiriah yang sulit.
# 8
وعَنْهُ رضي اللَّه عنْهُ قال : قالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لأن أَقُولَ سبْحانَ اللَّهِ ، وَالحَمْدُ للَّهِ ، ولا إلَه إلاَّ اللَّه ، وَاللَّه أكْبرُ ، أَحبُّ إليَّ مِمَّا طَلَعَت عليهِ الشَّمْسُ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari beliau (Abu Hurairah) radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya, mengucapkan:
'Subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar'
(Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar) lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang disinari matahari." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dzikir yang agung, yaitu tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Nilai dan pahala ucapan ini di sisi Allah melebihi seluruh kenikmatan duniawi, yang dilambangkan dengan segala sesuatu yang disinari matahari. Pelajaran utamanya adalah bahwa amalan hati dan lisan yang tampak sederhana, jika ikhlas, dapat mengungguli nilai seluruh harta dan kesenangan dunia.
'Subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar'
(Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar) lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang disinari matahari." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dzikir yang agung, yaitu tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Nilai dan pahala ucapan ini di sisi Allah melebihi seluruh kenikmatan duniawi, yang dilambangkan dengan segala sesuatu yang disinari matahari. Pelajaran utamanya adalah bahwa amalan hati dan lisan yang tampak sederhana, jika ikhlas, dapat mengungguli nilai seluruh harta dan kesenangan dunia.
# 9
وعنهُ أنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « منْ قال لا إله إلاَّ اللَّه وَحْدَهُ لا شرِيكَ لَهُ، لهُ المُلكُ ، وَلهُ الحَمْدُ ، وَهُوَ عَلى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ ، في يومٍ مِائةَ مَرَّةٍ كانَتْ لَهُ عَدْل عَشر رقَابٍ وكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنةٍ ، وَمُحِيت عنهُ مِائة سيِّئَةٍ ، وكانت له حِرزاً مِنَ الشَّيطَانِ يومَهُ ذلكَ حتى يُمسِي ، ولم يأْتِ أَحدٌ بِأَفضَل مِمَّا جاءَ بِهِ إلاَّ رجُلٌ عَمِلَ أَكثَر مِنه » ، وقالَ : «من قالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبحمْدِهِ ، في يوْم مِائَةَ مَرَّةٍ ، حُطَّتْ خَطَاياهُ ، وإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْر » متفقٌ عليهِ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dia meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca:
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak 100 kali dalam sehari, maka dia akan mendapat pahala seperti memerdekakan 10 budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kesalahan, dan dia akan mendapat perlindungan dari setan pada hari itu hingga petang. Tidak ada seorang pun yang dapat melakukan amalan yang lebih utama darinya, kecuali orang yang membaca lebih banyak darinya."
Beliau juga bersabda: "Barangsiapa membaca:
'Subhaanallahi wa bihamdih'
(Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak 100 kali dalam sehari, maka kesalahan-kesalahannya akan dihapus meskipun sebanyak buih di lautan." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan keutamaan dua dzikir: kalimat tauhid (لا إله إلا الله) dan tasbih (سبحان الله وبحمده). Membacanya dengan rutin dan ikhlas dapat menghapus dosa, mendatangkan pahala besar seperti memerdekakan budak, dan mendapat perlindungan dari godaan setan.
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak 100 kali dalam sehari, maka dia akan mendapat pahala seperti memerdekakan 10 budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus darinya 100 kesalahan, dan dia akan mendapat perlindungan dari setan pada hari itu hingga petang. Tidak ada seorang pun yang dapat melakukan amalan yang lebih utama darinya, kecuali orang yang membaca lebih banyak darinya."
Beliau juga bersabda: "Barangsiapa membaca:
'Subhaanallahi wa bihamdih'
(Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak 100 kali dalam sehari, maka kesalahan-kesalahannya akan dihapus meskipun sebanyak buih di lautan." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan keutamaan dua dzikir: kalimat tauhid (لا إله إلا الله) dan tasbih (سبحان الله وبحمده). Membacanya dengan rutin dan ikhlas dapat menghapus dosa, mendatangkan pahala besar seperti memerdekakan budak, dan mendapat perlindungan dari godaan setan.
# 10
وعَنْ أبي أيوبَ الأنصَاريِّ رضي اللَّه عَنْهُ عَن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ قالَ لا إله إلاَّ اللَّه وحْدهُ لا شَرِيكَ لهُ ، لَهُ المُلْكُ ، ولَهُ الحمْدُ ، وَهُو على كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ ، عشْر مرَّاتٍ : كان كَمَنْ أَعْتَقَ أرْبعةَ أَنفُسٍ مِن وَلِد إسْماعِيلَ » متفق عليهِ .
Terjemahan
Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca:
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak 10 kali, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang memerdekakan 4 budak pilihan dari keturunan Ismail." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan keutamaan membaca kalimat tauhid yang disertai pengagungan terhadap sifat-sifat Allah. Pahalanya sangat besar, disetarakan dengan memerdekakan budak, yang merupakan amalan mulia.
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) sebanyak 10 kali, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang memerdekakan 4 budak pilihan dari keturunan Ismail." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan keutamaan membaca kalimat tauhid yang disertai pengagungan terhadap sifat-sifat Allah. Pahalanya sangat besar, disetarakan dengan memerdekakan budak, yang merupakan amalan mulia.
# 11
وعنْ أبي ذَرٍّ رضي اللَّه عَنْهُ قالَ : قالَ لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ألا أُخْبِرُكَ بِأَحبِّ الكَلامِ إلى اللَّهِ ؟ إنَّ أحبَّ الكَلامِ إلى اللَّه : سُبْحانَ اللَّه وبحَمْدِهِ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Dzarr radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: "Maukah kamu kuberitahu kalimat yang paling dicintai Allah?" Sesungguhnya kalimat yang paling dicintai Allah adalah:
'Subhaanallahi wa bihamdih'
(Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan bahwa dzikir tasbih (سبحان الله وبحمده) adalah ucapan yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, menunjukkan kedudukannya yang sangat tinggi.
'Subhaanallahi wa bihamdih'
(Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menegaskan bahwa dzikir tasbih (سبحان الله وبحمده) adalah ucapan yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, menunjukkan kedudukannya yang sangat tinggi.
# 12
وعَنْ أبي مالكٍ الأشْعَرِيِّ رضي اللَّه عنْهُ قال : قال رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «الطُّهُورُ شَطْرُ الإيمان ، والحمدُ للَّهِ تَمْلأُ المِيْزانَ ، وسُبْحَانَ اللَّهِ والحمْدُ للَّه تمْلآنِ ¬ أو تَمْلأُ ¬ ما بَيْنَ السَّمَواتِ والأرْضِ » رواهُ مسلم
Terjemahan
Dari Abu Malik Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Bersuci (wudhu/thaharah) adalah separuh iman, dan membaca 'Alhamdulillah' (Segala puji bagi Allah) memenuhi timbangan (amal). Membaca 'Subhaanallah wal hamdulillah' (Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah) memenuhi ruang antara langit dan bumi." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan tiga hal utama: (1) Pentingnya thaharah sebagai bagian dari iman. (2) Pahala membaca "Alhamdulillah" sangat berat di timbangan amal. (3) Pahala membaca "Subhanallah wal hamdulillah" sangat luas, memenuhi langit dan bumi.
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan tiga hal utama: (1) Pentingnya thaharah sebagai bagian dari iman. (2) Pahala membaca "Alhamdulillah" sangat berat di timbangan amal. (3) Pahala membaca "Subhanallah wal hamdulillah" sangat luas, memenuhi langit dan bumi.
# 13
وعَنْ سعْدِ بنِ أبي وقَّاصٍ رضي اللَّه عنْهُ قال : جاءَ أَعْرَابي إلى رسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقالَ : علِّمْني كَلاماً أَقُولُهُ . قالَ : « قُل لا إله إلاَّ اللَّه وحدَهُ لا شرِيكَ لهُ ، اللَّه أَكْبَرُ كَبِيراً ، والحمْدُ للَّهِ كَثيراً ، وسُبْحانَ اللَّه ربِّ العالمِينَ ، ولا حوْل وَلا قُوَّةَ إلاَّ باللَّهِ العَزيز الحكيمِ » ، قال : فَهؤلاء لِرَبِّي ، فَما لي ؟ قال : « قُل : اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي وارْحمني. واهْدِني ، وارْزُقْني » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, bahwa seorang badui yang tinggal di pedalaman datang menemui Rasulullah ﷺ dan berkata: "Ajarilah aku beberapa kalimat untuk aku baca." Beliau bersabda: "Bacalah:
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, Allaahu akbaru kabiiraa, wal hamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi rabbil 'aalamiin, wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil 'aziizil hakiim'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana)."
