Kitab 17 · Bab 3
Berbagai Masalah yang Berkaitan dengan Doa
✦ 7 Hadith ✦
# 1
عنْ أُسامَةَ بْنِ زيْدٍ رضِيَ اللَّه عنْهُما قالَ : قالَ رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ صُنِعَ إَلَيْهِ معْرُوفٌ ، فقالَ لِفَاعِلِهِ : جزَاك اللَّه خَيْراً ، فَقَد أَبْلَغَ في الثَّنَاءِ » .
رواه الترمذي وقَالَ : حَدِيثٌ حسنٌ صَحِيحٌ .
Terjemahan
Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang diperlakukan baik, lalu dia berkata kepada pelakunya: 'Jazakallahu khairan' (Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh dia telah memujinya dengan pujian yang sangat baik." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia berkata: Hadits ini hasan shahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa bentuk terima kasih tertinggi adalah dengan mendoakan kebaikan bagi pemberi nikmat, yaitu dengan mengucapkan "Jazakallahu khairan". Ucapan ini bukan sekadar penghargaan duniawi, tetapi merupakan pujian yang sempurna karena melibatkan permohonan kepada Allah sebagai pemberi balasan. Dengan demikian, kita mengembalikan segala kebaikan kepada Allah dan mengharapkan pahala abadi untuk orang yang berbuat baik.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa bentuk terima kasih tertinggi adalah dengan mendoakan kebaikan bagi pemberi nikmat, yaitu dengan mengucapkan "Jazakallahu khairan". Ucapan ini bukan sekadar penghargaan duniawi, tetapi merupakan pujian yang sempurna karena melibatkan permohonan kepada Allah sebagai pemberi balasan. Dengan demikian, kita mengembalikan segala kebaikan kepada Allah dan mengharapkan pahala abadi untuk orang yang berbuat baik.
# 2
وَعَن جَابرٍ رَضِيَ اللَّه عَنْه قال : قَال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَدعُوا عَلى أَنْفُسِكُم ، وَلا تدْعُوا عَلى أَولادِكُم ، ولا تَدْعُوا على أَمْوَالِكُم ، لا تُوافِقُوا مِنَ اللَّهِ ساعة يُسأَلُ فِيهَا عَطاءً ، فيَسْتَجيبَ لَكُم » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Jabir radhiyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian berdoa (mendoakan keburukan) atas diri kalian sendiri, jangan berdoa atas anak-anak kalian, dan jangan berdoa atas harta-harta kalian. Jangan sampai (doa keburukan itu) bertepatan dengan waktu di mana Allah diminta (untuk mengabulkan) pemberian, lalu Dia mengabulkannya untuk kalian." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Larangan mendoakan keburukan untuk diri, keluarga, atau harta sendiri, karena dikhawatirkan doa itu bertepatan dengan waktu mustajab sehingga dikabulkan oleh Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini melarang keras berdoa untuk keburukan atas diri, anak, dan harta sendiri. Larangan ini disebabkan kekhawatiran doa tersebut bertepatan dengan waktu mustajab (saat Allah mengabulkan doa), sehingga justru terkabul dan mendatangkan bencana. Intinya, kita harus selalu berhati-hati dengan ucapan, terutama doa, dan senantiasa mengharap kebaikan dari Allah dalam segala kondisi.
Penjelasan singkat: Larangan mendoakan keburukan untuk diri, keluarga, atau harta sendiri, karena dikhawatirkan doa itu bertepatan dengan waktu mustajab sehingga dikabulkan oleh Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini melarang keras berdoa untuk keburukan atas diri, anak, dan harta sendiri. Larangan ini disebabkan kekhawatiran doa tersebut bertepatan dengan waktu mustajab (saat Allah mengabulkan doa), sehingga justru terkabul dan mendatangkan bencana. Intinya, kita harus selalu berhati-hati dengan ucapan, terutama doa, dan senantiasa mengharap kebaikan dari Allah dalam segala kondisi.
