✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hadits-Hadits tentang Berbagai Masalah
Kitab 19 · Bab 3

Penjelasan tentang apa yang Allah sediakan untuk orang-orang beriman di dalam surga.

✦ 22 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ*ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ*وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ*لَا يَمَسُّهُمْ فِيهَا نَصَبٌ وَمَا هُمْ مِنْهَا بِمُخْرَجِينَ﴾[سورة الحجر(45-48)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga yang penuh kenikmatan, (di dalamnya) ada sungai-sungai yang mengalir. Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam dada mereka; mereka (merasa bersaudara) duduk berhadap-hadapan di atas dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan pernah dikeluarkan darinya." (Al-Hijr: 45-48)

Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan puncak balasan bagi orang bertakwa: keamanan abadi di surga, dihilangkannya penyakit hati (dendam), dan persaudaraan yang tulus. Mereka merasakan ketenangan tanpa rasa lelah dan dijamin tidak akan dikeluarkan, yang menunjukkan kekekalan nikmat Allah bagi hamba-Nya yang taat.

# 2
وقال تعالى: ﴿يَا عِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَا أَنْتُمْ تَحْزَنُونَ*الَّذِينَ آمَنُوا بِآيَاتِنَا وَكَانُوا مُسْلِمِينَ*ادْخُلُوا الْجَنَّةَ أَنْتُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ تُحْبَرُونَ*يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ فِيهَا خَالِدُونَ*وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ*لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِنْهَا تَأْكُلُونَ﴾[سورة الزخرف(68-73)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada rasa takut pada hari ini bagimu dan tidak pula kamu bersedih. (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka dahulu adalah orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasangan-pasanganmu digembirakan. diedarkan kepada mereka piring-piring dan gelas-gelas dari emas. Di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya. Itulah surga yang diwariskan kepadamu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. Di dalam surga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu, sebahagiannya kamu makan." (Az-Zukhruf: 68-73)

Penjelasan singkat: Ayat-ayat ini menggambarkan janji Allah yang agung bagi hamba-Nya yang beriman dan berserah diri. Inti pelajarannya adalah bahwa ketakutan dan kesedihan akan diganti dengan kegembiraan abadi di surga, beserta segala kenikmatan yang disediakan. Balasan ini merupakan warisan langsung dari amal shaleh yang mereka kerjakan di dunia, menegaskan hubungan erat antara iman, amal, dan pahala akhirat.

# 3
وقال تعالى: ﴿إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ*فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ*يَلْبَسُونَ مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَقَابِلِينَ*كَذَٰلِكَ وَزَوَّجْنَاهُمْ بِحُورٍ عِينٍ*يَدْعُونَ فِيهَا بِكُلِّ فَاكِهَةٍ آمِنِينَ*لَا يَذُوقُونَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَىٰ ۖ وَوَقَاهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ*فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ﴾[سورة الدخان(51-57)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa akan berada di tempat yang aman. Yaitu di dalam surga yang memiliki banyak sungai. Mereka mengenakan pakaian yang terbuat dari sutra halus dan brokat berbagai jenis, saat mereka bertemu. Demikian pula Kami akan menikahkan mereka dengan bidadari yang cantik dan suci. Mereka dapat memerintahkan untuk diambilkan buah-buahan segala jenis dengan aman sentosa. Mereka tidak akan merasakan kematian lagi, hanya kematian pertama saja, dan Kami akan melindungi mereka dari azab neraka Jahanam. Ini adalah karunia dari Tuhanmu, dan itulah kemenangan yang sangat besar." (Ad-Dukhan: 51-57)

Penjelasan singkat: Ayat ini menjelaskan jaminan Allah bagi orang-orang bertakwa (muttaqin). Balasan bagi mereka adalah surga yang penuh kenikmatan abadi, keamanan total, serta perlindungan dari siksa neraka. Intinya, ketakwaan yang diwujudkan dalam ketaatan di dunia, akan berbuah kebahagiaan dan kemenangan hakiki yang kekal di akhirat.

# 4
وقال تعالى: ﴿إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِي نَعِيمٍ*عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُونَ*تَعْرِفُ فِي وُجُوهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيمِ*يُسْقَوْنَ مِنْ رَحِيقٍ مَخْتُومٍ*خِتَامُهُ مِسْكٌ ۚ وَفِي ذَٰلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ*وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيمٍ*عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُونَ﴾[سورة المطففين(22-28)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan akan berada di dalam surga, di atas dipan-dipan memandang (segala sesuatu). Kamu dapat melihat pada wajah mereka dipenuhi kegembiraan. Mereka akan diberi minuman keras yang disegel. Aroma terakhirnya harum seperti kesturi. Oleh karena itu, berlomba-lombalah kalian (untuk meraihnya). Ia akan dicampur dengan tasnim. Ia adalah mata air yang diminum oleh orang-orang yang memiliki kedudukan dekat dengan Allah." (Al-Mutaffifin: 22-28)

Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan kenikmatan hakiki di surga bagi orang-orang yang bertakwa (al-abrâr). Gambaran dipan, wajah berseri, dan minuman istimewa (rahîq, tasnîm) merupakan metafora atas balasan yang tak terbayangkan. Ayat ini menjadi motivasi untuk berlomba dalam kebaikan, menegaskan bahwa puncak kebahagiaan hanya diperoleh oleh orang-orang yang dekat dengan Allah (al-muqarrabûn).