Orang itu berkata: "Kalimat-kalimat itu untuk Allah, lalu apa untukku?" Beliau menjawab: "Berdoalah:
'Allahummaghfir lii, warhamnii, wahdinii, warzuqnii'
(Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan kombinasi antara dzikir (mengingat dan memuji Allah) dan doa (memohon kebutuhan diri). Dzikir untuk mengagungkan Allah, kemudian dilanjutkan dengan doa memohon ampunan, rahmat, petunjuk, dan rezeki.
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, Allaahu akbaru kabiiraa, wal hamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi rabbil 'aalamiin, wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahil 'aziizil hakiim'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, Allah Maha Besar dengan kebesaran yang sempurna, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana)."
Orang itu berkata: "Kalimat-kalimat itu untuk Allah, lalu apa untukku?" Beliau menjawab: "Berdoalah:
'Allahummaghfir lii, warhamnii, wahdinii, warzuqnii'
(Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, dan berilah aku rezeki)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan kombinasi antara dzikir (mengingat dan memuji Allah) dan doa (memohon kebutuhan diri). Dzikir untuk mengagungkan Allah, kemudian dilanjutkan dengan doa memohon ampunan, rahmat, petunjuk, dan rezeki.
# 14
وعنْ ثوبانَ رضي اللَّه عنْهُ قال : كان رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إذا انْصَرَف مِنْ صلاتِهِ اسْتَغفَر ثَلاثاً ، وقال : « اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ ، ومِنكَ السَّلامُ ، تباركْتَ يَاذا الجلالِ والإكرام » قِيل للأَوْزاعي وهُوَ أَحَد رُواةِ الحديث : كيفَ الاستِغفَارُ ؟ قال : تقول : أَسْتَغْفرُ اللَّه ، أَسْتَغْفِرُ اللَّه . رواهُ مسلم .
Terjemahan
Syaddad bin Aus radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ setelah selesai shalat, beliau biasa membaca istighfar (memohon ampun kepada Allah) sebanyak tiga kali, kemudian membaca:
'Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam'
(Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan, Maha Berkah Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan)."
Ditanyakan kepada Al-Auza'i: "Bagaimana cara membaca istighfar itu?" Dia menjawab: "Yaitu dengan membaca: 'Astaghfirullah, astaghfirullah' (Aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan adab setelah shalat: memohon ampun kepada Allah, lalu memuji-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang indah (Asmaul Husna), yaitu As-Salam (Sumber Keselamatan) dan Dzul Jalaali wal Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).
'Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam'
(Ya Allah, Engkaulah sumber keselamatan, dan dari-Mu datang keselamatan, Maha Berkah Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan)."
Ditanyakan kepada Al-Auza'i: "Bagaimana cara membaca istighfar itu?" Dia menjawab: "Yaitu dengan membaca: 'Astaghfirullah, astaghfirullah' (Aku memohon ampun kepada Allah, aku memohon ampun kepada Allah)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan adab setelah shalat: memohon ampun kepada Allah, lalu memuji-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang indah (Asmaul Husna), yaitu As-Salam (Sumber Keselamatan) dan Dzul Jalaali wal Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).
# 15
وعَن المُغِيرةِ بن شُعْبةَ رضي اللَّه عَنْهُ أنَّ رَسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَان إذا فَرغَ مِنَ الصَّلاة وسلَّم قالَ : « لا إلهَ إلاَّ اللَّه وحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ ، لهُ المُلْكُ ولَهُ الحَمْدُ ، وهُوَ عَلى كُلِّ شَيءٍ قَديرٌ . اللَّهُمَّ لا مانِعَ لما أعْطَيْتَ ، وَلا مُعْطيَ لما مَنَعْتَ ، ولا ينْفَعُ ذا الجَدِّ مِنْكَ الجدُّ » متفقٌ عليهِ .
Terjemahan
Dari Al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ setelah menyelesaikan shalat dan mengucapkan salam, beliau membaca:
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani'a limaa a'thaita, wa laa mu'thiya limaa mana'ta, wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, dan tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Dzikir ini mengandung pengakuan terhadap keesaan dan kekuasaan mutlak Allah, serta penyerahan diri sepenuhnya kepada ketentuan-Nya. Kita mengakui bahwa segala pemberian dan penghalangan rezeki hanya di tangan Allah, dan kekayaan dunia tidak akan menyelamatkan seseorang dari siksa-Nya.
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Allahumma laa maani'a limaa a'thaita, wa laa mu'thiya limaa mana'ta, wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, dan tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Dzikir ini mengandung pengakuan terhadap keesaan dan kekuasaan mutlak Allah, serta penyerahan diri sepenuhnya kepada ketentuan-Nya. Kita mengakui bahwa segala pemberian dan penghalangan rezeki hanya di tangan Allah, dan kekayaan dunia tidak akan menyelamatkan seseorang dari siksa-Nya.
# 16
وعَنْ عبد اللَّه بن الزُّبَيْرِ رضي اللَّه تعالى عنْهُما أَنَّهُ كان يقُول دُبُرَ كَلِّ صلاةٍ، حينَ يُسَلِّمُ : لا إلَه إلاَّ اللَّه وَحْدَهُ لا شريكَ لهُ ، لهُ الملكُ ولهُ الحَمْدُ ، وهُوَ عَلى كُلِّ شيءٍ قَديرٌ . لا حوْلَ وَلا قُوَّةَ إلاَّ بِاللَّه ، لا إله إلاَّ اللَّه ، وَلا نَعْبُدُ إلاَّ إيَّاهُ ، لهُ النعمةُ ، ولَهُ الفضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الحَسنُ ، لا إله إلاَّ اللَّه مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ ولوْ كَرِه الكَافرُون .قالَ ابْنُ الزُّبَيْر : وكَان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُهَلِّلُ بِهِنَّ دُبُرَ كُلِّ صَلاةٍ مكتوبة ، رواه مسلم .
Terjemahan
Abdullah bin Az-Zubair radhiyallahu 'anhuma meriwayatkan bahwa dia biasa membaca setelah shalat, setelah salam:
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah. Laa ilaaha illallaahu, wa laa na'budu illaa iyyaahu, lahun ni'matu wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaa-ul hasanu. Laa ilaaha illallaahu mukhlisiina lahud diina wa law karihal kaafiruun'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, kami tidak menyembah selain Dia, milik-Nya segala nikmat, keutamaan, dan pujian yang baik. Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya)."
Ibnu Az-Zubair berkata: "Rasulullah ﷺ biasa membacanya setelah setiap shalat." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Dzikir yang panjang ini mencakup tauhid (pengesaan Allah), pengakuan terhadap nikmat-Nya, ketergantungan mutlak kepada-Nya, dan komitmen untuk memurnikan ibadah hanya kepada-Nya meskipun mendapat tentangan.
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir. Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah. Laa ilaaha illallaahu, wa laa na'budu illaa iyyaahu, lahun ni'matu wa lahul fadhlu wa lahuts tsanaa-ul hasanu. Laa ilaaha illallaahu mukhlisiina lahud diina wa law karihal kaafiruun'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, kami tidak menyembah selain Dia, milik-Nya segala nikmat, keutamaan, dan pujian yang baik. Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya)."
Ibnu Az-Zubair berkata: "Rasulullah ﷺ biasa membacanya setelah setiap shalat." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Dzikir yang panjang ini mencakup tauhid (pengesaan Allah), pengakuan terhadap nikmat-Nya, ketergantungan mutlak kepada-Nya, dan komitmen untuk memurnikan ibadah hanya kepada-Nya meskipun mendapat tentangan.
# 17
وعنْ أبي هُريرةَ رضي اللَّه عَنْهُ أنَّ فُقَرَاءَ المُهاجِرِينَ أَتَوْا رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقالُوا: ذَهب أهْلُ الدُّثُورِ بالدَّرجَاتِ العُلى ، وَالنِّعِيمِ المُقيمِ : يُصَلُّونَ كَما نُصلِّي ، وَيصُومُونَ كما نَصُومُ ، ولهمُ فَضْلٌ مِنْ أمْوالٍ : يحجُّونَ ، ويَعْتَمِرُونَ ، وَيُجاهِدُونَ ، ويتَصَدَّقُون . فقالَ: « ألا أُعلمُكُمْ شَيْئاً تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سبَقَكُمْ ، وتَسبِقُونَ بِهِ منْ بَعْدكُمْ . ولا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضلَ مِنْكُمْ إلاَّ مَنْ صَنَعِ مِثلَ ما صَنَعْتُم ؟ » قالُوا : بَلَى يا رسول اللَّه ، قال : «تُسبِّحُونَ ، وتَحْمدُونَ وتُكَبِّرُونَ ، خلْفَ كُلِّ صلاةٍ ثلاثاً وثَلاثينَ » قال أبُو صالحٍ الرَّاوي عنْ أبي هُرَيْرةَ ، لمَّ سئِل عنْ كيْفِيةِ ذِكْرِهنَّ ، قال : يقول : سُبْحان اللَّه ، والحمْدُ للَّه ، واللَّه أكْبرُ ، حتَّى يكُونَ مِنْهُنَّ كُلِّهنَّ ثلاثاً وثلاثين . متفقٌ عليهِ وزاد مُسْلمٌ في روايتِهِ : فَرجع فُقَراءُ المُهَاجِرِينَ إلى رسُولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقالوا : سمِع إخْوانُنا أهلُ الأمْوال بِما فعَلْنَا ، ففعَلُوا مِثْلهُ ؟ فقالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ذلكَ فَضْلُ اللَّه يُؤْتِيهِ منْ يشاءُ » .
