Kitab 16 · Bab 6
Bacaan Doa Saat Hendak Tidur
✦ 8 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ*الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ﴾[سورة آل عمران(190-191)]
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi." [QS. Ali 'Imran: 190-191]
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Inti pelajarannya adalah bahwa alam semesta merupakan bukti nyata keesaan dan kebesaran Allah. Hikmahnya, tanda-tanda ini hanya dapat dipahami oleh orang berakal yang senantiasa berzikir dalam segala keadaan dan merenungkan ciptaan-Nya, sehingga keyakinan dan ketakwaannya semakin mendalam.
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Inti pelajarannya adalah bahwa alam semesta merupakan bukti nyata keesaan dan kebesaran Allah. Hikmahnya, tanda-tanda ini hanya dapat dipahami oleh orang berakal yang senantiasa berzikir dalam segala keadaan dan merenungkan ciptaan-Nya, sehingga keyakinan dan ketakwaannya semakin mendalam.
# 2
وعنْ حُذيفةَ وأَبي ذرٍّ رضي اللَّه عنْهما أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قالَ : « باسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوتُ » . رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Hudzaifah dan Abu Dzarr radhiyallahu 'anhuma berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ ketika hendak tidur, beliau membaca: "Bismika allahumma ahya wa amut" (Dengan nama-Mu, ya Allah, aku hidup dan aku mati). (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)
Penjelasan singkat: Doa sebelum tidur ini sangat singkat namun penuh makna, mengingatkan bahwa hidup dan mati kita hanya dengan nama dan kehendak Allah semata.
Penjelasan singkat: Doa sebelum tidur ini sangat singkat namun penuh makna, mengingatkan bahwa hidup dan mati kita hanya dengan nama dan kehendak Allah semata.
# 3
وعَنْ عليٍّ رضي اللَّه عَنْهُ أَنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ له وَلِفَاطِمةَ رضيَ اللَّه عنهما: « إِذَا أَوَيْتُمَا إِلى فِراشِكُما ، أَوْ إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُما ¬ فَكَبِّرا ثَلاثاً وَثَلاثِينَ ، وَسَبِّحَا ثَلاثاً وثَلاثِينَ ، وَاحْمَدَا ثَلاثاً وَثَلاثِين » وفي روايةٍ : « التَّسْبِيحُ أَرَبعاً وَثَلاثِينَ » وفي روايةٍ : « التَّكبيرُ أَربعاً وَثَلاثِينَ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ali radhiyallahu 'anhu berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda kepada beliau dan Fatimah radhiyallahu 'anhuma: "Apabila kalian berdua mendatangi tempat tidur atau hendak tidur, bacalah takbir (Allahu Akbar) 33 kali, tasbih (Subhanallah) 33 kali, dan tahmid (Alhamdulillah) 33 kali."
Dalam riwayat lain disebutkan: Tasbih 34 kali dan takbir 34 kali. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan dzikir sebelum tidur yang ringan namun besar pahalanya. Membaca takbir, tasbih, dan tahmid masing-masing 33 atau 34 kali merupakan amalan yang dicontohkan Rasulullah untuk suami istri (Ali dan Fatimah).
Dalam riwayat lain disebutkan: Tasbih 34 kali dan takbir 34 kali. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan dzikir sebelum tidur yang ringan namun besar pahalanya. Membaca takbir, tasbih, dan tahmid masing-masing 33 atau 34 kali merupakan amalan yang dicontohkan Rasulullah untuk suami istri (Ali dan Fatimah).
# 4
وعن أَبي هُريرةَ رَضِيَ اللَّه عنهُ ، قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذا أَوَى أَحَدُكُم إِلى فِراشِهِ ، فَلْيَنْفُض فِراشَهُ بداخِلَةِ إِزَارِهِ فإِنَّهُ لاَ يَدْرِي مَا خَلَفَهُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ يَقُولُ : بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبي ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ ، إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْها ، وإِنْ أَرْسَلْتَهَا ، فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِه عِبادَكَ الصَّالحِينَ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian hendak tidur, hendaklah ia mengibaskan tempat tidurnya (dengan ujung kainnya) karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya setelah ia tinggalkan. Kemudian bacalah: 'Bismika rabbi wada'tu janbi, wa bika arfa'uh, in amsakta nafsi farhamha, wa in arsaltaha fahfazhha bima tahfazhu bihi 'ibadakas-shalihin' (Dengan nama-Mu, ya Tuhanku, aku meletakkan lambungku, dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka rahmatilah ia. Jika Engkau melepaskannya (kembali), maka peliharalah ia sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan
Penjelasan singkat:** Hadis ini mengajarkan dua adab penting sebelum tidur. Pertama, membersihkan tempat tidur dari kotoran atau binatang berbahaya sebagai bentuk ikhtiar lahiriah menjaga keselamatan. Kedua, membaca doa sebagai bentuk ikhtiar batin, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, memohon perlindungan dan rahmat-Nya saat tidur, yang merupakan keadaan mirip kematian.
