Kitab 16 · Bab 5
Mengingat Allah di Waktu Pagi dan Petang
✦ 12 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ﴾[سورة الأعراف(205)]
قال أهل اللغة: ﴿ الآصال ﴾ جمع أصيل وهو: ما بين العصر والمغرب.
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai." [QS. Al-A'raf: 205]
Ahli bahasa berkata: "Al-Ashaal" adalah jamak dari "Ashil", yaitu waktu antara Ashar dan Maghrib.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan adab berdzikir yang utama, yaitu dilaksanakan dengan khusyuk, penuh kerendahan hati dan rasa takut kepada Allah, serta tidak dikeraskan suaranya. Perintah untuk berdzikir pada waktu pagi dan petang (termasuk waktu antara Ashar dan Maghrib) menekankan konsistensi ibadah dan upaya untuk terus mengingat Allah, agar seorang hamba terhindar dari kelalaian yang dapat menjauhkannya dari rahmat-Nya.
Ahli bahasa berkata: "Al-Ashaal" adalah jamak dari "Ashil", yaitu waktu antara Ashar dan Maghrib.
Penjelasan singkat: Ayat ini mengajarkan adab berdzikir yang utama, yaitu dilaksanakan dengan khusyuk, penuh kerendahan hati dan rasa takut kepada Allah, serta tidak dikeraskan suaranya. Perintah untuk berdzikir pada waktu pagi dan petang (termasuk waktu antara Ashar dan Maghrib) menekankan konsistensi ibadah dan upaya untuk terus mengingat Allah, agar seorang hamba terhindar dari kelalaian yang dapat menjauhkannya dari rahmat-Nya.
# 2
وقال تعالى: ﴿ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ﴾[سورة طه(130)]
Terjemahan
Allah Ta'ala berfirman: "Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya." [QS. Thaha: 130]
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan ibadah dan dzikir pada waktu-waktu utama, yaitu sebelum matahari terbit (menjelang Subuh) dan sebelum matahari terbenam (menjelang Ashar/Maghrib). Waktu-waktu tersebut adalah saat turunnya rahmat dan dikabulkannya doa. Perintah ini mengajarkan pentingnya mengisi waktu dengan ketaatan, menjaga konsistensi ibadah, serta senantiasa mengingat Allah di segala kondisi.
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan ibadah dan dzikir pada waktu-waktu utama, yaitu sebelum matahari terbit (menjelang Subuh) dan sebelum matahari terbenam (menjelang Ashar/Maghrib). Waktu-waktu tersebut adalah saat turunnya rahmat dan dikabulkannya doa. Perintah ini mengajarkan pentingnya mengisi waktu dengan ketaatan, menjaga konsistensi ibadah, serta senantiasa mengingat Allah di segala kondisi.
# 3
وقال تعالى: ﴿ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ﴾[سورة غافر(55)]
قال أهل اللغة: ﴿ العشي ﴾ : ما بين زوال الشمس وغروبها.
Terjemahan
Dan Allah Ta'ala berfirman: "Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi." [QS. Ghafir: 55]
Ahli bahasa berkata: "Al-'Asyiyy" adalah waktu antara tergelincirnya matahari (zawal) dan terbenamnya.
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan untuk senantiasa mengingat Allah (dzikir) dengan bertasbih dan memuji-Nya pada dua waktu utama, yaitu pagi dan petang. Penjelasan ahli bahasa bahwa "al-'asyiyy" mencakup waktu sore hingga maghrib mengajarkan bahwa ibadah dan rasa syukur harus berkesinambungan, tidak terputus. Intinya, seorang muslim dituntut untuk konsisten dalam mendekatkan diri kepada Allah sepanjang hari, menjadikan seluruh waktunya bernilai ibadah.
Ahli bahasa berkata: "Al-'Asyiyy" adalah waktu antara tergelincirnya matahari (zawal) dan terbenamnya.
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan untuk senantiasa mengingat Allah (dzikir) dengan bertasbih dan memuji-Nya pada dua waktu utama, yaitu pagi dan petang. Penjelasan ahli bahasa bahwa "al-'asyiyy" mencakup waktu sore hingga maghrib mengajarkan bahwa ibadah dan rasa syukur harus berkesinambungan, tidak terputus. Intinya, seorang muslim dituntut untuk konsisten dalam mendekatkan diri kepada Allah sepanjang hari, menjadikan seluruh waktunya bernilai ibadah.