# 5
وعنْ جَابِرٍ رضِي اللَّه عنْهُ قَالَ : قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَأْكُلُ أَهْلُ الجنَّةِ فِيهَا ويشْرَبُونُ ، ولا يَتَغَوَّطُونَ ، ولا يمْتَخِطُونَ ، ولا يبُولُونَ ، ولكِنْ طَعامُهُمْ ذلكَ جُشَاء كَرشْحِ المِسْكِ يُلهَمُونَ التَّسبِيح وَالتكْبِير ، كَما يُلْهَمُونَ النَّفَسَ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Penghuni surga makan dan minum di dalamnya, tetapi mereka tidak buang air besar, tidak membuang ingus, dan tidak kencing. Namun, makanan mereka itu (menghasilkan) sendawa seperti keringat kesturi. Mereka diilhami untuk bertasbih dan bertakbir, sebagaimana mereka diilhami untuk bernapas." (HR. Muslim)

Penjelasan: Hadits ini menggambarkan kondisi fisik penghuni surga yang sempurna. Mereka menikmati kenikmatan surga seperti makan dan minum, tetapi tubuh mereka tidak menghasilkan kotoran atau zat sisa yang kotor. Sebaliknya, yang keluar adalah sesuatu yang harum. Mereka juga terus-menerus mengingat Allah dengan mudah, seperti halnya bernapas.

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan kesempurnaan kehidupan di surga. Penghuninya tetap menikmati kenikmatan makan dan minum tanpa menghasilkan kotoran atau hal yang kotor, melainkan hanya mengeluarkan wewangian. Mereka juga secara alami dan terus-menerus berdzikir kepada Allah, sebagaimana mudahnya bernapas, yang menunjukkan bahwa ibadah di surga menjadi tabiat dan kenikmatan tertinggi.

# 6
وعَنْ أَبي هُريْرةَ رضِيَ اللَّه عنْهُ قَال : قَال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « قَال اللَّه تَعالَى: أَعْددْتُ لعِبادِيَ الصَّالحِينَ مَا لاَ عيْنٌ رَأَتْ ، ولاَ أُذُنٌ سَمِعتْ ولاَ خَطَرَ علَى قَلْبِ بَشَرٍ ، واقْرؤُوا إِنْ شِئتُمْ : { فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ ما أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جزَاءً بِما كَانُوا يعْملُونَ } [ السجدة : 17 ] متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kami telah menyiapkan untuk hamba-hamba Kami sesuatu yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan hati manusia belum pernah terbayangkan. Jika kamu berkeinginan, bacalah: 'Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.'" (QS. As-Sajdah: 17) (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan keagungan balasan Allah di surga bagi hamba-Nya yang bertakwa. Nikmat tersebut bersifat mutlak dan luar biasa, jauh melampaui segala yang dapat dibayangkan atau dialami oleh indra dan akal manusia di dunia. Ini menjadi motivasi kuat untuk terus beramal saleh dengan penuh keikhlasan dan harapan akan karunia-Nya.

# 7
وعَنْهُ قَالَ : قال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَوَّلُ زُمْرَةٍ يدْخُلُونَ الْجنَّةَ على صُورَةِ الْقَمرِ لَيْلَةَ الْبدْرِ . ثُمَّ الَّذِينَ يلُونَهُمْ علَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ في السَّمَاءِ إِضَاءَةً : لاَ يُبولُونَ ولاَ يتَغَوَّطُونَ ، ولاَ يتْفُلُونَ ، ولاَ يمْتَخِطُون . أمْشاطُهُمُ الذَّهَبُ ، ورشْحهُمُ المِسْكُ ، ومجامِرُهُمُ الأُلُوَّةُ ¬ عُودُ الطِّيبِ ¬ أَزْواجُهُم الْحُورُ الْعِينُ ، علَى خَلْقِ رجُلٍ واحِد ، علَى صُورَةِ أَبِيهِمْ آدم سِتُّونَ ذِراعاً في السَّماءِ » متفقٌ عليه . وفي روايةٍ للبُخَارِيِّ ومُسْلِمٍ : آنيتُهُمْ فِيهَا الذَّهَبُ ، ورشْحُهُمْ المِسْكُ ، ولِكُلِّ واحِدٍ مِنْهُمْ زَوْجَتَانِ يُرَى مُخُّ سُوقِهما مِنْ وراءِ اللَّحْمِ مِنَ الْحُسْنِ ، لاَ اخْتِلاَفَ بينَهُمْ ، ولا تَبَاغُضَ : قُلُوبهُمْ قَلْبُ رَجُلٍ واحِدٍ ، يُسَبِّحُونَ اللَّه بُكْرةَ وَعَشِيّاً » . قَوْلُهُ : « عَلَى خَلْقِ رجُلٍ واحِد » رواهُ بَعْضُهُمْ بِفَتْحِ الخَاءِ وإِسْكَانِ اللاَّمِ ، وبعْضُهُمْ بِضَمِّهِما ، وكِلاَهُما صَحِيحٌ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Golongan pertama yang masuk surga rupanya seperti bulan pada malam purnama. Kemudian orang-orang setelah mereka seperti bintang gemerlap yang paling terang cahayanya di langit: mereka tidak kencing, tidak buang air besar, tidak meludah, dan tidak membuang ingus. Sisir mereka dari emas, keringat mereka kesturi, dan tempat pembakar wangi mereka kayu gaharu. Pasangan mereka adalah bidadari bermata jeli, dengan penciptaan satu jenis laki-laki, yaitu seperti bentuk ayah mereka Adam, enam puluh hasta tingginya di langit." (Muttafaqun 'alaih).
Dalam riwayat Al-Bukhari dan Muslim: "Bejana mereka di sana dari emas, keringat mereka kesturi, dan setiap orang dari mereka memiliki dua istri, sumsum betis keduanya terlihat dari balik daging karena kecantikannya. Tidak ada perselisihan dan kebencian di antara mereka: hati mereka adalah hati satu orang laki-laki, mereka bertasbih kepada Allah pagi dan petang."
Ucapan beliau: "'ala khalqi rajulin wahid" (dengan penciptaan satu jenis laki-laki), sebagian perawi meriwayatkan dengan fathah kha' dan sukun lam, sebagian lain dengan dhamah keduanya, dan keduanya shahih.

