✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Dzikir (Mengingat Allah)
Kitab 16 · Bab 2

Mengingat Allah dalam Keadaan Berdiri, Duduk, Berbaring, Saat Tidak Memiliki Wudhu, Saat Junub (Setelah Berhubungan Intim dan Belum Mandi), dan Saat Haid. Kecuali Membaca Al-Qur'an, Tidak Diperbolehkan bagi Orang yang Junub dan Haid untuk Membacanya.

✦ 3 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ*الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ﴾[سورة آل عمران(190-191)]
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.'" [QS. Ali 'Imran: 190-191]

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa alam semesta adalah bukti nyata keesaan dan kebijaksanaan Allah. Hikmahnya, seorang mukmin yang berakal sejati adalah yang senantiasa mengingat Allah (dzikir) dalam setiap keadaan, lalu merenungi ciptaan-Nya. Perpaduan antara dzikir dan pikir ini akan melahirkan kesadaran akan tujuan penciptaan serta doa untuk keselamatan di akhirat.

# 2
وعنْ عائشة رضيَ اللَّه عنْهَا قَالَت : كانَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يذكُرُ اللَّه تَعالى على كُلِّ أَحيانِهِ . رواه مسلم .
Terjemahan
Dan dari Aisyah رضي الله عنها, dia berkata: "Rasulullah ﷺ senantiasa berdzikir kepada Allah Ta'ala dalam setiap keadaannya." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa dzikir kepada Allah tidak terbatas pada waktu atau keadaan tertentu saja, seperti hanya saat shalat atau di masjid. Rasulullah ﷺ mencontohkan untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap kondisi, baik saat duduk, berdiri, bekerja, maupun dalam suka dan duka. Ini menunjukkan bahwa keimanan yang hidup harus terwujud dalam seluruh aspek kehidupan, menjadikan setiap aktivitas sebagai ibadah melalui kesadaran akan kehadiran Allah Ta'ala.

# 3
وعن ابن عبَّاسٍ رضي اللَّه عنْهما عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لو أَنَّ أَحَدكُمْ إِذا أَتَى أَهلَهُ قالَ:بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيطَانَ وَجنِّبِ الشَّيطانَ مارزَقْتَنَا ،فَقُضِي بيْنهُما ولَدٌ ،م يضُرّهُ»متفقٌ عليه.
Terjemahan
Dari Ibnu Abbas رضي الله عنه, dia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian, ketika akan menggauli istrinya, membaca: 'Bismillaah, Allaahumma jannibnasy-syaithaan, wa jannibis-syaithaan maa razaqtanaa' (Dengan nama Allah, ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami), lalu mereka dikaruniai anak, maka setan tidak akan dapat membahayakannya." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya memulai hubungan suami-istri dengan membaca basmalah dan doa perlindungan kepada Allah. Intinya adalah memohon agar setan dijauhkan dari pasangan dan dari keturunan yang akan dianugerahkan. Dengan demikian, ikhtiar lahir dan batin dilakukan untuk menjaga kesucian hubungan dan memohon keberkahan serta perlindungan Ilahi bagi calon anak.