« الدُّثُورُ » جمع دَثْرٍ « بفتحِ الدَّالِ وإسكانِ الثاء المثلَّثَةِ » وهو المالُ الكثيرُ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa orang-orang fakir Muhajirin datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: "Orang-orang kaya telah pergi dengan membawa derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal. Mereka shalat seperti kami shalat, mereka puasa seperti kami puasa, namun mereka memiliki kelebihan harta: mereka bisa haji, umrah, berjihad, dan bersedekah." Beliau bersabda: "Maukah aku ajarkan sesuatu yang dengan itu kalian dapat menyusul orang yang mendahului kalian, dan mendahului orang yang setelah kalian, dan tidak ada seorang pun yang lebih utama dari kalian kecuali orang yang melakukan seperti yang kalian lakukan?" Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Kalian bertasbih, bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak 33 kali." Abu Shalih (perawi dari Abu Hurairah) ketika ditanya tentang tata caranya, berkata: "Dia membaca: Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, hingga semuanya berjumlah 33." (Muttafaqun 'alaih). Muslim menambahkan dalam riwayatnya: "Kemudian orang-orang fakir Muhajirin kembali kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: 'Saudara-saudara kami yang kaya telah mendengar apa yang kami lakukan, lalu mereka melakukannya juga?' Rasulullah ﷺ bersabda: 'Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki'."
"Ad-Dutsur" adalah jamak dari "datsrun" (dengan fathah dal dan sukun tsatsalitsah), artinya harta yang banyak.
Penjelasan singkat: Hadits ini memberikan solusi bagi orang yang tidak mampu bersedekah dengan harta. Amalan dzikir yang sederhana namun istiqamah (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar masing-masing 33 kali) dapat menyamai bahkan melampaui pahala amalan orang kaya, sebagai bentuk keadilan dan karunia Allah.
"Ad-Dutsur" adalah jamak dari "datsrun" (dengan fathah dal dan sukun tsatsalitsah), artinya harta yang banyak.
Penjelasan singkat: Hadits ini memberikan solusi bagi orang yang tidak mampu bersedekah dengan harta. Amalan dzikir yang sederhana namun istiqamah (Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar masing-masing 33 kali) dapat menyamai bahkan melampaui pahala amalan orang kaya, sebagai bentuk keadilan dan karunia Allah.
# 18
وعنْهُ عنْ رَسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « مَنْ سَبَّحَ اللَّه في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ ثَلاثاً وثَلاثينَ ، وَحمِدَ اللَّه ثَلاثاً وثَلاثين ، وكَبَّرَ اللَّه ثَلاثاً وَثَلاثينَ وقال تَمامَ المِائَةِ : لا إلهَ إلاَّ اللَّه وحْدَه لا شَريك لهُ ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحمْد ، وهُو على كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ ، غُفِرتْ خطَاياهُ وإن كَانَتْ مِثْلَ زَبدِ الْبَحْرَ » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca 'Subhanallah' (Mahasuci Allah) setelah shalat sebanyak 33 kali, 'Alhamdulillah' (Segala puji bagi Allah) sebanyak 33 kali, 'Allahu Akbar' (Allah Maha Besar) sebanyak 33 kali, dan menyempurnakan menjadi 100 dengan membaca:
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan tata cara dzikir spesifik setelah shalat (33 tasbih, 33 tahmid, 33 takbir, ditutup dengan 1 kalimat tauhid). Amalan ini memiliki keutamaan besar, yaitu pengampunan dosa yang sangat luas.
'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir'
(Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu), maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menjelaskan tata cara dzikir spesifik setelah shalat (33 tasbih, 33 tahmid, 33 takbir, ditutup dengan 1 kalimat tauhid). Amalan ini memiliki keutamaan besar, yaitu pengampunan dosa yang sangat luas.
# 19
وعنْ كعْبِ بن عُرْوةَ رضي اللَّه عَنْهُ عَنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مُعقِّبَاتٌ لا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ ¬ أَو فَاعِلُهُنَّ ¬ دُبُرَ كُلِّ صلاةٍ مكتُوبةٍ : ثَلاثاً وثَلاثينَ تَسْبِيحَةً ، وَثَلاثاً وَثَلاثِينَ تَحْمِيدَةً ، وَأَرْبَعاً وثَلاثِينَ تَكبِيرةً » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Ka'ab bin 'Ujrah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak ada seorang pun yang membaca dzikir setelah shalat fardhu yang membuatnya menyesal (karena ketinggalan), yaitu membaca 'Subhanallah' (Mahasuci Allah) 33 kali, 'Alhamdulillah' (Segala puji bagi Allah) 33 kali, dan 'Allahu Akbar' (Allah Maha Besar) 33 kali." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mendorong untuk konsisten membaca dzikir setelah shalat fardhu. Dzikir ini ringan diucapkan tetapi berat pahalanya, sehingga siapa pun yang merutinkannya tidak akan menyesal.
Penjelasan singkat: Hadits ini mendorong untuk konsisten membaca dzikir setelah shalat fardhu. Dzikir ini ringan diucapkan tetapi berat pahalanya, sehingga siapa pun yang merutinkannya tidak akan menyesal.
# 20
وعنْ سعدِ بن أبي وقاص رضي عنْهُ أنَّ رَسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يَتَعوَّذُ دُبُر الصَّلَواتِ بِهؤلاءِ الكلِمات : « اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ والْبُخلِ وَأَعوذُ بِكَ مِنْ أنْ أُرَدَّ إلى أرْذَل العُمُرِ وَأعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيا ، وأَعوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ القَبر » رواه البخاري.
Terjemahan
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ biasa memohon perlindungan dengan doa-doa ini setiap selesai shalat:
"Allahumma inni a'udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a'udzu bika min an uradda ila ardzalil 'umuri, wa a'udzu bika min fitnatid dunya, wa a'udzu bika min 'adzabil qabri'
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada usia yang paling hina (pikun). Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah (cobaan) dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Doa ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari empat hal berbahaya: (1) Sifat buruk dalam diri (pengecut & kikir). (2) Keadaan tua yang menyusahkan. (3) Cobaan hidup dunia yang dapat menyesatkan. (4) Siksa di alam kubur.
"Allahumma inni a'udzu bika minal jubni wal bukhli, wa a'udzu bika min an uradda ila ardzalil 'umuri, wa a'udzu bika min fitnatid dunya, wa a'udzu bika min 'adzabil qabri'
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada usia yang paling hina (pikun). Aku berlindung kepada-Mu dari fitnah (cobaan) dunia, dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Doa ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari empat hal berbahaya: (1) Sifat buruk dalam diri (pengecut & kikir). (2) Keadaan tua yang menyusahkan. (3) Cobaan hidup dunia yang dapat menyesatkan. (4) Siksa di alam kubur.
# 21
وعنْ معاذٍ رضي اللَّه عَنْهُ أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَخَذَ بيَدِهِ وقال : « يَا مُعَاذُ ، وَاللَّهِ إنِّي لأُحِبُّكَ » فقال : « أُوصِيكَ يَا معاذُ لا تَدعَنَّ في دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ تقُولُ : اللَّهُمَّ أعِنِّي على ذِكْرِكَ ، وشُكْرِكَ ، وَحُسنِ عِبادتِكَ » .
رواهُ أبو داود بإسناد صحيحٍ .
Terjemahan
Dari Mu'adz radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda: "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu." Kemudian beliau bersabda: "Wahai Mu'adz, aku wasiatkan kepadamu, janganlah kamu tinggalkan untuk membaca setiap selesai shalat:
'Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik'
(Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik)." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih)
Penjelasan singkat: Ini adalah wasiat khusus Rasulullah ﷺ kepada Mu'adz. Doa ini memohon pertolongan Allah dalam tiga hal inti ibadah: mudah berdzikir (mengingat Allah), mudah bersyukur, dan mampu beribadah dengan cara yang terbaik.
'Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik'
(Ya Allah, tolonglah aku untuk mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik)." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang shahih)
Penjelasan singkat: Ini adalah wasiat khusus Rasulullah ﷺ kepada Mu'adz. Doa ini memohon pertolongan Allah dalam tiga hal inti ibadah: mudah berdzikir (mengingat Allah), mudah bersyukur, dan mampu beribadah dengan cara yang terbaik.