Penjelasan
Penjelasan singkat:** Hadis ini mengajarkan dua adab penting sebelum tidur. Pertama, membersihkan tempat tidur dari kotoran atau binatang berbahaya sebagai bentuk ikhtiar lahiriah menjaga keselamatan. Kedua, membaca doa sebagai bentuk ikhtiar batin, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, memohon perlindungan dan rahmat-Nya saat tidur, yang merupakan keadaan mirip kematian.
# 5
وعنْ عائشةَ رضي اللَّه عنْها ، أَنَّ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كان إِذَا أَخَذَ مضْجعَهُ نَفَثَ في يدَيْهِ ، وَقَرَأَ بالْمُعَوِّذاتِ ومَسح بِهمَا جَسَدَهُ ، متفقٌ عليه .
وفي رواية لهما : أَنَّ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ إِذَا أَوى إِلى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلةٍ جمَع كَفَّيْهِ ¬ ثُمَّ نفَثَ فيهما فَقَرأَ فِيهما : قُلْ هُوَ اللَّه أَحَدٌ ، وقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الفلَقِ ، وَقُلْ أَعُوذُ بِربِّ النَّاسِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا ما اسْتطاعَ مِن جسَدِهِ ، يبْدَأُ بِهما عَلَى رَأْسِهِ وَوجهِهِ ، وما أَقبلَ مِنْ جَسَدِهِ ، يَفْعَلُ ذلكَ ثَلاَثَ مرَّات متفقٌ عليه .
قال أَهلُ اللُّغَةِ : « النَّفْثُ » نَفخٌ لَطِيفٌ بِلاَ رِيقٍ .
Terjemahan
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau meniup ke kedua telapak tangannya dan membaca Al-Mu'awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), kemudian mengusapkan kedua tangannya ke seluruh tubuhnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah perlindungan diri sebelum tidur dengan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu meniupkannya ke tangan dan mengusapkannya ke tubuh. Ini menunjukkan pentingnya memohon perlindungan hanya kepada Allah dari segala bahaya, baik fisik maupun non-fisik, dengan merujuk pada nama dan sifat-Nya. Praktik ini juga menggabungkan antara doa dzikir dan tindakan fisik sebagai bentuk ikhtiar dan tawakkal yang sempurna.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah perlindungan diri sebelum tidur dengan membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu meniupkannya ke tangan dan mengusapkannya ke tubuh. Ini menunjukkan pentingnya memohon perlindungan hanya kepada Allah dari segala bahaya, baik fisik maupun non-fisik, dengan merujuk pada nama dan sifat-Nya. Praktik ini juga menggabungkan antara doa dzikir dan tindakan fisik sebagai bentuk ikhtiar dan tawakkal yang sempurna.
# 6
وَعنِ البرَاءِ بنِ عازِبٍ ، رَضِيَ اللَّه عنْهمَا ، قَالَ : قال لي رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «إِذَا أَتَيتَ مَضْجَعَكَ فَتَوضَّأْ وضُوءَكَ لِلصَّلاةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلى شِقِّكَ الأَيمَنِ ، وقلْ : اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نفِسي إِلَيكَ ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ . وَفَوَّضتُ أَمري إِلَيْكَ ، وَأَلَجَأْتُ ظَهرِي إِلَيْكَ ، رغبةً ورهْبَةً إِلَيْكَ ، لامَلجأَ ولا مَنجي مِنْكَ إِلاَّ إِليكَ ، آمنتُ بِكِتَابِكَ الذِي أَنزَلْت ، وَبِنَبِيِّكَ الذِي أَرسَلتَ ، فإِنْ مِتَّ . مِتَّ على الفِطرةِ ، واجْعَلهُنَّ آخِرَ ما تَقُولُ » مُتَّفقٌ عليهِ
Terjemahan
Dari Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila kamu hendak tidur, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, kemudian berbaringlah miring ke sebelah kanan, lalu bacalah doa:
'Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu (aku bergantung kepada-Mu) dengan harapan dan rasa takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat menyelamatkan diri dari (siksa)-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus.' Jika kamu mati, maka kamu mati dalam keadaan fitrah (suci). Dan jadikanlah doa ini sebagai ucapan terakhirmu (sebelum tidur)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan adab sebelum tidur, yaitu berwudhu, berbaring miring ke kanan, dan membaca doa penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Dengan itu, jika ajal datang saat tidur, insya Allah kita meninggal dalam keadaan fitrah (suci).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab tidur yang penuh makna. Intinya, seorang muslim diajarkan untuk mengakhiri hari dengan menyucikan diri (wudhu), memilih posisi tidur yang baik (miring kanan), dan yang terpenting: menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah melalui doa. Hikmahnya adalah menanamkan rasa ketergantungan, penyerahan diri (tawakkal), dan kesadaran akan pertemuan dengan-Nya, sehingga tidur pun bernilai ibadah.
'Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu (aku bergantung kepada-Mu) dengan harapan dan rasa takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tempat menyelamatkan diri dari (siksa)-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus.' Jika kamu mati, maka kamu mati dalam keadaan fitrah (suci). Dan jadikanlah doa ini sebagai ucapan terakhirmu (sebelum tidur)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan adab sebelum tidur, yaitu berwudhu, berbaring miring ke kanan, dan membaca doa penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Dengan itu, jika ajal datang saat tidur, insya Allah kita meninggal dalam keadaan fitrah (suci).
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab tidur yang penuh makna. Intinya, seorang muslim diajarkan untuk mengakhiri hari dengan menyucikan diri (wudhu), memilih posisi tidur yang baik (miring kanan), dan yang terpenting: menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah melalui doa. Hikmahnya adalah menanamkan rasa ketergantungan, penyerahan diri (tawakkal), dan kesadaran akan pertemuan dengan-Nya, sehingga tidur pun bernilai ibadah.
# 7
وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ إذا أَوَى إِلى فِرَاشِهِ قَال : «الحمْدُ للَّهِ الَّذي أَطْعَمنَا وسقَانا ، وكفَانَا وآوانَا ، فكمْ مِمَّنْ لا كافيَ لَهُ ولا مُؤْوِيَ » رواهُ مسلمٌ .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ ketika hendak tidur, beliau membaca doa:
"Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, mencukupi kami, dan memberi kami tempat berlindung. Betapa banyak orang yang tidak memiliki yang memberi kecukupan dan tempat berlindung." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat makanan, minuman, kecukupan, dan tempat tinggal, serta menyadari bahwa banyak orang yang tidak seberuntung kita.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab bersyukur dan merenung sebelum tidur. Intinya adalah kita wajib memuji Allah atas nikmat dasar seperti makan, minum, kecukupan, dan tempat tinggal. Dengan mengingat orang yang tidak memperoleh nikmat tersebut, doa ini juga menumbuhkan rasa syukur yang mendalam, kepedulian sosial, serta sikap qana'ah (merasa cukup) atas rezeki yang Allah berikan.
"Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, mencukupi kami, dan memberi kami tempat berlindung. Betapa banyak orang yang tidak memiliki yang memberi kecukupan dan tempat berlindung." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat makanan, minuman, kecukupan, dan tempat tinggal, serta menyadari bahwa banyak orang yang tidak seberuntung kita.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab bersyukur dan merenung sebelum tidur. Intinya adalah kita wajib memuji Allah atas nikmat dasar seperti makan, minum, kecukupan, dan tempat tinggal. Dengan mengingat orang yang tidak memperoleh nikmat tersebut, doa ini juga menumbuhkan rasa syukur yang mendalam, kepedulian sosial, serta sikap qana'ah (merasa cukup) atas rezeki yang Allah berikan.
# 8
وعنْ حُذيْفَةَ ، رضِيَ اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ إِذا أَرَاد أَنْ يرْقُدَ ، وضَع يَدهُ اليُمنَى تَحْتَ خَدِّهِ ، ثُمَّ يقُولُ : « اللَّهمَّ قِني عَذَابكَ يوْمَ تَبْعثُ عِبادَكَ » رواهُ الترمِذيُّ وقال : حديثٌ حَسنٌ .
وَرَواهُ أَبو داودَ مِنْ رِوايةِ حفْصةَ ، رَضِي اللَّه عنْهُا ، وَفيهِ أَنَّهُ كَانَ يقُولهُ ثَلاثَ مَرَّاتٍ .
Terjemahan
Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ ketika hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya, kemudian berdoa:
"Ya Allah, lindungilah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia menyatakan hadits ini hasan)
Abu Dawud meriwayatkan dari Hafshah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ membacanya tiga kali.
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan satu lagi doa sebelum tidur untuk memohon perlindungan dari adzab Allah di hari Kiamat, disertai dengan posisi tidur yang baik.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dan doa sebelum tidur yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Beliau meletakkan tangan kanan di bawah pipi sebagai posisi yang mulia, lalu memohon perlindungan Allah dari azab hari kiamat. Pengulangan doa tiga kali (dalam riwayat lain) menunjukkan kesungguhan dalam berdoa. Intinya, tidur bukan sekadar istirahat, tetapi juga momentum untuk mengingat akhirat dan mendekatkan diri kepada Allah.
"Ya Allah, lindungilah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia menyatakan hadits ini hasan)
Abu Dawud meriwayatkan dari Hafshah radhiyallahu 'anha, bahwa Nabi ﷺ membacanya tiga kali.
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan satu lagi doa sebelum tidur untuk memohon perlindungan dari adzab Allah di hari Kiamat, disertai dengan posisi tidur yang baik.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan adab dan doa sebelum tidur yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Beliau meletakkan tangan kanan di bawah pipi sebagai posisi yang mulia, lalu memohon perlindungan Allah dari azab hari kiamat. Pengulangan doa tiga kali (dalam riwayat lain) menunjukkan kesungguhan dalam berdoa. Intinya, tidur bukan sekadar istirahat, tetapi juga momentum untuk mengingat akhirat dan mendekatkan diri kepada Allah.