# 3
وعن أَبي هُريرةَ رضي اللَّه عنهُ أَنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « أَقْرَبُ ما يَكُونُ العَبْدُ مِن ربِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya waktu di mana hamba paling dekat dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah berdoa (saat sujud)." (Diriwayatkan oleh Muslim)
Penjelasan singkat: Saat sujud dalam shalat adalah waktu yang mustajab untuk berdoa karena seorang hamba berada dalam posisi paling dekat dengan Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengungkapkan kemuliaan dan keutamaan sujud dalam shalat. Pada posisi ini, seorang hamba mencapai puncak kedekatan fisik dan spiritual dengan Allah Ta'ala, yang disertai dengan perendahan diri dan pengagungan kepada-Nya. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk memperbanyak doa saat sujud, karena doa pada saat yang mulia dan penuh penghambaan ini sangat diharapkan untuk dikabulkan.
Penjelasan singkat: Saat sujud dalam shalat adalah waktu yang mustajab untuk berdoa karena seorang hamba berada dalam posisi paling dekat dengan Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengungkapkan kemuliaan dan keutamaan sujud dalam shalat. Pada posisi ini, seorang hamba mencapai puncak kedekatan fisik dan spiritual dengan Allah Ta'ala, yang disertai dengan perendahan diri dan pengagungan kepada-Nya. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk memperbanyak doa saat sujud, karena doa pada saat yang mulia dan penuh penghambaan ini sangat diharapkan untuk dikabulkan.
# 4
وَعَنْهُ أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : يُسْتجَابُ لأَحَدِكُم ما لَم يعْجلْ : يقُولُ قَد دَعوتُ رَبِّي ، فَلم يسْتَجبْ لي » . متفقٌ عليه .
وفي رِوَايَةٍ لمُسْلِمٍ : « لا يزَالُ يُسْتَجَابُ لِلعَبْدِ مَا لَم يدعُ بإِثمٍ ، أَوْ قَطِيعةِ رَحِمٍ ، ما لَمْ يَسْتعْجِلْ » قِيلَ : يا رسُولَ اللَّهِ مَا الاسْتِعْجَالُ ؟ قَالَ : « يَقُولُ : قَدْ دعَوْتُ ، وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَم أَرَ يَسْتَجِيبُ لي ، فَيَسْتَحْسِرُ عِنْد ذلك ، ويَدَعُ الدُّعَاءَ » .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Doa seseorang akan selalu dikabulkan selama dia tidak tergesa-gesa, dengan mengatakan, 'Aku telah berdoa kepada Tuhanku, tetapi Dia tidak mengabulkanku'." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat Muslim disebutkan: "Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selama dia tidak meminta dosa atau memutus tali silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa." Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa?" Beliau menjawab: "Yaitu dia berkata, 'Aku telah berdoa berulang-ulang, tetapi aku tidak melihat doaku dikabulkan.' Lalu dia merasa putus asa dan meninggalkan doa."
Penjelasan singkat: Doa seorang muslim pasti dikabulkan oleh Allah selama tidak meminta hal yang haram, selama tidak memutus silaturahmi, dan selama tidak berputus asa karena merasa lambat dikabulkan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya selama memenuhi tiga syarat: tidak meminta hal yang dosa atau memutus silaturahmi, serta tidak tergesa-gesa. Sikap tergesa-gesa itu adalah berprasangka buruk dengan menganggap doanya tidak dikabulkan, lalu berputus asa dan berhenti berdoa. Kunci utamanya adalah kesabaran, keyakinan penuh, dan terus-menerus dalam berdoa, karena Allah menjamin pengabulannya dengan waktu dan cara yang terbaik.
Dalam riwayat Muslim disebutkan: "Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan selama dia tidak meminta dosa atau memutus tali silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa." Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa?" Beliau menjawab: "Yaitu dia berkata, 'Aku telah berdoa berulang-ulang, tetapi aku tidak melihat doaku dikabulkan.' Lalu dia merasa putus asa dan meninggalkan doa."