# 22
عنْ أبي هُريْرة رضي اللَّه عَنْهُ أنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « إذا تَشَهَّد أَحدُكُمْ فَليسْتَعِذ بِاللَّه مِنْ أرْبَع ، يقولُ : اللَّهُمَّ إنِّي أعُوذُ بِكَ مِنْ عذَابِ جهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبرِ، وَمِنْ فِتْنةِ المحْيَا والمَماتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيح الدَّجَّالِ » . رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian bertasyahud, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat hal. Ucapkanlah: 'Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahanam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal'." (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa dalam setiap tasyahud (tahiyat) salat, kita dianjurkan memohon perlindungan Allah dari empat hal besar: azab neraka, azab kubur, fitnah hidup dan mati, serta fitnah Dajjal. Ini menunjukkan bahwa salat bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga sarana memohon keselamatan dunia-akhirat. Permohonan ini mengingatkan kita akan tujuan hidup sejati dan bahaya yang mengancam iman.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa dalam setiap tasyahud (tahiyat) salat, kita dianjurkan memohon perlindungan Allah dari empat hal besar: azab neraka, azab kubur, fitnah hidup dan mati, serta fitnah Dajjal. Ini menunjukkan bahwa salat bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga sarana memohon keselamatan dunia-akhirat. Permohonan ini mengingatkan kita akan tujuan hidup sejati dan bahaya yang mengancam iman.
# 23
وعنْ عَلِيٍّ رضي اللَّه عنْهُ قال : كانَ رَسُولُ اللَّهِ إذا قام إلى الصَّلاةِ يكونُ مِنْ آخِر ما يقولُ بينَ التَّشَهُّدِ والتَّسْلِيم : « اللَّهمَّ اغفِرْ لي ما قَدَّمتُ وما أَخَّرْتُ ، وما أَسْرَرْتُ ومَا أعْلَنْتُ ، وما أَسْرفْتُ ، وما أَنتَ أَعْلمُ بِهِ مِنِّي ، أنْتَ المُقَدِّمُ ، وَأنْتَ المُؤَخِّرُ ، لا إله إلاَّ أنْتَ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Ali radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Kebiasaan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saat shalat, di antara yang terakhir beliau ucapkan antara tasyahhud dan salam adalah: 'Ya Allah, ampunilah apa yang telah aku lakukan dan apa yang belum aku lakukan, apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan, apa yang aku berlebihan dan apa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang Maha Mengakhirkan, tiada tuhan selain Engkau.' (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya memohon ampunan secara menyeluruh kepada Allah. Doa ini mencakup semua jenis dosa, baik yang disengaja maupun tidak, yang lampau maupun yang akan datang, serta mengakui bahwa ilmu Allah Maha Luas atas segala kesalahan kita. Hikmahnya adalah menanamkan sikap rendah hati, selalu merasa kurang dalam ibadah, dan bersandar hanya kepada Allah sebagai satu-satunya tempat memohon dan bertawakal.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya memohon ampunan secara menyeluruh kepada Allah. Doa ini mencakup semua jenis dosa, baik yang disengaja maupun tidak, yang lampau maupun yang akan datang, serta mengakui bahwa ilmu Allah Maha Luas atas segala kesalahan kita. Hikmahnya adalah menanamkan sikap rendah hati, selalu merasa kurang dalam ibadah, dan bersandar hanya kepada Allah sebagai satu-satunya tempat memohon dan bertawakal.
# 24
وعنْ عائشةَ رضي اللَّه عنْهَا قَالَتْ : كانَ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُكْثِرُ أنْ يقولَ في رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدك ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي » متفقٌ عليهِ .
Terjemahan
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam sering mengucapkan dalam ruku' dan sujudnya: 'Mahasuci Engkau, Ya Allah, Rabb kami, dan segala puji bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.' (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dua hal utama. Pertama, anjuran untuk memperbanyak dzikir dengan lafal spesifik, "Subhanakallahumma Rabbana wa bihamdik, Allahummaghfirli," saat ruku' dan sujud. Kedua, dzikir ini mengandung makna mendalam: menyucikan Allah (tanzih), memuji-Nya, serta disertai permohonan ampunan yang menunjukkan kesadaran hamba akan kekurangan dan kebutuhan akan maghfirah-Nya. Dengan demikian, sholat menjadi lebih khusyuk dan menghubungkan aspek pujian dengan permohonan pengampunan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dua hal utama. Pertama, anjuran untuk memperbanyak dzikir dengan lafal spesifik, "Subhanakallahumma Rabbana wa bihamdik, Allahummaghfirli," saat ruku' dan sujud. Kedua, dzikir ini mengandung makna mendalam: menyucikan Allah (tanzih), memuji-Nya, serta disertai permohonan ampunan yang menunjukkan kesadaran hamba akan kekurangan dan kebutuhan akan maghfirah-Nya. Dengan demikian, sholat menjadi lebih khusyuk dan menghubungkan aspek pujian dengan permohonan pengampunan.
# 25
وَعَنْهَا أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يَقُولُ في رُكوعِهِ وسجودِهِ : « سُبُّوحٌ قدُّوسٌ ربُّ الملائِكةِ وَالرُّوحِ » رواه مسلم .
Terjemahan
Darinya (Aisyah), bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering mengucapkan dalam ruku' dan sujudnya: 'Mahasuci, Maha Qudus, Rabb para malaikat dan ruh.' (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dzikir khusus saat ruku' dan sujud, yaitu mensucikan Allah dengan sifat-Nya yang mutlak (Quddus) dan mengakui kekuasaan-Nya atas seluruh malaikat serta ruh (malaikat Jibril). Ini menunjukkan keagungan Allah dan mendidik seorang hamba untuk merendahkan diri serta mengagungkan-Nya sepenuhnya di saat paling dekat dengan-Nya dalam shalat.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dzikir khusus saat ruku' dan sujud, yaitu mensucikan Allah dengan sifat-Nya yang mutlak (Quddus) dan mengakui kekuasaan-Nya atas seluruh malaikat serta ruh (malaikat Jibril). Ini menunjukkan keagungan Allah dan mendidik seorang hamba untuk merendahkan diri serta mengagungkan-Nya sepenuhnya di saat paling dekat dengan-Nya dalam shalat.
# 26
وعَنِ ابن عَبَّاسٍ رضي اللَّه عنْهُما أنَّ رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « فَأَمَّا الرُّكوعُ فَعَظِّموا فيهِ الرَّبَّ ، وأمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا في الدُّعاء فَقَمِنُّ أنْ يُسْتَجَاب لَكُمْ » رواه مسلم.
Terjemahan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Adapun dalam ruku', maka agungkanlah Rabb (dengan bertasbih). Adapun dalam sujud, maka perbanyaklah berdoa, karena (doa) itu sangat layak untuk dikabulkan.' (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tata cara optimalisasi ibadah dalam shalat. Saat ruku', fokuslah untuk mengagungkan Allah dengan bacaan tasbih. Sedangkan saat sujud, yang merupakan sebaik-baik keadaan hamba untuk mendekat kepada Rabbnya, perbanyaklah berdoa dengan penuh harap. Doa dalam sujud memiliki peluang besar untuk dikabulkan, sehingga momen ini harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tata cara optimalisasi ibadah dalam shalat. Saat ruku', fokuslah untuk mengagungkan Allah dengan bacaan tasbih. Sedangkan saat sujud, yang merupakan sebaik-baik keadaan hamba untuk mendekat kepada Rabbnya, perbanyaklah berdoa dengan penuh harap. Doa dalam sujud memiliki peluang besar untuk dikabulkan, sehingga momen ini harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.
# 27
وعن أبي هريرةَ رضي اللَّه عَنْهُ أنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « أقربُ ما يَكونُ العبْدُ مِن ربِّهِ وَهَو ساجدٌ ، فَأَكثِرُوا الدُّعاءَ » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa.' (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengungkapkan keutamaan dan kemuliaan sujud dalam shalat. Saat sujud, seorang hamba berada dalam posisi terdekat secara spiritual dengan Allah Ta'ala. Oleh karena itu, Rasulullah menganjurkan untuk memperbanyak doa pada saat itu, karena doa dalam kondisi demikian sangat mustajab dan berpeluang besar untuk dikabulkan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengungkapkan keutamaan dan kemuliaan sujud dalam shalat. Saat sujud, seorang hamba berada dalam posisi terdekat secara spiritual dengan Allah Ta'ala. Oleh karena itu, Rasulullah menganjurkan untuk memperbanyak doa pada saat itu, karena doa dalam kondisi demikian sangat mustajab dan berpeluang besar untuk dikabulkan.