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kemuliaan dan kesempurnaan fisik penduduk surga, khususnya golongan pertama yang masuk. Gambaran keindahan seperti bulan dan bintang, serta hilangnya segala kotoran jasmani, menunjukkan tingginya karunia Allah. Hikmahnya adalah memotivasi untuk meraih derajat tertinggi di surga melalui ketakwaan, serta meyakini bahwa kenikmatan akhirat jauh melebihi segala imajinasi duniawi.

# 8
وَعَن المُغِيرَةِ بْن شُعْبَة رَضِي اللَّه عَنْهُ عنْ رسُولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « سأَل مُوسَى صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ربَّهُ ، ما أَدْنَى أَهْلِ الْجنَّةِ مَنْزلَةً ؟ قَالَ : هُو رَجُلٌ يجِيءُ بعْدَ ما أُدْخِل أَهْلُ الْجنَّةِ الْجَنَّةَ، فَيُقَالُ لَهُ : ادْخِلِ الْجنَّة . فَيقُولُ : أَيْ رَبِّ كَيْفَ وقَدْ نَزَل النَّاسُ منَازِلَهُمْ ، وأَخَذُوا أَخَذاتِهِم ؟ فَيُقَالُ لهُ : أَتَرضي أَنْ يكُونَ لَكَ مِثْلُ مُلْكِ مَلِكٍ مِنْ مُلُوكِ الدُّنْيا ؟ فَيقُولُ : رضِيتُ ربِّ ، فَيقُولُ : لَكَ ذَلِكَ ومِثْلُهُ ومِثْلُهُ ومِثْلُهُ ومِثْلُهُ ، فَيقُولُ في الْخَامِسَةِ: رضِيتُ ربِّ ، فَيَقُولُ : هَذَا لَكَ وعشَرةُ أَمْثَالِهِ ، ولَكَ ما اشْتَهَتْ نَفْسُكَ ، ولَذَّتْ عَيْنُكَ. فَيَقُولُ : رضِيتُ ربِّ ، قَالَ : ربِّ فَأَعْلاَهُمْ منْزِلَةً ؟ قال : أُولَئِك الَّذِينَ أَردْتُ ، غَرسْتُ كَرامتَهُمْ بِيدِي وخَتَمْتُ علَيْهَا ، فَلَمْ تَر عيْنُ ، ولَمْ تَسْمعْ أُذُنٌ ، ولَمْ يخْطُرْ عَلَى قَلْبِ بشَرٍ » رواهُ مُسْلم .
Terjemahan
Dari Al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Nabi Musa bertanya kepada Tuhannya, 'Siapakah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya?' Allah berfirman: 'Ia adalah seorang laki-laki yang datang setelah para penghuni surga dimasukkan ke dalam surga. Dikatakan kepadanya, 'Masuklah ke dalam surga.' Ia menjawab, 'Wahai Tuhanku, bagaimana aku masuk sedangkan manusia telah menempati tempat tinggal mereka dan mengambil bagian mereka?' Allah berfirman kepadanya: 'Apakah kamu rela jika kamu memiliki kerajaan seperti seorang raja di antara raja-raja di dunia?' Ia menjawab, 'Wahai Tuhanku, aku rela.' Allah berfirman, 'Bagimu itu, dan ditambah ini, dan ditambah ini, dan ditambah ini, dan ditambah ini.' Laki-laki itu berkata pada yang kelima, 'Wahai Tuhanku, aku rela.' Allah berfirman, 'Bagimu sepuluh kali lipat dari itu, dan kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan dan apa yang menyenangkan matamu.' Laki-laki itu berkata, 'Wahai Tuhanku, aku rela.' Musa bertanya lagi, 'Wahai Tuhanku, lalu siapakah yang paling tinggi kedudukannya?' Allah menjawab, 'Mereka adalah orang-orang yang Aku pilih, Aku tanamkan kemuliaan untuk mereka dengan tangan-Ku sendiri, dan Aku capai dengan itu. Tidak ada mata yang pernah melihat, tidak ada telinga yang pernah mendengar, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.' Bukti yang menguatkan hal ini adalah firman Allah: 'Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati.'" (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan betapa besarnya karunia Allah di akhirat. Orang yang paling rendah derajatnya di surga saja akan diberi kenikmatan yang melebihi kekayaan seluruh dunia. Ini menjadi motivasi untuk selalu beramal shalih dan penenang hati, bahwa sekecil apa pun amal baik yang dilakukan dengan ikhlas, pasti akan dibalas Allah dengan kebaikan yang tak terbayangkan.