Penjelasan singkat: Doa seorang muslim pasti dikabulkan oleh Allah selama tidak meminta hal yang haram, selama tidak memutus silaturahmi, dan selama tidak berputus asa karena merasa lambat dikabulkan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya selama memenuhi tiga syarat: tidak meminta hal yang dosa atau memutus silaturahmi, serta tidak tergesa-gesa. Sikap tergesa-gesa itu adalah berprasangka buruk dengan menganggap doanya tidak dikabulkan, lalu berputus asa dan berhenti berdoa. Kunci utamanya adalah kesabaran, keyakinan penuh, dan terus-menerus dalam berdoa, karena Allah menjamin pengabulannya dengan waktu dan cara yang terbaik.
# 5
وَعَنْ أَبي أُمامَةَ رَضيَ اللَّه عَنْهُ قَالَ : قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : أَيُّ الدُّعَاءِ أَسْمعُ؟ قَالَ : « جوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ ، وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ المكْتُوباتِ » رواه الترمذي وقالَ : حديثٌ حسنٌ .
Terjemahan
Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu dia berkata: Ditanyakan kepada Rasulullah ﷺ, "Doa apakah yang paling didengar (mustajab)?" Beliau bersabda: "(Doa) di akhir malam (sepertiga malam terakhir) dan setelah shalat-shalat wajib." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia berkata: Hadits ini hasan)
Penjelasan singkat: Waktu-waktu yang paling mustajab untuk berdoa adalah di sepertiga malam terakhir dan setelah mengerjakan shalat fardhu.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tentang waktu-waktu utama dikabulkannya doa, yaitu di sepertiga akhir malam (saat kebanyakan orang tidur) dan setelah menunaikan shalat wajib. Momentum ini istimewa karena dekat dengan ketaatan dan ketundukan kepada Allah. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya bersungguh-sungguh berdoa pada waktu-waktu tersebut untuk meraih kemustajaban.
Penjelasan singkat: Waktu-waktu yang paling mustajab untuk berdoa adalah di sepertiga malam terakhir dan setelah mengerjakan shalat fardhu.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan tentang waktu-waktu utama dikabulkannya doa, yaitu di sepertiga akhir malam (saat kebanyakan orang tidur) dan setelah menunaikan shalat wajib. Momentum ini istimewa karena dekat dengan ketaatan dan ketundukan kepada Allah. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya bersungguh-sungguh berdoa pada waktu-waktu tersebut untuk meraih kemustajaban.
# 6
وَعَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رضِي اللَّه عنْهُ أَنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « مَا عَلى الأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللَّه تَعالى بِدَعْوَةٍ إِلاَّ آتَاهُ اللَّه إِيَّاهَا ، أَوْ صَرَف عنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا . ما لَم يدْعُ بإِثْم ، أَوْ قَطِيعَةِ رحِمٍ » فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ القَوْمِ : إِذاً نُكْثِرُ . قَالَ : « اللَّه أَكْثَرُ».
رواه الترمذي وقال حَدِيثٌ حَسنٌ صَحِيحٌ : وَرَواهُ الحاكِمُ مِنْ رِوايةِ أَبي سعيِدٍ وَزَاد فِيهِ: « أَوْ يَدَّخر لهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلَها » .
Terjemahan
Dari Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidaklah seorang muslim di muka bumi ini berdoa kepada Allah dengan suatu doa, melainkan Allah akan mengabulkannya, atau menghindarkannya dari keburukan yang setara dengan doanya, selama dia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau memutus tali silaturahmi." Seorang laki-laki dari kaum itu berkata, "Kalau begitu, kami akan memperbanyak doa." Beliau bersabda, "Allah (pemberian-Nya) lebih banyak (dari doa kalian)." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan dia menyatakan hadits ini hasan shahih)
Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Sa'id dan menambahkan: "Atau Dia simpan untuknya pahala yang sama (dengan doanya) di akhirat."
Penjelasan singkat: Setiap doa seorang muslim pasti dikabulkan oleh Allah, baik langsung di dunia, dihindarkan dari keburukan, atau disimpan sebagai pahala di akhirat, selama isi doanya bukan untuk maksiat atau memutus silaturahmi.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjamin bahwa setiap doa muslim pasti dikabulkan Allah dengan tiga bentuk: dikabulkan persis seperti yang diminta, diganti dengan dicegahnya keburukan yang setara, atau disimpan sebagai pahala di akhirat. Syaratnya, doa tersebut tidak untuk maksiat atau memutus silaturahmi. Janji ini menjadi motivasi untuk tidak pernah berputus asa dan terus memperbanyak doa, karena karunia Allah jauh lebih luas daripada permintaan hamba-Nya.
Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Sa'id dan menambahkan: "Atau Dia simpan untuknya pahala yang sama (dengan doanya) di akhirat."
Penjelasan singkat: Setiap doa seorang muslim pasti dikabulkan oleh Allah, baik langsung di dunia, dihindarkan dari keburukan, atau disimpan sebagai pahala di akhirat, selama isi doanya bukan untuk maksiat atau memutus silaturahmi.
Penjelasan singkat: Hadis ini menjamin bahwa setiap doa muslim pasti dikabulkan Allah dengan tiga bentuk: dikabulkan persis seperti yang diminta, diganti dengan dicegahnya keburukan yang setara, atau disimpan sebagai pahala di akhirat. Syaratnya, doa tersebut tidak untuk maksiat atau memutus silaturahmi. Janji ini menjadi motivasi untuk tidak pernah berputus asa dan terus memperbanyak doa, karena karunia Allah jauh lebih luas daripada permintaan hamba-Nya.
# 7
وعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي اللَّه عنْهُما أَنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَان يقُولُ عِنْد الكرْبِ : « لا إِلَه إِلاَّ اللَّه العظِيمُ الحلِيمُ ، لا إِله إِلاَّ اللَّه رَبُّ العَرْشِ العظِيمِ ، لا إِلَهَ إِلاَّ اللَّه رَبُّ السمَواتِ ، وربُّ الأَرْض ، ورَبُّ العرشِ الكريمِ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ biasa membaca doa ketika menghadapi kesulitan:
"Laa ilaha illallahu al-'Azhiim al-Haliim, laa ilaha illallahu Rabbul 'Arsyil 'Azhiim, laa ilaha illallahu Rabbus-samaawaati wa Rabbul ardhi wa Rabbul 'Arsyil Kariim"
(Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan Pemilik 'Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan langit dan bumi, dan Tuhan Pemilik 'Arsy yang mulia). (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Doa yang diajarkan Nabi ﷺ untuk dibaca saat menghadapi kesulitan, yang mengagungkan nama-nama Allah dan mengingat kekuasaan-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa saat menghadapi kesulitan, inti dari permohonan dan kekuatan adalah dengan mengingat keagungan Allah. Doa ini menegaskan tauhid, menyebut nama-nama Allah yang mulia (Al-‘Azhim, Al-Halim), dan mengakui kekuasaan-Nya atas seluruh alam, termasuk ‘Arsy yang agung. Hikmahnya, hati akan menjadi tenang karena yakin bahwa segala urusan ada di tangan Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Penyantun, sehingga tidak putus asa dalam menghadapi cobaan.
"Laa ilaha illallahu al-'Azhiim al-Haliim, laa ilaha illallahu Rabbul 'Arsyil 'Azhiim, laa ilaha illallahu Rabbus-samaawaati wa Rabbul ardhi wa Rabbul 'Arsyil Kariim"
(Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan Pemilik 'Arsy yang agung. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Tuhan langit dan bumi, dan Tuhan Pemilik 'Arsy yang mulia). (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Doa yang diajarkan Nabi ﷺ untuk dibaca saat menghadapi kesulitan, yang mengagungkan nama-nama Allah dan mengingat kekuasaan-Nya.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa saat menghadapi kesulitan, inti dari permohonan dan kekuatan adalah dengan mengingat keagungan Allah. Doa ini menegaskan tauhid, menyebut nama-nama Allah yang mulia (Al-‘Azhim, Al-Halim), dan mengakui kekuasaan-Nya atas seluruh alam, termasuk ‘Arsy yang agung. Hikmahnya, hati akan menjadi tenang karena yakin bahwa segala urusan ada di tangan Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Penyantun, sehingga tidak putus asa dalam menghadapi cobaan.