# 28
وعنهُ أنَّ رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يقُولُ في سُجُودِهِ اللَّهُمَّ اغفِرْ لي ذَنبي كُلَّهُ : دِقَّه وجِلَّهُ ، وأَوَّله وَآخِرَهُ ، وعلانيته وَسِرَّه » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Darinya (Abu Hurairah), bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengucapkan dalam sujudnya: 'Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang kecil dan yang besar, yang pertama dan yang terakhir, yang terang-terangan dan yang tersembunyi.' (HR. Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa permohonan ampun kepada Allah haruslah menyeluruh dan tuntas. Seorang muslim diajarkan untuk memohon ampunan atas semua jenis dosa, tanpa membeda-bedakan besar kecilnya, yang lampau maupun yang akan datang, serta yang diketahui orang maupun yang dirahasiakan. Ini menunjukkan kesadaran akan kelemahan diri dan kesempurnaan rahmat Allah, serta mendorong untuk senantiasa introspeksi dan bertaubat dengan sepenuh hati.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa permohonan ampun kepada Allah haruslah menyeluruh dan tuntas. Seorang muslim diajarkan untuk memohon ampunan atas semua jenis dosa, tanpa membeda-bedakan besar kecilnya, yang lampau maupun yang akan datang, serta yang diketahui orang maupun yang dirahasiakan. Ini menunjukkan kesadaran akan kelemahan diri dan kesempurnaan rahmat Allah, serta mendorong untuk senantiasa introspeksi dan bertaubat dengan sepenuh hati.
# 29
وعنْ عائشةَ رضي اللَّه عنْها قالَتْ : افتَقدْتُ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ذَاتَ لَيْلَةٍ ، فَتَحَسَّسْتُ، فَإذَا هُو راكعٌ ¬ أوْ سَاجدٌ ¬ يقولُ : « سُبْحَانكَ وبحمدِكَ ، لا إلهَ إلاَّ أنْتَ » وفي روايةٍ : فَوقَعَت يَدِي على بَطْنِ قَدميهِ ، وهُوَ في المَسْجِدِ ، وهما منْصُوبتانِ ، وَهُوَ يَقُولُ : « اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وبمُعافاتِكَ مِنْ عُقوبتِكَ ، وَأَعُوذُ بِك مِنْكَ ، لا أُحْصِي ثَنَاءً عليكَ أَنْتَ كما أثنيتَ على نَفْسِكَ » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dari Aisyah رَضِيَ اللهُ عنها, dia berkata: Pada suatu malam aku tidak melihat Rasulullah ﷺ, maka aku pun mencari beliau. Saat itu aku melihat beliau sedang rukuk (atau sujud) dengan membaca:
"Subhaanaka wa bihamdika, laa ilaaha illaa anta"
(Maha Suci Engkau dan segala puji bagi-Mu, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau).
Dalam riwayat lain disebutkan: Tanganku menyentuh kaki beliau saat beliau sedang sujud, beliau membaca:
"Allahumma inni a'uudzu bi ridhaaka min sakhatika, wa bi mu'aafaatika min 'uquubatika, wa a'uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa'an 'alaika anta kamaa atsnaita 'alaa nafsika"
(Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan pemberian maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (siksaan)-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian untuk-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri). (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan memperbanyak doa dan dzikir di waktu malam, khususnya dalam sujud. Nabi ﷺ memilih waktu sepi untuk bermunajat dengan kerendahan hati dan penuh kekhusyukan. Doa yang diajarkan mengandung pujian, pengakuan keesaan Allah, serta permohonan perlindungan hanya kepada-Nya, menunjukkan ketergantungan total seorang hamba kepada Rabb-nya.
"Subhaanaka wa bihamdika, laa ilaaha illaa anta"
(Maha Suci Engkau dan segala puji bagi-Mu, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau).
Dalam riwayat lain disebutkan: Tanganku menyentuh kaki beliau saat beliau sedang sujud, beliau membaca:
"Allahumma inni a'uudzu bi ridhaaka min sakhatika, wa bi mu'aafaatika min 'uquubatika, wa a'uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa'an 'alaika anta kamaa atsnaita 'alaa nafsika"
(Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan pemberian maaf-Mu dari hukuman-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari (siksaan)-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian untuk-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri). (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan memperbanyak doa dan dzikir di waktu malam, khususnya dalam sujud. Nabi ﷺ memilih waktu sepi untuk bermunajat dengan kerendahan hati dan penuh kekhusyukan. Doa yang diajarkan mengandung pujian, pengakuan keesaan Allah, serta permohonan perlindungan hanya kepada-Nya, menunjukkan ketergantungan total seorang hamba kepada Rabb-nya.
# 30
وعنْ سعدِ بن أبي وقاصٍ رضي اللَّه عنْهُ قال : كُنَّا عِنْد رسُولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال: « أَيعجِزُ أَحدُكم أنْ يكْسِبَ في كلِّ يوْمٍ أَلف حَسنَة ، » فَسَأَلَهُ سائِلٌ مِنْ جُلَسائِهِ : كيفَ يكسِبُ أَلفَ حَسنَةٍ ؟ قالَ : « يُسَبِّحُ مِائةَ تَسْبِيحة ، فَيُكتَبُ لهُ أَلفُ حسَنَةٍ ، أوْ يُحَطُّ عنْهُ ألفُ خَطِيئَةٍ » رواه مسلم .
قال الحُميدِيُّ : كذا هو في كتاب مسلم : « أوْ يُحَطُّ » قال : البَرْقَانيُّ : ورواهُ شُعْبَةُ، وأبو عوانَةَ ، ويَحيَى القَطَّانُ ، عَنْ مُوسى الذي رواه مسلم مِن جِهتِهِ فقالُوا : « وَيُحَطُّ » بِغَيْرِ أَلفٍ .
Terjemahan
Dan dari Sa'ad bin Abi Waqqash رضي الله عنه, dia berkata: Kami berada di sisi Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda: "Apakah salah seorang dari kalian tidak mampu untuk mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" Seorang dari yang duduk bertanya: "Bagaimana seseorang bisa mendapatkan seribu kebaikan?" Beliau bersabda: "Dia bertasbih seratus kali, maka akan dituliskan untuknya seribu kebaikan atau dihapus darinya seribu kesalahan." (Diriwayatkan oleh Muslim).
Al-Humaidi berkata: Demikianlah dalam kitab Muslim: "atau dihapus". Dia berkata: Al-Barqani berkata: Dan meriwayatkannya Syu'bah, Abu 'Awanah, dan Yahya Al-Qaththan, dari Musa yang diriwayatkan oleh Muslim dari jalurnya, mereka mengatakan: "dan dihapus" tanpa huruf alif (artinya: dan dihapus darinya seribu kesalahan).
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan kemurahan Allah dan kemudahan meraih pahala. Dengan amalan ringan seperti bertasbih 100 kali, seorang muslim dapat memperoleh ganjaran berlipat ganda (1000 kebaikan) atau penghapusan dosa. Ini menjadi motivasi untuk konsisten berzikir dan tidak meremehkan amalan kecil yang ikhlas.
Al-Humaidi berkata: Demikianlah dalam kitab Muslim: "atau dihapus". Dia berkata: Al-Barqani berkata: Dan meriwayatkannya Syu'bah, Abu 'Awanah, dan Yahya Al-Qaththan, dari Musa yang diriwayatkan oleh Muslim dari jalurnya, mereka mengatakan: "dan dihapus" tanpa huruf alif (artinya: dan dihapus darinya seribu kesalahan).
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan kemurahan Allah dan kemudahan meraih pahala. Dengan amalan ringan seperti bertasbih 100 kali, seorang muslim dapat memperoleh ganjaran berlipat ganda (1000 kebaikan) atau penghapusan dosa. Ini menjadi motivasi untuk konsisten berzikir dan tidak meremehkan amalan kecil yang ikhlas.
# 31
وعنْ أبي ذَرٍّ رضي اللَّه عنْهُ أَنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « يُصْبِحُ عَلى كُلِّ سُلامَى مِنْ أَحدِكُمْ صَدَقةٌ : فكُلُّ تَسْبِيحةٍ صدقَةٌ ، وكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ ، وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ ، وكُلُّ تَكْبِيرةٍ صدقَةٌ ، وَأَمْرٌ بِالمعْرُوفِ صَدقَةٌ ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنكَرِ صدقَةٌ . وَيُجْزِيءُ مِنْ ذلكَ ركْعتَانِ يَرْكَعُهُما منَ الضُّحَى » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Dzar رضي الله عنه, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Setiap pagi, setiap ruas tulang tubuh kalian wajib bersedekah. Setiap kali membaca 'Subhaanallah' (Maha Suci Allah) adalah sedekah, membaca 'Alhamdulillah' (Segala puji bagi Allah) adalah sedekah, membaca 'Laa ilaaha illallah' (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah) adalah sedekah, membaca 'Allahu Akbar' (Allah Maha Besar) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan dua rakaat shalat Dhuha yang dikerjakan seseorang, pahalanya setara dengan semua itu." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa sedekah tidak hanya berupa harta. Setiap pagi, setiap ruas tulang kita butuh "sedekah" yang bisa ditunaikan dengan amalan ringan. Dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir bernilai sedekah. Begitu pula amar ma'ruf nahi munkar. Semua itu bisa digantikan dengan shalat sunnah Dhuha dua rakaat, menunjukkan kemudahan dan kemurahan Allah dalam menerima ibadah hamba-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa sedekah tidak hanya berupa harta. Setiap pagi, setiap ruas tulang kita butuh "sedekah" yang bisa ditunaikan dengan amalan ringan. Dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir bernilai sedekah. Begitu pula amar ma'ruf nahi munkar. Semua itu bisa digantikan dengan shalat sunnah Dhuha dua rakaat, menunjukkan kemudahan dan kemurahan Allah dalam menerima ibadah hamba-Nya.