# 9
وعن ابْنِ مسْعُودٍ رضِي اللَّه عنْهُ قال : قَال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنِّي لأَعْلَمُ آخِرَ أَهْل النَّار خُرُوجاً مِنهَا ، وَآخِرَ أَهْل الْجنَّةِ دُخُولاً الْجنَّة . رجُلٌ يخْرُجُ مِنَ النَّارِ حبْواً ، فَيقُولُ اللَّه عزَّ وجَلَّ لَهُ : اذْهَبْ فَادخُلِ الْجنَّةَ ، فَيأْتِيهَا ، فيُخيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى ، فيَرْجِعُ ، فَيقُولُ : ياربِّ وجدْتُهَا مَلأى ، يَقُولُ اللَّه عزَّ وجلَّ لهُ : اذْهَبْ فَادْخُلِ الجنَّةَ ، فيأْتِيها ، فَيُخَيَّل إِلَيْهِ أَنَّهَا ملأى ، فَيرْجِعُ . فيَقُولُ : ياربِّ وجدْتُهَا مَلأى ، ، فَيقُولُ اللَّه عزَّ وجلَّ لهُ : اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ . فإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيا وعشَرةَ أَمْثَالِها ، أَوْ إِنَّ لَكَ مِثْل عَشرَةِ أَمْثَالِ الدُّنْيا ، فَيقُولُ : أَتَسْخَرُ بِي ، أَوَ أَتَضحكُ بِي وأَنْتَ الملِكُ » قَال : فَلَقَدْ رأَيْتُ رَسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ضَحِكَ حَتَّى بدت نَوَاجذُهُ فَكَانَ يقُولُ : « ذَلِكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ منْزِلَةً » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya aku tahu orang terakhir yang keluar dari neraka, dan orang terakhir yang masuk surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan merangkak. Allah berfirman kepadanya, 'Pergilah dan masuklah ke surga.' Ia pun pergi ke surga, tetapi ia melihatnya seakan-akan penuh. Maka ia kembali dan berkata, 'Wahai Tuhanku, aku melihatnya penuh.' Allah berfirman kepadanya lagi, 'Pergilah dan masuklah ke surga.' Ia pun pergi ke surga, tetapi ia melihatnya seakan-akan penuh. Maka ia kembali dan berkata, 'Wahai Tuhanku, aku melihatnya penuh.' Kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Pergilah dan masuklah ke surga, sesungguhnya bagimu (nikmat) seperti dunia dan sepuluh kali lipatnya.' Atau 'Bagimu (nikmat) seperti dunia sepuluh kali lipat.' Laki-laki itu menjawab, 'Apakah Engkau mengejekku atau memperolok-olokku, padahal Engkau adalah Raja?'" Ibnu Mas'ud berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gerahamnya, dan beliau bersabda, "Itulah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menunjukkan luasnya rahmat Allah Ta'ala yang akan mengeluarkan sebagian penghuni neraka, meski yang terakhir keluar dalam keadaan lemah. Ia juga menggambarkan kemurahan Allah yang memerintahkan hamba-Nya masuk surga berulang kali, meski sang hamba ragu karena mengira surga penuh. Pelajaran utamanya adalah kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah, sekaligus menghindari sikap merasa pasti masuk surga sehingga meremehkan dosa.

# 10
وَعَنْ أَبي مُوسَى رَضِي اللَّه عنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « إِنَّ للْمُؤْمِنِ في الْجَنَّةِ لَخَيْمةً مِنْ لُؤْلُؤةٍ وَاحِدةٍ مُجوَّفَةٍ طُولُهَا في السَّماءِ سِتُّونَ ميلاً . للْمُؤْمِنِ فِيهَا أَهْلُونَ ، يَطُوفُ عَلَيْهِمُ المُؤْمِنُ فَلاَ يَرى بعْضُهُمْ بَعْضاً» . متَّفقٌ علَيْهِ : « المِيلُ » سِتَّة آلافِ ذِرَاعٍ .
Terjemahan
Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya bagi seorang mukmin di surga ada kemah dari satu mutiara yang berongga, panjangnya di langit enam puluh mil. Bagi seorang mukmin di dalamnya ada keluarga, ia berkeliling mengunjungi mereka dan sebagian mereka tidak melihat sebagian yang lain." (Muttafaqun 'alaih). "Mil" adalah enam ribu hasta.