# 4
وقال تعالى: ﴿فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ*رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ﴾[سورة النور(36-27)]
Terjemahan
Dan Allah Ta'ala berfirman: "Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut pada hari ketika hati dan penglihatan menjadi goncang." [QS. An-Nur: 36-37]
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan sifat mulia hamba Allah yang sejati. Mereka adalah orang-orang yang memakmurkan masjid dengan zikir dan ibadah, dengan keteguhan hati yang tidak tergoyahkan oleh urusan duniawi. Prioritas utama mereka adalah mengingat Allah, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat, karena senantiasa menghadirkan rasa takut kepada hari Kiamat.
Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan sifat mulia hamba Allah yang sejati. Mereka adalah orang-orang yang memakmurkan masjid dengan zikir dan ibadah, dengan keteguhan hati yang tidak tergoyahkan oleh urusan duniawi. Prioritas utama mereka adalah mengingat Allah, menegakkan shalat, dan menunaikan zakat, karena senantiasa menghadirkan rasa takut kepada hari Kiamat.
# 5
وقال تعالى: ﴿إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ﴾[سورة ص(18)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama Dawud pada waktu petang dan pagi." [QS. Shad: 18]
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Ia mengisahkan mukjizat Nabi Dawud ‘alaihis salam, di mana gunung-gunung bertasbih bersamanya. Hikmahnya adalah pengakuan bahwa seluruh alam tunduk dan beribadah kepada Allah. Ini juga menjadi pelajaran tentang kekuasaan Allah yang mutlak dan keagungan dzikir yang dilakukan bahkan oleh makhlik yang tampak diam.
Penjelasan singkat: Ayat ini bukan hadis, melainkan firman Allah dalam Al-Qur'an. Ia mengisahkan mukjizat Nabi Dawud ‘alaihis salam, di mana gunung-gunung bertasbih bersamanya. Hikmahnya adalah pengakuan bahwa seluruh alam tunduk dan beribadah kepada Allah. Ini juga menjadi pelajaran tentang kekuasaan Allah yang mutlak dan keagungan dzikir yang dilakukan bahkan oleh makhlik yang tampak diam.
# 6
وعنْ أَبي هريرة رضي اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ قال حِينَ يُصْبِحُ وحينَ يُمسِي : سُبْحانَ اللَّهِ وبحمدِهِ مِائَةَ مَرةٍ لَم يأْتِ أَحدٌ يوْم القِيامة بأَفضَلِ مِما جَاءَ بِهِ ، إِلاَّ أَحدٌ قال مِثلَ مَا قال أَوْ زَادَ » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa membaca di waktu pagi dan petang: 'Subhanallahi wa bihamdih' (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) sebanyak 100 kali, maka pada hari Kiamat tidak ada seorang pun yang datang dengan membawa amal kebaikan yang melebihinya, kecuali orang yang membaca seperti yang dia baca atau lebih dari itu." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menerangkan keutamaan dzikir "Subhanallahi wa bihamdih" di waktu pagi dan petang. Membacanya 100 kali akan menghasilkan pahala yang sangat besar di hari Kiamat, sulit disamai oleh amalan lain.
Penjelasan singkat: Hadits ini menerangkan keutamaan dzikir "Subhanallahi wa bihamdih" di waktu pagi dan petang. Membacanya 100 kali akan menghasilkan pahala yang sangat besar di hari Kiamat, sulit disamai oleh amalan lain.
# 7
وعَنهُ قال : جاءَ رجُلٌ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقال : يا رسُول اللَّهِ ما لَقِيتُ مِنْ عَقْربٍ لَدغَتني البارِحةَ ، قال : « أَما لَو قُلتَ حِينَ أمْسيت : أعُوذُ بِكَلماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ منْ شَرِّ ما خَلَقَ لم تَضُرَّك » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ dan berkata, "Wahai Rasulullah, tadi malam aku disengat kalajengking." Beliau bersabda: "Seandainya engkau membaca di waktu petang: 'A'udzu bikalimatillahit-tammati min syarri ma khalaq' (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan), niscaya sengatan itu tidak akan membahayakanmu." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan keampuhan doa perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna. Membacanya di waktu petang dapat melindungi dari bahaya makhluk beracun seperti sengatan kalajengking.
Penjelasan singkat: Hadits ini menunjukkan keampuhan doa perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna. Membacanya di waktu petang dapat melindungi dari bahaya makhluk beracun seperti sengatan kalajengking.