# 32
وعَنْ أُمِّ المؤمنينَ جُوَيْرِيَةَ بنتِ الحارِثِ رضي اللَّه عَنْها أنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم خَرجَ مِنْ عِنْدِهَا بُكرَةً حِينَ صَلَّى الصُّبْحَ وهِيَ في مسْجِدِهَا ، ثُمَّ رَجع بَعْد أَنْ أَضْحى وهَي جَالِسةٌ فقال : « مازلْتِ على الحال التي فارَقْتُكَ عَلَيْهَا ؟ » قالَتْ : نَعمْ : فَقَالَ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لَقَدْ قُلْتُ بَعْدِكِ أرْبَعَ كَلمَاتٍ ثَلاثَ مرَّاتٍ ، لَوْ وُزِنَتْ بمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَومِ لَوَزَنْتهُنَّ : سُبْحَانَ اللَّهِ وبحمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ ، وَرِضَاءَ نَفْسِهِ ، وَزِنَةَ عرْشِهِ ، ومِداد كَلمَاتِه » رواه مسلم.
وفي روايةٍ لهُ : سُبْحانَ اللَّهِ عددَ خَلْقِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ رِضَاءَ نَفْسِهِ ، سُبْحانَ اللَّهِ زِنَةَ عَرْشِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ مِداد كَلماتِهِ » .
وفي روايةِ الترمذي : « ألا أُعلِّمُكِ كَلماتٍ تَقُولِينَها ؟ سُبْحانَ اللَّهِ عَدَدَ خلْقِهِ ، سُبْحانَ اللَّهِ عَددَ خَلْقِهِ ، سُبْحانَ اللَّه عدد خَلْقِهِ ، سُبْحانَ اللَّه رضا نَفْسِهِ ، سُبْحان اللَّهِ رضا نَفْسِهِ، سُبْحانَ اللَّه رضا نَفْسِهِ ، سُبحَانَ اللَّه زِنَةَ عرْشِهٍ ، سُبحَانَ اللَّه زِنَةَ عرْشِهٍ ، سُبحَانَ اللَّه زِنَةَ عرْشِهٍ ، سُبحَانَ اللَّهِ مِدادَ كَلماتِهِ ، سُبحَانَ اللَّهِ مِدادَ كَلماتِهِ ، سُبحَانَ اللَّهِ مِدادَ كَلماتِه » .
Terjemahan
Dari Ummul Mukminin Juwairiyah binti Al-Harits رَضِيَ اللهُ عنها, dia berkata: Sesungguhnya Nabi ﷺ keluar darinya pada suatu pagi setelah shalat Subuh, sementara dia masih berada di tempat shalatnya. Kemudian beliau kembali pada waktu siang hari, sementara dia masih duduk di tempat yang sama. Beliau bertanya: "Apakah kamu masih dalam keadaan seperti saat aku tinggalkan?" Dia menjawab: "Ya." Nabi ﷺ bersabda: "Setelah aku pergi, aku mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali. Seandainya kalimat-kalimat itu ditimbang dengan apa yang telah kamu baca, niscaya akan seimbang. Kalimat-kalimat itu adalah:
'Subhaanallaahi wa bihamdihi 'adada khalqihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midaada kalimaatihi'
(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sebesar keridhaan-Nya, seberat 'Arsy-Nya, dan sepanjang tinta kalimat-kalimat-Nya)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan:
"Subhaanallaahi 'adada khalqihi, Subhaanallaahi ridhaa nafsihi, Subhaanallaahi zinata 'arsyihi, Subhaanallaahi midaada kalimaatihi"
(Maha Suci Allah sebanyak jumlah makhluk-Nya, Maha Suci Allah sebesar keridhaan-Nya, Maha Suci Allah seberat 'Arsy-Nya, Maha Suci Allah sepanjang tinta kalimat-kalimat-Nya).
Dalam riwayat lain dari At-Tirmidzi disebutkan: "Maukah kamu aku ajari beberapa kalimat untuk kamu baca?"
"Subhaanallaahi 'adada khalqihi" (diucapkan tiga kali), "Subhaanallaahi ridhaa nafsihi" (diucapkan tiga kali), "Subhaanallaahi zinata 'arsyihi" (diucapkan tiga kali), "Subhaanallaahi midaada kalimaatihi" (diucapkan tiga kali).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan dzikir yang ringan diucapkan namun berat timbangannya. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa kalimat "Subhanallah wa bihamdih" (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya) yang diulang tiga kali setelah shalat Subuh, nilainya dapat menyamai atau melebihi ibadah panjang di tempat shalat. Hikmahnya adalah kesungguhan dalam berdzikir meski dengan kalimat singkat, serta konsistensi (istiqamah) dalam ibadah.
'Subhaanallaahi wa bihamdihi 'adada khalqihi, wa ridhaa nafsihi, wa zinata 'arsyihi, wa midaada kalimaatihi'
(Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, sebanyak jumlah makhluk-Nya, sebesar keridhaan-Nya, seberat 'Arsy-Nya, dan sepanjang tinta kalimat-kalimat-Nya)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan:
"Subhaanallaahi 'adada khalqihi, Subhaanallaahi ridhaa nafsihi, Subhaanallaahi zinata 'arsyihi, Subhaanallaahi midaada kalimaatihi"
(Maha Suci Allah sebanyak jumlah makhluk-Nya, Maha Suci Allah sebesar keridhaan-Nya, Maha Suci Allah seberat 'Arsy-Nya, Maha Suci Allah sepanjang tinta kalimat-kalimat-Nya).
Dalam riwayat lain dari At-Tirmidzi disebutkan: "Maukah kamu aku ajari beberapa kalimat untuk kamu baca?"
"Subhaanallaahi 'adada khalqihi" (diucapkan tiga kali), "Subhaanallaahi ridhaa nafsihi" (diucapkan tiga kali), "Subhaanallaahi zinata 'arsyihi" (diucapkan tiga kali), "Subhaanallaahi midaada kalimaatihi" (diucapkan tiga kali).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan dzikir yang ringan diucapkan namun berat timbangannya. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa kalimat "Subhanallah wa bihamdih" (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya) yang diulang tiga kali setelah shalat Subuh, nilainya dapat menyamai atau melebihi ibadah panjang di tempat shalat. Hikmahnya adalah kesungguhan dalam berdzikir meski dengan kalimat singkat, serta konsistensi (istiqamah) dalam ibadah.
# 33
وعنْ أبي مُوسَى الأشعريِّ ، رضي اللَّه عنهُ ، عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : «مَثَلُ الذي يَذكُرُ ربَّهُ وَالذي لا يذكُرُهُ ، مَثَل الحيِّ والمَيِّتِ » رواهُ البخاري .
ورواه مسلم فقال :«مَثَلُ البَيْتِ الَّذي يُذْكَرُ اللَّه فِيهِ ، وَالبَيتِ الذي لا يُذْكَرُ اللَّه فِيهِ ، مَثَلُ الحَيِّ والمَيِّتِ » .
Terjemahan
Dari Abu Musa Al-Asy'ari رضي الله عنه, dia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan orang yang tidak berdzikir kepada-Nya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Muslim meriwayatkannya: "Perumpamaan rumah yang di dalamnya disebut nama Allah dengan rumah yang di dalamnya tidak disebut nama Allah adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati."
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dzikir kepada Allah sebagai penanda kehidupan hati dan rumah tangga. Dzikir adalah sumber spiritual yang menghidupkan jiwa, layaknya nyawa bagi jasad. Sebaliknya, kelalaian akan dzikir adalah pertanda kematian hati dan kesuraman dalam kehidupan. Perumpamaan hidup-mati ini menunjukkan bahwa hakikat kehidupan sejati adalah dengan senantiasa mengingat Sang Pencipta.
Muslim meriwayatkannya: "Perumpamaan rumah yang di dalamnya disebut nama Allah dengan rumah yang di dalamnya tidak disebut nama Allah adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati."