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kemuliaan dan kelapangan tempat tinggal seorang mukmin di surga, yaitu kemah mutiara yang sangat luas. Ini menunjukkan besarnya balasan Allah bagi orang beriman. Gambaran bahwa penghuninya berkeliling tanpa saling melihat menegaskan betapa agung dan tak terbayangkannya kenikmatan akhirat, sekaligus mengajak untuk memperkuat iman dan amal shaleh.

# 11
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضِيَ اللَّه عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « إِنَّ في الْجنَّةِ لَشَجرَةً يسِيرُ الرَّاكِبُ الْجوادَ المُضَمَّرَ السَّرِيعَ ماِئَةَ سنَةٍ مَا يَقْطَعُهَا » متفقٌ عليه . وَرَوَياهُ في « الصَّحِيحَيْنِ » أَيْضاً مِنْ روَايَةِ أَبِي هُريْرَةَ رَضِي اللَّه عنه قالَ : « يَسِيرُ الرَّاكِبُ في ظِلِّهَا ماِئَةَ سَنَةٍ مَا يَقْطَعُهَا » .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya di surga ada sebuah pohon yang seorang pengendara kuda yang cepat dan terlatih berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tidak dapat melintasinya." (Muttafaqun 'alaih).
Keduanya (Al-Bukhari dan Muslim) juga meriwayatkannya dari riwayat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Seorang pengendara berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun tidak dapat melintasinya."

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan keagungan dan keluasan nikmat surga yang tak terbayangkan oleh akal manusia di dunia. Besarnya pohon surga, yang naungannya tidak dapat dilewati dalam perjalanan seratus tahun, menunjukkan betapa Maha Kuasa dan Maha Pemurahnya Allah Subhanahu wa Ta'ala. Hal ini seharusnya memotivasi setiap muslim untuk bersungguh-sungguh meraih surga dengan amal saleh.

# 12
وَعَنْهُ عَن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « إنَّ أَهْلَ الْجنَّةِ لَيَتَرَاءُوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الكَوْكَبَ الدُّرَّيَّ الْغَابِرَ في الأُفُقِ مِنَ المشْرِقِ أَوِ المَغْربِ لتَفَاضُلِ ما بَيْنَهُمْ » قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّه ، تلْكَ مَنَازلُ الأَنْبِيَاءِ لاَ يبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ ؟ قَالَ : « بلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رجَالٌ أَمَنُوا بِاللَّهِ وصَدَّقُوا المُرْسلِينَ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya penghuni surga melihat tempat tinggal orang-orang yang lebih tinggi derajatnya daripada mereka, seperti kalian melihat bintang yang bercahaya di ufuk barat atau timur, dan itu adalah perbedaan tingkat di antara mereka." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah itu tempat tinggal para Nabi yang tidak dapat dicapai oleh orang lain?" Beliau menjawab: "Benar, demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, di dekat mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan tingginya derajat dan kedudukan ahli surga yang beriman dan membenarkan para rasul. Mereka akan ditempatkan di surga sesuai dengan amal ketaatannya, sehingga terdapat perbedaan tingkat yang sangat jauh, bagaikan perbedaan antara bintang gemerlap di ufuk dengan yang lain. Ini menjadi motivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

# 13
وعنْ أَبي هُريْرةَ رضِي اللَّه عنْهُ أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « لَقَابُ قَوْسٍ في الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِمَّا تَطْلُعُ علَيْهِ الشمْسُ أَوْ تَغْربُ » متفقٌ عليهِ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jarak satu busur panah di surga lebih baik daripada segala sesuatu yang matahari terbit dan terbenam di atasnya (lebih baik daripada seluruh dunia)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keagungan dan kemuliaan akhirat dibandingkan dunia. Nikmat sekecil apapun di surga, bahkan hanya seukuran jarak busur panah, nilainya melebihi seluruh kenikmatan dunia beserta isinya. Ini merupakan peringatan agar manusia tidak terlena oleh gemerlap dunia yang fana, dan motivasi untuk mengutamakan amal shaleh sebagai bekal meraih kenikmatan abadi di surga.

# 14
وعنْ أَنَسٍ رضِي اللَّه عنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « إِنَّ في الْجنَّةِ سُوقاً يأْتُونَهَا كُلَّ جُمُعةٍ . فتَهُبُّ رِيحُ الشَّمالِ ، فَتحثُو في وُجُوهِهِمْ وثِيَابِهِمْ ، فَيزْدادُونَ حُسْناً وجَمالاً . فَيَرْجِعُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ ، وقَدْ ازْدَادُوا حُسْناً وجمالاً ، فَيقُولُ لَهُمْ أَهْلُوهُمْ : وَاللَّهِ لَقَدِ ازْدَدْتُمْ حُسْناً وجمالاً ، فَيقُولُونَ : وأَنْتُمْ وَاللَّهِ لَقَدِ ازْددْتُمْ بعْدَنَا حُسناً وَجمالاً ،» رواهُ مُسلِمٌ .
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya di surga ada sebuah pasar yang mereka datangi setiap hari Jumat. Saat itu angin bertiup dari arah utara menerpa wajah dan pakaian mereka, membuat mereka semakin bertambah cantik dan berseri. Ketika mereka kembali kepada keluarga mereka, mereka melihat keluarga mereka juga semakin bertambah cantik. Keluarga mereka berkata kepada mereka, 'Demi Allah, setelah meninggalkan kami, kalian semakin baik dan cantik!' Mereka pun menjawab, 'Demi Allah, kalian juga semakin baik dan cantik!'" (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kenikmatan dan kebahagiaan tiada tara di surga, yang bahkan melebihi pemahaman duniawi. Salah satu hikmahnya adalah memperkuat keyakinan tentang janji Allah kepada orang beriman, serta menggambarkan keindahan hubungan kekeluargaan di akhirat yang saling menyempurnakan kebahagiaan. Ibadah seperti salat Jumat di dunia juga memiliki kaitan simbolis dengan kemuliaan hari pertemuan di surga tersebut.