# 8
وعنْهُ عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنَّه كان يقول إِذَا أَصْبَحَ : اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبحْنَا وبِكَ أَمسَيْنَا وبِكَ نَحْيا ، وبِكَ نَمُوتُ ، وَإِلَيْكَ النُّشُورُ » وإِذا أَمْسى قال : « اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وبِكَ نَحْيا ، وبِك نمُوتُ وإِلَيْكَ المَصِير » .
رواه أَبو داود والترمذي وقال : حديث حسن .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Nabi ﷺ biasa membaca di waktu pagi: "Allahumma bika ashbahna, wa bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan-nusyur" (Ya Allah, dengan-Mu kami memasuki waktu pagi, dengan-Mu kami memasuki waktu petang, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kami dibangkitkan). Dan di waktu petang beliau membaca: "Allahumma bika amsaina, wa bika nahya, wa bika namutu, wa ilaikan-nusyur" (Ya Allah, dengan-Mu kami memasuki waktu petang, dengan-Mu kami hidup, dengan-Mu kami mati, dan kepada-Mu kami dibangkitkan). (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia menyatakan hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan doa pagi dan petang yang merangkum keyakinan tauhid. Doa ini mengakui bahwa semua fase waktu dan kehidupan kita bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT.
Penjelasan singkat: Hadits ini mengajarkan doa pagi dan petang yang merangkum keyakinan tauhid. Doa ini mengakui bahwa semua fase waktu dan kehidupan kita bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT.
# 9
وعنهُ أَنَّ أَبا بَكرٍ الصِّدِّيقَ ، رضيَ اللَّه عنه ، قال : يَا رَسُولَ اللَّهِ مُرْنِي بِكَلمَاتٍ أَقُولُهُنَّ إِذَا أَصْبَحْتُ وإِذَا أَمْسَيتُ ، قال : قُلْ : « اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَواتِ والأرضِ عَالمَ الغَيْب وَالشَّهَادةِ ، ربَّ كُلِّ شَيءٍ وَمَلِيكَهُ . أَشْهَدُ أَن لاَ إِله إِلاَّ أَنتَ ، أَعُوذُ بكَ منْ شَرِّ نَفسي وشَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكهِ » قال : « قُلْها إِذا أَصْبحْتَ ، وَإِذا أَمْسَيْتَ ، وإِذا أَخذْتَ مَضْجِعَكَ » رواه أبو داود والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .
Terjemahan
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku beberapa kalimat untuk kubaca di waktu pagi dan petang." Beliau bersabda: "Bacalah: 'Allahumma Fatiras-samawati wal-ardhi, 'alimal-ghaibi wasy-syahadah, Rabba kulli syai'in wa malikah, asyhadu an la ilaha illa anta, a'udzu bika min syarri nafsi wa syarrisy-syaithani wa syirkih' (Ya Allah, Pencipta langit dan bumi, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Tuhan dan Penguasa segala sesuatu. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan, dan kesyirikannya). Bacalah doa itu di waktu pagi, petang, dan ketika hendak tidur." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia menyatakan hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Doa ini diajarkan Rasulullah untuk dibaca pagi, petang, dan sebelum tidur. Isinya adalah pengakuan terhadap keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, dan permohonan perlindungan dari kejahatan diri sendiri, setan, dan syirik.
Penjelasan singkat: Doa ini diajarkan Rasulullah untuk dibaca pagi, petang, dan sebelum tidur. Isinya adalah pengakuan terhadap keesaan Allah, sifat-sifat-Nya, dan permohonan perlindungan dari kejahatan diri sendiri, setan, dan syirik.