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dzikir kepada Allah sebagai penanda kehidupan hati dan rumah tangga. Dzikir adalah sumber spiritual yang menghidupkan jiwa, layaknya nyawa bagi jasad. Sebaliknya, kelalaian akan dzikir adalah pertanda kematian hati dan kesuraman dalam kehidupan. Perumpamaan hidup-mati ini menunjukkan bahwa hakikat kehidupan sejati adalah dengan senantiasa mengingat Sang Pencipta.
# 34
وعنْ أبي هُريرةَ ، رضي اللَّه عنْهُ ، أنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « يقُولُ اللَّه تَعالى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عبدي بي ، وأنا مَعهُ إذا ذَكَرَني ، فَإن ذَكرَني في نَفْسهِ ، ذَكَرْتُهُ في نَفسي ، وإنْ ذَكَرَني في ملإٍ ، ذكَرتُهُ في ملإٍ خَيْرٍ منْهُمْ » متَّفقٌ عليهِ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Allah berfirman: 'Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya (mengetahui) ketika dia mengingat-Ku. Maka jika dia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam diri-Ku. Dan jika dia mengingat-Ku dalam suatu kelompok, Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baik dari kelompok mereka.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tentang keagungan hubungan antara hamba dan Allah. Intinya, kualitas ibadah dan kehidupan kita sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan prasangka baik (husnuzhan) kita kepada Allah. Allah akan membalas sesuai dengan tingkat pengharapan hamba-Nya. Selain itu, hadis ini juga menegaskan keutamaan berdzikir, baik secara sembunyi maupun terang-terangan, yang akan diingat oleh Allah dengan cara yang lebih mulia.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tentang keagungan hubungan antara hamba dan Allah. Intinya, kualitas ibadah dan kehidupan kita sangat dipengaruhi oleh keyakinan dan prasangka baik (husnuzhan) kita kepada Allah. Allah akan membalas sesuai dengan tingkat pengharapan hamba-Nya. Selain itu, hadis ini juga menegaskan keutamaan berdzikir, baik secara sembunyi maupun terang-terangan, yang akan diingat oleh Allah dengan cara yang lebih mulia.
# 35
وعَنْهُ قال : قالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « سبقَ المُفَرِّدُونَ » قالوا : ومَا المُفَرِّدُونَ يا رسُول اللَّهِ ؟ قال : « الذَّاكِرُونَ اللَّه كَثيراً والذَّاكِراتُ » رواه مسلم .
روي : « المُفَرِّدُونَ » بتشديد الراء وتخفيفها ، والمَشْهُورُ الَّذي قَالَهُ الجمهُورُ : التَّشديدُ.
Terjemahan
Dan darinya (Abu Hurairah), dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Telah mendahului Al-Mufarridun." Mereka bertanya: "Siapakah Al-Mufarridun itu, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Diriwayatkan: "Al-Mufarridun" dengan tasydid dan tanpa tasydid pada huruf Ra'. Yang masyhur menurut mayoritas ulama adalah dengan tasydid.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengabarkan keutamaan besar bagi orang yang konsisten dan banyak berdzikir kepada Allah (Al-Mufarridun), sehingga mereka "mendahului" dalam meraih pahala dan kedudukan di sisi-Nya. Istilah "Mufarridun" mengandung makna mengesakan Allah dan juga menyendiri dalam arti tekun beribadah. Hikmahnya, dzikir yang banyak—baik oleh laki-laki maupun perempuan—adalah jalan yang mudah dan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengisi waktu dengan ketaatan, serta meraih keunggulan spiritual.
Diriwayatkan: "Al-Mufarridun" dengan tasydid dan tanpa tasydid pada huruf Ra'. Yang masyhur menurut mayoritas ulama adalah dengan tasydid.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengabarkan keutamaan besar bagi orang yang konsisten dan banyak berdzikir kepada Allah (Al-Mufarridun), sehingga mereka "mendahului" dalam meraih pahala dan kedudukan di sisi-Nya. Istilah "Mufarridun" mengandung makna mengesakan Allah dan juga menyendiri dalam arti tekun beribadah. Hikmahnya, dzikir yang banyak—baik oleh laki-laki maupun perempuan—adalah jalan yang mudah dan utama untuk mendekatkan diri kepada Allah, mengisi waktu dengan ketaatan, serta meraih keunggulan spiritual.
# 36
وعن جابر رضي اللَّه عَنْهُ قالَ : سمِعْتُ رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : « أَفْضَلُ الذِّكرِ : لا إله إلاَّ اللَّه » .
رواهُ الترمِذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Jabir رضي الله عنه, dia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Dzikir yang paling utama kepada Allah adalah mengucapkan 'Laa ilaaha illallah' (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah)." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia mengatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dzikir "Laa ilaaha illallah" sebagai bentuk zikir yang paling utama. Kalimat tauhid ini merupakan inti dari keimanan dan fondasi Islam, yang menyucikan Allah dari sekutu dan menegaskan ketauhidan-Nya. Keutamaannya terletak pada maknanya yang mendasar, mencakup pengakuan uluhiyah Allah semata. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memperbanyak mengucapkannya dengan penuh penghayatan.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dzikir "Laa ilaaha illallah" sebagai bentuk zikir yang paling utama. Kalimat tauhid ini merupakan inti dari keimanan dan fondasi Islam, yang menyucikan Allah dari sekutu dan menegaskan ketauhidan-Nya. Keutamaannya terletak pada maknanya yang mendasar, mencakup pengakuan uluhiyah Allah semata. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya memperbanyak mengucapkannya dengan penuh penghayatan.
# 37
وعنْ عبد اللَّه بن بُسْرٍ رضي اللَّه عنْهُ أنَّ رَجُلاً قال : يا رسُولَ اللَّهِ ، إنَّ شَرائِع الإسْلامِ قَدْ كَثُرتْ علَيَّ ، فَأخبرْني بِشيءٍ أتشَبَّثُ بهِ قال : « لا يَزالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ » رواهُ الترمذي وقال : حديثٌ حَسَنٌ .
Terjemahan
Dari Abdullah bin Busr رضي الله عنه, dia berkata: Sesungguhnya seorang laki-laki berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam itu sangat banyak. Maka beritahukanlah kepadaku sesuatu yang dapat aku pegang teguh." Beliau menjawab: "Hendaklah lidahmu selalu basah dengan dzikir kepada Allah." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia mengatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa di tengah banyaknya syariat Islam, inti dan pegangan utama seorang muslim adalah menjaga kontinuitas dzikir kepada Allah. Rasulullah ﷺ memberikan solusi yang sederhana namun mendalam: menjadikan lisan selalu basah dengan mengingat Allah, yang menunjukkan bahwa dzikir adalah ibadah yang mudah, dapat dilakukan kapan saja, dan menjadi pengikat seluruh amal. Dengan demikian, fokus pada dzikir akan memelihara keimanan dan menyederhanakan jalan spiritual seorang hamba.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa di tengah banyaknya syariat Islam, inti dan pegangan utama seorang muslim adalah menjaga kontinuitas dzikir kepada Allah. Rasulullah ﷺ memberikan solusi yang sederhana namun mendalam: menjadikan lisan selalu basah dengan mengingat Allah, yang menunjukkan bahwa dzikir adalah ibadah yang mudah, dapat dilakukan kapan saja, dan menjadi pengikat seluruh amal. Dengan demikian, fokus pada dzikir akan memelihara keimanan dan menyederhanakan jalan spiritual seorang hamba.
# 38
وعنْ جابرٍ رضي اللَّه عنهُ ، عَنِ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « منْ قال : سُبْحانَ اللَّهِ وبحَمدِهِ ، غُرِستْ لهُ نَخْلَةٌ في الجَنَّةِ » . رواه الترمذي وقال : حديث حسنٌ .
Terjemahan
Dari Jabir رضي الله عنه, dia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Barangsiapa mengucapkan 'Subhaanallaahi wa bihamdihi' (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya), maka akan ditanamkan untuknya satu pohon kurma di surga." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia mengatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan dzikir yang ringan di lisan namun berat dalam timbangan pahala. Ucapan "Subhanallah wa bihamdihi" merupakan bentuk tasbih dan pujian kepada Allah yang menjadi sebab ditanamkannya sebuah pohon kurma di surga bagi yang mengucapkannya. Ini menunjukkan betapa besar kemurahan Allah, di mana amalan kecil dan mudah dapat menghasilkan balasan yang abadi dan megah di akhirat. Hadis ini mendorong kita untuk memperbanyak dzikir dalam setiap kesempatan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan keutamaan dzikir yang ringan di lisan namun berat dalam timbangan pahala. Ucapan "Subhanallah wa bihamdihi" merupakan bentuk tasbih dan pujian kepada Allah yang menjadi sebab ditanamkannya sebuah pohon kurma di surga bagi yang mengucapkannya. Ini menunjukkan betapa besar kemurahan Allah, di mana amalan kecil dan mudah dapat menghasilkan balasan yang abadi dan megah di akhirat. Hadis ini mendorong kita untuk memperbanyak dzikir dalam setiap kesempatan.