# 15
وعنْ سَهْلِ بْنِ سعْدٍ رضِي اللَّه عنْهُ أَنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « إِنَّ أَهْلَ الْجنَّةِ لَيَتَراءَوْنَ الْغُرفَ في الْجنَّةِ كَمَا تَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ في السَّماءِ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya penghuni surga saling melihat kamar-kamar di surga sebagaimana kalian saling melihat bintang di langit." (Muttafaqun 'alaih)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kemuliaan dan ketinggian kedudukan penghuni surga. Perumpamaan melihat kamar-kamar (tingkat-tingkat) surga seperti melihat bintang di langit menunjukkan betapa agung, indah, dan berkilauannya tempat tinggal mereka. Ini juga mengisyaratkan adanya perbedaan derajat di surga yang sangat jauh, sebagaimana jarak antar bintang. Hadis ini memotivasi untuk berlomba dalam kebaikan guna meraih kedudukan yang tinggi di akhirat.

# 16
وَعنْهُ رضِي اللَّه عنْهُ قَال : شَهِدْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مجْلِساً وَصفَ فِيهِ الْجَنَّةَ حتَّى انْتَهَى ، ثُمَّ قَال في آخِرِ حدِيثِهِ : « فِيهَا ما لاَ عيْنٌ رأَتْ ، ولا أُذُنٌ سمِعَتْ ، ولاَ خَطَر عَلى قَلْبِ بشَرٍ ، ثُمَّ قَرأَ { تتجافى جُنُوبُهُمْ عَنِ المضَاجِعِ } إِلى قَوْلِهِ تَعالَى : {فَلاَ تعْلَمُ نَفْسٌ ما أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْينٍ} . رواهُ البخاري .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku hadir bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam sebuah majelis di mana beliau menceritakan tentang surga hingga selesai. Kemudian beliau bersabda di akhirnya, "Di dalam surga ada segala sesuatu yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, dan hati manusia belum pernah terbayangkan." Kemudian beliau membaca ayat: "Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah). Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa kenikmatan dan keindahan surga yang disediakan Allah bagi hamba-Nya yang bertakwa bersifat mutlak dan tak terbayangkan oleh indra dan akal manusia di dunia. Janji Allah dalam Al-Qur'an (QS. As-Sajdah: 17) yang dibacakan Nabi menguatkan bahwa pahala terbaik itu tersembunyi dan hanya akan diketahui di akhirat. Hikmahnya adalah untuk memotivasi kita meningkatkan iman dan amal shaleh dengan penuh harap (raja') kepada karunia Allah yang maha luas.

# 17
وعنْ أَبِي سعِيدٍ وأَبي هُريْرةَ رضِي اللَّه عنْهُما أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « إِذَا دخَلَ أَهْلُ الْجنَّةِ الجنَّةَ يُنَادِي مُنَادٍ : إِنَّ لَكُمْ أَنْ تَحْيَوْا ، فَلا تَمُوتُوا أَبداً وإِنَّ لكُمْ أَنْ تَصِحُّوا ، فَلاَ تَسْقَمُوا أَبداً ، وإِنَّ لَكُمْ أَنْ تَشِبُّوا فَلا تهْرَمُوا أَبداً وإِنَّ لَكُمْ أَن تَنْعمُوا ، فَلا تبؤسوا أَبَداً » رواهُ مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila penghuni surga masuk surga, seorang penyeru menyeru: 'Sesungguhnya bagi kalian (jaminan) untuk hidup, maka kalian tidak akan mati selamanya; dan bagi kalian (jaminan) untuk sehat, maka kalian tidak akan sakit selamanya; dan bagi kalian (jaminan) untuk muda, maka kalian tidak akan tua selamanya; dan bagi kalian (jaminan) untuk bersenang-senang, maka kalian tidak akan sengsara selamanya.'" (HR. Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan jaminan kenikmatan abadi di surga yang hakiki. Intinya, kehidupan di akhirat nanti terbebas dari segala bentuk kekurangan duniawi: kematian, penyakit, ketuaan, dan kesengsaraan. Hal ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati dan sempurna hanya akan diraih di negeri akhirat, sehingga seharusnya memotivasi seorang muslim untuk mengutamakan amal demi meraihnya.