# 10
وعَن ابْن مَسْعُودٍ رضي اللَّه عنهُ قالَ : كانَ نبيُّ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إِذَا أَمسى قال : أَمْسَيْنَا وأَمْسى المُلكُ للَّهِ ، والحمْدُ للَّهِ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّه وحْدَهُ لاَ شَريكَ لَه » قالَ الرواي: أَرَاهُ قال فيهِنَّ : « لهُ المُلكُ وَلَه الحمْدُ وهُوَ عَلى كلِّ شَيءٍ قدِيرٌ ، ربِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا في هذِهِ اللَّيلَةِ ، وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا ، وأَعُوذُ بِكَ منْ شَرِّ مَا في هذِهِ اللَّيْلَةِ وشَرِّ ما بعْدَهَا ، ربِّ أَعُوذُ بِكَ من الكَسَلِ ، وَسُوءِ الكِبْرِ ، أعوذُ بِكَ منْ عذَابٍ في النَّار ، وَعَذَابٍ في القبر » وَإِذَا أَصْبحَ قال ذلك أَيْضاً : « أَصْبحْنَا وَأَصْبَحَ المُلْك للَّهِ »رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: Nabi ﷺ apabila memasuki waktu petang, beliau membaca: "Amsaina wa amsal-mulku lillah, walhamdu lillah, la ilaha illallahu wahdahu la syarika lah" (Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya). Perawi berkata: Aku kira beliau juga membaca: "Lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. Rabbi as-aluka khaira ma fi hadzihil-lailati wa khaira ma ba'daha, wa a'udzu bika min syarri ma fi hadzihil-lailati wa syarri ma ba'daha. Rabbi a'udzu bika minal-kasali, wa su'il-kibari. Rabbi a'udzu bika min 'adzabin fin-nari, wa 'adzabin fil-qabri" (Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Tuhanku, aku memohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan di malam ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di masa tua. Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka dan siksa kubur). Dan di waktu pagi beliau membaca seperti itu juga, dengan mengganti "Amsaina" menjadi "Ashbahna" (Kami telah memasuki waktu pagi). (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Hadits panjang ini berisi dzikir pagi dan petang yang lengkap, dimulai dengan pujian dan pengakuan tauhid, lalu diikuti permohonan kebaikan dan perlindungan dari berbagai keburukan, baik di dunia maupun akhirat.
Penjelasan singkat: Hadits panjang ini berisi dzikir pagi dan petang yang lengkap, dimulai dengan pujian dan pengakuan tauhid, lalu diikuti permohonan kebaikan dan perlindungan dari berbagai keburukan, baik di dunia maupun akhirat.
# 11
وعنْ عبدِ اللَّهِ بنِ خُبَيْب ¬ بضَمِّ الْخَاءِ المُعْجَمَةِ ¬ رضي اللَّه عَنْهُ قال : قال لي رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « اقْرأْ : قُلْ هوَ اللَّه أَحَدٌ ، والمعوِّذَتَيْن حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصبِحُ ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كلِّ شَيْءٍ » .رواهُ أَبو داود والترمذي وقال : حديثٌ حسن صحيح .
Terjemahan
Dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: "Bacalah 'Qul huwallahu ahad' (Surah Al-Ikhlas) dan Al-Mu'awwidzatain (Surah Al-Falaq dan An-Nas) di waktu pagi dan petang masing-masing tiga kali. Itu akan mencukupimu dari segala sesuatu." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia menyatakan hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali di pagi dan petang memiliki keutamaan sebagai perlindungan yang menyeluruh dari berbagai macam bahaya dan cukup bagi seorang muslim.
Penjelasan singkat: Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali di pagi dan petang memiliki keutamaan sebagai perlindungan yang menyeluruh dari berbagai macam bahaya dan cukup bagi seorang muslim.
# 12
وعنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَانَ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ :قالَ رَسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم:«مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ في صَبَاحِ كلِّ يَوْمٍ ومَسَاءٍ كلِّ لَيْلَةٍ :بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَع اسْمِهِ شيء في الأرضِ ولا في السماءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعلِيمُ ، ثلاثَ مَرَّاتٍ ، إِلاَّ لَمْ يَضُرَّهُ شَيءٌ»رواه أبو داود ، والتِّرمذي وقال:حديث حسن صحيح .
Terjemahan
Dari Utsman bin 'Affan radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang hamba membaca di waktu pagi dan petang setiap hari: 'Bismillahilladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil-ardhi wa la fis-sama'i wa huwas-sami'ul-'alim' (Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya, tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, melainkan tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakannya." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dan ia menyatakan hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Doa singkat ini, jika dibaca tiga kali pagi dan petang, merupakan permohonan perlindungan kepada Allah sehingga pembacanya tidak akan terkena bahaya yang tak diinginkan.
Penjelasan singkat: Doa singkat ini, jika dibaca tiga kali pagi dan petang, merupakan permohonan perlindungan kepada Allah sehingga pembacanya tidak akan terkena bahaya yang tak diinginkan.