# 39
وعن ابن مسْعُودٍ رضي اللَّه عَنْهُ قال : قال رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم « لَقِيتُ إبراهيمَ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لَيْلَةَ أُسْرِيَ بي فقال : يا مُحمَّدُ أقرِيءْ أُمَّتَكَ مِنِّي السَّلام ، وأَخبِرْهُمْ أنَّ الجنَّةَ طَيِّبةُ التُّرُبةِ ، عذْبةُ الماءِ ، وأنَّها قِيعانٌ وأنَّ غِرَاسَها : سُبْحانَ اللَّه ، والحمْدُ للَّه ، ولا إله إلاَّ اللَّه واللَّه أكْبَرُ » .
رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Pada malam Isra', aku bertemu dengan Ibrahim, lalu dia berkata: 'Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahukan kepada mereka bahwa surga itu tanahnya subur, airnya tawar, tempatnya luas, dan tanamannya adalah ucapan: Subhaanallaah, walhamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar (Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah Maha Besar).'" (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia mengatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan zikir (tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir) sebagai amalan yang setara dengan "menanam pohon" di surga. Ini menunjukkan bahwa surga disiapkan dengan segala kesuburan dan keindahan, dan jalan meraihnya adalah dengan memperbanyak mengingat Allah melalui kalimat thayyibah tersebut. Dengan demikian, hadis ini menjadi motivasi untuk membiasakan lisan berzikir sebagai investasi akhirat.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan zikir (tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir) sebagai amalan yang setara dengan "menanam pohon" di surga. Ini menunjukkan bahwa surga disiapkan dengan segala kesuburan dan keindahan, dan jalan meraihnya adalah dengan memperbanyak mengingat Allah melalui kalimat thayyibah tersebut. Dengan demikian, hadis ini menjadi motivasi untuk membiasakan lisan berzikir sebagai investasi akhirat.
# 40
وعنْ أَبي الدِّرداءِ ، رضيَ اللَّه عَنْهُ قالَ : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَلا أُنَبِّئُكُم بِخَيْرِ أَعْمَالِكُم ، وأَزْكَاهَا عِند مليكِكم ، وأَرْفعِها في دَرجاتِكم ، وخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ إِنْفَاق الذَّهَبِ والفضَّةِ ، وخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقوْا عدُوَّكم ، فَتَضربُوا أَعْنَاقَهُم ، ويضرِبوا أَعْنَاقكُم؟» قالوا : بلَى ، قال:« ذِكُر اللَّهِ تَعالى » .
رواهُ الترمذي ، قالَ الحاكمُ أَبو عبد اللَّهِ : إِسناده صحيح .
Terjemahan
Dari Abu Ad-Darda' رضي الله عنه, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Maukah kalian aku beritahu tentang amalan kalian yang terbaik, paling suci di sisi Tuhan kalian, paling tinggi dalam mengangkat derajat kalian, lebih baik daripada menginfakkan emas dan perak, dan lebih baik daripada kalian bertemu musuh lalu kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?" Mereka menjawab: "Tentu mau." Beliau bersabda: "(Yaitu) dzikir kepada Allah." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan Al-Hakim berkata: Sanadnya shahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dzikir kepada Allah sebagai amalan terbaik. Dzikir lebih utama daripada infak harta yang besar bahkan daripada jihad fi sabilillah sekalipun, karena ia merupakan inti ketaatan, penyucian jiwa, dan sarana utama untuk mendekatkan diri serta mengangkat derajat di sisi Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keutamaan dzikir kepada Allah sebagai amalan terbaik. Dzikir lebih utama daripada infak harta yang besar bahkan daripada jihad fi sabilillah sekalipun, karena ia merupakan inti ketaatan, penyucian jiwa, dan sarana utama untuk mendekatkan diri serta mengangkat derajat di sisi Allah.
# 41
وعن سعْدِ بنِ أَبي وقَّاصٍ رضي اللَّه عَنْهُ أَنَّهُ دَخَل مع رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم على امْرأَةٍ وبيْنَ يديْهَا نَوىً ¬ أَوْ حصىً ¬ تُسبِّحُ بِه فقال : « أَلا أُخْبِرُك بما هُو أَيْسرُ عَليْكِ مِنْ هذا ¬ أَوْ أَفْضَلُ » فقالَ : « سُبْحانَ اللَّهِ عددَ مَا خَلَقَ في السَّماءِ ، وَسُبْحانَ اللَّهِ عددَ ما خَلَقَ في الأَرْضِ ، سُبحانَ اللَّهِ عددَ ما بيْنَ ذلك ، وسبْحانَ اللَّهِ عدد ما هُوَ خَالِقٌ . واللَّه أَكْبرُ مِثْلَ ذلكَ ، والحَمْد للَّهِ مِثْل ذلك ، ولا إِله إِلا اللَّه مِثْل ذلكَ ، ولا حوْل ولا قُوَّةَ إِلاَّ باللَّه مِثْلَ ذلك » .
رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash رضي الله عنه, dia berkata: Dia dan Rasulullah ﷺ menemui seorang wanita. Di tangannya ada biji-bijian (atau batu kecil) yang dia gunakan untuk bertasbih. Beliau bersabda: "Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang lebih mudah atau lebih baik dari itu? Yaitu ucapkan: Subhaanallaahi 'adada maa khalaqa fis-samaa', wa subhaanallaahi 'adada maa khalaqa fil-ardh, wa subhaanallaahi 'adada maa baina dzaalik, wa subhaanallaahi 'adada maa huwa khaaliq, wallaahu akbaru mitsla dzaalik, walhamdulillaahi mitsla dzaalik, wa laa ilaaha illallaahu mitsla dzaalik, wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaahi mitsla dzaalik (Maha Suci Allah sebanyak apa yang Dia ciptakan di langit, Maha Suci Allah sebanyak apa yang Dia ciptakan di bumi, Maha Suci Allah sebanyak apa yang ada di antara keduanya, Maha Suci Allah sebanyak apa yang akan Dia ciptakan, Allah Maha Besar seperti itu, segala puji bagi Allah seperti itu, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah seperti itu, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah seperti itu)." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia mengatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan zikir dengan lafal yang diajarkan Nabi ﷺ dibanding menghitung dengan media fisik. Intinya, zikir yang paling utama adalah yang disyariatkan, meski terlihat sederhana. Nabi ﷺ mengajarkan lafal yang pahalanya sangat luas, mencakup seluruh ciptaan Allah, sehingga lebih mudah dan lebih baik. Hikmahnya, kita dianjurkan memprioritaskan zikir dengan lafal ma'tsur (yang diajarkan Rasul) untuk meraih keutamaan yang pasti.
Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan keutamaan zikir dengan lafal yang diajarkan Nabi ﷺ dibanding menghitung dengan media fisik. Intinya, zikir yang paling utama adalah yang disyariatkan, meski terlihat sederhana. Nabi ﷺ mengajarkan lafal yang pahalanya sangat luas, mencakup seluruh ciptaan Allah, sehingga lebih mudah dan lebih baik. Hikmahnya, kita dianjurkan memprioritaskan zikir dengan lafal ma'tsur (yang diajarkan Rasul) untuk meraih keutamaan yang pasti.
# 42
وعنْ أَبي مُوسى رضي اللَّه عنْه قال : قالَ لي رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَلا أَدُلُّك على كَنْزٍ مِنْ كُنُوزِ الجنَّةِ ؟ » فقلت : بلى يا رسول اللَّه ، قال : « لا حول ولا قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Musa رضي الله عنه, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: "Maukah kamu aku tunjukkan salah satu perbendaharaan surga?" Aku menjawab: "Tentu mau, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "(Yaitu) ucapkan: Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah (Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kalimat "Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah" adalah ibadah yang sangat berharga, diibaratkan sebagai perbendaharaan surga. Maknanya adalah pengakuan dan penyerahan total bahwa segala daya, upaya, dan kekuatan hanya berasal dari pertolongan Allah semata. Dengan demikian, kalimat ini mengajarkan sikap tawakal, ketergantungan hati hanya kepada Allah, serta menghindarkan dari kesombongan atas kemampuan diri sendiri.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa kalimat "Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah" adalah ibadah yang sangat berharga, diibaratkan sebagai perbendaharaan surga. Maknanya adalah pengakuan dan penyerahan total bahwa segala daya, upaya, dan kekuatan hanya berasal dari pertolongan Allah semata. Dengan demikian, kalimat ini mengajarkan sikap tawakal, ketergantungan hati hanya kepada Allah, serta menghindarkan dari kesombongan atas kemampuan diri sendiri.