# 18
وعَنْ أَبي هُريْرَةَ رضِي اللَّه عَنْهُ أَنَّ رَسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « إِنَّ أَدْنَى مقْعَدِ أَحدِكُمْ مِنَ الْجنَّةِ أَنْ يقولَ لَهُ : تَمنَّ فَيَتَمنَّي ويتَمنَّي . فَيَقُولُ لَهُ : هلْ تَمنَّيْتَ ؟ فَيَقُولُ : نَعمْ فَيقُولُ لَهُ : فَإِنَّ لَكَ ما تَمنَّيْتَ ومِثْلَهُ معهُ » رَواهُ مُسْلِمٌ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya tempat terendah bagi seseorang di antara kalian di surga adalah, Allah akan berfirman kepadanya, 'Berkeinginanlah.' Laki-laki itu pun berkeinginan dan terus berkeinginan. Kemudian Allah berfirman kepadanya, 'Apakah kamu telah selesai berkeinginan?' Laki-laki itu menjawab, 'Ya.' Allah berfirman kepadanya, 'Bagimu apa yang telah kamu inginkan dan semisal apa yang telah kamu inginkan lagi.'" (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kemurahan dan keagungan nikmat surga. Bahkan penghuni surga dengan kedudukan terendah sekalipun akan diberi kemampuan untuk menginginkan segala kenikmatan, dan Allah akan mengabulkannya serta menambahkan yang serupa. Hikmahnya adalah untuk memotivasi manusia agar bersungguh-sungguh dalam beramal, serta menanamkan keyakinan bahwa balasan di akhirat itu tak terbatas dan melebihi segala angan-angan.

# 19
وعنْ أَبِي سعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضِي اللَّه عنْهُ أَنَّ رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « إِنَّ اللَّه عزَّ وجلَّ يقُولُ لأهْل الْجنَّةِ : يا أَهْلَ الْجنَّة ، فَيقُولُونَ : لَبَّيْكَ ربَّنَا وسعْديْكَ ، والْخيرُ في يديْك فَيقُولُ : هَلْ رَضِيتُمْ ؟ فَيقُولُونَ : وما لَنَا لاَ نَرْضَيِ يا رَبَّنَا وقَدْ أَعْطَيْتَنَا ما لمْ تُعْطِ أَحداً مِنْ خَلْقِكَ ، فَيقُولُ : أَلاَ أُعْطِيكُمْ أَفْضَلَ مِنْ ذَلَكَ ؟ فَيقُولُونَ : وأَيُّ شَيْءِ أَفْضلُ مِنْ ذلِكَ ؟ فيقُولُ : أُحِلُّ عليْكُمْ رضْوانِي ، فَلا أَسْخَطُ عليْكُمْ بَعْدَهُ أَبَداً » متفق عليه .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Allah akan berfirman kepada penghuni surga, 'Wahai penghuni surga!' Mereka menjawab, 'Ya Tuhan kami, kami penuhi panggilan-Mu.' Allah bertanya, 'Apakah kalian telah puas?' Mereka menjawab, 'Wahai Tuhan kami, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak puas, padahal Engkau telah memberikan kepada kami apa yang belum Engkau berikan kepada makhluk lain yang Engkau ciptakan.' Allah berfirman, 'Maukah Aku berikan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari ini?' Mereka menjawab, 'Wahai Tuhan kami, apakah ada yang lebih baik dari ini?' Allah berfirman, 'Aku ridha kepada kalian, dan Aku tidak akan murka kepada kalian untuk selama-lamanya.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggambarkan kemurahan Allah yang tak terbatas. Nikmat surga yang telah diberikan ternyata belum puncak karunia-Nya. Allah masih akan memberikan ridha-Nya, yang merupakan kenikmatan tertinggi melebihi segala kesenangan surga. Ini mengajarkan bahwa tujuan akhir seorang mukmin adalah meraih keridhaan Allah, bukan sekadar masuk surga.

# 20
وعنْ جرِيرِ بْنِ عبْدِ اللَّهِ رضي اللَّه عنْهُ قال : كُنَّا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَنَظَرَ إِلَى الْقَمرِ لَيْلَةَ الْبدْرِ ، وقَال :«إِنَّكُمْ ستَرَوْنَ رَبَّكُمْ عِياناً كما تَرَوْنَ هَذَا الْقَمرَ ، لاَ تُضامُونَ في رُؤْيتِهِ مُتَّفَقٌ علَيْهِ .
Terjemahan
Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, lalu beliau melihat bulan purnama dan bersabda, "Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhan kalian dengan jelas, sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak akan berdesak-desakan untuk melihat-Nya." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah bahwa melihat Allah Subhanahu wa Ta'ala di surga adalah benar dan nyata (ru'yah). Penglihatan tersebut akan diberikan kepada orang-orang beriman tanpa keraguan dan kesulitan, sebagaimana jelasnya melihat bulan purnama. Ini merupakan salah satu puncak kenikmatan di akhirat yang dijanjikan bagi hamba-Nya yang bertakwa.

# 21
وعنْ صُهَيْب رَضِي اللَّه عنْهُ أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « إِذَا دَخَل أَهْلَ الْجنَّةِ الجنَّةَ يقُولُ اللَّه تَباركَ وتَعالَى : تُرِيدُونَ شَيْئاً أَزِيدُكُمْ ؟ فَيقُولُونَ : أَلَمْ تُبيِّضْ وُجُوهَنَا ؟ أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ ؟ فَيكْشِفُ الْحِجابَ ، فَما أُعْطُوا شَيْئاً أَحبَّ إِلَيهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ » رواهُ مُسْلِمٌ . قَالَ تَعالَى:{ إِنَّ الَّذِينَ آمنُوا وعمِلُوا الصَّالِحاتِ يهْدِيهِمْ ربُّهُمْ بِإِيمانِهِمْ تَجْري مِنْ تَحْتِهِمُ الأَنْهَارُ في جنَّاتِ النَّعِيم ، دعْوَاهُمْ فِيهَا : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ ، وتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سلامٌ وآخِرُ دعْواهُمْ أَنِ الْحمْدُ للَّهِ رَبِّ العالمِينَ } [يونس : 9]. الْحَمْدُ للَّهِ الَّذِي هَدانا لَهَذَا وما كُنَّا لنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللَّه : اللَّهُمَّ صلِّ عَلَى سيدِنَا مُحَمَّدٍ وعلَى آلِ مُحمَّدٍ، كَمَا صلَّيْتَ عَلَى إِبْراهِيم وعلَى آلِ إِبْراهِيمَ . وبارِكْ علَى مُحَمَّدٍ وعلَى آلِ مُحمَّدٍ ، كَمَا باركْتَ علَى إِبْرَاهِيمَ وعلَى آل إِبْراهِيمَ ، إِنَّكَ حمِيدٌ مجِيدٌ. قَال مُؤلِّفُهُ يحيى النوَاوِيُّ غَفَر اللَّه لَهُ : « فَرغْتُ مِنْهُ يوْمَ الاثْنَيْن رابِعَ عَشرَ شهر رمضَانَ سَنَةَ سبْعينَ وَستِّمائة بدمشق » .
Terjemahan
Dari Shuhaib radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila penghuni surga masuk surga, Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: 'Apakah kalian menginginkan sesuatu yang akan Aku tambahkan untuk kalian?' Mereka menjawab: 'Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke surga dan menyelamatkan kami dari neraka?' Maka dibukalah tabir, dan tidak ada sesuatu pun yang diberikan kepada mereka yang lebih mereka cintai daripada melihat Tuhan mereka." (HR. Muslim).
Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, Tuhan mereka akan memberikan petunjuk kepada mereka karena keimanan mereka; di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan. Doa mereka di dalamnya ialah: 'Subhanakallahumma' (Maha Suci Engkau, ya Allah), dan salam penghormatan mereka ialah: 'Salam' (keselamatan). Dan penutup doa mereka ialah: 'Alhamdulillahi Rabbil 'alamin' (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam)." (QS. Yunus: 9-10).
Segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada kami untuk (menggapai) ini. Dan tiadalah kami mendapat petunjuk kalau sekiranya Allah tidak memberi kami petunjuk. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Ibrahim dan keluarganya. Dan berkatilah Muhammad dan keluarganya, sebag

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan puncak kenikmatan tertinggi di surga, yaitu melihat Allah Subhanahu wa Ta'ala (ru'yatullah). Nikmat ini melebihi semua kenikmatan fisik surga yang telah diberikan. Hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan spiritual dan kedekatan dengan Sang Pencipta adalah tujuan akhir yang paling dicintai oleh orang beriman, serta menjadi bukti kesempurnaan iman dan amal shaleh mereka.

# 22
الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِي لَوْلا أَنْ هَدَانَا اللهُ ،اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ النَّبيِّ الأُمِّيِّ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَأزوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ ، كما صَلَّيْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وعلى آلِ إبْراهِيمَ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبيِّ الأُمِّيِّ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَأزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ ، كما بَاركْتَ عَلَى إبْرَاهِيمَ وَعَلَى آل إبراهيم في العالَمِينَ إنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ . قال المؤلِّفُ فَرَغْتُ مِنْهُ يَوْمَ الإثْنَيْنِ رَابِعَ شَهْرِ رَمَضَانَ سَنَةَ سَبْعِينَ وَسِتِّ مِئَةٍ بِدِمشق .
Terjemahan
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami petunjuk menuju ini, dan kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak memberi kami petunjuk. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Muhammad, hamba-Mu dan rasul-Mu, Nabi yang ummi, beserta keluarga Muhammad, istri-istrinya, dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah bershalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad, Nabi yang ummi, beserta keluarga Muhammad, istri-istrinya, dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Berkata penulis: Aku selesai menulis kitab ini pada hari Senin, tanggal empat bulan Ramadhan tahun enam ratus tujuh puluh, di Damaskus.

Penjelasan singkat: Teks ini mengajarkan dua prinsip utama. Pertama, pengakuan tulus bahwa hidayah semata berasal dari Allah, menanamkan sikap rendah hati dan syukur. Kedua, perintah untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. beserta keluarganya dengan bentuk doa yang khusus, mengikuti teladan shalawat kepada Nabi Ibrahim as., sebagai bentuk kecintaan dan pengagungan.